Ini Cara Kembali Mesra, Hangat dan Puas Meski Tlah Lama Menikah

Saya mau tanya ke ibu-ibu semuanya disini.

Masih ingat tidak saat pertama kali bertemu dengan suami? Dulu bukan suami ya, mungkin baru kenalan atau temannya teman, teman kuliah, teman satu komunitas, saudaranya teman dsb.

Setelah kenal, mulai dekat dan akhirnya memutuskan untuk mengenal lebih jauh atau istilahnya pacaran, ada perasaan greget ya kalau bertemu.

Ada perasaan deg degan, selalu penasaran, ingin bertemu, intinya disini ibu dan suaminya sewaktu itu selalu ingin menghabiskan waktu bersama.

Ibu mau berkorban jauh-jauh datang ke tempat kerja suami untuk mengiriminya bekal misalnya. Suami juga rela jauh-jauh menjemput ibu ke kosannya.

Ibu dan suami selalu mendukung proyek satu sama lain. Ibu rela menemani suami main game sama teman-temannya meskipun menurut ibu itu tidak penting.

Suami mau mendengarkan musik yang ibu suka, mau ikut membaca buku yang ibu suka dsb. Tiap ada masalah, kalian selalu curhat berdua, berusaha membantu memberi solusi dan memecahkan masalahnya.

Semua ini adalah bagian dari rasa ketertarikan ibu dan suami.

Tapi, itu dulu! Sekarang bagaimana? Boleh dong dijawab. Saya ingin tahu bagaimana hubungan ibu dan suami saat ini?

Apakah masih mesra, selalu ingin berdekatan, masih ada perasaan deg deg ser atau malah sebaliknya?

“Dingin Mbak! Sudah kaku, tidak romantis lagi. Sibuk sama dunianya masing-masing!”

Nah ini dia yang akan kita bahas disini. Bagaimana menumbuhkan kembali suasana mesra, hangat dan romantis seperti awal-awal bertemu dulu.

Sebenarnya apa yang ibu-ibu alami disini adalah hal wajar. Sebagian besar rumah tangga memang mengalami emosi naik turun.

Dulu awal-awal bertemu dan menikah, kita masih dalam tahap bulan madu. Masih senang-senangnya.

Kemudian seiring berjalannya usia pernikahan, kita menjauh secara emosional dan fisik karena euforia jatuh cinta ini mulai luntur.

Kita tidak lagi menomorsatukan kebutuhan pasangan. Kita mulai ingin dinomorsatukan pasangan. Suami ibu selalu ingin dibanggakan dan diperhatikan layaknya dia diperlakukan seperti itu oleh ibunya.

Ibu juga sama. Muncul harapan ingin diratukan oleh suami layaknya dulu kita diratukan oleh ayah kita.

Akhirnya apa yang terjadi? Kita saling menuntut. Suami menuntut istri ingin diperlakukan sesuai keinginannya. Istri menuntut suami ingin diperlakukan sesuai keinginannya.

Tapi kenyataannya pasangan kita tidak mampu memenuhi tuntutan kita tersebut. Itulah yang akhirnya membuat ibu maupun suami saling menjauh.

Ibu menjauhi suami kemudian memilih menyibukkan diri dengan urusan anak, rumah tangga, karir dan teman-teman sosialita.

Suami menjauhi ibu kemudian memilih menyibukkan diri dengan pekerjaan, hobi dan teman komunitas.

Nah, ujung-ujungnya rumah tangga ibu dan suami menjadi dingin, kaku dan berbicara hanya saat butuh. Ini sebenarnya siklus yang dialami oleh sebagian besar rumah tangga.

“Lalu bagaimana solusinya Mbak Meida, jika rumah tangga ini sudah terlanjut dingin, kaku dan saling menjauh?”

Kuncinya hanya satu! Yakni saling melibatkan dan terlibat. Ibu harus melibatkan suami dalam segala urusan yang ibu kerjakan. Ibu harus berusaha terlibat dalam segala urusan yang dikerjakan suami.

Sekarang saya mau kasih perintah ke ibu-ibu semuanya. Perintah saya mudah. Inshallah jika dikerjakan akan membawa dampak luar biasa dalam pernikahan ibu dan suami.

Ibu coba pikirkan 2 hal.

Pertama, apa hobi atau minat suami dimana ibu bisa terlibat di dalamnya. Apakah suami ibu hobi naik gunung? Cobalah ikut naik gunung.

Meski ibu tidak suka, malas, takut kecapekan dsb, cobalah untuk belajar menyukainya. Terlibatlah. Tunjukkan rasa penasaran mengenai naik gunung ini, tunjukkan antusiasme saat ibu akan naik gunung dengan suami dsb.

Inshallah ini akan membuat suami senang. Membantu memperbanyak dan memperdalam interaksi ibu dan suami.

Kedua, urusan rumah tangga apa yang bisa melibatkan suami. Apakah ibu ingin suami membantu memasak sesekali?

Goda suami ibu agar mau diajak belanja bareng, menentukan resep dan memilih bahan masakan bersama. Kemudian saat weekend, ajak suami masak.

Inshallah ini akan meningkatkan ikatan batin ibu dan suami. Menguatkan kemampuan bekerjasama sebagai tim, belajar bernegosiasi lalu membuat keputusan untuk kebaikan bersama.

Ibu tidak harus mencintai hobi suami. Suami pun tidak harus pandai mengerjakan urusan rumah. Yang terpenting ada interaksi. Ada kesempatan untuk saling memperhatikan dan fokus pada pasangan.

Seperi itu ibu ya? Jadi, kesimpulannya adalah saling melibatkan dan terlibat dalam kegiatan masing-masing.

Loading

Tak Lagi Intim dengan Suami? Kobarkan Api Keintiman Pakai Ini

Intim tidak selalu bermakna hubungan badan, hubungan seksual atau hubungan suami istri. Intim disini lebih mengarah pada koneksi suami dan istri yang saling nyambung saat berkomunikasi, saling merasa nyaman berdekatan dan memahami kebutuhan satu sama lain.

“Dulu suami sering curhat masalah kantor Mbak, tapi sekarang tidak”

“Dulu suami suka godain, peluk atau pegang-pegang gak jelas, tapi sekarang tidak”

“Meski begitu, kita masih rajin berhubungan suami istri”

“Tapi saya merasa ada yang kurang, karena tidak ada lagi kehangatan seperti dulu”

Nah ini lho yang saya maksud dengan keintiman.

Suami dan istri bisa saja rajin berhubungan badan, tapi kehangatan seperti curhat, nyaman berdekatan, saling menggoda dan bercanda, tidak lagi ada.

Jika ini yang terjadi, berarti suami dan istri telah kehilangan keintiman. Dan, berdasarkan pengalaman saya mengatasi ratusan masalah rumah tangga, kehilangan keintiman seperti ini jauh lebih berbahaya dampaknya pada keharmonisan rumah tangga.

Contoh, istri sibuk mengurus anak dan rumah tangga sedangkan suami sibuk bekerja. Mereka berhubungan suami istri hanya sebagai bentuk formalitas. Di saat keintiman sudah tak lagi ada.

Lama-lama keseharian rumah tangga hanya akan menjadi rutinitas, istri punya dunianya sendiri, suami punya dunianya sendiri, di dalam rumah sikapnya dingin satu sama lain, berbicara hanya saat butuh atau saat ada urusan dengan anak dsb.

“Jika sudah terlanjur kehilangan keintiman, lalu apa yang harus kita lakukan untuk mengobarkan kembali api keintiman Mbak?”

Perbanyak sentuhan!

Sentuhan memiliki kemampuan untuk menciptakan koneksi instan diantara suami istri. Sentuhan memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan baik secara emosional maupun fisik.

Dan ini bermanfaat bagi keduanya, yakni yang menyentuh dan disentuh. Sentuhan fisik disini bukan berarti foreplay atau menggoda untuk lanjut ke hubungan ranjang ya.

Melainkan sentuhan ringan di sela-sela aktivitas, seperti pelukan, memainkan tangan saat nonton TV, sarapan, memberikan pijatan saat suami lelah, menggenggam tangan saat jalan bareng dsb.

Sentuhan fisik ini mendatangkan rasa simpati, kenyamanan, keamanan. Bahkan ada penelitian yang mengatakan bahwa saat kita disentuh oleh orang yang kita sayangi, alam bawah sadar kita akan membawa kita kembali pada momen pertama kali kita lahir di dunia kemudian mendapatkan sentuhan pertama dari seorang ibu.

Jadi, muncul rasa nyaman dan aman yang luar biasa.

Untuk memperbanyak sentuhan ini, tidak ada waktu khusus. Boleh dilakukan kapan saja. Apalagi jika ibu melakukannya secara spontan, itu akan jauh lebih bagus efeknya pada perasaan suami.

Contohnya saat suami jalan di depan ibu, kemudian ibu menggoda suami sambil memegang tangannya dsb. Jadi, itulah tips praktis dari saya.

Setelah mempraktikkan ini, kemudian ibu ingin mendapatkan bimbingan lain agar lebih mantap silakan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan saya melalui nomor 08586 7777 797. Atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Berikhtiar Melalui Bimbingan Mbak Meida <<

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Dan, tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Jangan ragu menghubungi saya, saya tunggu pesan dari ibu.

Loading

Kejam! Ini Balasan Pelakor Saat Istri Berhasil Kembalikan Hati Suami

Selingkuhan VS istri sah, kira-kira mana lebih gigih mana dalam mempertahankan pasangannya? Ibu tahu tidak, suami ibu yang tergila-gila dengan pelakor semata-mata bukan karena kecantikan, keseksian atau kemolekan tubuhnya.

Terkadang kegilaan suami ibu terhadap pelakor dipengaruhi oleh kegigihan pelakor dalam mempertahankan suami ibu. Dan, itu ditunjukkan nyata melalui sikapnya.

Merengek jangan ditinggalkan, suami ibu baru pulang sebentar sudah di video call, dikirimin foto mesumnya. Dia terus mendesak seolah-olah dia berjuang rela mati demi mendapatkan suami ibu.

Tahu apa yang terjadi pada perasaan suami ibu? Dia merasa sangat jantan karena dia diinginkan dan dikejar-kejar.

Muncul perasaan bangga yang kemudian menjadi candu dalam diri suami ibu, sehingga dia merasa senang saat bersama selingkuhannya.

Lalu saya coba terapkan metode “mengejar” ini pada klien saya yang suaminya kecantol orang ketiga. Alhamdulillah berhasil! Suaminya merasa diinginkan kembali oleh istrinya.

Tapi kurang ajarnya, pelakor itu tidak mau berhenti. Kegigihannya memang luar biasa. Setelah klien saya, seorang istri sah ini berhasil mengembalikan hati suami, pelakor tidak putus asa.

Oh ya sebelum saya lanjutkan, silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08586 7777 797 atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Mantap Berikhtiar Melalui Bimbingan Mbak Meida <<

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Dan, tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Jangan ragu menghubungi saya, saya tunggu pesan dari ibu.

Jadi, selingkuhan ini adalah sosok yang hobi mendesak dan menuntut. Setelah ditinggalkan suami ibu, dia akan kembali menghubungi suami ibu.

Dan, menagih janji-janji yang pernah diberikan dengan cara menggoda atau mengiming-imingi dengan pelayanan ekstra di atas ranjang. Inilah yang akhirnya membuat suami ibu diam-diam kembali goyah.

Maka ibu harus selalu waspada! Saat suami sudah mau kembali bersimpati pada ibu, segera ditingkatkan ikhtiarnya karena pelakor ini takkan tinggal diam.

Dia akan kembali menghubungi suami ibu dengan segala cara dan dari segala penjuru. Bahkan terkadang dia memiliki kunci-kunci rahasia dari suami ibu. Bisa jadi dalam bentuk video atau foto mesum mereka, bukti mereka menginap di hotel, berlibur dsb. Yang ini nanti akan dibeberkan jika dia ditinggalkan suami ibu.

Ada juga kejadian dalam kasus klien saya, setelah suaminya meninggalkan pelakor, pelakor balas dendam pada istri dan anak-anaknya.

Dia tega mengirim foto dan video bersetubuhnya dengan suami, kepada anak-anak ibu. Otomatis, ibu juga akan melihat hal ini.

Dan yang terjadi adalah mental ibu akan jatuh! Ibu merasa sedih, kecewa, marah, frustasi, stres hingga depresi. Mental ibu dihancurkan oleh pelakor, sehingga ibu tak mampu lagi berikhtiar.

Maka jika ini terjadi, suami ibu dalam keadaan bimbang dan dia akan kembali lagi pada selingkuhannya.

Itulah balasan pelakor jika istri sah berhasil mendapatkan suaminya kembali. Jadi, yang terpenting disini adalah terus menguatkan mental ibu, meningkatkan ikhtiar dengan cara minta bantuan profesional serta perbanyak doa pada Yang Maha Kuasa.

Loading

Awas! Ini Tanda Suami Diam-diam Hubungi Selingkuhannya Lagi

Berkali-kali saya jelaskan pada klien saya, bahwa setelah suami mengaku putus dengan selingkuhannya, istri sah tidak boleh langsung merasa menang.

Bergembira, bersyukur, itu boleh.

Tapi jangan berlebihan hingga menjadikan ibu merasa sombong dan angkuh bahwa ibulah pemenangnya karena suami telah kembali pada ibu.

Jangan!

Karena sikap sombong akan membuat ibu merasa di atas awan. Membuat ibu merasa tidak perlu lagi berikhtiar, karena suami sudah kembali. Lalu berikhtiar untuk apalagi?

Justru di saat suami berkata, “aku sudah putus dengannya.”

Inilah momen paling tepat bagi ibu untuk meningkatkan ikhtiar. Jika selama ini ikhtiarnya hanya 3 jam dalam sehari, mohon bisa ditingkatkan jadi 2X lipat.

Karena momen suami berkata putus, adalah momen krusial dimana suami dalam keadaan hampa dan kebingungan.

Dalam kondisi bingung, keputusan suami akan mudah terombang ambing. Ibu ambil kesempatan ini untuk melayani suami sebaik mungkin dan berdoa seyakin mungkin.

Inshallah hati suami bisa luluh, tunduk dan yakin bahwa ibu memang istri yang pantas untuk dipertahankan.

Berbeda cerita jika dalam kondisi suami telah mengaku putus, tapi ibu leha-leha saja. Tidak meningkatkan ikhtiar.

Maka yang yang terjadi adalah suami yang dalam keadaan hampa dan bingung, kembali dihubungi oleh selingkuhannya.

Karena selingkuhan ini adalah sosok yang hobi mendesak dan menuntut. Setelah ditinggalkan suami ibu, dia akan kembali menghubungi suami ibu.

Dan, menagih janji-janji yang pernah diberikan dengan cara menggoda atau mengiming-imingi dengan pelayanan ekstra di atas ranjang.

Inilah yang akhirnya membuat suami ibu diam-diam kembali menghubungi selingkuhannya. Adapun ciri-ciri dari suami yang diam-diam menghubungi selingkuhannya adalah;

1. kembali menutup komunikasi dengan ibu padahal awalnya sudah mulai terbuka

2. mau mendekat, bermesraan dan berhubungan dengan ibu tapi dilakukan sekedarnya hanya sebagai bentuk formalitas agar ibu tidak mencurigai suami kembali

3. sibuk berkomunikasi dengan gadget nya karena inilah satu-satunya media yang dia gunakan untuk menghubungi selingkuhannya

4. kembali perhatian dan peduli tapi ada batasannya

5. emosinya naik turun karena sebenarnya dia masih ingin dengan ibu sebagai istrinya tapi selingkuhannya terus mendesak

Tanda ini berdasarkan ratusan masalah perselingkuhan yang masuk ke meja konsultasi saya. Jadi, memang banyak suami yang mengaku putus tapi diam-diam kembali menghubungi selingkuhannya.

Ini sebenarnya bisa diantisipasi ketika ibu meningkatkan ikhtiarnya saat suami dalam keadaan pasca putus. Jika posisinya disini ibu bingung, “saya harus berikhtiar bagaimana lagi untuk membuat suami beneran putus?”

Ibu bisa berkonsultasi pada saya melalui telepon maupun chat WhatsApp di nomor 08586 7777 797 atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Mantap Berikhtiar Melalui Bimbingan Mbak Meida <<

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Dan, tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Jangan ragu menghubungi saya, saya tunggu pesan dari ibu.

Loading

Ini Alasan Istri Jangan Percaya 100% Saat Suami Minta Kesempatan Kedua

“Wah Mbak Meida ngajarin jelek nih!”

“Suami sudah mau tobat minta kesempatan kedua tapi istri dilarang percaya”

“Ajaran sesat nih”

Wah tenang dulu ibu-ibu. Saya jangan diserbu dulu ya. Disitu judul yang saya tampilkan sudah jelas, jangan percaya 100%. Jika ibu disini mau percaya 90% silakan lho. Boleh-boleh saja.

Dan, apa yang saya ungkapkan baik melalui live streaming, reel, video pendek saya di TikTok maupun media sosial lain, semuanya itu bentuknya anjuran. Bukan kewajiban yang harus dipatuhi.

Seperti biasa!

Saya ingin ibu membantu saya membagikan link live streaming saya ini sebanyak mungkin. Boleh dibagikan di grup-grup WhatsApp, grup-grup Facebook atau dibagikan ke siapapun yang menurut ibu membutuhkan materi ini.

Siapa tahu dengan membagikan materi ini, kemudian teman, kerabat atau saudara ibu ikut bergabung dan terinspirasi dari sini ya. Sehingga mereka jadi lebih mudah mendapatkan solusi dari permasalahan yang sedang mereka hadapi. Inshallah ini akan jadi ladang pahala juga bagi ibu.

Sudah dibagikan ya?

Oke, jika sudah sekarang saya ingin tahu. Kira-kira kenapa istri tidak boleh percaya 100% kepada suami setelah suami minta kesempatan kedua?

Misalnya nih ada kasus suami berselingkuh, suami kasar dan KDRT, suami tidak menafkahi dsb. Istri marah, kecewa dan minta pisah. Kemudian suami berkata, ‘kasih saya kesempatan kedua.’

Ibu memberikan kesempatan kedua itu. Tapi, ibu saya anjurkan jangan sampai dikasih kepercayaan 100%. Kenapa seperti itu? Ada yang tahu alasannya apa?

Silakan tulis di kolom komentar, saya ingin tahu pendapat ibu-ibu semuanya disini.

——————– membaca komentar ———————–

Baiklah, jawaban ibu-ibu disini tidak ada yang salah. Semua pendapat bagi saya itu benar, karena pasti sesuai dengan prinsip hidupnya, sesuai dengan kondisi rumah tangganya.

Jadi, tidak ada jawaban atau keputusan yang benar dan standar bagi semua orang ya. Baiklah, sekarang saya akan jelaskan pelan-pelan kenapa istri sebaiknya tidak percaya 100% pada suami setelah memberi kesempatan kedua.

Ada beberapa alasannya.

Pertama, menjaga hati ibu agar tak kecewa untuk kedua kalinya

Yang namanya perselingkuhan, KDRT, tidak menafkahi atau kebiasaan buruk lainnya, itu biasanya muncul bukan dalam waktu singkat.

Saya ambil contoh suami yang malas bekerja dan menafkahi istri seadanya serta perjuangannya begitu-begitu saja. Kemungkinan besar, sedari kecil dia melihat lingkungan yang kurang lebih sama seperti itu.

Orangtuanya, lingkungannya mencontohkan hal tersebut. Secara tak langsung, prinsip ini tumbuh dan mendarah daging dalam diri suami ibu.

Ingat ya kata-kata saya!

Dari kecil dia sudah terbiasa melihat dan mencontoh hal seperti itu, maka kebiasaan malas bekerja dan menafkahi ini tidak muncul dalam waktu 1 atau 2 bulan. Melainkan tumbuh bertahun-tahun hingga dia dewasa.

Dan, untuk mengatasinya maka butuh waktu yang panjang juga. 1 atau 2 bulan tidak bisa menyadarkan suami yang malas bekerja dan menafkahi. Butuh waktu yang juga panjang, sepanjang kebiasaan itu tumbuh dalam dirinya.

Maka, jangan percaya 100% pada suami meski ibu telah memberinya kesempatan kedua. Ibu boleh menunjukkan kepercayaan pada suami agar perubahan yang dia lakukan, membuatnya semangat karena merasa didukung.

Tapi di belakang suami, waspadalah!

Jangan serahkan hati ibu 100%. Jangan serahkan kepercayaan ibu 100%. Ini ibu lakukan untuk berjaga-jaga agar hati ibu tidak kecewa untuk kedua kalinya.

Hati-hati ya!

Kedua, untuk menunjukkan ibu bukanlah istri yang mudah dibodohi

Memberi kesempatan kedua pada suami itu adalah hak ibu. Contoh klien saya, sudah mengalami KDRT. Dicekik, diludahi dan perutnya pernah diinjak-injak suami, tapi tetap mau memberi kesempatan kedua.

Selama konsultasi dengan saya, saya sudah bantu menunjukkan resiko-resiko yang akan beliau terima saat memberikan kesempatan kedua.

Tapi beliau tetap kekeuh untuk memaafkan dan memberi kesempatan kedua. Tentu, keputusan ini telah dipertimbangkan klien saya secara detil. Dan, beliau menganggap bahwa kembali adalah keputusan terbaik yang mampu beliau lakukan saat itu.

Itu terserah klien saya, bukan hak saya untuk melarang!

Tapi saya tegaskan pada klien saya, mohon jangan percaya 100% apapun yang dikatakan suami. Jika dia berjanji saat emosi tidak akan memukul, maka berikan ultimatum sebelum balikan.

Saya minta mereka membuat perjanjian hitam di atas putih, disaksikan oleh kedua orangtua mereka dan pihak RT setempat.

Ini adalah contoh bentuk tidak percaya 100% ya, ada ancaman bahwa jika suami melakukannya lagi maka berpisah adalah solusinya dan takkan ada lagi kesempatan-kesempatan yang lain.

Jadi istri jangan mau dibodohi ya!

Kita ini adalah kunci rumah tangga. Istri yang waras, cerdas, berani bersikap tegas tentu akan membawa rumah tangganya pada keharmonisan dan kesejahteraan inshallah.

Tapi istri yang tidak teguh dalam pendirian, mudah baper, tidak berani mengungkapkan pendapatnya, merasa kecil, rendah diri atau tidak berdaya di bawah kekuasaan suami, tentu rumah tangganya pun kurang lebih nasibnya akan sama seperti itu.

Nah, seperti itu ibu-ibu!

Jadi ada 2 alasan krusial kenapa saya menganjurkan kepada ibu-ibu untuk sebaiknya tidak percaya 100% pada suami setelah memberikan kesempatan kedua. Ini untuk kebaikan dan kesehatan mental ibu sendiri ya.

Loading

Allahu Akbar! Suami Luluh dan Putuskan Pelakor Saat Sidang Mediasi

Pada kesempatan kali ini, saya mau berbagi kebahagiaan dengan teman-teman dewi cinta. Kebahagiaan itu harus diungkapkan dan ditunjukkan.

Karena yang namanya emosi itu menular. Jika yang saya bagikan kebahagiaan, inshallah disini virus-virus kebahagiaan akan menular ke ibu-ibu semuanya.

Langsung saja!

Saya ingin ibu dengarkan penggalan telepon saya dengan klien berikut ini. Klien saya ini sedang mengikuti bimbingan spiritual rumah tangga melalui ikhtiar Cincin Sakinah.

—————- Rekaman telepon ———————–

Suami klien saya ini menggugat cerai klien saya dengan alasan tidak ada lagi kecocokan. Tapi yang sebenarnya terjadi, ada pihak ketiga diantara mereka yakni dari pihak suami.

Dalam kondisi genting seperti ini, klien saya kemudian menghubungi saya dan mantap berikhtiar bersama saya melalui Cincin Sakinah.

Alhamdulillah, Tuhan Yang Maha Cinta membolak-balikkan hati suami klien saya. Pada sidang kedua dengan agenda proses mediasi, hati sang suaminya luluh dan berkenan kembali pada klien saya.

Bahkan minta tolong pada istri, “tolong saya dibantu, agar bisa cepat melupakan wanita itu.”

Saat mendengar kabar ini melalui telepon seperti penggalan yang ibu dengarkan tadi, luar biasa hati saya bergetar. Saya ikut senang, ikhtiar saya dan klien saya ini bertepatan dengan takdir Tuhan.

Dan, alhamdulillah takdirnya ini sesuai hajat klien saya.

“Apakah perubahan ini semata-mata karena doa dari Mbak Meida melalui wasilah Cincin Sakinah?”

Tentu saja tidak! Yang namanya ikhtiar ini saling melengkapi.

Jadi perlu tindakan lengkap lahir dan batin. Sebelum sidang kedua atau sebelum proses mediasi, saya menyarankan klien untuk mendatangi mertuanya.

“Ibu, coba bicaralah dari hati ke hati. Minta doa dari mereka untuk keutuhan rumah tangga ibu. Minta bantuan mertua untuk menasihati suami. Rendahkan hati ibu demi keutuhan rumah tangganya. Mengalahlah sebentar untuk kemenangan yang lebih besar.”

Alhamdulillah klien saya mengikuti arahan saya. Hasilnya, persis sesuai hajat beliau.

“Apakah energi Cincin Sakinah memang sekuat itu Mbak Meida untuk melunakkan hati suami yang sudah mengajukan gugatan cerai? Kok bisa sih?”

Tentu saja!

Karena Cincin Sakinah adalah murni dari kekuatan doa. Kita memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa, meminta perlindungan, pertolongan dan petunjukNya agar diberikan solusi terbaik untuk rumah tangga kita.

Saya tidak menggunakan ilmu hitam, jin, khodam dsb. Jadi ibu-ibu yang ingin berikhtiar serta mendapatkan bimbingan seperti klien saya melalui wasilah Cincin Sakinah ini, jangan khawatir. Energinya murni dan positif.

Jika kebetulan suami masih tinggal serumah dengan ibu, sentuhkan Cincin Sakinah sesering mungkin ke kulit suami.

Karena kemilau cahaya dari emas aslinya ini jika dilihat dan disentuhkan ke kulit suami, efeknya luar biasa.

Bisa membantu membuat alam bawah sadar suami terus mengingat ibu. Saat malam menjelang tidur, bangun tidur dan saat dalam keadaan genting, suami akan lebih sering mengingat ibu.

Tidak hanya itu!

Saya juga berikan arahan sesuai kondisi rumah tangga ibu. Langkah apa yang harus dilakukan, apa yang harus dikatakan dsb. Saya bantu arahkan.Inshallah ikhtiar lengkap lahir batin ini bisa membantu mempercepat hajat ibu.

Silakan bagi yang mantap berikhtiar bersama saya, jangan sungkan hubungi saya melalui nomor konsultasi 08111 26 4401. Atau bisa klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Berikhtiar Melalui Cincin Sakinah <<

Loading

Kenapa Suami Suka Curhat ke Wanita Lain Daripada Istri Sendiri?

Siapa ibu-ibu disini yang sering bertanya-tanya. “Kok suamiku malas curhat sama aku ya? Dia lebih suka curhat ke temannya.”

Ya kalau temannya pria tidak masalah, yang jadi masalah itu jika temannya adalah wanita. Ini sangat berbahaya! Karena curhat bisa menghilangkan eksklusivitas antara suami dan istri.

Curhat bisa membuka celah perselingkuhan dan membuat ibu merasa terkucilkan oleh suami. Jadi, saat istri tahu suaminya curhat dengan wanita lain, istri akan merasa sakit hati. Dia merasa diabaikan dan tidak dianggap.

Lalu kenapa ya suami kok lebih suka curhat ke wanita lain daripada istrinya sendiri? Saya akan bahas detil disini. Silakan simak sampai akhir dan jangan lupa catat nomor konsultasi saya di 08111 26 4401.

>> Saya Siap Berikhtiar Melalui Bimbingan Mbak Meida <<

Ibu tidak perlu khawatir, masalah rumah tangga dan data diri ibu akan menjadi rahasia saya. Silakan jangan ragu untuk menghubungi saya ya.

Ibu jangan berpikir bahwa konsultasi di tempat saya hanya curhat-curhat biasa ya.

Ini adalah konsultasi resmi dimana saya akan mendengarkan secara seksama dan memberikan treatment khusus sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Alasan pertama suami malas curhat ke istri adalah seringkali respon istri tidak menyenangkan

Saat curhat, suami itu tidak butuh solusi. Karena suami menganggap dirinya sendiri adalah sumber solusi.

Saat curhat, suami hanya ingin sharing. Dia ingin menunjukkan ke ibu bahwa dia telah membuat keputusan tepat, dia telah berjasa atau berprestasi, dia telah melakukan sesuatu hal yang besar.

Jika respon istri tidak menyenangkan seperti cuek, tidak memberikan apresiasi, mimik muka malas atau tidak tertarik dengan ceritanya, ini akan membuat suami malas cerita. Lain kali, dia akan pilih wanita lain untuk dijadikan tempat curhat.

Alasan kedua, malas menghadapi omelan ibu

Ada lho istri yang dicurhati tapi responnya justru ngomel!

Misalnya, suami curhat mengenai ibunya yang mengeluh soal biaya kuliah. Disini ibu berpikir bahwa suami ada keinginan untuk membantu membayar kuliah adiknya di saat kebutuhan rumah tangga belum terpenuhi dengan baik.

Ibu langsung naik darah dan ngomel! Nah, omelan-omelan ini tentu membuat suami kapok untuk curhat lagi pada ibu.

Aladan ketiga, dihujani ceramah panjang lebar

Naluri suami adalah memberi solusi. Mencari pemecahan masalah. Maka, proses curhatnya ini kalau ibu timpali dengan nasihat atau ceramah panjang lebar, itu kurang bijak!

“Lha wong mau mengeluarkan uneg-uneg kok malah diceramahi! Ah gak asyik”

Seperti itu kurang lebih pendapat suami. Dan naluri suami itu paling anti dengan dinasihati. Dia lebih suka menasihati daripada dinasihati.

Itulah kenapa, di lain kesempatan suami tak mau lagi curhat pada istri karena terus dinasihati.

Alasan keempat, istri tidak fokus pada curhatan suami

Ibu kalau mendengarkan curhatan suami, fokus atau sembari melakukan hal lain? Mungkin ibu mendengarkan sembari memasak, menyetrika, menyapu dsb.

Saran saya, jika curhatan suami ini penting, segera hentikan aktivitas lalu dengarkan dengan hikmat. Ini akan membuat suami merasa dihargai dan didengarkan.

Jika ibu mendengarkan curhatan suami sembari make up, menyuapi anak, melipat pakaian dsb, ini akan membuat ibu tidak bisa fokus sehingga respon ibu untuk curhatan suami jadi tidak tepat.

Bahkan mampu melukai harga diri suami.

Sekarang coba ibu bayangkan saat suami curhat ke wanita lain. Wanita lain ini akan fokus mendengarkan suami ibu, menunjukkan wajah antusias hingga memberikan pujian, apresiasi, rasa simpati bahkan menawarkan pertolongan.

Bagaimana suami ibu tidak memilih curhat ke wanita lain? Karena posisinya disini wanita lain mampu memberikan kenyamanan dan pelayanan terbaik meski hanya mendengarkan curhatan.

Loading

Ini Cara Tegas Menampar Suami agar Berhenti Main Judi Online

“Mbak Meida, saya telah menikah dengan suami selama tiga tahun dan kami saling mencintai. Tapi setelah enam bulan pernikahan, saya mengetahui bahwa suami saya gila judi online.”

“Saya berkali-kali menasihati suami! Bahkan saya sudah lapor ke mertua saya agar membantu saya menasihati suami tapi hasilnya zonk.”

“Suami masih tak bisa berhenti main judi online. Bahkan kebutuhan sehari-hari saya yang penuhi karena pemasukan suami habis. Dia pun sampai berhutang ke pinjaman online untuk mengatasi kerugian-kerugiannya.”

“Saya hampir putus asa! Saya sudah sangat depresi dan ingin berpisah tapi bagaimana nasib anak-anak saya nantinya? Karena mereka sangat dekat dengan ayahnya.”

Ada yang mengalami kasus seperti ini? Ini adalah curhatan klien yang mengikuti Konseling Online melalui chat whatsapp.

“Jadi, di tempat Mbak Meida ada konseling lewat chat whatsapp juga ya?”

Ada ibu!

Jadi, konseling online melalui chat whatsapp ini adalah konseling dengan mahar paling terjangkau. Dan, saya tidak hanya mendengarkan masalah ibu. Saya akan berikan treatment khusus sesuai masalah yang ibu hadapi.

Selang beberapa waktu setelah ibu menerapkan treatment yang saya berikan, saya akan berikan evaluasi. Kira-kira butuh ikhtiar apalagi untuk menghadapi masalah rumah tangga ibu.

Nah bagi yang ingin mendaftar mengikuti konseling online, bisa langsung menghubungi nomor konsultasi 08586 7777 797 atau klik chat whatsapp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Mengikuti Konseling Online <<

Sama seperti Doni Salmanan dan Indra Kenz kemarin ya, ya kurang lebih perjudian online mirip-mirip seperti itu.

Dan, efek perjudian ini bisa sangat menghancurkan. Saya akan jelaskan dari 4 sudut pandang.

Pertama, kepercayaan

Penjudi sering berbohong. Dia bilang pada istri main sedikit, tapi kenyataannya main banyak. Dia bilang ke istri cukup untung, tapi ternyata rugi banyak.

Dia bilang ke istri sudah kapok, tapi nyatanya kecanduan. Kepercayaan adalah pondasi utama yang dihancurkan oleh si penjudi online ini.

Kedua, emosi

Istri yang memiliki suami penjudi online pasti merasakan pengkhianatan, malu, sakit hati dan marah. Dan, ini berdampak besar pada kesehatan emosional sang istri.

Ketiga, waktu

Berjudi menjauhkan seseorang dari tanggung jawabnya terhadap keluarga, melemahkan ikatan batin mereka dengan istri dan anak-anak hingga merusak kebiasaan positif dalam keseharian.

Keempat, keuangan

Kecanduan judi pasti merusak finansial keluarga. Tabungan yang seharusnya bisa digunakan untuk mensejahterakan keluarga justru digunakan untuk berjudi. Hasilnya, tentu keluarga jauh dari kesejahteraan dan mengalami kesengsaraan.

Saran praktis yang bisa ibu coba adalah dengan tegas memisahkan keuangan ibu dan suami.

Jelaskan pada suami bahwa ibu tidak bisa membantunya membayar hutang-hutang dan ikut menanggun kerugiannya.

Apalagi jika disini ibu sudah menasihati suami agar segera berhenti main judi online, maka kerugian suami bukanlah tanggung jawab ibu. Tugas ibu selanjutnya adalah melunakkan hati suami.

Ibu tidak bisa sekedar menasihati dengan kata-kata bijak, tidak mempan jika hanya menunjukkan dampak negatif judi bahkan melaporkan suami kepada orangtuanya pun takkan berhasil.

Saat ibu mampu menyentuh hati suami, maka menghentikan kebiasaan judi online akan datang dari dalam diri suami sendiri.

Untuk meluluhkan hati suami ini, bimbingan khususnya hanya akan saya berikan jika ibu mengikuti konseling. Jadi silakan jika tertarik untuk mengikuti Konseling Online melalui chat whatsapp bisa mendaftar dulu ya di nomor konsultasi 08586 7777 797. Atau klik chat whatsapp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Mengikuti Konseling Online <<

Loading

Ini yang Diinginkan Suami dari Istrinya Pasca Ketahuan Selingkuh

Setelah ketahuan selingkuh, apa sih yang sebenarnya diinginkan suami dari istrinya? Apakah suami berharap istri memaafkan dan menerimanya kembali atau suami ingin istrinya mengijinkan dia menikahi selingkuhannya?

Nah pada kesempatan kali ini, saya akan bahas “Yang Diinginkan Suami dari Istrinya Pasca Ketahuan Selingkuh.”

Sebelum itu silakan boleh dibagikan link live streaming saya ini sebanyak mungkin. Boleh dibagikan di grup-grup WhatsApp, grup-grup Facebook atau dibagikan ke siapapun yang menurut ibu membutuhkan materi ini.

Siapa tahu dengan membagikan materi ini, kemudian teman, kerabat atau saudara ibu ikut bergabung dan terinspirasi dari sini ya. Sehingga mereka jadi lebih mudah mendapatkan solusi dari permasalahan yang sedang mereka hadapi. Inshallah ini akan jadi ladang pahala juga bagi ibu.

Sudah dibagikan ya?

Oke, jika sudah sekarang saya ingin tahu. Kira-kira setelah ketahuan selingkuh, menurut ibu, suami itu pinginnya apa dari istrinya? Silakan jangan ragu berbagi pendapatnya di kolom komentar.

—————— membaca komentar follower ————————–

Ada beberapa hal yang diinginkan suami dari istrinya pasca ketahuan selingkuh. Dan, ini biasanya tergantung dari penyebab perselingkuhan suaminya.

Jika suami berselingkuh karena lingkungan yang mendukung dan imannya yang lemah, misalnya nih di kantor ada beberapa rekan kerja suami yang hobi ke karaoke. Di samping itu imannya juga lemah dan di rumah istri sibuk urus anak serta rumah.

Nah, ini kan lingkungannya mendukung ditambah juga iman suami lemah. Akhirnya dia terjerumus dalam perselingkuhan dan ketahuan sama istri.

Suami yang selingkuh karena sebab seperti ini, biasanya dia ingin istri memaafkan dan memberinya kesempatan kedua.

Dia akan mengaku khilaf, berjanji tidak mengulanginya lagi, memohon pada istri untuk tidak mengaku pada keluarganya dsb.

Ada lagi suami yang selingkuh karena wataknya yang genit. Jauh sebelum menikah, dia sudah hobi main wanita. Setelah menikah, bukannya sembuh tapi malah makin menjadi.

Suami yang seperti ini setelah ketahuan selingkuh oleh istrinya, dia ingin istrinya memahaminya. “Aku ya memang begini. Mau, gak mau, kamu harus terima aku apa adanya. Karena memang sebelum mengenal kamu, aku sudah begini.”

Wataknya keras, ingin selalu menang sendiri dan ingin selalu dipahami oleh istrinya. Tapi di satu sisi, dia sendiri tidak mau memahami perasaan istrinya yang tersakiti oleh watak genitnya ini.

Jadi, sekeras apapun ibu mencoba menasihati suami yang model begini, dia akan tetap sulit untuk menghentikan kebiasaannya main wanita.

Maka, perlu diikhtiari. Ibarat berburu, tidak bisa jika kita hanya menggunakan tangan kosong. Harus menggunakan senjata khusus sehingga mempermudah kita untuk mendapatkan buruan.

Nah, bagi ibu-ibu disini yang kebetulan masalah perselingkuhan suaminya mirip dengan contoh yang kedua ini, maka jangan segan untuk menghubungi saya untuk berikhtiar.

Yang ada di Facebook, silakan bisa menghubungi melalui inbox FB. Yang ada di instagram bisa mengirim pesan melalui DM. Yang ada di TikTok juga bisa klik link di bio atau mengirim pesan langsung.

Jika mengirim pesan langsung, mohon akunnya jangan dikunci ya agar bisa saya balas. Nah untuk yang ada di YouTube bisa klik link di deskripsi di bawah video ini. Inshallah nanti akan terhubung ke chat WhatsApp.

>> Saya Siap Berikhtiar Melalui Bimbingan Mbak Meida <<

Oke saya lanjutkan.

Untuk perselingkuhan suami yang disebabkan oleh ikatan emosional, biasanya suami berharap ibu merestuinya menikah lagi.

“Apa itu Mbak perselingkuhan yang disebabkan oleh ikatan emosional?”

Contohnya, ada cinta yang belum selesai di masa lalu dan mantan menghubungi kembali. Disini suami seolah bernostalgia dan hidup dalam memori masa lalu.

Akhirnya terbentuklah ikatan emosional dan membuat suami ibu memperjuangkan hubungan tersebut. Terdorong untuk mendapatkan restu dari ibu dsb.

Contoh lain lagi, ini kasus klien saya. Suaminya memiliki rekan kerja yang tiap hari selalu curhat mengenai masalah rumah tangganya. Katanya, suaminya ini jahat, selalu memukuli dia.

Hingga suami klien saya ini bersimpati atau muncul rasa iba kepada rekan kerjanya. Akhirnya mereka saling curhat, menguatkan satu sama lain, hangout bareng dsb hingga terciptalah ikatan emosional diantara mereka.

Suami klien saya merasa harus jadi pahlawan untuk rekan kerjanya ini sampai dia terdorong untuk membantu rekan kerjanya segera bercerai dan menikahinya.

Jadi, ada keinginan suami setelah ketahuan selingkuh oleh istrinya itu beragam. Ada yang ingin dimaafkan dan diberi kesempatan, ada yang ingin dipahami karena memang wataknya seperti itu hingga ada yang ingin dikasih restu menikah lagi.

Semua reaksi suami ini berbeda-beda tergantung dari penyebab perselingkuhannya apa. Nah, jika posisinya disini ibu tahu penyebab perselingkuhan suami apa, kemudian penasaran “suamiku sebenarnya pinginnya apa sih?”

Itu bisa coba ibu analisa sendiri. Tapi kalau kesulitan, kemudian juga ingin sekaligus mendapatkan solusi dari permasalahan rumah tangganya, bisa coba hubungi saya untuk berkonsultasi.

Loading

Fakta! Ini Bukti Istri Pencemas Lebih Mampu Musnahkan Pelakor

“Maksudnya apa ini Mbak Meida? Istri yang mudah cemas lebih mampu jaga keharmonisan?”

“Bukannya istri yang mudah cemas itu bikin kita tidak sehat dan curigaan mulu sama suami ya?”

Sabar ibu.. saya akan jelaskan pelan-pelan disini. Kenapa istri yang mudah cemas itu lebih mampu menjaga keharmonisan rumah tangga.

Sebelumnya silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08586 7777 797. Atau bisa klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikthiar Melalui Bimbingan Mbak Meida <<

Ibu tidak perlu khawatir, masalah rumah tangga dan data diri ibu akan menjadi rahasia saya. Silakan jangan ragu untuk menghubungi saya ya.

Ibu jangan berpikir bahwa konsultasi di tempat saya hanya curhat-curhat biasa ya.

Ini adalah konsultasi resmi dimana saya akan mendengarkan secara seksama dan memberikan treatment khusus sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Perasaan cemas seringkali dikonotasikan sebagai hal negatif. Persis seperti pertanyaan ibu yang saya ungkapkan di awal tadi.

Cemas itu kan buruk, kok bisa dimanfaatkan jadi kebaikan. Bagaimana caranya?

Berdasarkan pengalaman saya menangani ratusan kasus rumah tangga tiap bulannya, saya menyimpulkan bahwa istri yang cemas atau takut terjadi apa-apa dalam rumah tangganya, cenderung lebih kenceng dalam berikhtiar menjaga keharmonisan.

Jika dibandingkan dengan istri yang tidak mudah cemas! Biasanya mereka over confidence bahwa suami pasti tidak akan selingkuh.

“Suami pasti akan selalu bucin ke saya. Suami akan selalu nempel ke saya. Suami saya itu anteng banget, gak pernah lirik wanita lain. Suami saya itu selalu bersikap manis dan akan selalu begitu.”

Keyakinan yang berlebihan seperti ini akan membuat istri cenderung malas berikhtiar. Dia terlalu yakin bahwa suami takkan berubah.

Jadi, mereka biasanya melayani suami dengan cara yang biasa-biasa saja. Berdoa juga sekedarnya. Malas meningkatkan skill diri, malas bersosialisasi, malas menjemput rejeki dan belajar mengatur keuangan.

Ikhtiarnya disini tidak kuat karena terlalu yakin bahwa suami akan selalu ada bersama dia. Ini adalah sikap yang tidak tepat.

Itulah kenapa saya katakan di awal tadi bahwa istri yang mudah cemas lebih mampu menjaga keharmonisan rumah tangga.

“Aduh, pelakor kok sepertinya ada dimana-mana ya! Mereka tubuhnya semlohai, kulitnya bersih dan terawat. Mereka juga mandiri, cerdas cari uang sendiri.”

“Saya tentu tidak boleh kalah! Apalagi disini saya ada dukungan suami yang sedang bucin ke saya. Saya harus manfaatkan kesempatan itu untuk lebih kenceng lagi memperbaiki diri.”

Nah seperti itu maksud saya!

Rasa cemas yang dikelola dengan baik mampu memunculkan nafsu positif untuk memperkuat ikhtiar. Maka, menjadi istri pencemas itu boleh!

Selama cemasnya dikelola. Bukan dilebih-lebihkan hingga jadi overthinking ya!

Loading

Copyright © 2026 Mbak Meida
WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp