“Mbak capek banget, gak kuat kalau suami gak bisa berubah!”
Ungkap klienku yang baru 1 bulan ikhtiar untuk mengembalikan keharmonisan rumah tangganya. Padahal di sisi lain, ada klienku yang sudah ikhtiar 3 bulan, 7 bulan, 11 bulan masih sabar.
Gak masalah, kalau 1 bulan sudah capek. Gak masalah kalau 11 bulan masih bertahan. Kembali lagi, pada kekuatan mental masing-masing ya.
Nah klienku ini yang 1 bulan udah capek, beliau mengaku capek minta penjelasan, capek mengawasi, capek menahan marah, “tapi yang berubah cuma aku aja Mbak Meida, yang makin hari makin kurus, makin sensitif, makin kehilangan diri sendiri?”
Dan hari ini aku mau cerita tentang satu klienku ini yang ketika bilang capek, aku jawab, “ya udah bun.. lepaskan suaminya.”
Ketika benar-benar dilepaskan, ujungnya klienku berhasil bahagia lagi setelah diselingkuhi suami. Bukan karena suaminya berubah drastis dalam semalam. Tapi karena dia berhenti melakukan satu hal: berhenti mengejar.
Kita sering diajarkan bahwa kalau suami selingkuh, istri harus berjuang lebih keras. Harus lebih sabar. Harus lebih cantik. Harus lebih perhatian. Padahal dalam banyak kasus yang kutangani sejak 2018, semakin istri mengejar, semakin suami menjauh.
Kenapa begitu?
Secara psikologis, ketika seseorang merasa terus-menerus dikejar atau dituntut, otaknya mengaktifkan mekanisme defensif. Manusia cenderung melawan ketika merasa kebebasannya terancam. Semakin ditekan untuk berubah, semakin muncul dorongan untuk menjauh.
Sekarang aku ceritakan tentang klienku tadi yang baru satu bulan ikhtiar, berujung capek. Lalu aku arahkan pelan-pelan untuk melepaskan suami.
Nah sebelum aku lanjutkan, aku minta bunda catat dulu kontak konsultasiku di +62 877-7396-4009. Silakan bagi bunda yang punya masalah rumah tangga, apapun itu, gak masalah perselingkuhan juga boleh, silakan ceritakan detail, boleh melalui chat WhatsApp maupun telepon.
Semakin detail masalah dan tujuan yang bunda jelaskan nanti, akan semakin bagus sehingga saya bisa berikan solusi, treatment dan bimbingan tepat sesuai dengan apa yang bunda alami. Bahkan kalau perlu, saya jadwalkan buka aura untuk menguatkan energi daya tarik bunda agar mudah menarik sukma suami kembali, utuh lahir batin pada bunda.
Sekarang, aku lanjutkan ya untuk kasus klienku yang 1 bulan udah capek ikhtiar tadi dan berujung aku minta untuk ikhlaskan suami.
Cara pertama yang aku sarankan bun: Berhenti Menyayangi, Tapi Tidak Berhenti Menghormati.
Aku bilang ke klien, ketika bunda diselingkuhi suami, rasa sayang kita tertutupi rasa jijik. Kita membayangkan, suami menyentuh wanita lain, berhubungan dengan wanita lain, maka katakan pada diri sendiri bun
“Aku belum bisa sayang ke kamu lagi. Tapi aku tetap hormati kamu sebagai bapaknya anak-anak.”
Ini bukan pura-pura baik. Ini kesadaran.
Aku minta klien berhenti memaksakan romantisme. Tapi tetap menjaga adab. Tetap sopan. Tetap menghargai peran suami sebagai ayah.
Ini disebut menjaga batas emosional yang sehat. Dia tidak menekan rasa jijiknya. Tapi juga tidak membiarkan kebencian menguasai hatinya.
Yang terjadi dalam waktu seminggu setelah klien menerapkan ini apa bun? Suaminya pelan-pelan mendekat, dia bilang ke klienku, “kok sekarang kamu dingin?”
Nah, suami mendekat perlahan karena kita menarik diri. Tapi sebelum istri membuka diri lagi, aku minta klien lepaskan suami dengan cara kedua. Yakni, berhenti berharap apapun.
Meski suami sudah mendekat, tapi istri tidak boleh membuka diri lebih dalam. Hapus semua harapan bunda soal ingin jadi wanita satu-satunya, berharap suami tiba-tiba romantis, berharap dipahami.
Ingat, “makin besar harapanku, makin besar kecewaku. Jadi aku harus berhenti berharap.”
Dalam penelitian tentang trauma perselingkuhan, salah satu faktor yang memperpanjang penderitaan adalah ekspektasi suami kembali romantis seperti dulu.
Nah ketika klienku berhenti berharap, tekanan dalam dirinya turun drastis. Dan anehnya, saat tekanan hilang, suaminya mulai mendekat terus, mepet-mepet, tiba-tiba kasih perhatian, menunjukkan kepedulian dan mau lebih terbuka.
Karena tidak ada lagi tuntutan. Istri ikhlas, mau suami bertingkah kaya apapun.
Tapi setelah suami mendekat dan nyosor kembali, aku tetap melarang klien untuk mendekat lagi. Kita terapkan dulu prinsip melepaskan yang ketiga yakni BERHENTI MENGALAH.
Dulu klienku selalu mengalah. Selalu ikut apa yang disukai suami. Selalu bilang iya supaya tidak terjadi konflik.
Sekarang? Kalau suaminya buru-buru, aku minta klien bilang ke suami, “Kalau kamu mau pergi mas, pergi saja dulu.”
Jadi, aku minta klien menomorsatukan dirinya terus. Anggap hubungan dengan suami ini transaksi sehat. Kalau bunda butuh, ambil keuntungan dari suami. Kalau gak butuh, lepaskan aja.
Jangan bergantung sama suami.
Uniknya, setelah klien terapkan prinsip ini, suaminya terus dan terus mendekat. Yang awalnya gak tidur seranjang, suami mau untuk kembali tidur seranjang, mulai menyentuh lagi.
Tapi, lagi-lagi aku minta ke klien, jangan terima dulu. Kita lepaskan suami sekali lagi, dengan cara keempat yakni lakukan hal yang membuat bunda tetap waras, nyaman, fokus ke kebahagiaan diri sendiri.
Ini sederhana, tapi sering diabaikan.
Tapi disini klienku mulai ikut kelas yoga. Ketemu teman. Ketawa lagi. Belajar hal baru. Bukan untuk pamer ke suami. Tapi untuk dirinya sendiri.
Aktivitas baru ini membantu klienku keluar dari pola stres kronis. Ketika tubuh kembali merasakan kesenangan alami, pikiran tidak lagi terus berputar pada luka.
Nah saat kehidupan klienku “hidup” lagi, suaminya mulai memperhatikan. Karena energi yang dia pancarkan mulai berubah.
Setelah praktek melepaskan 4 prinsip ini, baru klienku sadara, “wah Mbak Meida, di tahap inilah aku merasa bisa ikhlas menerima apa yang sudah terjadi.”
“Dan ketika aku melepaskan, aku gak mengejar suami, aku gak menuntut dia untuk berubah, gak berharap apapun, suami justru pelan-pelan mendekat, tanpa kuminta, tanpa drama”
Ungkap klien.
Nah, tentu proses klien belajar menerapkan prinsip melepaskan ini, butuh waktu. Beliau sendiri mengikuti bimbingan Terapi Detoks Batin bun.
Ikhtiar ini, bukan untuk membuat suami berubah, tapi untuk membersihkan uneg uneg emosi seperti marah, dendam, marah, sakit hati yang mengendap dalam batin istri.
Jadi, Terapi Detoks Batin adalah proses pembersihan emosional dan energi yang terpendam akibat luka pengkhianatan.
Karena perselingkuhan bukan hanya menyakiti hati, tapi juga meninggalkan jejak di pikiran, tubuh dan aura.
Metode yang aku gunakan pertama kali adalah membaca kondisi batin klien. Aku baca di mana letak luka yang paling aktif dalam diri istri, apakah ada rasa tidak berharga, rasa takut ditinggal, rasa marah, trauma seksual.
Lalu aku bantu klien melepaskan emosi terpendamnya. Biasanya kita lakukan melalui sesi video call, telepon maupun bertemu langsung di kantorku, Samara Holistic Center, di Kudus, Jawa Tengah.
Aku pandu istri melepaskan emosi yang selama ini dipendam. Banyak yang baru sadar ternyata mereka menahan marah bertahun-tahun.
Selanjutnya, aku bantu untuk memprogram ulang melalui doa afirmasi batin yakni mengganti kalimat bawah sadar seperti:
“Aku kalah sama pelakor” menjadi: “Aku tetap berharga dan layak dihormati.”
Nah efek yang paling sering dirasakan klien biasanya dada terasa lebih lega, tangis yang selama ini tertahan akhirnya keluar, pikiran lebih jernih, gak semrawut seperti dulu, lebih tenang ketika melihat suami dan yang paling penting bisa pelan-pelan menerapkan prinsip melepaskan seperti yang dipraktekkan klienku tadi.
Ingat! Tujuan utama terapi detoks batin bukan untuk memutuskan suami dan selingkuhannya, tapi untuk mengobati luka batin perselingkuhan, menguatkan mental, memudahkan kita untuk bangkit, lebih optimis menjalani babak baru kehidupan, lebih mudah menerima apa yang sudah terjadi.
Dan, dalam kasus klienku ini bonusnya suami justru mendekat, terbuka kembali tanpa diminta, tanpa drama. Mashallah, dan aku yakin jika bunda mau membuka hati untuk mengobati luka-lukanya, siapa tahu bonusnya adalah rumah tangga utuh dan harmonis lagi.
Ingat… ketika istri pulih, hubungan punya peluang pulih. Dan ketika batin bersih, kamu tidak lagi mengejar. Kamu cukup berdiri. Dan yang seharusnya kembali, akan kembali.
Silakan bunda bisa hubungi aku di kontak konsultasiku +62 877-7396-4009. Ceritakan detail masalah bunda seperti apa, dan jika diperlukan, aku akan segera buatkan jadwal Terapi Detoks Batin untuk bunda. Aku tunggu pesan dari bunda ya.
![]()
Konsultasi Via WhatsApp