Ketika berselingkuh, suami sangat tahu bahwa dia sedang berbuat dzolim terhadap ibu. Dia tahu, dia salah.
Maka ibu tidak perlu mencecar suami dengan azab dari Tuhan atau petikan surat dari kitab suci manapun agar dia mau berhenti selingkuh. Itu takkan mempan.
Justru desakan yang ibu lakukan ini bisa membuat suami makin sulit lepas dari selingkuhannya.
“Lho kok bisa begitu Mbak Meida? Jangan sampai dong!”
Nah, makanya jangan didesak untuk segera putus dari selingkuhannya. Ini sikap yang kurang tepat dalam menghadapi perselingkuhan suami.
Memang perselingkuhan itu menyakitkan! Apalagi jika ibu memilih untuk tetap mempertahankan suami.
Ibu masih tinggal satu rumah dengan suami dan tiap hari melihat dia sering berkomunikasi melalui HP secara sembunyi-sembunyi, pulang larut hingga emosinya yang terus bergejolak dan ibu yang selalu jadi sasaran amukannya.
Pasti berat menjalani hari-hari seperti ini. Hingga membuat ibu bernafsu untuk terus mendesak suami segera meninggalkan pelakornya.
Tapi, sekali ibu harus ingat!
Suami jika terus didesak, telinganya itu akan panas! Kepalanya pusing, perutnya mual dan pikirannya muak terhadap tuntutan ibu.
Karena saat bersama selingkuhannya, suami ibu itu juga didesak. Didesak untuk menikahinya secara resmi. Didesak untuk segera menceraikan ibu.
Jadi, kondisi suami disini mau noleh ke kanan maupun ke kiri, sama-sama penuh desakan dan tuntutan. Muak dong lama-lama.
Dan, membuat suami makin tidak betah di rumah. Merasa tidak nyaman berada di sekitar ibu. Karena tiap kali di rumah bersama ibu, dia tidak mendapatkan omongan yang adem atau pelayanan yang baik.
Yang didapatkan suami dari ibu justru desakan demi desakan. Ini akan memperparah komunikasi ibu dan suami.
Maka, saran saya hentikan dulu desakan-desakan ibu. Saya tahu ibu tersakiti. Tapi, saat ibu mendesak suami dan membuatnya tak nyaman, lama-lama dia akan menutup diri terhadap ibu. Ibu akan makin sulit mendekati suami.
“Lalu saya harus bagaimana Mbak Meida agar suami segera meninggalkan selingkuhannya?”
Buat suami nyaman dengan keberadaan ibu. Hindari dulu desakan-desakan tersebut. Ibu harus mampu mengontrol emosinya agar tidak mengeluarkan kalimat-kalimat desakan.
Ibu perlu ingat! Bahwa saat suami bersama selingkuhannya, dia juga mendapat desakan. Maka saat suami bersama ibu, sediakan pelayanan yang baik, suasana yang adem ayem dan hindari menyulut emosi suami.
Lama-lama suami akan membandingkan!
“Di rumah selingkuhan, rasanya panas. Karena dia emosi terus. Menuntut ini dan itu. Di rumah bersama istri lebih adem dan nyaman.”
Inshallah melalui ikhtiar pelan seperti ini nanti bisa membuat suami luluh hatinya terhadap ibu dan fokus lagi terhadap rumah tangga kalian.
Jika dalam proses mengembalikan keharmonisan rumah tangga disini ibu butuh bimbingan atau arahan dari saya, silakan jangan segan menghubungi saya melalui nomor konsultasi di 08586 7777 797. Atau bisa klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.
Ibu jangan berpikir bahwa konsultasi di tempat saya hanya curhat-curhat biasa ya.
Ini adalah konsultasi resmi dimana saya akan mendengarkan secara seksama dan memberikan treatment khusus sesuai kondisi rumah tangga ibu. Saya tunggu pesan dari ibu ya.
Ibu jangan berpikir bahwa konsultasi di tempat saya hanya curhat-curhat biasa ya.
Ini adalah konsultasi resmi dimana saya akan mendengarkan secara seksama dan memberikan treatment khusus sesuai kondisi rumah tangga ibu.
Oke, sekarang saya akan jelaskan satu per satu alasan suami bersikap dingin pada ibu.
Alasan pertama, ibu menyerahkan diri 100% pada suami
Istilah bahasa Inggrisnya itu too available! Ibu selalu ada untuk suami.
“Lho bukannya itu baik untuk suami Mbak?”
Justru tidak baik ibu. Karena ibu disini bukan rexona yang selalu ada setiap saat ya. Ibu adalah rekan hidup suami yang juga merupakan sosok individu dengan kesibukannya sendiri.
Meski telah menikah, kehidupan ibu tetaplah milik ibu. Bukan milik suami. Jadi, jangan persembahkan diri ibu 100% ke suami.
Jika ibu tak bisa menemani suami pergi ke tukang cukur untuk potong rambut karena ibu sendiri harus mengikuti arisan, maka tidak masalah.
Jika ibu tak bisa menyediakan makanan untuk suami karena harus pergi lebih pagi untuk berangkat kerja, ibu tak perlu merasa bersalah.
Jika ibu terlalu ada untuk suami, fatal akibatnya! Yang terjadi adalah KEJENUHAN.
Alasan kedua, ibu memiliki sifat menjengkelkan
Tiap orang memiliki kebiasaan buruk yang mana bagi orang lain itu kadang menjengkelkan.
Contoh, orang yang sering terlambat, tidak disiplin terhadap waktu hingga membuat pekerjaannya terbengkalai. Tentu ini adalah sifat yang menjengkelkan.
Apalagi jika sifat menjengkelkan ini terus dibiarkan hingga berdampak bagi orang lain. Lama-lama tentu orang-orang yang ada di sekitarnya ini akan capek menghadapinya.
Saat rasa capek terus dipendam, maka yang terjadi adalah dia akan meninggalkan ibu secara tiba-tiba. Dan berhenti peduli serta memberi perhatian.
Coba mulai sekarang ibu perhatikan! Sifat yang paling menjengkelkan dalam diri ibu apa? Jangan-jangan selama ini suami memendam rasa benci terhadap sifat ibu yang menjengkelkan itu tadi.
Hati-hati!
Jika tak segera ibu perbaiki, maka pelan-pelan orang yang ibu sayangi takkan lagi peduli pada ibu.
Alasan ketiga, suami merasa tidak dibutuhkan oleh ibu
Satu hal yang perlu ibu ingat!
Suami akan sangat senang jika ibu meminta tolong padanya. Karena naluri seorang pria adalah menjadi pahlawan yang berjasa bagi orang-orang di sekitarnya.
Maka, jangan dianggurin suaminya! Perbanyak minta tolong lalu berikan apresiasi berupa ucapan terimakasih, buatkan cemilan favoritnya atau kasih pelukan.
Tapi jika ibu jarang minta tolong dan terlalu bersikap mandiri, ini justru membuat suami merasa tidak dibutuhkan.
Alasan keempat, ibu tidak membuat suami merasa tertantang
Jika ibu ingin suami tetap tertarik pada ibu, dia perlu dirangsang secara mental yakni dengan cara membuat tantangan untuk suami.
Naluri pria adalah suka tantangan. Jadi, dia perlu ditantang dalam banyak aspek kehidupan bersama ibu.
Contoh tantangan sederhana. Ibu sedang bercakap-cakap dengan suami. Disini, ibu jangan selalu mengiyakan apapun pendapat suami.
Sesekali pendapatnya suami didebat, dipertanyakan, minta dia tunjukkan bukti dan jangan selalu setuju.
Ini akan memunculkan api-api semangat dalam diri suami dan membuatnya lebih nyala bersama ibu.
Alasan kelima, ibu tidak ada usaha untuk mendekatkan diri pada keluarga dan sahabat suami
Bagi pria, sahabat dan keluarga adalah segalanya.
Dan apabila ibu tidak mendekatkan diri pada mereka maka akibatnya suami akan merasa tidak dihargai oleh ibu.
Harga dirinya terasa diinjak-injak karena ibu mengabaikan orang-orang yang dikasihi suami. Dan, ini bisa menjadi alasan mengapa suami menjadi bersikap dingin terhadap ibu.
Nah, dari kelima alasan ini mana kira-kira yang menjadi penyebab suami jadi dingin terhadap ibu? Seemoga saja setelah mengetahui penyebabnya, ibu jadi lebih mudah cari solusinya ya.
Tapi jika sudah coba goda suami, sudah berusaha ekstra tapi suami masih dingin dan cuek, maka jangan ragu untuk mengkonsultasikan masalah ibu kepada saya.
Beberapa waktu lalu klien saya mengirim pesan melalui chat WhatsApp. Beliau bertanya, “Mbak Meida suamiku itu masih cinta gak sih sama aku?”
“Kalau masih cinta, kenapa dia tak mau tinggalkan selingkuhannya? Kalau sudah tidak cinta, kenapa saya tidak diceraikan saja?”
“Saya kan jadi bingung Mbak!”
“Mau berikhtiar untuk mengembalikan keharmonisan ya bawaannya sakit hati terus sama sikap suami”
“Dia ini seperti cerai segan, putuskan pelakor tak mau! Plin plan sekali Mbak”
“Bagaimana cara saya menghadapi suami yang seperti ini? Mohon bimbingannya Mbak Meida”
Jadi, klien saya ini alhamdulillah kemarin baru saja menyelesaikan pemaharan Kalung Berlian Samara.
Ini merupakan sarana spiritual dengan tingkat energi aura tertinggi di tempat saya untuk membantu mendatangkan keberuntungan rumah tangga, karir dan kesehatan wanita.
Jadi, sarana spiritual Kalung Berlian Samara bukan hanya untuk keharmonisan rumah tangga tapi secara keseluruhan membantu mendatangkan keberuntungan untuk karir dan kesehatan istri.
Bentuknya berupa kalung emas asli dengan hiasan liontin berlian. Jadi, kekuatan energi auranya ada di liontin berlian tersebut.
Nah, klien saya yang kemarin baru memaharkan Kalung Berlian Samara ini bertanya pada saya. Pertanyaannya sudah saya bacakan tadi ya di awal.
Bahwa suaminya ini, cerai segan tapi juga tak mau segera putuskan pelakor.
Sebelum saya jelaskan bagaimana cara menghadapi suami yang seperti ini, saya ingin tahu dulu nih siapa saja yang sedang mengalami kasus serupa.
Boleh banget kalau mau curhat di kolom komentar. Saya ingin tahu kondisi rumah tangga ibu sehingga nanti apa yang saya bagikan bisa ibu terapkan dan bermanfaat bagi keberlangsungan rumah tangga ibu.
———— membaca curhatan klien di media sosial ————————
Baiklah kita langsung saja!
Saya paham sekali apa yang ibu rasakan. Pasti rasanya tidak nyaman saat ibu tahu suami selingkuh dan tidak ingin melepaskan selingkuhannya.
Kemudian di satu sisi, suami juga tak mau menceraikan ibu. Padahal disini ibu sudah memberikan ultimatum pada suami. “Pilih dia atau aku”
Seperti itu ya buk?
Tapi suami seolah cuek, tidak peduli dengan perasaan ibu bahkan semakin hari semakin lengket dengan selingkuhannya.
Ibu disni sudah berikhtiar mati-matian, doanya terus dikencengin, pelayanan suami terus ditingkatkan, penampilan terus diperbaiki.
Dan itu tak lantas membuat suami mantap memutuskan pelakornya. Lalu sikap apa yang harus diambil istri?
Kembali lagi hajat atau tujuan ibu. Apakah ibu masih ingin bersama suami atau tidak? Jika jawabannya tidak, maka tak perlu lagi berusaha mendapatkan kembali hati suami.
Katakan pada suami, “aku menyerah!” Lalu urus perceraian sesegera mungkin. Karena jika ibu tunda, suami akan mempersulit gugatan yang ibu layangkan. Karena posisinya disini suami tak mau berpisah ya.
Nah, itu bagi yang mantap berpisah. Harus tegas dan langsung diurus segala keperluan perpisahan.
“Lalu bagaimana yang mantap ingin bertahan dan mengembalikan cinta suami Mbak Meida?”
Nah, ini yang mau saya jelaskan! Bahwa dalam kondisi seperti ini, saat suami tak mau menceraikan ibu dan tak mau melepas selingkuhannya, ini artinya suami dalam keadaan bimbang.
Dia bingung dengan kedua pilihan ini. Satu sisi dia kasihan dan sayang pada ibu sebagai istri sahnya yang selama ini sudah menemani dan memberikan keturunan, di sisi lain ada pelakor yang mampu menghidupkan kembali adrenalinnya.
Suami ibu seolah menganggap dirinya ini butuh keduanya. Makanya, dia sulit membuat keputusan. Ibu terus berikhtiar melayani suami sebaik mungkin, di rumah sana selingkuhannya juga melakukan hal yang sama karena takut ditinggalkan suami.
Energi ibu dan energi pelakor saling tarik menarik. Ibu ingin mempertahankan dan mengembalikan cinta suami, sedangkan pelakor ingin memiliki suami ibu seutuhnya.
Maka dalam tahap ini, ikhtiar dan kesabaran ibu harus ekstra. Jangan hanya pakai tangan kosong, minta doa dan pertolongan dari banyak pihak.
Kuatkan mental ibu agar keyakinannya untuk bertahan tak mudah goyah dan agar tidak mudah down hanya karena teror pelakor.
Jadi, untuk semua klien saya ataupun yang belum jadi klien saya disini, jika posisinya saat ini suami segan menceraikan dan tak mau putuskan pelakor, maka kencangkan terus ikhtiarnya.
Karena ini adalah momen atau kondisi dimana suami ibu alami kebimbangan. Orang yang bimbang atau ragu justru adalah orang yang mudah dituntun atau diarahkan.
Maka, terus tingkatkan ikhtiar baik dari segi lahir maupun batin. Terus usahakan untuk memperbaiki cara melayani suami, inshallah suami yang sedang dalam kondisi bimbang, pelan-pelan nanti bisa mantap untuk memilih kembali bersama ibu.
Seperti itu ibu ya.
Nah, bagi siapapun disini yang sedang mengalami masalah rumah tangga, tidak harus terkait perselingkuhan ya, dan ingin mendapatkan solusi atau pemecahan masalah, bisa mengikuti konsultasi di tempat saya.
Untuk yang di facebook bisa hubungi melalui inbox facebook. Bagi yang di instagram bisa kirim pesan melalui DM. Bagi yang di TikTok juga bisa kirim pesan langsung dan usahakan akunnya jangan dikunci agar bisa saya balas.
Bagi yang di YouTube bisa klik link yang otomatis masuk ke chat WhatsApp di bawah video ini. Atau bisa langsung hubungi melalui nomor konsultasi 08111 26 4401.
Konsultasi di tempat saya ini resmi ya, bukan sekedar curhat-curhatan. Setelah ibu mantap berikhtiar dengan saya, saya akan berikan treatment khusus yang saya sesuaikan dengan kondisi rumah tangganya.
Sehingga, ibu bisa berikhtiar optimal lahir dan batin.
Kasus seperti ini banyak yang mampir ke meja konsultasi saya. Dan, biasanya saya berikan treatment yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi rumah tangga klien serta hajat atau keinginan dari klien sendiri.
Klien saya ada yang ketika nasibnya digantung oleh suami, dia ingin suami langsung mengurus perceraian. Biasanya yang keinginannya seperti ini, karena memang dia sudah mantap berpisah.
Ada klien saya yang bingung, lalu minta diarahkan. “Baiknya gimana Mbak Meida? Saya coba perbaiki rumah tangga dengan suami atau biarkan saja sampai suami urus cerai?”
Nah, jika ada kebimbangan seperti ini biasanya saya akan arahkan klien untuk membuat daftar resiko dan manfaat.
Apa saja resikonya jika berniat untuk memperbaiki rumah tangga? Apa manfaatnya jika bertahan?
Apa resikonya jika menunggu suami mengurus di pengadilan? Apa manfaatnya jika benar-benar berpisah?
Setelah klien membuat daftar resiko dan manfaat, disini saya bantu memantapkan hatinya dalam membuat keputusan.
Kebanyakan dari klien saya karena mereka wanita, jadi keputusannya lebih memilih untuk bertahan. Mereka bilang, “sayang Mbak pernikahan sudah 10 tahun lewat begitu saja.”
“Kasihan anak-anak Mbak”
“Saya coba ikhtiar melunakkan hati suami Mbak, agar mau kembali lagi ke saya dengan ikhlas”
Seperti itu!
Jadi, klien yang berkonsultasi ke saya itu tidak hanya sekedar curhat. Saya berikan treatment, saya bantu arahkan sesuai hajat dan kondisi rumah tangganya.
Nah, bagi ibu-ibu yang ingin berkonsultasi seperti klien-klien saya ini silakan jangan sungkan hubungi saya di nomor 08111 26 4401. Atau bisa klik link otomatis menuju chat WhatsApp berikut ini.
“Bagaimana nanti kalau masalah saya dibagikan Mbak Meida? Saya malu”
Masalah dan data diri klien menjadi rahasia saya. Semua kasus klien yang saya publish, itu sudah mendapat ijin dari klien bersangkutan. Kalau tidak dapat ijin, saya ya tidak berani ibu.
Seperti itu ya!
Jadi, tak perlu khawatir mengenai privacy ibu.
“Nah, sekarang jika saya ditalak Mbak Meida! Lalu suami menggantungkan nasib saya. Apa yang harus saya lakukan? Disini posisinya saya ingin bertahan. Saya masih ingin melanjutkan hubungan rumah tangga dengan suami.”
Tugas ibu disini adalah memperkuat ikhtiar lahir batin. Karena setelah menjatuhkan talak lalu suami menggantungkan nasib istri, tidak segera memprosesnya di pengadilan maupun kembali pada istri, maka alam bawah sadar suami sedang bingung.
Dia masih ragu, “cerai beneran gak ya?”
Dia masih sayang dengan ibu, sayang dengan anak-anak dan usia pernikahannya. Maka, inilah kesempatan emas yang harus segera ibu ambil.
Yakni menguatkan ikhtiar lahir batin sehingga suami mantap untuk kembali pada ibu. Ibu luluhkan hatinya dengan cara membuka komunikasi lebih dulu dengan suami.
Cari topik pembicaraan apapun yang bisa membuat suami merespon ibu. Karena disini status ibu masih sebagai istri sah, dengan syarat baru talak 1 ya, maka ibu masih boleh melayani suami sebaik mungkin.
Itu adalah ikhtiar lahir, jadi harus terus dilakukan. Kemudian lengkapi juga dengan ikhtiar spiritual yakni doa.
Ibu harus berdoa pada Yang Maha Kuasa. Ibu harus yakin bahwa Tuhan itu Maha Mengabulkan sehingga apapun yang kita minta inshallah pasti diijabah sesuai dengan ikhtiar kita.
Selain berdoa, ikhtiar spiritual juga bisa dilakukan melalui sarana spiritual Kalung Sakinah.
Ini merupakan kalung emas asli dengan 3 energi sekaligus.
Manfaat pertama, membuka komunikasi agar tiap kata yang ibu ucapkan bisa lebih didengarkan suami.
Khususnya membantu melunakkan hati suami agar mantap untuk tidak jadi menceraikan ibu serta mantap kembali memperbaiki hubungan dengan ibu.
Manfaat kedua, mengunci fokus suami hanya untuk ibu. Agar alam bawah sadar suami terus terngiang-ngiang dengan kehadiaran ibu sebagai istrinya.
Manfaat ketiga, meningkatkan keharmonisan rumah tangga. Ini sebagai pelengkap karena komunikasi sudah terbuka dan fokusnya terkunci.
Energi Kalung Sakinah adalah murni dari kekuatan doa. Kita memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa, meminta perlindungan, pertolongan dan petunjukNya agar diberikan solusi terbaik untuk rumah tangga kita.
Saya tidak menggunakan ilmu hitam, jin, khodam dsb. Jadi, ibu-ibu yang ingin memaharkan Kalung Sakinah ini jangan khawatir.
Dan setelah ibu memiliki Kalung Sakinah, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu agar hasilnya lebih optimal. Ingat! Ikhtiar optimal haruslah lengkap lahir dan batin.
Bagi ibu yang siap berikhtiar melalui Kalung Sakinah bisa menghubungi nomor konsultasi berikut untuk memantapkan hatinya yakni di 08111 26 4401. Atau bisa klik link otomatis menuju chat WhatsApp berikut ini.
Sekarang cukup banyak saya perhatikan para istri yang ingin menyaingi suaminya. Saya akan berikan beberapa contoh, sehingga ibu bisa belajar untuk menghindari sikap menyaingi suami ini.
“Kenapa Mbak Meida, kita tidak boleh menyaingi suami?”
Fatal akibatnya! Membuat alam bawah sadar suami, menganggap ibu sebagai musuh yang harus dijauhi, diintimidasi dan disiksa.
“Wah luar biasa mengerikan ya Mbak efeknya?”
Benar sekali ibu.
“Lalu sikap dan perbuatan apa saja Mbak Meida yang perlu dihindari istri agar suami tidak merasa tersaingi?”
Saya akan jelaskan detil, tapi sebelumnya silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08111 26 4401.
Ibu boleh menceritakan masalahnya secara jujur dan terbuka pada saya. Kemudian saya akan bantu berikan bimbingan sesuai kondisi rumah tangga ibu.
Ibu tidak perlu khawatir, masalah rumah tangga dan data diri ibu akan menjadi rahasia saya. Silakan jangan ragu untuk menghubungi saya ya.
Ibu jangan berpikir bahwa konsultasi di tempat saya hanya curhat-curhat biasa ya.
Ini adalah konsultasi resmi dimana saya akan mendengarkan secara seksama dan memberikan treatment khusus sesuai kondisi rumah tangga ibu.
Suami ibu adalah sosok yang egonya luar biasa besar. Ego ini kalau disenggol dikit saja akibatnya fatal. Salah satu senggolan yang merusak adalah menyaingi suami.
Suami ibu itu paling tidak suka jika disaingi dalam hal yang dia jago dan menguasainya. Coba ibu tulis kira-kira hal apa saja yang menurut ibu, suami itu jago dan menguasainya.
Misalnya, suami merasa jago dalam hal mencari nafkah. Karena memang tugas utama pria disini kan mencari nafkah, maka suami akan merasa tersaingi saat ibu sebagai istrinya mampu mencari nafkah dengan lebih baik.
Banyak kasus rumah tangga yang saya terima, istri ditinggalkan suami karena suami merasa tersaingi oleh nafkah istri yang lebih besar.
Jadi, klien saya ini manajer sebuah bank swasta di Indonesia sedangkan suaminya adalah teller sebuah bank. Dilihat dari jenjang karir dan gaji, suaminya ini ketinggalan jauh.
Klien saya sudah berusaha keras untuk menjaga ego sang suami dan agar tidak merasa rendah diri. Klien saya tetap menghormati suaminya, merendahkan suaranya dan tidak pernah mengungkit masalah keuangan jika nafkah dari suaminya kurang mampu memenuhi kebutuhan keluarga.
Tapi, dasarnya memang naluri pria ini sulit disaingi dalam hal mencari nafkah, dengan sendirinya sang suami merasa minder. Merasa direndahkan oleh sang istri.
Selain mencari nafkah, bidang apalagi yang menurut ibu suaminya jago? Misalnya dalam hal memimpin. Naluri dasar seorang pria adalah memimpin.
Maka, usahakan ibu jangan menyaingi kepemimpinan suami di rumah. Ijinkan suami untuk mengatur ibu, memberikan arahan, membimbing dan menyelesaikan masalah ibu.
Jika di rumah, ibu berusaha mengatur suami atau memberikan arahan, ini justru membuat suami tidak suka. Karena ibu menyainginya.
Meskipun ibu tidak suka dengan arahan atau masukan suami, saran saya diterima dulu dan diterapkan. Nanti jika apa yang disarankan suami ternyata tidak cocok dan membawa mudharat, silakan jelaskan pada suami.
“Mas, saranmu yang kemarin itu bagus, sudah kuterapkan. Besok, rencananya akan kuterapkan lagi tapi ada beberapa hal yang ingin kutambah. Detilnya seperti ini.”
Lebih enak didengar ya! Suami juga inshallah akan lebih tenang mendengarkan ungkapan hati ibu, karena ibu menerima dan menyatakan rasa suka terhadap masukannya.
Nah, sekarang tugas ibu adalah membuat daftar semua bidang, sikap atau apapun yang ibu anggap suaminya jago serta menguasainya.
Setelah itu, ibu pelan-pelan coba menghindari untuk menyaingi suami dalam bidang yang sudah ibu tulis tadi.
Cobalah untuk sedikit mengalah. merendahkan diri, lalu ijinkan suami menguasai bidang yang memang dia jago.
Itu sedikit pesan dari saya, semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi rumah tangga ibu.
Bersikap pura-pura bodoh seolah tak tahu perselingkuhan suami, bolehkah? Nah saya akan jelaskan pelan-pelan pada kesempatan kali ini agar ibu yang mengalami kasus perselingkuhan dalam rumah tangga bisa mengambil sikap yang tepat.
Saat sikap kita tepat, inshallah dampaknya ke rumah tangga kita juga tepat.
Jadi, jangan malas untuk berikhtiar ya dalam menjaga keharmonisan rumah tangganya. Dan, salah satu bentuk ikhtiar ibu bisa dengan menonton live streaming ini.
Supaya kita tahu bagaimana cara menghadapi suami yang bersikap A, bagaimana cara mengatasi pelakor yang berkata A, B, C dst.
Selain berikhtiar dengan cara menonton live streaming ini, ibu juga bisa mencatat nomor konsultasi saya di 08111 26 44o1.
Melalui nomor tersebut, ibu bisa menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon kemudian menjelaskan masalahnya secara detil dan jujur.
Sehingga saya bisa membantu memberikan solusi dan bimbingan tepat sesuai kondisi rumah tangga ibu. Ibu jangan berpikir bahwa konsultasi di tempat saya hanya curhat-curhat biasa ya.
Ini adalah konsultasi resmi dimana saya akan mendengarkan secara seksama dan memberikan treatment khusus sesuai kondisi rumah tangga ibu.
Baiklah, jadi disini siapa yang suaminya selingkuh tapi berpura-pura bodoh seolah tak tahu perselingkuhan suami. Ibu belum berani jujur ke suami bahwa ibu sebenarnya sudah tahu perselingkuhan suami.
Apakah ada? Jika ada, boleh banget share pengalamannya di kolom komentar ya.
Nah, sebenarnya ada beberapa alasan kenapa istri bersikap pura-pura tidak tahu mengenai perselingkuhan suami di depan suaminya sendiri.
Pertama, istri ingin memberi kesempatan kedua bagi suami
Meskipun sebenarnya tangan ibu sudah gatal ingin nonjok suami ya, tapi disini ibu coba untuk bersabar siapa tahu suami bisa berubah.
Jadi, istri disini berpura-pura bodoh karena ingin memberi kesempatan kedua bagi suami. Coba saya perbaiki diri saya, saya melembutkan suara saya, saya perbaiki penampilan dan pelayanan suami.
Apakah dengan cara diam, pura-pura bodoh dan terus meningkatkan pelayanan ini bisa membuat suami berubah?
Alasan kedua, takut jika suami langsung ambil tindakan
Nah, tindakan yang paling ditakutkan istri tentu saja diceraikan. Itulah kenapa ada beberapa klien saya yang pura-pura tidak tahu perselingkuhan suami.
“Saya takut jika langsung diceraikan Mbak! Jadi saya diam saja. Biarlah disana suami saya berselingkuh, disini saya terus berikthiar sama Mbak Meida dan semoga ada jalan untuk saya.”
Alasan ketiga, takut jika sikap suami berubah
Ini persis seperti kasus klien saya ya.
Jadi, rumah tangga beliau itu adem ayem sekali. Suami sangat peduli pada anak dan istri, perhatiannya luar biasa, nafkah lahir batin tercukupi dengan baik, suaminya juga baik pada keluarga istri serta bersikap romantis pada istri.
Tapi dibalik sikap super manisnya itu, ternyata suaminya telah menikah siri dengan mantannya bahkan telah memiliki 2 orang anak.
Ini tentu sangat menyakitkan!
Dan, lebih menyakitkan lagi klien saya disini berpura-pura tidak tahu perselingkuhan suami. Karena takut jika semua kebaikan suami itu tiba-tiba lenyap.
Alasan keempat, belum tahu pasti perselingkuhan suami
Jadi, ibu disini baru ada feeling atau kecurigaan saja. Kok suami berubah ya, ada kebiasaan baru suami yang bertolak belakang dengan kebiasaannya dsb.
Kemudian ibu ada feeling kuat jika suami berselingkuh. Ibu belum berani tanya maupun mengungkapkan kegelisahan ini pada suami. Karena ibu sendiri belum yakin.
Alasan kelima, ingin memantapkan strategi
Ada juga istri yang pura-pura bodoh seolah tak tahu perselingkuhan suami bukan karena bodoh beneran!
Tapi mereka sedang mengumpulkan bukti valid dan merencanakan langkah yang pasti untuk menyelamatkan diri sendiri, aset-asetnya serta masa depan anak-anak.
“Lalu Mbak Meida, apakah boleh bersikap pura-pura bodoh seolah tak tahu perselingkuhan suami?”
Jawabannya bisa boleh, bisa tidak.
Jadi, tidak ada jawaban yang pasti boleh atau tidak. Harus disesuaikan dengan kondisi rumah tangga ibu dan alasannya ingin pura-pura bodoh itu apa.
Jika alasannya adalah ibu belum tahu pasti mengenai perselingkuhan suami dan belum ada bukti valid, maka berpura-pura itu boleh.
Jika alasannya ibu ingin memantapkan strategi untuk mengambil langkah yang tepat, ini juga boleh jika mau berpura-pura bodoh dulu.
Tapi jika alasannya ibu takut sikap suami berubah yang awalnya super baik menjadi buruk, maka jangan berpura-pura tidak tahu.
Jika alasannya ibu takut suami langsung menceraikan ibu, maka jangan berpura-pura tidak tahu.
Jika alasannya ibu ingin memberi kesempatan kedua bagi suami, maka jangan berpura-pura tidak tahu.
Kenapa 3 alasan yang baru saja sebutkan tadi, membuat saya melarang ibu untuk bersikap pura-pura bodoh?
Karena disini ibu yang akan tersiksa jika pura-pura bodoh hanya untuk menyenangkan suami. Ibu akan berusaha menekan perasaannya.
Ibu tidak berani marah tapi sikap ibu ke suami akan cenderung sensitif. Mudah sakit hati, bingung dan capek secara fisik, mental maupun emosional.
Disini ibu yang akan rugi. Saya tidak suka kalau melihat sesama wanita itu tertindas. Jika memang ingin pura-pura tidak tahu karena sedang menyiapkan strategi itu boleh. Ini wanita cerdas menurut saya.
Tapi jika berpura-pura bodoh hanya untuk membuat suami tidak berubah, ibu sendiri yang akan capek. Karena ibu menyimpan uneg-uneg dan sakit hatinya sendiri.
Lama-lama nanti akan jadi bom waktu yang meledak dan membuat hubungan ibu dengan suami akan makin parah. Seperti itu ibu!
Menjalin hubungan kembali pasca tahu perselingkuhan suami adalah hal yang tidak mudah. Khususnya dalam mengembalikan ikatan emosional antara ibu dan suami.
Karena sudah pasti disini kepercayaan ibu terkoyak. Pikiran ibu dipenuhi dengan kecemasan karena takut suami mengulangi kesalahan yang sama.
Hari-hari ibu penuh dengan kegelisahan karena terbayang bahwa suami, orang yang ibu cintai ternyata pembohong kelas kakap. Ibu dibodohi, dibohongi sekian lama.
Dengan semua kesakitan ini, ibu mencoba menghubungkan kembali koneksi emosional dengan suami. Disini saya mau mengapresiasi ikhtiar ibu.
Istri yang bertahan dan mencoba berjuang memperbaiki segalanya meski di atas kepahitan, adalah istri yang hebat. Jadi, ibu jangan lupa ya berterima kasih pada dirinya sendiri.
Nah pada kesempatan kali ini saya ingin membantu ibu dalam berikhtiar. Yakni dengan membagikan tips praktis yang bisa langsung dipraktikkan untuk menghubungkan kembali ikatan emosional dengan suami.
Cara pertama adalah dengan mencari tahu apa yang membuat suami merasa dicintai dan dihargai oleh selingkuhannya
Semakin ibu mampu membuat suami merasa dihargai dan dicintai, semakin besar pula kemungkinan dia ingin bertahan dalam pernikahan.
Cobalah untuk melakukannya dengan cara yang berbeda dari yang dilakukan selingkuhan suami.
Misalnya, jika selingkuhan suami adalah tipe yang mengasuh atau ngemong, maka ibu harus jadi istri yang mampu menyenangkan suami, yang mampu jadi penghiburnya.
Atau, jika selingkuhannya pemalu, ibu mungkin harus menjadi orang yang berani keluar dan lebih percaya diri.
Intinya adalah jika ibu mampu membuat suami merasa dihargai dan dicintai dengan cara yang berbeda dari selingkuhannya bahkan melakukannya dengan cara yang lebih baik, inshallah suami akan mempertimbangkan untuk meninggalkan selingkuhannya.
Cara kedua adalah dengan mengeluarkan jiwa kepahlawanan suami
Apa yang mendorong seorang suami rela berkorban dan melakukan apapun demi istrinya? Ada yang bisa menebak disini?
Oke, jawabannya adalah menjadikan suami sebagai sosok pahlawan. Sekali ibu meminta tolong pada suami, memberikan apresiasi, memuja suami, memperlakukan suami seolah ibu tidak bisa hidup tanpanya, inilah yang membuat harga diri suami meningkat.
Suami akan merasa dirinya dibutuhkan dan dihargai keberadaannya. Nah sayangnya sekarang banyak istri berlagak seolah mampu hidup sendiri.
Mungkin karena sudah berpenghasilan sendiri, jadi mereka menganggap mampu membeli apapun sendiri. Baik itu kebahagiaan, waktu dan tenaga orang lain.
Ini pemikiran yang kurang tepat!
Semandiri atau sekuat apapun seorang istri, jika ingin suaminya setia, maka wajib bersikap seolah membutuhkan pahlawan yakni suami.
Cara ketiga adalah membangun persahabatan dengan suami
Pasca berselingkuh, ada gengsi dan ego yang menguasai suami ibu. Dia ingin ibu memohon ampun dan bersikap lebih baik dari sebelumnya.
“Kok gitu sih Mbak Meida! Suami yang selingkuh tapi dia ingin kita yang introspeksi diri.”
Memang benar seperti itu ibu-ibu. Jadi, suami tidak akan mau dianggap salah setelah selingkuh. Bahkan dia meyakini bahwa perselingkuhannya ini adalah hal yang wajar karena usaha ibu dalam menjaga cintanya itu kurang.
Maka dalam posisi seperti ini, jangan langsung mendesak suami untuk kembali romantis, perhatian dan peduli seperti sebelum selingkuh. Jangan memaksa suami untuk kembali bergairah pada ibu.
Posisikan dulu diri ibu sebagai temannya. Agar suami nyaman untuk berdekatan dengan ibu. Agar suami nyaman untuk bicara pada ibu.
Cara keempat adalah jangan mendesak suami untuk segera meninggalkan selingkuhannya
Saya tahu apa yang ibu pikirkan!
Ibu pasti dendam dan sakit hati. Ibu ingin membuat suami benci pada selingkuhannya sehingga dia kembali seutuhnya pada ibu sesegera mungkin.
Akhirnya, apa yang ibu lakukan? Ibu mendesak suami segera meninggalkan selingkuhannya, ibu menyindir, memarahi, membuat masalah, melaporkan suami ke kantornya, melaporkan selingkuhan ke keluarganya, mencoba menunjukkan kejahatan-kejahatan pelakor dsb.
Percuma!
Ini hanya akan menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran ibu. Lebih baik manfaatkan energi ibu untuk membahagiakan suami di rumah.
Saat suami bahagia di rumah, tentu dia akan berpikir 2 kali lipat untuk meninggalkan ibu. Saat ibu ikhtiar dengan cara terburu-buru justru ini membuat suami merasa di rumah itu tidak lagi adem, tapi seperti di neraka.
Panas, tidak nyaman dsb.
Memang! Butuh kesabaran dan kegigihan ekstra untuk mampu melakukan hal ini. Saya tahu ini tidak mudah. Tapi, jika memang ibu sudah berkomitmen untuk menjaga keutuhan rumah tangganya, maka inilah resiko yang harus ibu hadapi.
Nah itu dia beberapa cara untuk kembali terhubung secara emosional dengan suami. Dilakukan pelan-pelan saja yang penting istiqomah.
Karena semua yang kita doakan pasti (tidak pakai inshallah lagi) akan terjangkau pada waktu yang tepat. Kuncinya, tidak berhenti ikhtiar.
Nah, bagi ibu-ibu disini yang memiliki masalah yang kurang lebih sama dengan apa yang sudah saya sampaikan, silakan jangan sungkan untuk berkonsultasi dan menghubungi saya melalui nomor konsultasi di 08111 26 4401.
Melalui nomor tersebut, ibu bisa menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon kemudian menjelaskan masalahnya secara detil dan jujur.
Sehingga saya bisa membantu memberikan solusi dan bimbingan tepat sesuai kondisi rumah tangga ibu. Ibu jangan berpikir bahwa konsultasi di tempat saya hanya curhat-curhat biasa ya.
Ini adalah konsultasi resmi dimana saya akan mendengarkan secara seksama dan memberikan treatment khusus sesuai kondisi rumah tangga ibu.
Ada 4 momen dalam keseharian yang bisa ibu manfaatkan untuk melembutkan hati suami. Saya akan bahas detil satu per satu disini.
Jadi, silakan disimak sampai akhir ya. Karena 4 momen dalam keseharian ini saling berkaitan. Jika ada satu momen yang dilewati dan hanya mengerjakan 3 momen, maka hasil ikhtiar ini tidak akan optimal.
Oke, sebelum itu silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08111 26 4401.
Melalui nomor tersebut, ibu bisa menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon kemudian menjelaskan masalahnya secara detil dan jujur.
Sehingga saya bisa membantu memberikan solusi dan bimbingan tepat sesuai kondisi rumah tangga ibu. Ibu jangan berpikir bahwa konsultasi di tempat saya hanya curhat-curhat biasa ya.
Ini adalah konsultasi resmi dimana saya akan mendengarkan secara seksama dan memberikan treatment khusus sesuai kondisi rumah tangga ibu.
Momen pertama adalah saat berbicara
Saat berbicara dengan suami, khususnya jika kondisi rumah tangga sedang adem ayem, tidak ada suatu masalah apapun, berbicaralah dengan nada manja.
Bagi istri yang belum terbiasa bersikap centil karena selama ini selalu bersikap tegas pada suami, segera distop!
Saran saya, jika berbicara dengan suami tunjukkan betapa lemahnya diri ibu. Betapa ibu sangat membutuhkan bantuan dan kehadiran suami.
Jika ibu bersikap tegas, alam bawah sadar suami merasa bahwa ibu ini saingannya. Maka, suami akan bersikap ogah-ogahan tiap kali ibu meminta tolong.
Kenapa seperti itu Mbak Meida?
Karena suami ibu itu nalurinya ingin jadi pemimpin yang tegas dan gentle. Jika ibu di rumah kok lebih gentle dan tegas dibandingkan suami, maka ibu akan dianggap sebagai saingannya yang harus dimusnahkan.
Maka mulai sekarang, belajarlah untuk berbicara yang lembut, direndahkan suaranya, sesekali pakai nada centil dan manja.
Momen kedua adalah saat bertanya
Ibu ada pertanyaan yang ingin dijawab oleh suami? Maka pastikan kondisi emosi suami sedang baik. Jangan bertanya pada suami saat kondisi emosinya sedang buruk.
Karena sangat mungkin, ibu akan dicuekin dan pertanyaan ibu takkan terjawab. Setelah memastikan suami dalam mood yang baik, silakan ajukan pertanyaan.
Nah, pada momen ini berikan banyak sentuhan pada suami ibu. Ibu bisa memainkan tangan, telinga atau bahu suami.
Ingat! Harus perbanyak skin to skin.
Oh ya, pastikan juga saat suami sedang menjawab pertanyaan ibu, jadilah pendengar yang baik.
Jangan pernah menyela suami dan pujalah jawaban suami seolah itu adalah jawaban yang ibu nanti-nantikan.
Inshallah ini akan membuat suami senang dan bangga dengan dirinya sendiri. Saat ibu mampu memberikan makan ego suami seperti ini, hati suami tentu akan menjadi milik ibu seutuhnya.
Momen ketiga adalah saat ibu ingin menentang pendapat suami
Saya tahu, tidak semua yang dikatakan dan dilakukan suami membuat ibu senang. Pasti akan ada satu atau dua hal yang membuat ibu kecewa.
Jika hal ini terjadi, tidak masalah. Ibu tidak harus pura-pura senang dengan pendapat suami. Ibu tidak harus pura-pura baik-baik saja dengan sikap suami.
Saran saya, jangan langsung membantah seketika. Perhatikan dan dengarkan suami berbicara sampai selesai.
Setelah itu, benarkan dan berikan apresiasi. Lalu, lengkapi dengan masukan dari ibu.
Contoh suami ibu ingin berutang untuk menambah modal usahanya. Suami berpikir, usahanya akan berkembang pesat jika dia berutang.
Disini ibu tidak setuju dengan pendapat suami. Ibu ingin membantah dan menolaknya, tapi ibu takut menyakiti perasaan suami.
Maka jangan langsung dibantah! Jika ibu disini langsung membantahnya dan mengungkapkan ketidaksukaan ibu terhadap idenya, maka ini akan menyakiti perasaan suami.
Menghancurkan harga diri dan mimpi-mimpinya. Membuat suami merasa tidak dipercaya oleh istrinya.
Saran saya berikan respon seperti ini pada suami. “Wah aku senang sekali kamu punya keinginan untuk mengembangkan usahamu. Semoga saja niatmu ini diijabah dan membawa berkah bagi keluarga kita. Nah, soal modal dengan cara utang itu, apakah kamu sudah cari tahu bagaimana cara kerjanya dan apa saja resikonya?”
Ibu berikan sanjungan dulu pada ide suami, kemudian ajukan pertanyaan mengenai kekhawatiran ibu.
Dari situ nanti percakapan pasti akan mengalir dan ibu bisa mendapatkan jawaban sesuai
Momen keempat adalah saat menolak suami
Contohnya disini ibu diajak suami main ke rumah temannya, tapi ibu merasa tidak sreg dengan kepribadian temannya itu. Ibu ingin menolak, tapi takut suami marah.
Saran saya, carilah alasan yang tepat sebagai pengganti penolakan ibu terhadap suami. Ibu bisa berkata, mengantar anak mengaji, mengantar anak les renang, ibu sedang tidak enak badan dsb.
Berbohong demi menjaga kesehatan mental ibu, tidak masalah. Berbohong demi kebaikan hubungan ibu dan suami, tidak masalah. Selama kebohongan itu tidak fatal dan tidak melanggar syariat agama.
Oh ya, satu tambahan lagi dari saya. Momen satu sampai keempat tadi adalah ikhtiar lahir. Dan, ibu perlu melengkapinya dengan ikhtiar spiritual. Karena ikhtiar optimal itu harus seimbang lahir dan batin.
Salah satu ikhtiar spiritual untuk melembutkan hati suami agar tidak mudah marah dan lebih mendengarkan ibu adalah memanfaatkan Olensia Sakinah.
Aromaterapi dari minyak esensial dengan wangi menenangkan yang bisa membantu melembutkan hati suami.
Manusia memiliki beberapa jenis gelombang otak. 2 gelombang yang paling sering muncul adalah Alpha dan Tetha.
Dalam 2 kondisi ini, kita akan sangat mudah terpengaruh oleh orang lain. Apapun yang kita katakan dengan penekanan khusus dan dilakukan berulang-ulang, akan mudah diterima serta diikuti.
Olensia Sakinah sendiri mengeluarkan aroma yang bisa membuat suami ibu rileks dan terasa seperti di atas awan.
Kondisi nyaman seperti ini, bisa membawa gelombang otaknya dalam kondisi Alpha dan Tetha.
Insyallah, apapun yang ibu katakan pada suami akan lebih mudah diterima alam bawah sadarnya dan menjadi memori yang siap dijalankan oleh pikirannya.
Olensia Sakinah ini bisa ditempatkan di area-area rumah yang paling sering dikunjungi suami.
Dan, pastikan area rumah tersebut ruangannya cukup tertutup. Supaya aromanya bisa dihirup suami secara optimal.
Dalam keadaan tenang dan rileks, disini ibu bisa menyisipkan kalimat-kalimat baik yang ibu harapkan bisa muncul dalam diri suami.
Ibu bisa mengajak suami ngobrol agar lebih terbuka, mengarahkan suami agar meninggalkan selingkuhannya, lebih peduli dan perhatian pada ibu maupun anak-anak dsb.
Bagi ibu-ibu yang siap berikhtiar melalui Olensia Sakinah bisa melakukan pemesanan di nomor 08111 26 4401. Atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.
Setelah diselingkuhi suami, kemudian mendapatkan permintaan maaf dari suami, masalah bagi istri yang diselingkuhi tidak selesai sampai disitu.
Ada salah satu luka batin yang sulit hilang sampai kapanpun dan itu saya sebut dengan OVERTHINKING.
Overthinking adalah saat ibu terobsesi dengan satu pemikiran atau serangkaian pemikiran hingga berdampak negatif pada hidup ibu.
Overthinking yang tidak segera diatasi akan sangat berbahaya, bisa menyebabkan kecemasan hingga depresi.
Para istri yang mengalami overthinking biasanya terjebak dalam kebingungan. Ingin mengakhiri tapi takut menyesal, ingin melanjutkan tapi takut disakiti terus menerus.
Selain itu, istri yang mengalami overthinking pasca diselingkuhi suami juga disebabkan oleh beberapa hal berikut;
Kurangnya kepercayaan diri
Setelah diselingkuhi suami, banyak klien saya yang merasa rendah diri, saya tidak menarik, saya tidak cantik, saya jelek, saya bodoh, saya banyak kurangnya.
Mereka kehilangan keberhargaan diri dan merasa tidak ada yang bisa diunggulkan.
Penyebab lainnya adalah ketidakpastian akan masa depan
Biasanya ini dialami oleh klien yang suaminya sudah minta maaf, sudah janji tobat tidak bakal selingkuhi lagi.
Tapi dibalik janji-janji manisnya itu, suami masih diam-diam menemui pelakor, rajin mengabari melalui telepon dan chat. Dan, ibu mengetahui hal ini.
Maka muncullah overthinking ini tadi. Karena merasa hidupnya penuh ketidakpastian.
Penyebab ketiga dari munculnya overthinking adalah ketakutan
Takut anak-anak tidak bisa fokus sekolah, takut kesehatan mental anak-anak terganggu jika terus menerus melihat ketidakharmonisan orangtuanya.
Takut jika suami tiba-tiba tidak pulang ke rumah selamanya dsb. Perasaan takut yang ibu pelihara, ini akan menyebabkan overthinking.
Penyebab keempat dari overthinking adalah stres
Ibu merasa hidupnya makin hari makin berat. Apalagi jika ibu disini tidak memiliki teman ngobrol. Ini bahaya!
Ibu akan terus memendamnya sendiri dan mengakibatkan sampah batin yang akhirnya berujung pada stres serta perasaan tertekan.
Itu dia 4 penyebab oeverthinking. Sekarang pelan-pelan saya akan bantu berikan solusi.
Pertama, lebih peduli pada diri sendiri
Berikan kesempatan pada diri ibu sendiri untuk beristirahat. Khususnya emosi ibu harus diistirahatkan. Jangan diajak lari mulu emosinya seperti marah, kecewa, sedih. Ini kan mirip lari ya, bikin capek!
Siapa lagi yang bisa lebih peduli dan perhatian pada diri kita, kalau bukan diri kita sendiri. Suami sudah tidak bisa diandalkan, anak-anak masih kecil dan masih butuh dorongan dari kita.
Maka, ibu harus coba berbagai cara untuk merawat dirinya. Lebih sering keluar rumah untuk jalan-jalan, ngobrol dengan teman, cari komunitas baru, ikut seminar terapi detoks batin, cukup tidur, makan sehat dan sebagainya.
Kedua, perbarui lingkungan ibu
Cara melepaskan diri dari penjajahan overthinking adalah dengan mengubah lingkungan ibu sehingga ibu tidak terjebak dalam pola yang sama.
Ibu bisa membuat daftar tertulis. Tulislah siapa saja, orang-orang yang menjadi sumber kemarahan ibu. Siapa saja yang menjadi sumber overthinking ibu.
Jika itu adalah mertua, tulislah. JIka itu adalah ipar, tetangga atau bahkan suami, tulis saja.
Setelah menulis daftar orang-orang yang menjadi sumber pesakitan ibu, tulis juga tindakan mereka yang membuat ibu sakit apa saja.
Misalnya, kolom pertama adalah mertua ibu. Kolom berikutnya berikan keterangan, tindakan mertua apa saja yang seringkali membuat saya overthinking.
Contoh saat mertua selalu berkata, “saya hanya bisa bergantung dan tidak bisa hasilkan uang sendiri.”
“Saat mertua berkata saya tidak segera hamil padahal sudah lebih dari 5 tahun menikah” Dan seterusnya. Apa yang menjadi ganjalan di hati ibu, semuanya ditulis.
Jika memungkinkan, ibu harus mencoba untuk mengubah rutinitas sehingga pikiran dan perasaan yang berputar-putar di dalam diri ibu tidak terulang.
Jika sumber pesakitan itu adalah suami, maka perhatikan juga! Tindakan atau kata-kata suami yang seperti apa, yang membuat ibu overthinking.
Hindari hal itu! Pelan-pelan coba ganti rutinitas dan kebiasaan ibu sehingga suami pun bisa mengubah kebiasaannya.
Inshallah nanti ibu akan melihat bahwa lingkungan sangat mempengaruhi cara ibu berpikir, merasa dan bersikap.
Jadi, jika ibu mengubah lingkungan ibu, ibu juga dapat mengubah pikiran dan perasaannya.
Ketiga, terima hal-hal yang tidak bisa ibu kontrol
Dunia ini bukan milik ibu.
Suami ibu, bukan milik ibu.
Anak-anak, bukan milik ibu.
Tempat ibu bekerja, rekan kerja ibu, bukan milik ibu.
Yang menjadi milik ibu hanyalah diri ibu sendiri. Maka, ibu harus sadar bahwa yang bisa ibu kendalikan adalah diri ibu sendiri.
Semua orang, semua hal di dunia ini selalu bersikap sesuai dengan alur mereka masing-masing. Kita tidak bisa mengontrolnya.
Yang bisa kita kontrol adalah perasaan kita, respon kita terhadap sesuatu. Dengan menyadari hal ini, inshallah ibu akan mampu lebih ikhlas terkait dengan hal apapun yang terjadi pada hidup ibu.
Keempat, tingkatkan kualitas hubungan ibu dengan diri ibu sendiri
Setelah disakiti dan diselingkuhi, sekarang ibu harusnya sadar. Bahwa tidak ada satu pun orang yang bisa ibu andalkan dan percayai.
Bahkan suami sendiri yang selama ini ibu yakini akan menjadi teman sejati, ternyata pada akhirnya tega mengkhianati.
Maka, inilah momen yang tepat untuk meningkatkan kualitas hubungan ibu dengan diri sendiri.
Jika selama ini ibu sibuk merawat dan melayani suami sampai lupa merawat dan melayani diri sendiri, menomorduakan keinginan sendiri, melupakan mimpi-mimpi ibu, sekarang inilah saatnya untuk memperbaiki hal itu.
Setelah live streaming ini, saya minta ibu berdiri di depan cermin lalu perhatikan diri ibu dari ujung kaki sampai ujung rambut.
Berikan ucapan terimakasih dan minta maaflah pada tiap organ tubuh ibu. Jantung misalnya, kita sapa dulu jantungnya, “hai jantungku, terimakasih ya sudah kuat berdetak selama ini. Maaf sekali, selama ini aku tidak memperhatikan kesehatanmu dengan baik. Aku membiarkan diriku marah, sehingga kamu harus bekerja 2x lipat lebih keras untuk memompa darah karena emosiku. Sekarang aku berjanji akan lebih perhatian padamu.”
Dan begitu seterusnya. Ucapkan maaf dan terimakasih untuk semua organ tubuh ibu. Bangun kembali hubungan positif dengan diri sendiri.
Kelima, konsultasi pada profesional
Terkadang, ibu sudah mencoba berbagai saran yang telah saya sampaikan tadi. Ibu sudah mempraktikkannya dan mungkin ibu sudah eneg dengan semua saran-saran tadi karena belum berefek untuk diri ibu.
Jika seperti itu, silakan jangan segan untuk menghubungi saya melalui telp atau chat WhatsApp di nomor 08111 26 4401. Untuk mendapatkan solusi yang lebih private sesuai masalah ibu.
Karena apa yang saya sampaikan disini tentu yang bersifat secara umum yang bisa diterapkan siapa saja. Tapi jika ibu berkonsultasi dengan saya, saya akan bantu bacakan kondisi auranya.
Saya dengarkan seksama mengenai keluhan hatinya, maka inshallah saya bisa memberikan treatment yang lebih tepat.
Seperti itu ya, jadi jangan segan ataupun ragu untuk menghubungi saya. Bisa melalui inbox Facebook, DM instagram maupun melalui nomor konsultasi yang saya sebutkan tadi.
“Semua yang berkumpul disini berarti kumpulan orang-orang stres dong Mbak Meida?” hahaha
Iya benar ibu, saya juga tergolong orang stres! hahaha
Bercanda ibu ya!
Karena saya sangat paham bahwa tiap orang itu memiliki stres dan tekanan hidup masing-masing, maka disini saya berusaha untuk menghibur. Supaya jika stres, gak stres-stres amat.
Minimal masih bisa fokus bekerja, beribadah dan berinteraksi secara baik dengan orang lain ya.
“Kenapa Mbak Meida dari tadi bicaranya soal stres melulu?”
Iya karena ada kaitannya dengan topik kita kali ini. Jadi, tiap orang itu pasti memiliki masalah, stres dan tekanan hidup masing-masing.
Kita lihat teman kita misalnya, ada yang ketawa ketiwi, tidak pernah cerita ke siapapun mengenai masalah hidupnya, bukan berarti dia tidak ada masalah ya. Bukan berarti hidupnya baik-baik saja.
Sama seperti klien-klien saya yang rumah tangganya sedang diuji dengan perselingkuhan. Mereka bisa saja tersenyum, kumpul-kumpul dengan temannya dan bersikap seolah tidak ada masalah.
Sebenarnya ini adalah saran saya untuk para klien saya. Jika ada perasaan yang tidak nyaman, mau mengeluh, mau bercerita, mau mengeluarkan uneg-uneg, diceritakan saja ke saya. Saya yang akan jadi tempat sampah bagi ibu.
Di depan orang lain, ibu-ibu harus tetap elegan, cantik dan slay ya!
Dan para klien saya ini mampu bersikap tegar seperti ini juga karena saya arahkan mereka untuk mendekati 3 circle dahsyat yang bisa membantu mengembalikan keharmonisan rumah tangganya.
Jadi, saat kita sudah stres dengan kehidupan, kita harus mencari sumber daya untuk mengatasinya. Selain memanfaatkan kemampuan diri sendiri, saluran energi dari orang lain ini juga membantu membuat kita tetap sehat, sejahtera dan waras.
Circle apa saja ini, tentu kita harus pilih-pilih. Tidak boleh semua circle dimasuki, karena salah circle bisa membuat hidup kita terpengaruh ke arah yang kurang baik.
Oh ya sebelum saya sebutkan satu per satu, ibu-ibu silakan jangan ragu untuk mencatat nomor konsultasi saya di 08111 26 4401.
Ibu bisa menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon. Silakan bisa hubungi pada jam kerja ya, yakni Senin-Sabtu pada pukul 8 pagi sampai 4 sore.
Dan, satu lagi konsultasi di tempat saya hanya menerima orang yang serius serta mantap berikhtiar. Jadi, saya tidak hanya sekedar mendengarkan cerita ibu seperti saat ibu curhat sama teman-temannya begitu ya.
Saya akan bantu berikan treatment dan evaluasi proses ikhtiar yang ibu jalankan sehingga ibu bisa merasakan manfaat positif dari bimbingan spiritual saya.
Bagi yang di Facebook, boleh banget jika mau mengirim pesan melalui Inbox. Bagi yang ada di Instagram, bisa DM juga.
Bagi yang di TikTok juga boleh mengirim pesan langsung dan pastikan akunnya jangan di privat agar bisa saya balas.
Bagi yang di channel YouTube saya, silakan bisa klik link di bawah video ini. Nanti ibu akan langsung diarahkan ke nomor WhatsApp kami.
Sudah siap untuk mendengarkan ceramah sore ini? Mari kita mulai dengan waktu yang pertama.
Circle Pertama adalah Sosok Menginspirasi dan Menambah Semangat
Disini ibu perlu cari sosok panutan, teladan atau role model. Tidak harus berupa satu orang. Jika memang teladannya ini berupa lingkungan, boleh-boleh saja.
Ibu boleh tentukan siapapun atau apapun itu sosok atau lingkungan yang ibu anggap pantas dijadikan teladan.
Kita kalau memiliki panutan, kita akan cenderung meniru gaya berpakaiannya, cara berpikirnya, cara bertindaknya, semangat hidupnya dsb.
Apalagi jika panutan yang kita pilih ini adalah sosok yang positif menjalani hidup. Inshallah ini juga membuat keseharian kita juga jadi lebih positif.
Circle Kedua adalah Sosok yang Mendukung
Sosok yang juga memberi tempat bercerita bagi ibu saat suka maupun duka.
Hmm.. kira-kira ibu-ibu disini masih punya sahabat atau tidak ya. Minimal satu kita harus punya teman dekat yang bisa diandalkan ya.
Jadi selain suami yang menjadi sahabat kita, kita punya tempat lain untuk berjaga-jaga. Yang memang kita yakin, sosok ini adalah sosok yang mendukung.
Yang mau mendengarkan cerita kita, tidak menghakimi kita, yang memberikan ruang nyaman untuk menjadi diri sendiri.
Sebelum berumah tangga, ibu mungkin berpikir “ah fokus saja sama suami dan anak.”
Ibu sudah tidak lagi bergaul, menutup diri dari lingkungan sosial dsb. Ini tindakan yang kurang tepat. Setelah menikah, ibu harus tetap eksis di lingkungan sosial, kumpul bersama teman, menjalin silaturahim.
Karena ini sangat mampu membantu mengurangi stres dan tekanan dalam rumah tangga. Jika ibu hanya ubek-ubek dengan rumah tangganya saja, nanti di saat terjadi masalah rumah tangga seperti para klien saya yang suaminya selingkuh, ibu akan kesulitan mencari dukungan atau minimal tempat bercerita lah.
Circle Ketiga adalah Lingkungan Religius
Lingkungan yang fokus membantu ibu lebih dekat dengan Tuhan. Hidup ini tidak melulu soal dunia. Suatu saat kita akan kembali pulang kepada Tuhan Sang Pencipta.
Kita boleh sedih dan kecewa dengan masalah kita. Kita boleh fokus mencari solusi untuk masalah kita. Tapi jangan lupakan Tuhan.
Dekatkan diri pada Tuhan, perbanyak ibadah, kelilingi diri ibu dengan orang-orang yang dekat dengan Tuhan, inshallah ini akan sangat membantu ibu menjadi orang yang lebih religius lagi.
Ketiga circle ini menurut saya sangat dahsyat jika ibu mau secara serius mendekat dengan mereka. Karena 3 circle ini membantu ibu memisahkan suami dan pelakor secara tidak langsung.
“Kok bisa Mbak Meida? Kan tidak ada hubungannya dengan pelakor itu!”
Orang yang diselingkuhi itu pasti terpuruk. Pikirannya kalang kabut, tidak bisa berpikir jernih, emosinya naik turun tidak bisa dikontrol, hidupnya mulai acak-acakan dsb.
Jika ini terus dibiarkan, maka dia akan semakin kehilangan kepercayaan diri. Merasa dirinya tidak berharga, penampilan makin tak karuan, sedih terus menerus dsb. Kondisi mental dan fisik pasti terganggu dan tidak sebugar dulu.
Jika sudah seperti ini, apakah suami masih mau bersama ibu? Apakah suami bisa segera lepas dari selingkuhannya?
Tentu saja, sulit dan butuh waktu makin lama.
Maka, ibu membutuhkan 3 circle ini tadi. Circle yang menginspirasi, yang bisa ibu jadikan panutan dalam berpenampilan, berpikir dan bersikap. Circle yang mendukung, yang bisa ibu jadikan tempat bercerita agar hidupnya lebih tenang. Dan, Circle Religius yang bisa menambah keyakinan ibu terhadap Sang Maha Kuasa.
Ketiga circle ini membantu ibu menjadi manusia yang lebih positif, lebih mampu menerima dirinya sendiri, menjadi lebih percaya diri, menjadi lebih nyaman dengan diri sendiri.
Saat ini terjadi, perasaan ibu inshallah akan menjadi lebih baik. Sehingga, ini akan mempengaruhi cara ibu menghadapi masalah perselingkuhan. Ini akan mempengaruhi cara ibu memperlakukan suami dsb.
Jadi mulai sekarang, ayo tentukan! Siapa saja 3 circle dahsyat yang ingin ibu dekati. Sudah ada bayangan, siapa saja mereka?
Boleh banget disebutkan di kolom komentar agar bisa saya baca atau agar bisa menginspirasi yang lain ya.