Mendadak Suami Minta Cerai? Bergegaslah Ambil 5 Langkah Ini

Saya ikut merasakan sakit yang ibu rasakan. Ketika suami tiba-tiba ingin bercerai, padahal disini ibu merasa tidak ada masalah yang berarti.

Atau ibu memang tahu ada masalah, tapi selama ini ibu sudah berusaha sekuat tenaga berikhtiar jangan sampai pisah. Tapi pada akhirnya suami memilih untuk berpisah. Jika sudah seperti ini, apa yang harus dilakukan istri?

Apakah kita pasrah saja karena suami memang sudah tekad bulatnya? Atau kita berusaha sekali lagi sampai titik darah penghabisan demi keutuhan rumah tangga?

Nah, saya ingin tahu pendapat ibu-ibu disini. Jika tiba-tiba suami minta cerai, apa yang ibu lakukan? Langsung diiyakan atau berikhtiar agar jangan sampai pisah? Ayo tulis di kolom kometar ya.

————- baca komentar follower ——————-

Baik, bagi saya tidak ada jawaban yang salah. Semua jawaban benar sesuai dengan prinsip hidup ibu masing-masing, sesuai latar belakang dan kondisi rumah tangganya serta sesuai pengalamannya berumah tangga selama ini.

Dan, pada kesempatan live streaming kali ini saya juga akan memberikan jawaban berdasarkan 2 sudut pandang. Sudut pandang pertama saat suami minta cerai dan ibu mengiyakan. Sudut pandang kedua saat suami minta cerai dan ibu ingin mempertahankan. Langkah yang harus diambil tentu berbeda.

Suami yang tiba-tiba minta cerai, saya yakin dia sudah memendam masalah atau keinginannya sejak lama. Tidak ada orang di dunia ini baik suami maupun istri yang tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba berkata “ayo kita cerai.”

Itu agak mustahil!

Kemungkinan besar suami sudah memendam masalah yang tidak diungkapkan secara jujur pada ibu. Dipendam terus, lama-lama kan sampah batinnya menumpuk ya. Akhirnya meledak dan diluapkan dalam bentuk menuntut cerai.

Ada juga kasus dimana klien saya tiba-tiba digugat cerai oleh suaminya. Selama ini baik-baik saja, mereka romantis, mesra dan kompak. Tapi ternyata selama ini sang suami ada simpanan.

Seorang wanita yang telah dipacari lama dan ingin dinikahi tapi tak ingin dimadu. Maunya jadi yang pertama dan satu-satunya. Akhirnya sang suami langsung memberikan ultimatum pada istrinya.

“Kamu akan saya ceraikan akhir tahun ini! Jadi sebaiknya kamu bersiap-siap.”

Kemudian selama beberapa bulan ini klien saya berikhtiar bersama saya, mengharap belas kasih Tuhan semoga hati suaminya bisa luluh sehingga mencabut ucapannya tersebut.

Nah, sekarang saya bahas dulu sudut pandang yang pertama. Yakni suami minta cerai dan istri mengiyakan. Lalu, langkah apa yang harus dilakukan istri?

Ya tidak perlu mengambil langkah apa-apa. Langsung saja diikuti permainan suami. Kan dia yang menceraikan, jadi biarkan suami yang mengurus berkas administrasi dsb. Jadi, kalau istri mengiyakan ya tugas kita simple seperti ini.

Sudut pandang kedua, ketika suami minta cerai kemudian istri ingin mempertahankan. Nah, langkah ini cukup panjang. Karena di satu sisi suami ingin berpisah, di sisi lain istri ingin bertahan. Dua kepala dengan dua perbedaan keinginan. Banyak hal yang harus diikhtiari.

Langkah Pertama, Minta Maaf pada Suami

Apapun yang terjadi, saat suami tiba-tiba berkata ingin cerai langsung ucapkan permintaan maaf. Meski selama ini ibu sudah sering minta maaf, sudah sering mengalah, tidak masalah.

Ucapkan saja permintaan maaf seperti ini, “maaf ya kalau selama ini aku belum mampu menjadi istri yang sesuai harapanmu.”

Sudah cukup!

Katakan itu saja dan tidak perlu ditanggapi dulu mengenai ucapan suami yang minta cerai.

Langkah Kedua, Beri Waktu untuk Suami

Jelaskan pada suami, “mungkin saat ini kamu sedang capek, terbawa emosi, lagi banyak pikiran dan pekerjaan. Aku akan berikan waktu istirahat untukmu.”

Jika sudah berkata seperti ini, maka suaminya jangan diganggu dulu. Biarkan kepalanya dingin, biarkan suasana kembali tenang dulu, berikan waktu baik untuk suami maupun diri ibu sendiri.

Siapa tahu setelah emosi suami terkontrol, dia yang kemudian minta maaf dan tidak jadi menceraikan ibu.

Karena bercerai itu bukan keputusan yang bisa diambil sepihak dan sekali diucapkan bisa langsung terlaksana. Perlu dipikirkan secara matang berdua, dalam kondisi pikiran yang tenang dan dingin.

Langkah Ketiga, Jangan Mencoba Memperbaiki Cara Berpikir Suami

Saya yakin, saat suami berkata cerai, ibu ingin membuatnya segalanya menjadi lebih baik. Ibu ingin mengubah pendirian suami. Ibu ingin mengubah suasana tegang menjadi kalem dan tenang seperti semula.

Tapi ingat! Tidak semudah itu apabila suami sudah memikirkan perceraian cukup lama. Maka jangan terburu-buru, memaksa, menuntut, mendesak dan mengubah cara berpikir suami.

Ibu boleh cemas, takut dan sedih. Itu perasaan wajar yang harus ibu terima. Tapi jangan turuti emosi negatif tersebut demi menyelamatkan rumah tangga ibu.

Jelaskan saja pada suami bahwa ibu memberikan waktu pada suami untuk berpikir ulang. Dan selama suami berpikir ulang, ibu ambil kesempatan untuk introspeksi dan memperbaiki diri.

Langkah Keempat, Jangan Sepenuhnya Menyalahkan Suami

Saat mendadak suami minta cerai, ibu boleh sedih. Tapi saran saya, hindari menyalahkan suami sepenuhnya.

“Biasanya wanita kan menyalahkan orang lain ya! Ini salah kamu, ini gara-gara kamu selingkuh dengan wanita itu jadinya seperti ini.” dsb

Saya tahu, ibu pasti marah dan frustasi sehingga sulit berpikir jernih. Tapi, cobalah secara pelan-pelan untuk memahami kondisi suami ibu.

Apakah dia sedang mengalami kesulitan di tempat kerja, masalah keuangan, kesehatan dsb. Ini perlu dicari tahu ibu. Siapa tahu keinginan suami berpisah bukan karena kesalahan ibu, tapi karena memang ada masalah pribadi di diri suami ibu.

Maka, hindari menyalahkan suami sepenuhnya. Ibu juga perlu mencari tahu masalah pribadi suami yang menyebabkan emosinya jadi labil.

Langkah Kelima, Tetap Jaga Kewarasan Mental Ibu

Pernikahan itu selalu dihiasi dengan berbagai masalah. Masalah A kelar, datang masalah B. Masalah C selesai, datang masalah C, D, E dst.

Itu sudah hukum alam!

Maka ibu sebagai istri yang sedang berikhtiar menjaga keutuhan rumah tangga perlu menyadari hal ini. Sehingga ibu masih mampu menjaga kewarasan mentalnya.

Jika ibu tidak memahami cara main Tuhan terkait tantangan dalam pernikahan, ibu bisa stres dan tertekan. Ibu akan berpikir, “kok saya ada masalah terus ya? Kapan istirahatnya?”

Bener, gak?

Jadi, apapun tantangan yang kita terima terkait masalah pernikahan ini, termasuk di dalamnya adalah suami tiba-tiba menggugat cerai, disyukuri.

Coba belajar untuk memandang masalah dari sudut pandang yang lebih luas seperti “karena tiba-tiba digugat, aku jadi lebih mandiri karena takut benar-benar diceraikan”, “karena tiba-tiba digugat, aku jadi lebih berani mengambil sikap”, “karena tiba-tiba digugat, aku jadi lebih banyak bermuhasabah.” dsb

Seperti itu ibu-ibu ya!

Saya rasa penjelasan saya sudah sangat detil untuk 5 langkah yang perlu ibu ambil. Jika 5 langkah ini sudah diterapkan tapi suami masih gigih ingin berpisah dari ibu, jangan sungkan hubungi saya melalui nomor konsultasi di 08111 26 4401.

>> Saya Siap Ikhtiar Melalui Bimbingan Mbak Meida <<

Jelaskan secara detil kondisi rumah tangga ibu, apa yang menyebabkan suami ingin menggugat cerai dsb. Saya akan bantu berikan solusi dan treatment untuk mengatasi masalah rumah tangga yang ibu alami.

Loading

Sudah di Ubun-ubun! Ini 7 Cara Menjinakkan Amarah pada Suami

“Mbak Meida, suami itu kalau buat kesalahan lalu saya tegur, bukannya mengakui kesalahannya tapi justru makin marah ke saya”

“Sering banget saya tahan amarah saya, biar suami gak makin emosi”

Nah, pemikiran seperti ini sebenarnya kurang tepat. Karena menahan amarah itu jatuhnya bikin ibu sakit hati. Marah, ditahan. Kecewa, dipendam.

Lama-lama ini bisa jadi sampah batin. Daripada dipendam atau ditahan, lebih baik dijinakkan.

Pada kesempatan live streaming ini, saya akan bahas 7 langkah menjinakkan amarah pada suami.

“Mbak Meida, apakah normal jika istri sering marah ke suami?”

Coba sekarang kita samakan persepsi dulu, apa sih makna dari marah itu sendiri.

Sebagian besar dari kita menganggap marah adalah hal negatif dan harus dihindari. Marah adalah lawan dari cinta sehingga harus ditahan baik suami maupun istri. Marah bisa merusak hubungan suami istri, bisa membuat rumah tangga tidak harmonis. Ini tidak tepat!

Marah adalah reaksi emosi manusia saat sebuah kondisi tidak berjalan sesuai apa yang diinginkan atau sesuai dengan apa yang seharusnya terjadi.

Contoh, ibu melihat suami chattingan dengan mantan pacarnya sewaktu SMA. Marah atau tidak? Marah dong ya!

Tidak mungkin saya kasih nasihat ke ibu, “sabar, mungkin itu hanya sapaan biasa. Tidak akan terjadi apa-apa, semua akan baik-baik saja. Ibu berpikir positif saja, jangan marah.”

Tidak mungkin saya berkata seperti itu! Ini menyalahi reaksi wajar ibu. Ibu pasti cemburu dan marah. Tapi, ada cara yang lebih baik lagi yakni menjinakkan atau mengendalikan marah. Karena marah ini tidak bisa dihindari atau dihilangkan sepenuhnya.

Jadi kalau ibu-ibu tanya ke saya, “bolehkah kita marah?”

Tentu saja, boleh! Dalam batas kewajaran dan dengan alasan marah yang tepat.

Sekarang kita lanjut ke pembahasan inti, yakni cara menjinakkan atau mengendalikan marah itu tadi.

Langkah Satu

Hindari marah-marah secara langsung

Saat ada hal yang membuat ibu marah, tunggu selama 20 menit sebelum bereaksi. Tarik napas dalam dan duduk di tempat yang nyaman. Jika mau berbaring, boleh silakan.

Setelah ibu mampu bernafas secara normal, nafas tidak ngos-ngosan lagi, bayangkan kembali situasi yang memicu amarah ibu. Kemudian tanyakan pada diri ibu, “apakah marah saya ini sah dan masuk akal?”

Langkah Dua

Pahami kenapa diri ibu ingin marah

Selang 20 menit, ibu sudah tenang tapi rasanya masih ingin marah. Maka buatlah daftar tertulis mengenai alasan, “mengapa saya merasa seperti itu”.

Tulis saja misalnya, “saya marah karena suami chat mantannya. Dia melarang saya chattingan dengan pria manapun selain urusan kerja, dia sering mengecek HP saya, tapi suami justru melakukan apa yang dia larang ke saya.”

Jika masih ada alasan lain, tulis sampai hati ibu benar-benar mentok tidak lagi menemukan jawaban. Untuk menjinakkan amarah pada suami, ibu harus tahu apa yang menjadi pemicu kemarahan ibu.

Setelah ibu tulis, lanjutkan dengan membaca daftar tersebut dengan keras. Disinilah kesempatan ibu untuk mengeluarkan amarah yang tertahan.

Inshallah cara ini mampu merilis sakit hati dan kecewa yang ibu rasakan.

Langkah Tiga

Bicarakan dengan suami

Jika alasan marah ibu ternyata tidak masuk akal, tapi ibu masih ingin marah, karena di hati rasanya masih ada yang sesak, bicarakan pada suami.

Membuka diri tentang emosi negatif, jujur pada perasaan ibu, inshallah ini juga bisa membuat hati ibu lebih lega.

Langkah Empat

Tunjukkan perbedaan pendapat dengan nada kalem

Jika ada hal yang membuat ibu marah, kecewa, tidak setuju, dekati suami dengan tenang. Sebisa mungkin hindari menggunakan kata-kata yang menyakitkan, makian, kekerasan verbal dsb.

Ketenangan adalah kunci untuk membuat suasana tetap woles sehingga ibu dan suami inshallah akan lebih cepat mencapai kesepakatan.

Langkah Lima

Cari tahu emosi tersembunyi dibalik amarah ibu

Emosi manusia itu mirip banget dengan kulit bawang bombay. Kupasan pertama adalah apa yang terlihat dari luar. Kupasan kedua adalah apa yang diungkapkan. Kupasan ketiga dan seterusnya adalah apa yang sebenarnya dirasakan.

Nah terkadang marah ini adalah emosi yang tampak dari luar. Tapi dibalik itu, ada emosi tersembunyi yang jadi sumber utama kemarahan tersebut. Itulah yang perlu digali.

Langkah Enam

Kemarahan ibu adalah kuasa ibu

Apapun alasan ibu marah, diri ibu sendirilah yang memiliki kendali atas emosi ibu.

Artinya, sekuat apapun suami mengatasi amarah ibu, sesabar apapun suami menerima marahnya ibu, sekeras apapun suami minta maaf, semua itu akan percuma, jika ibu sendiri tak ada niatan untuk melepas amarah tersebut.

Ini bukan berarti tindakan baik suami tidak membantu ya. Sikap baik suami tentu akan mempengaruhi emosi ibu, tapi yang hal ini perlu dikuatkan lagi dengan niat ibu yang sungguh-sungguh dalam menjinakkan amarahnya sendiri.

Langkah Tujuh

Ini khusus bagi ibu-ibu yang sudah menjalankan semua poin, dari poin satu sampai enam tapi hasilnya belum mampu membuat ibu tenang, masih ingin marah dsb, bisa konsultasikan ke saya.

Di tempat layanan saya, saya menyediakan terapi khusus untuk mengobati luka-luka batin akibat masalah rumah tangga yang menyebabkan ibu sering marah, mudah kecewa sensitif dsb.

Memang ada masalah-masalah rumah tangga yang membuat istri ini terus merasa tertekan dan stres meski suami sudah tobat serta minta maaf.

Oleh sebab itu, perlu treatment khusus seperti terapi dsb untuk membantu merilis stresnya. Jadi, silakan jangan sungkan hubungi saya jika tertarik berkonsultasi langsung untuk atasi amarahnya.

Bisa melalui inbox facebook, DM instagram, untuk yang di TikTok bisa klik link di bio dan bagi yang di YouTube bisa klik link di deskripsi di bawah video ini.

Loading

5 Kalimat Sederhana Ini Bikin Hati Suami Terbang Melayang

Menaklukkan hati suami itu, tidak sulit.

“Masak sih Mbak? Saya sudah coba apresiasi suami, menggodanya dsb tapi gak ngaruh?”

Nah, itulah kenapa saya buatkan konten khusus untuk ibu. Karena untuk melunakkan hati suami, bukan asal mengapresiasi, bukan asal menggoda.

Sebelum saya jelaskan detil silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08111 26 4401. Atau bisa klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikhtiar Melalui Bimbingan Mbak Meida <<

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Ada 5 jenis pujian yang ketika diucapkan istri pada situasi dan kondisi yang tepat, bisa membuat suami terbang melayang. Saat hati terbang melayang, ibu mau minta apapun ke suami, inshallah bisa dituruti.

Pujian Pertama Terkait dengan Usaha yang Dilakukan Suami

Sesekali suami pasti membantu ibu.

Seperti menjaga anak, mengganti tabung gas, memperbaiki genting bocor, mencuci kendaraan ibu dsb. Hal-hal seperti ini nampak sederhana. Dan memang sudah seharusnya dilakukan suami sebagai rekan hidup ibu.

Meski begitu, cobalah untuk memberi pujian terkait hal ini seperti, “terimakasih ayah sudah mau jaga anak, tadi aku lihat anak-anak seneng banget main sama ayah.”

Pujian Kedua Terkait dengan Karakter Baik yang Dimiliki Suami

Suami ibu pasti memiliki karakter baik meski itu hanya satu.

Misalnya, dia adalah sosok yang murah hati. Suka membelikan cemilan, memberikan uang jajan lebih pada ibu, memberi kejutan dsb.

Berikan pujian terkait hal ini. “Alhamdulillah senang banget punya suami peka! Tanpa minta lebih dulu udah dibelikan. Semoga rejekimu dilancarkan ya mas.”

Pujian Ketiga Terkait dengan Penampilan Suami

Meski suami ibu adalah sosok yang cuek dan tidak peka, mohon jangan ditiru. Cobalah untuk menunjukkan sikap sebaliknya, yakni perhatian dan peka terhadap segala bentuk perubahan suami.

Misalnya, suami baru selesai potong rambut. Berikan pujian, “wah saya pikir Nicholas Saputra, ternyata suamiku yang habis potong rambut.”

Pujian Keempat Terkait dengan Kecerdasan Suami

Ibu tahu tidak, sebenarnya pria itu dihadiahi Tuhan kecerdasan yang lebih baik daripada wanita. Maka, berikan pujian untuk hal ini.

Misalnya, saat belanja di supermarket. Ibu melihat suami ikut menghitung daftar belanjaan ibu agar uang yang ibu keluarkan nanti bisa pas.

Berikan pujian terhadap hal ini, “padahal dulu ayah anak bahasa ya, tapi kok cepet banget sih ngitungnya.”

Pujian Kelima Terkait dengan Keputusan Suami

Naluri suami adalah menjadi pemimpin. Pemimpin itu mengatur, memerintah, membuat keputusan dan mengevaluasi.

Nah, berikan pujian saat suami membuat keputusan yang baik untuk keluarga. Misalnya, suami melarang ibu ikut berwisata dengan geng sosialitanya karena dampak covid masih terasa.

Berikan apresiasi untuk keputusan suami ini, “alhamdulillah karena nurut perintah ayah, aku jadi selamat dari covid. Kemarin temanku ada yang positif 3 orang lho.”

Itu dia 5 jenis pujian yang bisa ibu manfaatkan untuk membuat hati suami terbang melayang. Bagi ibu yang siap menerapkan tips sederhana ini, saya doakan semoga keharmonisan, kesetiaan dan kesejahteraan selalu menyertai keluarga ibu.

Bagi ibu yang tertarik berkonsultasi dan mendapatkan bimbingan serta arahan dari saya sesuai masalah rumah tangga yang dialami, silakan ibu bisa menghubungi melalui chat WhatsApp maupun telepon di nomor 08111 26 4401 atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikhtiar Ikuti Bimbingan Mbak Meida <<

Loading

Hobi Nantang Suami Seperti Ini? Bersiaplah Ditinggal dan Dibuang

Suami ibu paling suka dengan tantangan. Tantangan apapun yang ditawarkan pada suami biasanya langsung diiyakan dan diusahakan untuk dipecahkan.

Jika tantangannya ini bisa membantu suami lebih semangat untuk mencari value dalam hidup, meningkatkan taraf kehidupan keluarganya, maka itu bagus.

Contoh, suami ditantang atasannya mengerjakan sebuah proyek. Jika mampu menyelesaikan proyek dalam tenggat waktu tertentu, dia akan mendapatkan promosi dan naik jabatan.

Ini bagus ya.

Tapi terkadang, ada tantangan yang tidak bagus yang datang dari ibu sendiri sebagai istrinya.

Contoh, suami sering banget begadang sama teman-temannya sampai tengah malam. Ibu sudah pakai ribuan cara halus untuk menasihati suami tapi hasilnya zonk.

Kemudian ibu pakai cara kasar yakni menantang suami.

Sekalian aja pulang pagi”

“Kok masih pulang ke rumah?”

“Oh masih ingat anak istri ternyata”

Nah ini namanya provokasi. Ini namanya ibu menantang suami.

Kembali pada rumus pertama yang saya jelaskan tadi bahwa suami menyukai tantangan. Jadi, saat ibu menantang suami seperti itu pasti dilaksanakan.

Esok harinya, suami beneran tidak pulang. Atau tiap hari dia akan tetap pulang larut dan tidak menggubris pesan ibu.

Ingat ya!

Suami menyukai tantangan karena baginya adrenalin itu meningkat, menggusarkan aliran darahnya yang tenang, kemudian dia berusaha keras memecahkan tantangan tersebut.

“Lalu bagaimana caranya Mbak Meida, untuk membuat suami mengikuti apa yang kita inginkan?”

Kita gunakan saja metode tantangan, tapi dengan bahasa yang lebih sopan.

Misalnya, suami suka banget kalau dipijat. Kita tantang suami begini, “kalau seminggu saja kamu bisa pulang ke rumah tepat waktu, aku bakal kasih pijatan tiap malam selama seminggu berturut-turut.”

Ini kan tantangan, tapi sifatnya lebih positif dan ada imbalannya pula. Siapa yang tidak suka?

Sebenarnya, membuat kesepakatan dengan suami itu tidak sulit. Selama kita tahu cara berpikirnya dan kita tahu apa yang disukainya. Kemudian ditambah sedikit bumbu kesabaran dan kegigihan dalam menjalankan strategi tersebut.

Inshallah, suami bisa mengikuti saran-saran yang diberikan istri.

Jika tips sederhana seperti ini saja bisa membantu mengembalikan simpati suami pada ibu, maka bayangkan jika saya fokus memberikan bimbingan dan arahan pada ibu sesuai masalah rumah tangganya.

Inshallah hasilnya bisa lebih efektif dan bermanfaat bagi keharmonisan rumah tangga ibu.

Untuk itu , bagi ibu-ibu yang merasa butuh lebih banyak bimbingan dan arahan, jangan sungkan mendaftarkan diri mengikuti Konseling Telepon dengan saya.

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Ibu bisa menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon di nomor konsultasi 08111 26 4401 atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikhtiar Ikuti Bimbingan Mbak Meida <<

Loading

Suami Selingkuh, Anak Sakit Mental! Begini Cara Atasi Keduanya

“Suamiku balikan dengan mantan pacarnya sewaktu SMA Mbak! Sakit sekali rasanya. Padahal mereka sudah punya pasangan masing-masing. Tapi kembali bersama dan selingkuh setelah bertemu saat reuni.”

“Anak-anak kami sudah remaja. Memang saya sengaja memberi tahu mereka, agar tahu kelakuan bapaknya seperti apa.

“Tapi sepertinya keputusan saya ini tidak tepat. Saya seperti menorehkan luka batin kepada anak-anak remaja saya.”

“Setelah itu, komunikasi anak-anak dengan bapaknya menjadi sangat buruk. Tiap kali diajak bicara sang bapak, anak-anak selalu pakai nada marah, mereka ingin memberontak tapi tidak bisa karena masih membutuhkan bapaknya.”

“Performa akademis anak-anak juga menurun. Mereka sering bolos kursus tanpa sepengetahuan saya lalu menginap di kos temannya.”

“Tiap bangun pagi, saya sering melihat mata anak perempuan saya sembab. Saya tahu dia pasti memendam luka yang dalam. Bapaknya, sosok yang selama ini jadi teladan dan kebanggaannya tega melukai dirinya sesakit ini.”

Ini adalah ungkapan hati klien saya saat mengikuti konseling dengan saya. Bisa kita lihat disini ya, saat suami selingkuh yang terluka dan terkena dampak bukan hanya istri.

Anak-anak kita juga terkena dampak khususnya pada kesehatan mentalnya. Klien saya ini sudah menunjukkan penurunan kesehatan mental sang anak pada suami.

Dengan tujuan sang suami bisa jera dan berhenti selingkuh. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Sang suami tetap tak peduli dan meneruskan perselingkuhannya.

Menyakitkan ya?

Setelah itu, saya menyarankan klien untuk membuat strategi baru yakni mendekatkan anak dan bapaknya. Yang menyadarkan disini haruslah sang anak.

Jika kebetulan sang bapak selama ini memang sosok ayah yang baik dan perhatian pada anak, inshallah ini akan lebih mudah membuat suami luluh hatinya pada sang anak.

Ibu minta tolong pada anaknya, jelaskan bahwa kalian harus bekerjasama membantu ibu untuk menjaga keutuhan rumah tangga ini.

Kita dekati bapak secara pelan-pelan, kita sentuh emosinya, kita berikan dukungan emosional, perbanyak waktu dan obrolan dengan bapak.

Jangan buru-buru memberi nasihat!

Karena seorang bapak akan merasa harga dirinya diinjak-injak saat dinasihati anak. Jadi, ibu cukup minta bantuan anak agar mau diajak kerjasama dan mendekat kepada sang bapak.

Anak harus lebih sering berdekatan secara fisik maupun emosional dengan bapaknya, menghabiskan waktu berdua, ngobrol, minta pendapat sang bapak, minta tolong sebanyak mungkin ke bapak.

Inshallah melalui langkah-langkah ini bisa membantu meluluhkan hati sang bapak pada anaknya. Betapa dia memiliki anak yang masa depannya ini masih panjang. Masih butuh dukungan bapak, sehingga “saya harus jadi teladan yang baik bagi anak, tidak boleh neko-neko.”

Inshallah pemikiran seperti ini akan muncul ketika hati sang bapak mulai luluh.

Nah, bagi ibu-ibu yang merasa butuh lebih banyak bimbingan dan arahan, jangan sungkan untuk mendaftarkan diri mengikuti Konseling Telepon dengan saya.

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Ibu bisa menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon di nomor konsultasi 08111 26 4401 atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikhtiar Ikuti Bimbingan Mbak Meida <<

Loading

Jangan Mau Terus Mengalah! Begini Cara Apik Hadapi Konflik

Konflik dalam berumah tangga itu penting! Dan, hampir tidak ada satu pun rumah tangga di dunia ini yang tidak dihiasi dengan konflik.

Jadi, jika terjadi konflik antara ibu dan suami, jangan dihindari. Jangan bingung atau marah, “kenapa harus bertengkar sih?”

Justru inilah momen untuk mendewasakan diri, momen untuk lebih memahami pasangan lagi. Momen untuk meningkatkan kekompakan dengan pasangan. Momen untuk menjadikan rumah tangga ibu dan suami lebih baik, lebih adil dan lebih bahagia.

Kenapa sih pasangan itu bisa berkonflik?

Konflik terjadi ketika keinginan ibu tidak sesuai dengan keinginan suami. Ibu inginnya A, tapi suami inginnya B.

Suami berharap ibu bersikap C, tapi ibu justru mengambil keputusan D. Disini terjadi perbedaan cara pandang dan cara sikap.

Di saat mood ibu dan suami sedang baik, kalian bisa dengan mudah bernegosiasi dan berkompromi kemudian membuat keputusan yang sama-sama menguntungkan.

Tapi saat mood ibu dan suami sedang tidak baik atau sebelumnya suami membuat keputusan tanpa ijin ibu lebih dulu, disini biasanya akan terjadi gesekan berupa konflik.

Ibu ngotot ingin suami mengubah sikapnya, suami pun ngotot ingin ibu mengikuti keputusannya.

“Kalau sudah seperti ini Mbak, biasanya saya yang selalu mengalah”

Kata ibu-ibu yang ada disini.

Ayo siapa disini yang hobi mengalah? Silakan ditulis di kolom komentar, seperti apa sih muka-mukanya wanita yang selalu mengalah itu? Apakah seperti sedang tertekan begitu?

Seperti judul yang telah saya pampang disini ya. “Jangan Mau Terus Mengalah.” Sebenarnya ada cara yang lebih baik daripada mengalah.

Jika mengalah, ibu cenderung bersikap menyerah. Dan suami akan mengambil keputusan sepihak yang kadang merugikan ibu sebagai istri.

Tak hanya berhenti disitu, jika terus menerus mengalah nanti akan membuat ibu jadi kalah-kalahan suami. Lain kali jika membuat keputusan, ibu tidak lagi diajak.

Maka saran saya, silakan ikuti beberapa hal berikut ini untuk mengatasi konflik dengan suami.

Pertama, Perbaiki Prinsip Ibu

Bahwa suami bukanlah musuh melainkan rekan hidup ibu. Maka, ketika ada konflik, jangan memaksakan diri agar menang atau mencari tahu siapa yang paling banyak salahnya.

Seperti pepatah bijak yang mengatakan bahwa menang jadi abu, kalah jadi arang. Jadi dalam rumah tangga, kalau ada konflik, jangan merasa harus jadi pemenang.

Dalam berkonflik, yang terpenting adalah mencapai kesepakatan agar keduanya sama-sama mendapatkan kebaikan.

Kedua, Mendengarkan Suami

Istri itu paling suka bicara.

Dalam keadaan sedih, dia ingin mengungkapkan kesedihannya. Dalam kondisi marah, dia ingin mengeluarkan uneg-unegnya.

Dalam keadaan bad mood, dia juga masih ingin ngomel mengeluarkan kata-kata. Begitu juga dalam berkonflik dengan suami, ibu selalu ingin nyerocos omong terus.

Saya tahu, ini adalah tabiat wanita. Tapi ketika berkonflik dengan suami, perbanyaklah untuk mendengar suami ibu.

Siapa tahu dengan cara mendengarkan, ibu bisa lebih memahami sudut pandang suami. Siapa tahu dengan mendengarkan, hati suami jadi luluh sehingga suami juga mau mendengarkan ibu.

Kita memberikan kesempatan bicara pada suami, inshallah suami nanti juga akan memberikan kesempatan pada ibu untuk bicara. Jadi ketika berkonflik, lebih banyak mendengarkan suami daripada bicara.

Ketiga, Istirahat Sejenak

Saat konflik, sebenarnya akan lebih baik jika suami dan istri langsung fokus menyelesaikan masalah tersebut sampai menemukan kesepakatan bersama.

Tapi, ada konflik-konflik tertentu yang jika diteruskan justru kondisi ibu dan suami makin memanas. Suami makin tinggi suaranya, ibu juga emosinya tak lagi bisa dikontrol.

Nah jika terjadi seperti ini, langsung kasih jeda. Istirahat sebentar, jangan dipaksa untuk berdiskusi atau bernegosiasi.

Tenangkan pikiran dulu, dinginkan kepala dulu sampai suasana panas mereda, baru lanjutkan untuk berdiskusi dan bernegosiasi.

Ayo siapa disini yang apabila terjadi konflik, tetap memaksakan diri untuk terus lanjut diskusi? Perlu diingat ya, hasil diskusi ini tidak akan baik bagi ibu dan suami jika diputuskan dalam keadaan emosi.

Seperti itu 3 tips sederhana dari saya. Meskipun sederhana, tapi jika diterapkan tiap kali ada konflik, inshallah ini bisa sangat membantu.

Loading

Suami Selingkuh, Istri Disalahkan! Begini Harusnya Istri Membela Diri

Jarang saya temukan suami yang berani mengaku jujur mengenai perselingkuhannya.

Saat diajak bicara berdua dengan istri, suami cenderung defensif, menghindar dan menunjuk orang lain yang dianggap menyumbang kesalahan terbesar hingga mengakibatkan dirinya selingkuh.

Apakah ibu mengalami hal ini? Suami yang selingkuh, tapi ibu yang disalahkan. Jika iya, silakan simak penjelasan saya sampai akhir.

Karena hanya di akhir penjelasan ini, saya akan berikan solusi bagaimana cara membela diri pada suami yang menyudutkan istri.

Sebelum saya lanjutkan, silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08586 7777 797 atau bisa klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikhtiar Ikuti Bimbingan Mbak Meida <<

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Dan, tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Jangan ragu menghubungi saya, saya tunggu ya pesan dari ibu.

Suami yang menyalahkan dan menyudutkan istri setelah ketahuan selingkuh, adalah hal yang biasa. Jadi, ibu jangan heran!

“Kenapa ya Mbak, kok saya yang disalahkan!”

Memang seperti itu tabiat orang yang bersalah tapi tak mau mengaku. Dia memiliki kecenderungan menjaga imej dirinya, dia tak ingin disalahkan, dia ingin dirinya tetap bersih sehingga menunjuk ibu sebagai biang kerok perselingkuhannya.

Suami akan menganggap, ibu tidak becus mengurus rumah tangga, ibu cerewet, suka ngomel, banyak menuntut suami, tidak perhatian, sibuk dengan anak, sibuk dengan pekerjaan dsb.

Kesalahan-kesalahan ibu diungkapkan semuanya, sehingga ibu merasa terpojok dan akhirnya menyalahkan diri sendiri.

Padahal, sesungguhnya suami juga ikut menyumbang kesalahan. Toh disini jika memang ibu terbukti salah, seharusnya sebagai suami, dia meluruskan. Bukan mencari pelampiasan.

“Selanjutnya langkah apa yang bisa saya lakukan Mbak, untuk menghadapi suami yang seperti ini?”

Terima saja!

Jika ibu berontak dan berbalik menyalahkan suami bahkan ibu menunjuk kesalahan-kesalahan suami, maka tidak akan ada habisnya.

Konflik akan makin besar, ikatan emosional ibu dan suami makin menjauh hingga kesepakatan makin sulit dicapai.

Ibu harus ingat satu hal! Ego suami sangat besar seperti gorila. Jadi, ibu coba merendahlah.

“Benar, selama ini memang saya yang kurang memperhatikanmu”

“Benar, selama ini memang saya sibuk dengan pekerjaan dan anak-anak”

Dsb.

Inshallah emosi suami akan mereda mendengar ibu yang merendah seperti ini. Saat hati suami luluh dan emosinya mereda seperti ini, kesalahan yang ditunjukkan suami tadi diperbaiki dulu.

Selama 3 bulan, coba ibu memperbaiki dirinya jadi lebih baik. Selanjutnya, saat mood suami bagus, ajak suami untuk ngobrol berdua.

Disinilah ibu bisa mengungkapkan uneg-unegnya dalam rangka membela diri. Tunjukkan bahwa ibu ada niat baik untuk menjaga keharmonisan rumah tangga sehingga ibu menerima keluhan suami dan mencoba memperbaiki diri.

Jangan lupa, ucapkan juga terima kasih karena suami masih bersedia mengoreksi diri ibu.

Memang sedikit sakit ya, “saya tidak salah kok saya yang harus mengalah”

Mengalah demi kebaikan rumah tangga ibu. Ibarat orang naik pesawat, sebelum lepas landas dan terbang tinggi, pesawat itu harus membumi dulu.

Seperti itu ibu ya, semoga bermanfaat bagi keharmonisan rumah tangganya.

Loading

3 Mitos Perselingkuhan Ini Palsu! Istri Cerdas Harus Cek Faktanya

Ada 3 jenis mitos perselingkuhan yang berkembang dan diyakini kebenarannya oleh masyarakat kita. Tapi setelah saya belajar dari ratusan masalah klien yang berkaitan dengan perselingkuhan, 3 mitos ini ternyata tidak benar.

Dan sebagai istri yang cerdas, yang sedang semangat-semangatnya ikhtiar menjaga keharmonisan rumah tangganya, perlu mengecek faktanya.

Karena dengan memahami faktanya seperti apa, secara otomatis ibu akan lebih mampu membuat keputusan yang tepat sesuai kondisi rumah tangganya.

Sebelum saya lanjutkan, silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08586 7777 797 atau bisa klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikhtiar Ikuti Bimbingan Mbak Meida <<

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Dan, tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Jangan ragu menghubungi saya, saya tunggu ya pesan dari ibu.

Mitos Pertama, selingkuh karena tak puas di atas ranjang

Memang benar!

Ada suami yang selingkuh karena tak puas dengan istrinya. Mungkin suami ini memiliki fantasi luar biasa, sedangkan sang istri tak mampu memenuhi fantasinya tersebut.

Mungkin juga sang suami memiliki hasrat berhubungan yang cukup besar, sedangkan sang istri tak mampu mengimbanginya.

Tapi, ada juga suami yang selingkuh bukan karena seks. Ini persis dialami klien saya yang merupakan seorang suami.

“Saya puas sama istri Mbak! Tidak ada yang kurang dari istri saya saat di ranjang. Tapi, sikapnya pada saya yang tidak menghormati saya sebagai suaminya, itu yang membuat saya selingkuh.”

“Karena selingkuhan saya disini sangat menghormati saya, mendengarkan dan mendukung saya secara emosional. Dan, saya berani sumpah bahwa selama dekat dengan orang ketiga ini, kami tidak berhubungan badan.”

Ini curahan hati klien saya.

Mitos Kedua, Selingkuh karena tak lagi cinta

Ibu jangan percaya mitos ini!

Karena banyak klien saya yang terlibat dalam perselingkuhan, tapi mereka masih pulang, menafkahi istrinya, menggauli istrinya, memberikan perhatian dsb pada istri.

Mereka mengaku masih cinta dan tidak ada yang kurang dari sang istri. Tapi, kenapa selingkuh? Karena mereka tak pernah puas.

Ibaratnya, suami sudah sarapan pakai nasi dan lauk lengkap di rumah. Kemudian di jalan, ketemu gerobak martabak.

Padahal masih kenyang, tapi jajan martabak. Karena syahwatnya tergoda dan dia tak mampu mengontrol syahwatnya. Itu yang sebenarnya terjadi.

Mitos Ketiga, mencari wanita yang muda dan seksi

Ini juga tidak benar!

Lagi-lagi saya contohkan kasus klien saya. Ada klien saya yang suaminya ini selingkuh dengan wanita yang lebih dewasa usianya.

Setelah ditanya, katanya dia lebih dewasa, mampu ngemong, tidak manja dan merawat saya dengan baik.

Ini bisa saja terjadi! Karena naluri pria setelah menikah, dia selalu ingin kembali pada masa lalu. Saat-saat dia dirawat oleh ibunya.

Dipuji, dilayani, diagung-agungkan oleh ibunya, diperhatikan full. Itulah kenapa ada suami yang berselingkuh dengan wanita yang lebih dewasa, karena dianggap mampu mengayomi dan memperlakukannya seperti ibunya di masa kanak-kanaknya dulu.

Nah, dari 3 mitos perselingkuhan ini ada kesimpulan yang bisa kita ambil. Yakni, ibu tidak boleh merasa rendah diri.

“Saya kalah Mbak! Selingkuhan suami lebih muda, cantik, seksi, lebih mampu memuaskannya di atas ranjang.”

Belum tentu ibu!

Tidak semua suami selingkuh mencari hal itu. Terkadang, yang dia cari adalah sifat keibuan dari seorang wanita.

Yang mendengarkan, mengayomi, mengapresiasi dan mampu menunjukkan rasa bangganya karena memiliki suami seperti dia.

Coba sekarang, ibu tunjukkan sikap-sikap seperti ini pada suami sebagai bentuk ikthiar ibu menjaga keharmonisan rumah tangganya.

Siapa tahu, melalui jalan ini nanti suami bisa kembali fokus pada ibu dan anak-anaknya. Aamiin, saya doakan yang terbaik untuk rumah tangga ibu.

Loading

Istri Rendah Diri Rentan Diselingkuhi Suami! Cek Faktanya Disini

Rendah diri adalah sikap minder atau tidak percaya diri pada kemampuan maupun penampilan yang dimiliki. Orang yang rendah diri cenderung berpikir orang lain selalu lebih “wah”, lebih pintar, lebih baik daripada dirinya.

Apakah ini sifat yang baik?

Tentu saja tidak. Karena rendah diri selalu dikonotasikan sebagai sifat negatif. Yang tidak mampu membawa kita pada kemajuan atau keberhasilan.

Jika sifat ini terus dibiarkan bercokol dalam diri wanita yang telah berumah tangga, maka efeknya sangat kejam. Bahkan mampu membuat suaminya meninggalkannya demi wanita lain.

“Kok bisa seperti itu Mbak Meida?”

Ya, tentu saja bisa ibu. Silakan simak sampai akhir, karena di akhir penjelasan ini nanti saya akan berikan solusi pada ibu-ibu yang merasa rendah diri.

Sebelumnya silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08586 7777 797 atau bisa klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikhtiar Ikuti Bimbingan Mbak Meida <<

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Dan, tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Jangan ragu menghubungi saya, saya tunggu ya pesan dari ibu.

Selain merasa minder dan tidak percaya diri, orang yang rendah diri juga anti sosial. Malas bersosialisasi, tidak mau bergaul karena menganggap orang lain melihatnya rendah.

Istri yang menutup komunikasi dan sosialisasi secara ekstrim seperti ini berbahaya.

Karena hidupnya akan berkutat pada masalah rumah tangganya saja, tidak bisa belajar dari pengalaman orang lain, tidak mampu memiliki cara pandang yang luas sehingga dia akan kesulitan membuat keputusan. Bahkan cenderung bergantung pada suami.

Nah, jika ada masalah dengan suami, maka dia hanya akan diam, tak berani ambil keputusan dan terus bertahan meskipun tersakiti.

Rendah diri juga memunculkan sikap pesimis. Contoh kasus klien saya. Beliau ini tidak dinafkahi suaminya, sehingga solusi yang saya berikan adalah beliau harus berani keluar dari zona nyaman dan belajar berkarya.

“Saya gak bisa Mbak. Saya gak punya kemampuan apapun.”

Seperti itu tanggapan klien saya. Belum mencoba tapi sudah pesimis duluan. Padahal di luar sana ada banyak kesempatan jika kita mau membuka hati dan pikiran.

Kalau sudah pesimis seperti ini, suami beliau akan makin bersikap seenaknya sendiri.

Dampak yang lebih mengerikan dari seorang yang rendah diri, yakni mudah depresi. Pandangan negatif terhadap diri sendiri, sikap anti sosial dan pesimisnya ini akan merenggut kesehatan mentalnya.

Dia akan mudah merasa stres, tertekan dan akhirnya depresi.

Coba ibu bayangkan, suami mana yang mau punya istri yang selalu bergantung, mau diajak maju tapi selalu menghalang-halangi karena pesimis bahkan mudah stres karena masalah sepele?

Tentu ini membuat suami merasa tidak mendapat dukungan dari istri bahkan suami lama kelamaan akan merasa tidak nyaman sehingga mencari dukungan emsional dari wanita lain.

“Lalu solusinya bagaimana Mbak, untuk wanita yang rendah diri agar berani bersikap optimis?”

Coba ibu tulis 10 kebaikan dan kelebihan yang ibu miliki. Misalnya, “saya itu kalau nyetrika selalu licin dan rapi Mbak.” Itu boleh ditulis.

“Saya itu kalau bangun tidur pagi banget Mbak, saya rajin, disiplin dan semua pekerjaan selesai tepat waktu.”

Itu juga boleh ditulis. Ingat! Minimal harus dibuat daftar hingga 10 poin. Setelah itu, tiap bangun tidur dibaca 10 daftar kebaikan diri ibu itu.

Diingat-ingat terus kebaikan dan kelebihan dirinya, inshallah ini akan membantu meningkatkan sikap optimis dan kepercayaan ibu. Sehingga perasaan rendah diri bisa luntur secara pelan-pelan.

Loading

Jurus Ampuh Hadapi Suami yang Mengaku Korban Pelakor

“Sewaktu saya tanya kenapa suami selingkuh, jawabannya ribet Mbak?”

“Katanya dipelet sama selingkuhannya, terus digoda dan dikejar padahal sudah jujur jika punya anak istri, sudah menjauh, memblokir kontak tapi terus didekati tiada henti”

“Suami terus dijadikan teman curhat Mbak, akhirnya kasihan, terlena dan akhirnya menjalin hubungan terlarang”

“Disini suami tidak mau mengakui bahwa dia juga mau sama pelakor itu, suami mengaku dia adalah korban yang terus didesak oleh pelakor itu”

Yah namanya maling ya ibu, mana ada yang mau ngaku!

Dimanapun tempatnya, orang yang bersalah dan tidak berani mengakui kesalahannya, akan selalu menunjuk orang lain sebagai biang kerok masalah.

Suami ibu melakukan hal ini semata-mata agar citranya tetap bersih di mata ibu. Agar ibu sebagai istrinya tidak menganggapnya bersalah.

Agar keluarga besar suami juga tidak menyalahkan suami ibu. Jadi, jika ada suami yang mengaku sebagai korban pelakor, sesungguhnya mereka bukan benar-benar korban.

Ini adalah salah satu trik yang dilakukan seseorang agar tidak disalahkan. Jika dia bersalah, otomatis dia harus bertanggung jawab atas luka-luka batin yang istrinya alami.

Nah sebelum saya lanjutkan, saya pingin tahu ibu-ibu disini suaminya juga mengaku korban atau tidak? Boleh dong dijawab di kolom komentar.

Sewaktu ditanya mengenai perselingkuhannya, apakah berani jujur dan mengaku salah atau mengaku “aku digoda”, “aku dipelet”, “aku khilaf”, “aku tidak bersalah” dsb.

————- baca komentar ——————–

Baiklah apapun jawaban suami, itu hak dia untuk menjawab. Sebagai istri yang siap dengan tantangan apapun dalam berumah tangga, kita terima saja jawabannya. Lalu kita buat strategi khusus untuk menghadapi suami model begini.

Sekali lagi, apa yang dilakukan suami itu adalah bentuk pembelaan diri. Agar ibu tidak terus menerus menyalahkan suami atas perselingkuhannya.

Berarti yang suami inginkan dari ibu adalah ibu memaafkan, menerimanya kembali dan tidak menyalahkannya atas perselingkuhan yang terjadi.

Inilah trik harus ibu terapkan jika ibu masih ingin mempertahankan rumah tangganya ya. Jika tidak ingin dan mau cerai saja Mbak! Ya, tidak perlu diikuti tips ini.

Tapi, jika masih ingin pertahankan rumah tangganya, maka saran saya ini bisa diikuti. Yakni menerima apapun jawaban suami, membenarkan dan mempercayainya.

Meski ibu tahu, ucapan suami itu adalah dusta. Kemudian secara diam-diam di belakang suami, ibu mencari info detil. Bisa melalui teman-teman dekat suami, teman satu komunitas suami atau mencari info dari lingkungan dekat si pelakor ini tadi.

Gali informasi secara detil tentang; bagaimana suami dan pihak ketiga bisa bertemu, siapa yang mendekati lebih dulu, apa yang mereka butuhkan satu sama lain, apa tujuan dan keinginan mereka, bagaimana latar belakang dan lingkungan pelakor.

Ini penting untuk ibu ketahui!

Karena ibu bisa membaca sudah seberapa jauh suami berbohong pada ibu. Tentu ini akan menyakitkan tapi setidaknya ibu memiliki bukti dan senjata untuk berperang ke depannya.

Jika sudah cukup banyak kebohongan yang dilakukan suami, semua yang diucapkan ternyata tidak sinkron, dia mengaku digoda tapi nyatanya dia yang menggoda, saran saya segera ajak suami bicara secara serius.

Ibu bisa menunjukkan bukti-bukti yang sudah ibu kumpulkan, kemudian sodorkan pada suami. Akan ada 2 tipe suami disini. Ada yang mengelak, ada yang kemudian mengaku.

Apapun jawabannya, tegaskan pada suami bahwa ibu saat ini sudah sulit untuk kembali percaya lagi. Untuk itu, ibu perlu mengajak suami untuk menulis surat komitmen hitam di atas putih.

Dalam surat komitmen tersebut, ibu minta pada suaminya untuk membuat pernyataan mengenai perselingkuhan dan kebohongan yang dia lakukan selama ini.

Selanjutnya, minta suami melengkapinya dengan komitmen bahwa dia takkan mengulanginya lagi. Jangan lupa sertakan konsekuensi yang akan didapatkan suami jika berani berselingkuh lagi.

Contoh konsekuensinya bisa berupa tidak mendapat hak asuh anak, jatah bertemu anak hanya 1x dalam seminggu atau semua harta jadi milik istri dsb.

“Kalau suami gak punya harta sama sekali gimana Mbak Meida?”

Ya itu derita ibu, hehehe bercanda ya ibu.

Baiklah itu dia sharing dari saya hari ini. Bagi yang sedang mengalami kasus seperti ini, semoga bisa mendapatkan pencerahan sehingga lebih mudah membuat keputusan.

Bagi yang sudah mengikuti apa yang saya bagikan tapi suaminya masih bandel dan tidak mau menunjukkan perubahan sama sekali, silakan jangan ragu untuk berkonsultasi dan menghubungi saya.

Yang ada di instagram bisa mengirim pesan langsung melalui DM, bagi yang di Facebook bisa mengirim pesan langsung di inbox, bagi yang di TikTok bisa klik link di bio nanti akan diarahkan ke chat WhatsApp otomatis dan bagi yang ada di YouTube bisa klik link di deskripsi video ini nanti.

Seperti itu ya ibu-ibu, saya tunggu pesan dari ibu-ibu semuanya.

Loading

Copyright © 2026 Mbak Meida
WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp