Bahaya Terlalu Patuh ke Suami! Bikin Dia Ingin Cepat Ganti Istri

Ada nasihat pernikahan yang unik dan datang dari klien saya. Kita berdiskusi panjang lebar dengan tema kepatuhan istri kepada suami beberapa waktu lalu saat beliau konsultasi langsung dengan saya di Jakarta.

Jadi, saya jujur mengakui bahwa bukan hanya saya yang memberikan bimbingan kepada klien untuk menghadapi masalah rumah tangganya.

Saya pun belajar dari klien. Bagaimana cara mereka mengontrol emosi, ketabahan, kegigihan, kesabaran yang mereka tunjukkan selama ikhtiar. Bahkan kisah-kisah mereka yang seringkali saya jadikan tema untuk konten saya, ada banyak pembelajaran yang bisa diambil.

Dan, salah satu pelajaran dari klien yang akan saya bagikan pada ibu-ibu semua hari ini terkait dengan kepatuhan istri kepada suami.

Sebagian besar dari kita percaya bahwa istri harus 100% patuh pada suami. Ini benar! Tentu dalam hal kebaikan. Jika kita merasa apa yang disarankan dan dicontohkan suami tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku, maka tidak ada kewajiban bagi istri untuk patuh.

Dan, bukan hanya itu!

Sesekali istri boleh untuk sedikit membangkang. Bukan niat untuk mengajari istri bersikap durhaka pada suami ya. Misalnya, tiap hari ibu memasak untuk anak-anak dan suami.

Baik itu hari kerja maupun weekend, ibu tetap memasakkan untuk suami. Karena ibu meyakini bahwa suami menyukai masakan ibu.

Saran saya, jangan terlalu patuh memasak. Sesekali, katakan pada suami untuk mencari sarapan sendiri. Jelaskan bahwa ibu ingin, dia tidak cepat bosan.

“Hidup ini perlu variasi makanan mas, siapa tahu di luar sana ada makanan yang ingin sekali kamu coba.”

Contoh lain, ibu tiap hari selalu menyiapkan pakaian kerja suami. Pada hari-hari tertentu, jangan layani suami. Ijinkan dia untuk memilih pakaian kerjanya sendiri.

Katakan pada suami, “siapa tahu kamu ingin mengenakan pakaian sesuai seleramu.”

Contoh lain lagi, saat ibu dan suami berdiskusi kemudian ada hal yang membuat ibu tidak cocok dengan pendapat suami. Maka, utarakan pendapat ibu. Sesekali ajak suami berdebat kecil. Jangan takut “nanti kalau jadi konflik gimana Mbak?”

Tidak perlu takut, karena beberapa hal yang saya contohkan ini tadi disebut dengan variasi pelayanan. Sedikit membangkang dan tidak 100% patuh pada suami.

Selalu patuh 100% hanya akan membuat suami cepat bosan pada ibu. Tapi, jika disini ibu mampu membuat gelombang perasaan pada suami, maka itu bagus.

Inshallah bisa membuat emosi suami naik turun sehingga terasa menyenangkan hidup berumah tangga bersama ibu.

Oh ya, jangan lupa subscribe channel YouTube Terapi Memaafkan Suami ini, agar ke depan ibu bisa mendapatkan notifikasi jika ada video terbaru bagaimana cara mengobati luka-luka batin istri akibat masalah rumah tangga. Atau tips terbaru cara menjaga keharmonisan rumah tangga.

>> Saya Siap Kembalikan Keharmonisan Rumah Tangga Melalui Bimbingan Mbak Meida <<

WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp