“Mbak, aku mau pasang implan di dada”
“Karena suamiku diam-diam selingkuh sama cewek-cewek yang teteknya gede”
Kata klienku waktu beliau pertama kali datang ke kantorku, di Samara Holistic Center, Kudus, Jawa Tengah.
Klienku ini berkata demikian sembari nangis, teriak, nyesek bahkan hampir pingsan.
“Yang bikin sakit hati itu bukan diselingkuhi mbak Meida”
“Tapi karena aku banyak dibohongi”
“Di depan dia terlihat manis, di belakang dia perlakukan aku bak wanita bodoh yang gak tahu apa-apa”
Jadi bun, klienku ini diselingkuhi suaminya yang merupakan seorang family man. Suami beliau terkenal romantis, manis, bertanggung jawab, sayang banget anak istri bahkan oleh keluarga besar, suami istri ini sering dicap couple goal.
Karena suami klien sering ajak istri pakai outfit warna senada, tampil kompak dsb. Lha kok bisa, suami semanis ini ternyata suka jajan t*brut.
Kisah ini bun, jagi mengingatkanku pada satu cerita di sebuah negeri, tapi bukan negeri konoha ya.
Ada seorang pemimpin yang brandingnya itu merakyat, sederhana, sering didzolimi, dibranding “wong cilik” tapi bisa jadi pemimpin.
Seolah ini kasih harapan ke kita, yang merupakan orang biasa ini, tapi bisa jadi orang besar suatu saat nanti. Nah, tapi dibalik pencitraannya, pemimpin ini menutupi kebijakan yang sebenarnya pro elit.
Ketika rakyat terhipnotis, mengelu-elukan pemimpin ini, kita jadi enggan mengkritik kebijakan yang salah dan pelan-pelan kita gak sadar kalo selama ini dibohongi dan dikhianati.
Ini namanya, impression management bun. Seseorang yang membangun citra tertentu di depan publik biar orang percaya, lengah, gak curiga.
Sama halnya dengan suami family man, brandingnya ayah penyayang, suami romantis, gak neko-neko. Selalu manis dan semua perlakuan ini ditunjukkan ke medsos, publik, keluarga besar.
Nah ini bikin istri gak gampang curiga padahal dibalik itu, dia atur perselingkuhannya dengan rapi, terstruktur, hati-hati.
Citra suami family man yang sudah terbentuk, ini terlalu kuat untuk dicurigai, makanya istri kaget banget ketika tahu suaminya selingkuh bahkan klienku tiap kali cerita, itu beberapa kali hampir kehilangan kesadaran.
“Masa sih suamiku gitu?”
“Aku masih gak nyangka!”
Dan di titik itu, hampir semua istri akan berpikir hal yang sama:
“Kurang apa aku?”
Cantik. Terawat. Ngurus anak. Ngurus rumah. Setia mengabdi.
Tapi kenapa tetap diselingkuhi? Aku tanya pelan ke klienku,
“Selama ini kamu sering marah, tahan emosi, atau pendam perasaan?”
Dia langsung jawab,
“Iya Mbak… aku kalau sakit hati, lebih sering diam…”
Di situ mulai kelihatan benang merahnya.
Aku jelaskan ke dia pelan-pelan.
Suamimu itu bukan gak sayang kamu. Tapi dia hidup dalam dua dunia.
Di satu sisi, kamu adalah wanita yang dia hormati. Ibu dari anak-anaknya. Wanita baik yang dia banggakan.
Tapi di sisi lain… dia punya dunia lain. Dunia di mana dia melampiaskan hasratnya.
Dan yang perlu dipahami, dua dunia ini seringkali tidak disatukan oleh pria. Istri dihormati. Wanita lain dijadikan pelampiasan.
Saat itu juga klienku langsung nangis. Karena itu menjelaskan semuanya.
Kenapa suaminya tetap pulang. Tetap sayang anak. Tapi tetap bisa selingkuh. Lalu dia tanya satu hal yang sangat jujur.
“Berarti aku kalah ya, Mbak?”
“Aku gak menarik secara seksual sampai suami cari pelampiasan wanita lain?”
Kamu bukan kalah bun… karena bangkitnya syahwat suami itu bukan semata-mata karena fisik, tapi energi sensual yang kuat.
Lalu aku tanya klien,
“Kapan terakhir kali bunda merasa nyaman disentuh suami?”
Beliau mikirnya lama. Lalu jawab pelan,
“Aku… malah sering jijik Mbak…”
Nah. Di situ jawabannya.
Banyak istri gak sadar. Saat dia disakiti, dia menahan marah. Menahan kecewa. Menahan sedih. Semua ditahan.
Dan yang terjadi di tubuh?
Tegang. Bahu kaku. Napas pendek. Dada sesak. Perut mengeras. Pelan-pelan… tubuh kehilangan pancaran sinarnya.
Nah uneg-uneg emosi inilah bun yang mengotori cakra sensual serta meredupkan energinya sehingga jika kita dilihat suami, itu gak menarik sama sekali.
Ingat! Bagi pria, yang membangkitkan hasrat itu bukan sekadar fisik. Tapi rasa. Getaran. Kehangatan.
Sementara wanita seperti LC, tukang pijat atau selingkuhan suami klienku ini, mereka mungkin tidak lebih cantik, t*brutnya memang gede, tapi mereka tidak tegang.
Mereka santai. Berani. Mengalir. Mereka memainkan bahasa tubuh tanpa beban. Dan itu… terasa.
Nah, di tubuh perempuan, ada pusat energi yang letaknya di antara pusar dan bawah perut. Itu yang sering disebut sebagai pusat sensualitas.
Di situlah rasa hangat dan gairah. Tapi ketika area ini penuh luka… marah… kecewa… dendam… energinya jadi kotor, tertutup, tidak mengalir, tidak memancarkan energi menarik yang menantang, menggoda, menggairahkan.
Akibatnya?
Saat disentuh… tidak nyaman.
Saat dekat… dingin.
Saat dilihat… hambar.
Itulah kenapa, ketika klien bilang mau pasang implan di dada, aku spontan melarang bun!
Karena kalau sumber masalahnya energi… operasi tidak akan menyelesaikan. Yang perlu dilakukan bukan mengubah bentuk tubuh. Tapi membersihkan dan menghidupkan kembali energi. Di situlah aku bantu dia melalui proses Buka Aura Sensual.
Prosesnya tidak ribet. Bisa dilakukan jarak jauh video call maupun datang langsung ke kantorku, di Kudus.
Aku pandu klien melepaskan emosi yang selama ini dipendam.
Tangisnya keluar. Marahnya keluar. Sakit hatinya keluar. Tubuhnya mulai rileks.
Setelah itu, aku bantu aktifkan kembali energi di area sensualnya. Pelan-pelan. Bukan dipaksa. Tapi dibuka.
Dan perubahan itu… terasa.
Beberapa hari setelah sesi, beliau kirim chat.
“Mbak… aku ngerasa tubuhku lebih ringan…”
“Aku gak setegang dulu…”
Setelah, aura sensual dikuatkan kembali, inshallah perlahan… sentuhan istri terasa lebih hangat, bisikan terasa lebih menggoda, gerak gerik tubuh lebih hidup dan memikat.
Saat aura sensual bangkit, tubuh bunda bisa memancarkan pesona Dewi Ranjang kuat, menggoda, menggairahkan sehingga cinta, kehangatan, kesetiaan suami kembali utuh, lahir dan batin.
Termasuk syahwat suami yang tadinya belok karena tergoda t*brut, bisa kembali pada istri saat aura sensualnya kuat kembali.
Karena bagi pria, getaran sensual jauh lebih kuat daripada bentuk tubuh.
Nah setelah buka aura sensual, aku juga lengkapi ikhtiar klien dengan Parfum Galadiva. Ini parfum khusus untuk menjaga aura sensual tetap kuat, jernih, positif.
Jadi, pada malam Jumat, aku minta klien mengenakan Parfum Galadiva pada area leher dan pergelangan tangan lalu aku minta klien menyentuh, mengelus kulit suami pada area tengkuk, dada dan telapak tangan.
Sentuh, raba, elus dengan lembut, penuh rasa rindu dan kasih sayang.
“Tapi kalau suami gak bisa disentuh karena sikapnya udah terlalu dingin gimana mbak?”
Tidak masalah bun, lewat saja di depan suami, usahakan suami mencium, menghirup aroma Parfum Galadiva dan melihat gerak gerik tubuh bunda.
Inshallah melalui sentuhan, bisikan, gerak gerik tubuh bunda pasca buka aura sensual, syahwat suami jadi lebih mudah terbangkitkan.
Dan ini terbukti, pada kasus klienku yang suaminya selingkuh sama t*brut tadi bun. 3 hari lalu, beliau telepon, beliau gak ngomong apa-apa ke suaminya. Juga gak menyentuh, tapi cuma mendekat saja secara fisik.
Nah kata klien, suaminya itu curi-curi pandang lalu pelan-pelan memeluk dari belakang dan berbisik,
“Maaf ya mah…”
Di situ mereka nangis bareng. Bukan karena drama. Tapi karena rasa yang telah kembali.
Setelah itu selain berpelukan, mereka juga bersentuhan lalu terjadilah hubungan kasur yang selama ini absen karena suami dipuaskan sama t*brut.
Alhamdulillah, inshallah bun.. ikhtiar kita tidak akan ada yang sia-sia. Selama niatnya tulus, ikhtiar konsisten, fokus sama solusinya, inshallah Tuhan akan mudahkan dan mengijabah semua doa-doa kita untuk keutuhan rumah tangga.
Nah silakan bagi bunda yang mantap ikhtiar buka aura sensual untuk bikin syahwat suami fokus hanya pada istri, gak jajan t*brut lagi, bisa klik link di bawah ini untuk langsung terhubung ke adminku di chat WhatsApp.
>> Mau Ikhtiar Buka Aura Sensual <<
![]()
Konsultasi Via WhatsApp