Catat! Ini 5 Waktu Mustajab Mengunci Birahi Suami Hanya untuk Istri

5 waktu mustajab ini bukan sembarang waktu. Yah namanya saja mustajab ya yang bermakna manjur. Jadi, inshallah jika ibu memanfaatkan 5 waktu mustajab ini untuk meningkatkan ikhtiar, maka ikhtiar ibu tidak akan sia-sia. Pasti! tidak pakai inshallah lagi, akan ada hasil luar biasa yang menanti ibu.

Oh ya sebelum saya sebutkan satu per satu 5 waktu mustajab itu apa saja silakan jangan ragu untuk mencatat nomor konsultasi saya di 08111 264401.

Ibu bisa menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon. Silakan bisa hubungi pada jam kerja ya, yakni Senin-Sabtu pada pukul 8 pagi sampai 4 sore.

Dan, satu lagi konsultasi di tempat saya hanya menerima orang yang serius serta mantap berikhtiar. Jadi, saya tidak hanya sekedar mendengarkan cerita ibu seperti saat ibu curhat sama teman-temannya begitu ya.

Saya akan bantu berikan treatment dan evaluasi proses ikhtiar yang ibu jalankan sehingga ibu bisa merasakan manfaat positif dari bimbingan spiritual saya.

Bagi yang di Facebook, boleh banget jika mau mengirim pesan melalui Inbox. Bagi yang ada di Instagram, bisa DM juga.

Bagi yang di TikTok juga boleh mengirim pesan langsung dan pastikan akunnya jangan di privat agar bisa saya balas.

Bagi yang di channel YouTube saya, silakan bisa klik link di bawah video ini. Nanti ibu akan langsung diarahkan ke nomor WhatsApp kami.

Sudah siap untuk mendengarkan ceramah sore ini? Mari kita mulai dengan waktu yang pertama.

Waktu Pertama adalah Waktu Berpisah

“Mbak Meida, kok nyumpahin yang jelek-jelek sih!”

“Saya sedang menempuh ikhtiar agar tidak berpisah dari suami lho Mbak”

Iya ibu, saya paham.

Waktu berpisah disini, maksud saya adalah waktu ibu dan suami berangkat bekerja pada pagi hari. Itu namanya berpisah ya, berpisah untuk sementara.

Jadi, pada pagi hari sebelum ibu dan suami beraktivitas ini adalah waktu mustajab untuk mengunci birahi.

“Apa yang bisa saya lakukan Mbak Meida?”

Perbanyak sentuhan dengan suami, seperti salim ke suami sambil dielus-elus tangannya. Berpelukan atau minta suaminya cium kening ibu.

Dan, lakukan minimal selama 2 menit. Dicatat ya, harus minimal 2 menit. Jadi, ibu peluk suami sambil lihat detik jam berjalan ya.. hahaha.

Waktu Kedua adalah Waktu Bertemu Kembali

Pada penghujung hari setelah seharian bekerja, beraktivitas, suami kan pulang ke rumah tuh. Ibu juga sudah selesai bekerja. Jika ibu merupakan ibu rumah tangga, ya setelah ibu menyelesaikan semua urusan rumah ya.

Saat suami pulang, tidak perlu banyak tanya. Dipeluk suaminya. Sekali lagi perbanyak sentuhan. Boleh sambil mengucapkan terimakasih karena telah berikhtiar menjemput rejeki buat keluarga dsb.

Lakukan sentuhan kulit ke kulit ini minimal selama 6 detik. Dicatat ya ibu! Minimal selama 6 detik.

“Mbak, kalau pulang kerja kan aroma suami udah gak wangi lagi?”

Ya tidak masalah, jangan dihirup dulu. Ibu tahan nafas dulu ya.. hahaha.

Setelah pelukan selama 6 detik lanjutkan dengan membuka percakapan kecil seperti bertanya mengenai kejadian seru di kantor dsb.

Waktu Ketiga adalah Waktu Merefleksi Diri

Khusus waktu mustajab ini, ibu sendiri yang melakukannya. Bukan bersama suami.

Pilihlah satu hari dalam seminggu dimana pada waktu tersebut, ibu memiliki waktu luang, ibu bisa fokus pada dirinya sendiri dan tidak ada gangguan dari siapapun.

Misalnya, ibu memilih hari Jumat dan ingin merefleksi diri pada pukul 10 malam saat anak-anak dan suami sudah tidur.

Kemudian, siapkan selembar kertas dan bolpen. Wajib ditulis tangan, bukan diketik di handphone.

Selanjutnya, tulis minimal 7 kebaikan yang dilakukan suami pada minggu ini apa saja. Kebaikan itu akan sangat bagus jika berkaitan langsung dengan keseharian ibu dan anak.

Jika suami melakukan kebaikan pada orang lain dan tidak ada kaitannya dengan ibu, tidak perlu ditulis.

Sediakan waktu minimal selama 35 menit untuk menulis 7 kebaikan yang dilakukan suami dalam seminggu.

Kemudian berikan pujian pada suami, bersyukurlah pada Tuhan atas kebaikannya karena mengirim suami yang sebaik ini.

“Jika suami tidak melakukan kebaikan bagaimana Mbak Meida?”

Dalam seminggu, mana mungkin tidak ada kebaikan sama sekali yang dilakukan suami? Coba direfleksi lagi kehidupannya. Meskipun itu cuma berkata “maaf”, “terimakasih” atau membantu mengganti tabung gas untuk ibu. Itu juga termasuk kebaikan.

Waktu Keempat adalah Waktu Istimewa Berdua

Waktu mustajab yang ini wajib malam hari dan dikerjakan berdua dengan suami.

Sediakan waktu minimal 2 jam dalam seminggu untuk keluar rumah, pergi kemanapun boleh. Yang penting berdua saja.

Misalnya, ibu memilih hari Sabtu malam Minggu. Selama 2 jam, bersikaplah yang manis dan manja pada suami. Perbanyak membicarakan cinta dan kasih sayang antara suami dan ibu.

Jangan bicarakan anak! Apalagi selingkuhan suami!

Big No!

Fokuslah membicarakan romansa kalian berdua. Jika ingin bernostalgia saat pacaran dulu juga boleh.

Ingat ya! Waktunya adalah 2 jam per minggu.

Waktu Kelima adalah Waktu Erotis

Waktu mustajab yang kelima harus dilakukan pada malam hari menjelang tidur. Setelah capek berkegiatan seharian, saat di atas ranjang begitu bisa mengajak suami untuk bercerita.

Pastikan juga untuk saling berpelukan dan perbanyak sentuhan minimal dilakukan selama 5 menit.

“Kenapa harus perbanyak sentuhan Mbak Meida?”

Dari waktu mustajab ke satu sampai kelima, harus perbanyak sentuhan ya ibu. Karena sentuhan itu membantu merilis stres, rasa tertekan dan meningkatkan rasa bahagia serta rasa aman.

Apalagi kalau menyentuhnya dibarengi dengan mengenakan Cincin Sakinah. Inshallah itu efeknya akan luar biasa.

Karena semua yang saya jelaskan tadi ya, dari waktu mustajab satu sampai ke lima, ini termasuk ikhtiar lahir ya. Kemudian ditambah ikhtiar spiritual Cincin Sakinah.

Yang memang energinya fokus untuk membantu mengunci birahi. Yang namanya ikhtiar memang harus lengkap ya, lahir dan batin.

Nah, bagi yang tertarik berkonsultasi dan berikhtiar dengan saya, silakan jangan sungkan untuk mengirim pesan ke saya ya.

Bagi yang di Facebook, boleh banget jika mau mengirim pesan melalui Inbox. Bagi yang ada di Instagram, bisa DM juga.

Bagi yang di TikTok juga boleh mengirim pesan langsung dan pastikan akunnya jangan di privat agar bisa saya balas.

Bagi yang di channel YouTube saya, silakan bisa klik link di bawah video ini. Nanti ibu akan langsung diarahkan ke nomor WhatsApp kami.

>> Saya Siap Ikhtiar Ikuti Bimbingan Spiritual Mbak Meida <<

Loading

Berdua Tapi Sendiri! Ini Cara Membunuh Kesepian yang Dialami Istri

Kesepian adalah kondisi mental yang tak banyak diakui klien saya. Mereka jujur dengan kesalahannya dalam berumah tangga. Tapi satu hal yang jarang klien akui adalah rasa sepi.

Karena bagi klien saya sepi itu terlihat mengenaskan. Sudah menikah, sudah ada suami, sudah ada anak-anak, sudah ada rumah, kendaraan atau istilahnya materi tercukupi, tapi kok tetap merasa kesepian.

Hmm.. kebanyakan ibu-ibu disini pasti cenderung berpikir, “itu karena kurang bersyukur Mbak Meida!”

Saya rasa pernyataan ‘kurang bersyukur’ ini tidak tepat ya. Saat kita mengalami masalah rumah tangga, seperti suami selingkuh, tidak menafkahi, bersikap keras, sering melakukan kekerasan verbal maupun fisik, saya yakin para istri sudah berikhtiar.

Sudah bersyukur, sudah berusaha sebaik mungkin untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Jadi, jika saran kita bagi mereka yang kesepian adalah “bersyukur”, maka itu tidak tepat.

Sampai sini setuju, ya?

Sebelum saya lanjutkan, silakan boleh banget dicatat nomor konsultasi saya di 08111 264401 atau bisa klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Berikhtiar Mengikuti Bimbingan Mbak Meida<<

Melalui nomor ini atau boleh melalui DM instagram, inbox facebook juga bisa. Ibu bisa berkonsultasi, menjelaskan masalahnya seperti apa, kemudian akan saya bantu berikan solusi sesuai kondisi rumah tangga.

Jangan dipikir konsultasi disini hanya curhat-curhat saja ya, tentu tidak! Saya akan berikan solusi dan treatment yang terarah atau terstruktur. Sehingga ikhtiar yang ibu lakukan bisa berdampak baik bagi diri ibu sendiri maupun keharmonisan rumah tangganya.

Oke, kita lanjutkan!

“Lalu, kalau bukan bersyukur solusi mengatasi kesepian setelah menikah apa Mbak Meida?”

Sebelum saya sampaikan pada ibu-ibu disini, saya mau jelaskan dulu tanda-tanda wanita alami kesepian meski sudah menikah.

Pertama, Merasa Terasing

Ibu merasa ada jarak yang lebar antara ibu dan suami secara emosional. Tidak ada kenyamanan saat berdua. Padahal kan biasanya kalau orang jatuh cinta itu selalu ingin mendekat, selalu ingin bersama.

Kali ini tidak. Ibu dan suami justru merasa tidak nyaman untuk berdekatan.

Kedua, Tak Saling Bicara

Ibu dan suami merasa tidak tertarik dengan topik pembicaraan satu sama lain. Jadi, apa yang kalian bicarakan selama ini terbatas pada kebutuhan saja.

Kalau butuh, baru bicara. Kalau gak butuh, ya bersikap dingin.

Ketiga, Tak Ada Keintiman

“Saya masih berhubungan intim sama suami kok Mbak Meida, tapi kenapa saya tetap merasa sepi ya?”

Keintiman itu tidak selalu berhubungan intim (suami istri) ya ibu. Keintiman disini bentuknya beragam.

Intim secara finansial misalnya, artinya kalian saling terbuka dan mendukung satu sama lain soal keuangan. Intim beribadah, artinya memiliki prinsip yang sama soal keyakinan. Memiliki cara pandang yang sama mengenai Tuhan dsb.

Intim secara fisik, misalnya ibu dan suami nyaman untuk bergandengan tangan sewaktu jalan bareng. Nyaman ntuk glendotan sewaktu nonton film misalnya dsb.

Nah semua bentuk keintiman itu tidak ada. Meskipun bisa saja kalian tetap berhubungan suami istri, karena itu kan kebutuhan atas dorongan nafsu dari dalam ya.

Keempat, Menghindari Pasangan

Ini hampir mirip dengan poin pertama.

Yakni tidak nyaman untuk berduaan atau lebih tepatnya menghindari. Sengaja menghindari istri tiap kali ada istri. Contohnya, tidak mau makan bersama. Tidak mau tidur sekamar, atau masih tidur seranjang tapi saling membelakangi dsb.

Nah, dari keempat tanda istri kesepian ini, apakah ibu merasa “oh ini saya Mbak Meida!” Ayo siapa disini yang merasa kesepian meski telah menikah?

Tidak perlu takut untuk mengakui ya. Justru dengan mengakui, ibu jadi paham apa yang dibutuhkan oleh mentalnya.

Dan, sekarang waktunya saya untuk membagikan solusi ANTI SEPI untuk ibu-ibu tercinta yang sedang mengikuti live streaming saya saat ini.

Pertama, Batasi Penggunaan Media Sosial

“Lhoh apa hubungan antara kesepian dan media sosial Mbak Meida?”

Karena seringkali kita melihat nikmat rumah tangga orang lain lalu membandingkannya dengan kesengsaraan rumah tangga yang kita alami.

Ini kan perbandingan yang tidak apple to apple ya, tidak sebanding dan memang tidak seharusnya dibandingkan.

Contoh, kita hobi banget lihat postingan selebgram atau para artis yang liburan di luar negeri, yang kelihatannya harmonis dan kompak banget.

Sedangkan ibu dan keluarganya, “jangankan liburan Mbak Meida, makan di luar rumah saja jarang. Sulit banget suami diajak kumpul-kumpul seperti itu.”

Mungkin saja, suami ibu disini malas untuk diajak keluar rumah dan ini merupakan satu kekurangan yang terus ibu keluhkan. Tapi di balik itu, suami sering membawakan makanan dari luar rumah untuk keluarga.

Karena baginya, lebih nyaman untuk makan di rumah bisa sambil ngobrol dan bercandaan bebas.

Yang namanya nikmat, itu harus dibandingkan dengan nikmat. Kalau keluhan dibandingkan dengan nikmat, ya tidak adil dong ibu.

Nanti akan muncul yang namanya kecemburuan sosial. Membuat ibu merasa hidupnya, rumah tangganya, kok paling sengsara. Paling menyedihkan, tidak seperti yang lain.

Nah, saran saya untuk mengatasi kesepian ya batasi penggunaan media sosial.

“Tapi tidak bisa Mbak Meida! Justru media sosial lah teman saya, yang mengisi waktu luang saya karena suami cuek!”

Nah, untuk yang ini masuk ke solusi yang kedua yakni

Kedua, Perbaiki Gaya Hidup

Terkadang yang membuat kita kesepian, bukanlah pernikahan itu sendiri. Bukan suami yang tidak memperhatikan kita, bukan anak-anak yang tidak menemani kita.

Melainkan, gaya hidup kita yang memang monoton. Ibu tidak mencoba mengembangkan hidupnya agar lebih baik lagi dan lagi. Karena ibu merasa sudah nyaman dengan keadaannya saat ini.

Nah, terus menerus berada di titik kenyamanan ini akan membuat hidup ibu terasa sepi dan hampa. Maka, cobalah untuk keluar dari zona nyaman.

Misalnya, ikut kelas yoga, zumba, bergabung dengan kegiatan sosial ibu-ibu PKK, ikut arisan, mengembangkan diri melalui usaha online, mengikuti kursus menjahit, public speaking dsb.

Memang ini tidak mudah!

Keluar dari zona nyaman memang tidak mudah. Karena otak kita itu cenderung memilih kegiatan-kegiatan yang mudah, ringan dan tidak melelahkan.

Jadi, kalau ada seorang istri yang berani keluar dari zona nyaman untuk meningkatkan kemampuannya, maka itu adalah istri yang luar biasa.

Jadi, saran saya hari ini ada 2 yakni mengurangi atau membatasi main media sosial khususnya melihat kehidupan hedon para influencer dan memperbaiki gaya hidup.

Semoga bermanfaat apa yang saya sampaikan khususnya membantu mengembalikan keharmonisan rumah tangga ibu.

Loading

Cara Menarik Kembali Suami Selingkuh dengan Kekuatan Pikiran

“Mbak Meida, apakah pikiran kita sekuat itu? Sampai-sampai bisa menarik suami yang selingkuh agar meninggalkan selingkuhannya dan kembali pada istri sah?”

Tuhan bersabda, “Aku sesuai persangkaan hambaKu.”

Orang bijak memberi petuah, “apa yang bisa dibayangkan oleh imanjinasi atau pikiran, maka itu bisa diwujudkan.”

Saya menjawab dan meyakini, “BISA! Pikiran saya dan pikiran ibu memang sekuat itu, mampu menarik apapun yang memang menjadi HAK kita.

“Wah berarti luar biasa ya Mbak, pikiran manusia itu!”

Benar ibu, pikiran kita semacam ujung magnet. Dia akan terus menerus menarik hal-hal yang memang menjadi haknya.

Jadi, jika Tuhan menggariskan bahwa suami ibu masih menjadi hak ibu, maka sekuat apapun pelakor menariknya dan menguasainya, maka tetaplah ibu yang menjadi juaranya.

Nah, salah satu ikhtiar yang bisa ibu lakukan disini adalah dengan memanfaatkan pikiran ibu sendiri. Langkahnya sendiri ada 3 yang melibatkan mindset atau cara berpikir, spirit and soul serta skill set atau kemampuan.

Pertama yakni MINDSET (CARA BERPIKIR)

Untuk menarik kembali suami yang selingkuh, ibu harus memiliki cara berpikir yang tepat.

Saya pingin tahu, apa yang ibu rasakan setelah diselingkuhi suami? Silakan ditulis di kolom komentar.

Pasti ada yang merasakan sedih, marah, kecewa, takut, tidak percaya diri dsb. Semua emosi itu adalah hal yang wajar.

Saya anjurkan untuk menerima dan menikmati semua gejolak perasaan itu. Tapi, seiring berjalannya waktu ibu tidak boleh terus menerus larut dengan semua emosi negatif itu.

Karena lama-lama akan merontokkan semangat ibu, membuat ibu tidak mampu bekerja dan mengasuh anak secara optimal.

Jika ibu membiarkan emosi-emosi negatif ini menetap dalam diri ibu, maka ibu takkan bisa memanfaatkan kekuatan pikirannya untuk menarik kembali suaminya yang selingkuh.

Tadi kan sudah saya jelaskan ya, cara berpikir, spirit and soul serta kemampuan harus selaras.

Orang yang dikhianati dan merasakan kesedihan, itu wajar. Terima perasaan itu. Kemudian, secara perlahan cobalah untuk bangkit.

Ibu harus memiliki mental berjuang. Jangan terus memelihara mental seorang korban. Korban kan seperti ini ya, larut dalam kesedihan, minta diperhatikan 24 jam, selalu menyalahkan orang lain.

Coba perbaiki cara berpikirnya. Jangan menempatkan diri sebagai korban tapi tempatlah diri ibu sebagai pahlawan.

Bahwa Tuhan menakdirkan saya menerima tantangan ini, agar saya bisa jadi pahlawan bagi rumah tangga saya. Sayalah yang akan menyelamatkan kekhilafan suami, sayalah yang akan berjuang mempertahankan keutuhan rumah tangga ini.

Kedua, SPIRIT AND SOUL

“Istilah apa lagi itu Mbak Meida?”

Spirit and Soul berkaitan erat dengan kemampuan seseorang membayangkan hal-hal baik di masa depan.

Jika ibu tidak memiliki kemampuan ini, maka ibu tak bisa memanfaatkan kekuatan pikiran untuk menarik suami kembali.

Sekarang kita praktik bareng-bareng. Jika ibu berhasil mengikuti apa yang saya praktikkan ini, maka ibu sudah memiliki spirit and soul yang bekerja dengan baik.

Bayangkan ibu sedang menggenggam sebuah jeruk nipis. Ibu kemudian mengiris jeruk tersebut secara pelan-pelan, hingga cairan yang terkandung dalam jeruk tersebut mulai keluar.

Dan, ibu menggigit sedikit potongan jeruk nipis itu. Bagaimana rasanya buk? Kecut dan sedikit asam ya.

Nah, bagi ibu yang mampu membayangkan dan mampu merasakan betapa kecutnya jeruk nipis ini, artinya ibu memiliki spirit and soul yang bagus. Yang akan mendukung keberhasilan ibu dalam memanfaatkan kekuatan pikiran ini.

Sekarang tiap malam menjelang tidur, bayangkan apa yang ibu inginkan dari suami. Misalnya, ibu ingin suami hanya fokus pada ibu dan bukan pada wanita lain.

Maka, bayangkan suami memeluk ibu, bahagia dan nyaman bersama ibu, duduk bersebelahan, perhatian, peduli dan mesra pada ibu. Intinya bayangkan suami fokus hanya pada ibu.

Tiap malam, menjelang tidur khususnya saat ibu sudah benar-benar capek, ngantuk, sudah malas berpikir, inilah momen yang tepat.

Karena gerbang bawah sadar ibu terbuka, lalu ibu masuki dengan sugesti baru yakni suami fokus hanya pada ibu. Nah, yang prinsip alam bawah sadar itu selalu mewujudkan apapun yang ibu inginkan.

“Oh jadi yang diinginkan ibu Naya adalah suaminya kembali, oke saya akan wujudkan. Apapun yang terjadi akan saya wujudkan!”

Ibu tidak perlu berpikir, “bagaimana nanti caranya mewujudkan keinginan tersebut? Apakah mungkin suami bisa kembali, lha wong selingkuhannya saja pakai susuk.”

Ibu tidak perlu berpikir seperti itu. Alam bawah sadar kita itu cerdas dan bijaksana. Secara otomatis, pelan-pelan dan pada waktunya nanti, alam bawah sadar kita menggiring kita pada tempat, orang dan situasi atau kondisi yang bisa membantu mewujudkan keinginan kita.

Ketiga, Skill Set atau Kemampuan

Ibu sudah mampu berpikir dengan benar, ibu sudah mampu membaca masa depan dengan membayangkan keberadaan suami. Yang ketiga, ibu harus melengkapinya dengan melakukan hal-hal yang bisa mendukung kembalinya suami.

Yakni mengasah kemampuan menjadi istri yang menyenangkan. Menyenangkan saat dipandang suami, menyenangkan saat diajak bicara suami, menyanangkan saat dimintai solusi dsb.

Inilah kekuatan pikiran untuk menarik kembali simpati agar fokus pada ibu dan lepas dari selingkuhannya. Ingat ya, ada 3 hal yang harus diperkuat dan saling berkesinambungan yakni mindset atau cara berpikir, spirit and soul serta skill set atau kemampuan.

Loading

Berapa Kali Istri Harus Maafkan Suaminya yang Selingkuh?

Saat ibu melihat perselingkuhan suami, ibu akan dihadapkan pada 2 keputusan. BERTAHAN ATAU BERPISAH. Tiap keputusan ini tentu memiliki dampak positif dan resiko yang harus siap ibu tanggung.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membantu memberikan referensi pada ibu. Mengenai berapa kali istri harus memaafkan suaminya yang selingkuh.

Apakah harus dimaafkan sekali kemudian kita coba untuk kembali percaya serta memberi kesempatan? Atau langsung tak perlu dimaafkan. Atau kalau sudah dimaafkan sekali tapi diulangi lagi, kita tetap harus memaafkannya berulang kali?

Ibu-ibu disini bagaimana sikap yang akan diambil jika dihadapkan pada kasus rumah tangga seperti ini? Ayo jangan ragu untuk sharing pendapatnya disini.

Baiklah, menurut saya tidak ada jawaban yang SALAH. Semua jawaban ibu benar sesuai dengan kondisi rumah tangga dan prinsip hidupnya masing-masing.

Jadi, kalau ada istri yang terus memaafkan suaminya meski sudah selingkuh berkali-kali, bisa jadi pertimbangannya cukup banyak. Seperti anak-anak, kebutuhan finansial, keluarga besar dsb.

Kalau ada istri yang langsung tidak memberi maaf pada suaminya, itu juga benar berdasarkan pengalaman orang yang bersangkutan. Apakah tidak egois? Bagi kita yang memiliki banyak pertimbangan lain, mungkin merasa egois.

Tapi bagi orang yang bersangkutan, mungkin saja selingkuh adalah kesalahan fatal yang tak termaafkan. “Apapun resikonya saya harus berpisah dan tak maafkan suami.”

Kita tidak bisa menghakimi keputusan seorang istri ya, karena kita tak pernah tahu seberat apa masalah yang dihadapi, kita tak pernah tekanan batin apa saja yang dirasakan, apa saja prinsip hidupnya dsb.

“Nah, lalu bagaimana pandangan Mbak Meida sendiri mengenai hal ini? Berapa kali istri harus memaafkan suaminya yang selingkuh?”

Sebagai orang yang tiap hari berhadapan langsung dengan masalah rumah tangga khususnya perselingkuhan, saya akan menyarankan klien saya untuk “selalu memaafkan suami meski dia telah selingkuh berkali-kali.”

“Lhoh kok bisa begitu Mbak Meida? Orang salah kok dibela! Mbak Meida gak tahu sakitnya diselingkuhi ya?”

Bukan begitu ibu.

Jadi, tiap kali membimbing klien yang telah berkomitmen ikhtiar dengan saya, saya selalu meminta klien secara pelan-pelan memaafkan suami.

Karena manfaat memaafkan suami itu untuk diri sendiri. Bukan untuk suaminya. Coba bayangkan jika ibu terus menyimpan dendam dan sakit hati.

Yang sakit lama-lama diri ibu sendiri lho. Awalnya jengkel, benci, kecewa, sedih dan gondok banget di hati. Lama-lama emosi negatif seperti ini akan mengkristal dan mengendap jadi penyakit.

Seperti maag, vertigo, kanker, diabetes, rematik, bahu tegang, penyakit psikosomatis dsb. Siapa yang rugi? Tentu ibu sendiri yang terus menerus tidak ikhlas dengan takdir yang telah menimpa.

Tapi satu hal yang perlu diingat!

Memaafkan suami dan memberi kesempatan kembali adalah 2 hal yang berbeda. Saya sarankan ibu untuk selalu memaafkan suami meski berapa kalipun dia selingkuh.

Tapi, untuk kembali dengan suami yang terus menerus berselingkuh adalah hal lain. Yang ini, saya serahkan kembali pada klien.

Apakah mau memaafkan dan kembali membangun rumah tangga atau mau memaafkan lalu tinggalkan? Dan, untuk membuat keputusan seperti ini saya akui tidak mudah.

Banyak klien saya yang mengikuti Konseling Perceraian dengan saya melalui telepon. Karena mereka bingung dengan keputusan seperti ini.

Jika sudah mempertimbangkan segala hal, tapi ibu masih bingung membuat keputusan terkait masa depan rumah tangga ibu, silakan ibu juga bisa mendaftarkan diri ibu untuk mengikuti Konseling Perceraian.

Konseling Perceraian itu tak selalu berujung dengan keputusan bercerai. Saya akan berikan pemahaman dan treatment sesuai tujuan ibu ikuti konseling. Keputusan bertahan maupun berpisah, tetap ada di tangan ibu sendiri.

Konseling Perceraian ini dilakukan 3 kali melalui telepon dengan tahap penggalian masalah, treatment dan evaluasi.

Apakah ini berbayar Mbak Meida? Ya, sama seperti ketika ibu datang untuk memeriksakan diri ke dokter. Ibu perlu membayar jasa dokter dan menebus obat.

Sama halnya dengan Konseling Perceraian ini. Ada biaya yang harus ibu keluarkan karena ibu akan mendapatkan treatment khusus.

Mbak Meida, curhat kok bayar sih!

Konseling berbeda dengan curhat. Kalau ibu curhat dengan teman, ibu hanya akan didengarkan. Bahkan curhatan ibu nanti bisa viral karena digosipkan di belakang ibu.

Melalui Konseling Perceraian,  saya tidak hanya mendengarkan. Saya berikan treatment khusus sehingga keputusan yang ibu ambil bisa lebih tepat.

Tidak membuat ibu menyesal jika pilih berpisah serta tidak membuat ibu terus menerus menahan rasa sakit jika memilih bertahan.

Tak perlu ragu ikuti Konseling Perceraian karena masalah dan data ibu menjadi rahasia saya.

Bagi ibu yang siap berikhtiar melalui Konseling Perceraian, silakan bisa hubungi di nomor konsultasi 085867777797 atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikhtiar Ikuti Konseling Perceraian <<

Loading

Sering-Seringlah Tanya Ini pada Suami agar Cinta Tumbuh Kembali

Sebuah pertanyaan adalah cara yang bagus untuk memulai percakapan dengan suami. Tapi pertanyaan disini bukan sembarang pertanyaan ya.

Ada formula khusus untuk merancang pertanyaan yang bisa mengarah pada keromantisan dan membuat ikatan emosional ibu dengan suami, makin erat!

“Pertanyaannya apa Mbak Meida?”

Tahan sebentar ibu-ibu ya, sebelum saya contohkan apa saja pertanyaannya silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08111 264401.

Ibu boleh menceritakan masalahnya secara jujur dan terbuka pada saya. Kemudian saya akan bantu berikan bimbingan sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Ibu tidak perlu khawatir, masalah rumah tangga dan data diri ibu akan menjadi rahasia saya. Silakan jangan ragu untuk menghubungi saya ya.

>> Saya Siap Ikthiar Melalui Bimbingan Mbak Meida <<

Satu pesan saya, saat ibu mencoba menerapkan pertanyaan ini. Jadilah pendengar yang baik, jangan pernah menyela suami atau memaksakan pandangan ibu tentang suatu hal. Bahkan jika ibu tidak menyukai jawaban suami, jangan ditentang begitu saja.

Pertanyaan Pertama untuk Suami – “Apa kenangan favoritmu tentang kita?”

Mengingat kenangan masa lalu adalah cara yang bagus untuk meredakan ketegangan atau keraguan.

Disini ibu akan melihat apa yang paling dihargai suami dan terkadang itulah yang membuatnya rindu terhadap kebersamaan kalian.

Pertanyaan Kedua untuk Suami – “Saat kamu bersyukur, apa hal pertama yang kamu syukuri?”

Dari pertanyaan ini, ibu bisa melihat seberapa bijaksana suami ibu dan bagaimana caranya memandang kehidupan.

Menurut saya, ini adalah pertanyaan yang cukup sensitif. Jika ibu melihat suami sepertinya tidak nyaman untuk menjawabnya, maka tak perlu dipaksa.

Pertanyaan Ketiga untuk Suami – “Apa yang membuatmu puas dengan hidupmu saat ini?”

Menurut saya ini adalah pertanyaan yang sulit. Karena sesungguhnya tidak ada manusia yang puas dengan kehidupannya.

Dia akan terus merasa kurang apalagi jika berkaitan dengan nasfu. Maka, ini adalah pertanyaan yang bagus untuk suami ibu. Karena ibu akan mendapatkan insight mengenai keinginan atau keserakahan suami.

Pertanyaan Keempat untuk Suami – “Apa 3 hal yang ingin kamu capai di tahun ini?”

Jangan hanya bicara soal hubungan ibu dan suami. Yang juga penting untuk diperhatikan adalah mencari tahu ambisi suami ibu terkait karirnya.

Suami akan sangat menghormati ibu, jika ibu mampu menyelami keinginan, harapan dan cita-citanya ke depan. Dan, pertanyaan ini boleh ibu coba.

Pertanyaan Kelima untuk Suami – “Kenangan terburukmu apa sih dan apakah itu masih mempengaruhimu sampai saat ini?”

Suami ibu pasti memiliki pengalaman buruk. Entah itu sewaktu kecil, remaja, kuliah dsb. Bisa jadi pengalaman itu sangat berdampak terhadap sikap suami saat ini yang egois, cuek, dingin, temperamen dsb.

Pertanyaan ini bagus untuk menggali pengalaman buruk suami, apalagi jika ibu memiliki solusi untuk memecahkan masalahnya. Ibu justru bisa menjadi obat bagi suami.

Itu dia 5 pertanyaan sederhana yang bisa membantu meningkatkan ikatan emosional ibu dan suami. Jika sudah diterapkan dan berdampak baik, saya dikabari ya. Bisa tulis di kolom komentar di bawah video ini.

Loading

Pelakor Diam Tak Berkutik Saat Istri Sah Berani Tegas Seperti Ini

Saya seringkali merasa iba terhadap klien saya yang mendapat teror dari pelakor. Ini nyata terjadi pada klien yang telah berkomitmen mengikuti bimbingan saya melalui pemaharan Kalung Sakinah.

Ini merupakan kalung emas asli dengan 3 energi sekaligus. Yakni membuka komunikasi ibu dengan suami, mengunci birahi suami khususnya agar tidak berhubungan dengan wanita ketiga.

Dan meningkatkan keharmonisan rumah tangga. Ini sebagai pelengkap karena komunikasi sudah terbuka dan birahi suami terkunci.

Energi Kalung Sakinah ini murni dari kekuatan doa. Kita memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa, meminta perlindungan, pertolongan dan petunjukNya agar diberikan solusi terbaik untuk rumah tangga kita.

Saya tidak menggunakan ilmu hitam, jin, khodam dsb. Jadi, ibu-ibu yang ingin memaharkan Kalung Sakinah jangan khawatir.

Setelah ibu memaharkan Kalung Sakinah, saya berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu agar hasilnya optimal.

Seperti bimbingan yang sedang saya berikan pada klien saya ini. Beliau terus mengeluh pada saya karena selalu diancam pelakor.

Oh ya, sebelum saya lanjutkan bagaimana cara saya membimbing klien agar tak lagi diteror pelakor, silakan bagi ibu yang siap berikhtiar melalui Kalung Sakinah bisa menghubungi nomor konsultasi untuk melakukan pemaharan yakni di 08111264401.

Atau bisa juga dengan cara klik chat WhatsApp otomatis ini >> Saya Siap Memaharkan Kalung Sakinah <<

Jadi, orang ketiga yang hadir dalam rumah tangga klien saya kali ini SANGAT GANAS. Karena dia selalu menyerang mental klien saya.

Yang dilakukan pelakor antara lain, mengirim pesan negatif atau menjelekkan-jelekkan klien saya di lingkungan kerjanya.

Semua lingkungan kantor dibuat percaya seolah klien saya ini sosok yang tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.

Untung saja, klien saya ini memiliki atasan yang cukup bijaksana. Jadi, dia tidak mudah diperdaya oleh pihak luar.

Kedua, pelakor dengan sengaja mengunggah puluhan foto dan video yang menampakkan dirinya sedang bersama suami klien saya.

Suami klien saya ini wajahnya tidak ditampilkan dengan jelas. Hanya sebagian, kelihatan jemari dan jam tangannya. Ada yang kelihatan sebagian jaketnya, ada yang kelihatan kendaraannya dsb.

Ini benar-benar mematikan mental klien saya. Dan, tidak hanya itu!

Pelakor juga memberondong klien saya dengan mengirim pesan ancaman melalui WhatsApp. Katanya, “mas A itu hebat saat main.” “Dia selalu berkata cinta, sayang dan tidak bisa meninggalkan saya.” Serta puluhan ancaman kotor lainnya.

Setelah itu saya minta klien untuk memblokir nomor pelakor! Kurang ajarnya, pelakor itu ganti nomor. Dan, kali ini bukan hanya meneror melalui WhatsApp tapi juga melalui SMS dan Missed Call.

Saya minta klien saya untuk kembali memblokir pelakor dari segala arah. Tapi masih juga dihubungi melalui aplikasi yang tak terduga yakni Telegram.

Ini contoh nyata pelakor yang super ganas. Berani menyerang mental istri sah sampai klien saya ini mengalami overthinking dan kecemasan berlebih.

Pelakor memang sengaja melakukan hal ini, agar istri lemah, uring-uringan, tak berdaya lalu ikhlas melepaskan suami. Sehingga, pada akhirnya pelakor memiliki suami ibu seutuhnya.

Jika hal ini juga terjadi pada rumah tangga ibu, maka ibu harus tegas dalam bersikap! Jangan lengah sedikitpun dengan membuka celah komunikasi dengan pelakor.

Jangan biarkan pelakor masuk melalui kelemahan mental yang ibu miliki. Tutup komunikasi pelakor dari segala arah. Dan, hindari kontak dengan siapapun yang mencoba memberikan berita-berita tidak penting mengenai kondisi pelakor.

Nah, disini jika memang ibu telah berkomitmen dengan saya untuk berikhtiar mengembalikan simpati suami, maka harus siap mental untuk menerima pelajaran-pelajaran dari pelakor.

Diperkuat imannya, dipertebal mentalnya dan diluaskan hatinya agar sabar menerima tantangan rumah tangga ini.

Seperti itu pesan dari saya dan jangan sampai kalah sama pelakor ya buk!

Loading

Udang Dibalik Batu! Ini 7 Alasan Suami Kembali Setelah Istri Move On

Sudah capek-capek move on, eh tiba-tiba suami tanpa rasa berdosa kembali lagi ke rumah. Ada yang mengalami hal seperti ini?

Saya kira banyak ya.. itulah kenapa saya angkat judul ini sebagai tema obrolan kita sore ini.

Mungkin disini ada yang sedang menghadapi ujian rumah tangga seperti tidak dinafkahi suami, mendapat kekerasan fisik dan verbal atau ada juga yang diselingkuhi.

Berbagai masalah itu membuat ibu marah, sedih, sakit hati, kecewa terhadap suami. Posisi ibu saat ini sebenarnya sudah pasrah. Ibu sudah ikhlas jika memang suami mau pergi. TERSERAH, begitu buk ya..

Ibu pun disini hatinya sudah tabah dengan segala sakit hati yang ditorehkan suami. Mau suami jungkir balik, kayang, koprol dan sebagainya, ibu sudah tidak peduli.

Yang terpenting, ibu sudah mampu mandiri dan anak-anak hidup berkecukupan. Karena disini ibu SUDAH MAMPU MOVE ON.

Dan, move on disini prosesnya tidak mudah ya. Ada sabar yang dipaksakan, ada tangisan, kekecewaan dan air mata yang tiada henti dsb.

Nah, setelah perjuangan move on luar biasa yang telah ibu lakukan tiba-tiba suami balik lagi ke rumah. Katanya, “mau tobat.”

Katanya, “mau memperbaiki rumah tangga.”

Katanya, “mau memulai dari awal lagi dengan ibu.”

Nah.. ibu disini dibuat bingung sama sikap suami. “Aduh, aku udah capek-capek move one tapi kamu balik seenaknya sendiri begitu.”

Dalam situasi seperti ini, biasanya banyak klien saya yang bertanya. “Mbak Meida, tolong diterawangin dong! Suamiku ini tulus atau tidak ya? Alasan suami minta balik lagi apa ya?”

Kalau masalah seperti ini menurut saya tidak perlu diterawang. Ditebak saja juga gampang! Aduh kok jadi sombong begini saya ya.. bercanda ibu ya.

Oke, sekarang kita lanjut saja!

Saya akan jelaskan pelan-pelan mengenai 7 alasan suami minta balikan setelah istri mulai move on.

Pertama, dia cemburu

Salah satu alasan utama mengapa pria kembali setelah beberapa bulan kemudian adalah kecemburuan.

Dulu mungkin ibu dianggap sebagai sosok yang tidak ada nilainya. Tapi setelah berbagai perjuangan ibu lakukan, ibu mulai bangkit!

Ibu mulai memperbaiki diri, cara bicaranya, cara berpikir, cara berpenampilan, cara bergaul dsb. Ibu melakukan perubahan besar-besaran.

Dan, suami mengamati perubahan ibu ini sehingga dia merasa ibu terlihat kembali bernilai. Ada rasa iri tentu, apalagi jika ibu mulai dekat dengan beberapa lawan jenis.

Sudah pasti, dia sirik bercampur cemburu ingin memiliki ibu kembali.

Kedua, suami menyesali keputusannya

Dulu waktu SMA, guru bahasa Indonesia pernah bertanya pada saya dan teman-teman satu kelas saya.

“Murid-murid.. kapan hidup terasa sangat indah?”

Waktu itu saya menjawab “saat kita banyak uang pak guru”

Semua satu kelas tertawa. Tapi ternyata jawaban saya salah. Kata guru saya, hidup terasa paling indah saat DIKENANG.

Coba ibu kenang masa lalunya yang sudah terlewat. Pasti indah, kan? Tapi dulu sewaktu ibu menjalaninya sendiri, ya terasa berat.

Sama halnya dengan suami ibu yang tiba-tiba minta kembali ini. Dulu saat menjalani hidup bersama ibu, dia selalu mengeluh dan ingin berpisah dari ibu.

Tapi setelah benar-benar berpisah, dia banyak mengenang hari-harinya bersama ibu. Ternyata indah juga, ya?

Dan kehidupan yang suami ibu jalani saat ini (mungkin bersama selingkuhannya), ternyata tak seindah hidupnya bersama ibu.

Inilah yang akhirnya membuat suami menyesali keputusannya dan ingin kembali lagi pada ibu.

Ketiga, ego suami butuh pengakuan

Ini biasanya terjadi pada suami yang selingkuh.

Ibu sudah move dari sakit hati diselingkuhi suami, suami pun sudah jarang pulang ke rumah. Ibu sudah tidak peduli dan tak lagi perhatian pada suami.

Ini membuat suami merasa tidak puas. Karena ibu menyepelekan suami. Ibu hanya fokus pada hidup ibu sendiri.

Suami ibu tidak senang, jika melihat ibu tenang dan tidak mengemis perhatian darinya. Inilah alasan suami kembali. Dia ingin ibu kembali memperhatikannya dan di saat yang sama suami tetap ingin memiliki keduanya.

Yakni ibu dan selingkuhannya.

Keempat, suami sudah berubah

Mungkin saja perpisahan sementara antara ibu dan suami membuat suami introspeksi diri, melakukan perbaikan kemudian ingin kembali memulai dari awal dengan ibu.

Ini benar-benar terjadi dan ada klien saya yang seperti ini. Beliau meminta bantuan saya agar istrinya bisa luluh hatinya dan mau menerimanya kembali.

“Saya kalau gak minta bantuan Mbak Meida, takut ditolak istri”, seperti itu kata beliau.

Sewaktu itu beliau memaharkan Kalung Sakinah kemudian dihadiahkan ke istrinya. Saya juga disini tidak sembarang memberi sarana spiritual ke klien pria ya.

Saya lihat dulu ketulusan hatinya, saya perhatikan keseriusannya dalam berubah. Alhamdulillah itikad baik itu memang ada dalam diri klien saya ini. Itulah kenapa kemudian saya bantu.

Kelima, karena zona nyaman suami adalah ibu

Suami sudah berkelana, sudah mencoba hidup sendiri tanpa perhatian dan kepedulian dari ibu. Tapi setelah dirasakan ternyata zona ternyamannya adalah ibu.

Itulah kenapa dia akhirnya memilih untuk merayu ibu dan meminta ibu kembali.

Keenam, suami ibu mengalami kebingungan

Biasanya ini terjadi pada kasus suami yang selingkuh. Jadi, suami ibu alami kebingungan antara memilih ibu atau selingkuhannya.

Suami ibu di posisi ini belum mampu membuat keputusan. Apakah mau fokus pada istri atau memilih selingkuhannya. Nah, karena kebingungannya inilah suami akhirnya kembali lagi pada ibu.

Sebenarnya kebingungan ini hal yang bagus ya. Karena ini adalah celah dimana ibu bisa menguatkan ikhtiarnya baik itu ikhtiar lahir maupun batin khusus untuk membuat suami kembali bersimpati.

Inshallah ikhtiar yang dilakukan pada momen suami bingung membuat keputusan, adalah ikhitar yang inshallah akan segera mendatangkan hasil yang bagus.

Ketujuh, suami ibu ingin serius berpisah secara baik-baik

Ada lho kasus seperti ini.

Dimana istri sudah mampu move on kemudian suami kembali bersikap baik pada ibu. Tujuannya bukan untuk kembali memperbaiki hubungan tapi ingin mempertegas keputusannya berpisah secara baik-baik dengan ibu.

Jadi, itulah 7 alasan mengapa suami tiba-tiba kembali pada istri yang telah move on. Ada alasan yang menyakitkan, ada alasan yang bikin bahagia dsb.

Jika ibu bertanya pada saya, “saya harus menerima suami kembali atau tidak Mbak Meida?” Saya tidak bisa membuat keputusan.

Keputusan kembali atau tidak itu adalah HAK ibu pribadi yang membuatnya. Ibu siap tidak menanggung resiko ke depan. Ibu mampu tidak menanggung resiko yang mungkin saja lebih menyakitkan dari masa lalu.

Jika siap dan mampu, silakan dilanjutkan. Tapi, kalau masih bingung membuat keputusan. Dan, benar-benar butuh arahan, boleh konsultasi ke saya.

Bisa melalui DM instagram, inbox facebook maupun nomor konsultasi di 08111 264401. Atau bisa juga klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Berikhtiar Mendapat Bimbingan <<

Loading

5 Hal Sederhana Ini Selalu Dilakukan Pelakor tapi Diabaikan Istri Sah

Untuk membuat suami ibu terjatuh makin dalam di pelukan pelakor, tentu dia menggunakan beragam trik.

Memang benar, dia merawat penampilannya sedemikian rupa untuk menggaet suami ibu. Tapi untuk membuat pria bertahan, penampilan cantik saja tidak cukup.

Pelakor sangat tahu hal ini, sehingga dia terus memperbaiki caranya memperlakukan suami ibu. Agar makin dalam cinta dan gairahnya sehingga betah dalam pelukan pelakor. Dan, malas kembali pada ibu.

5 hal ini sebenarnya sikap yang sangat sederhana! Jika ibu mau sedikit saja berusaha meniru sikap sederhana pelakor ini, inshallah hati suami lama-lama juga bisa luluh terhadap sikap ibu.

Apa yang saya bagikan disini adalah berdasarkan pengalaman saya menangani ratusan masalah rumah tangga klien. Jadi, sangat relate jika nantinya ibu terapkan dalam kesehariannya.

Oh ya, silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08111 264401. Siapa tahu suatu saat nanti, ibu ataupun kerabatnya butuh untuk mencari solusi dari masalah rumah tangga yang dihadapi.

Ibu bisa menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon pada jam kerja layanan saya, yakni Senin – Sabtu pukul 8 pagi sampai 4 sore.

Oke, kita langsung saja pada sikap sederhana yang pertama yakni “pelakor selalu berkata rindu dan ingin bertemu”

Bisa saja suami ibu berkunjung ke tempat pelakor pada sore hari kemudian malamnya harus segera pulang karena ibu dan anak-anak menunggu.

Saat sampai rumah, pelakor biasanya mengirim pesan penuh emoticon haru dan berkata “kok aku udah kangen lagi ya sama kamu, kamu mainnya kurang lama.”

Sikap ini bisa ibu coba. Saat malam hari setelah ibu dan suami “main”, paginya sewaktu suami berangkat kerja langsung kirim pesan ke suami.

“Tadi malam kamu hebat, makasih ya.. sudah lama aku merindukan saat-saat seperti itu sama kamu”

Intinya, buat suami terkesan dengan pelayanan ibu lalu selang waktu segera kirim pesan cinta ke suami agar dia terngiang-ngiang dengan sosok ibu.

“Sikap sederhana kedua adalah berbicara dengan nada manis, manja dan centil”

Suami ibu selalu lebih menyukai wanita yang menunjukkan feminitasnya. Maka, tunjukkan sisi feminin yang full di depan suami.

Salah satunya cara ibu berbicara. Pakai nada yang lebih manis, manja dan centil. Jika tidak terbiasa, coba belajar pelan-pelan dari artis-artis Drama Korea.

“Sikap sederhana ketiga adalah bergantung dan sering minta tolong”

Ibu mungkin berpikir tidak ingin merepotkan suami. Ini membuat ibu mengerjakan semua hal sendiri.

Padahal pelakor melakukan hal yang sebaliknya. Dia sering minta tolong pada suami ibu meski untuk hal sepele. Sehingga hal ini membuat suami ibu keberadaannya dibutuhkan.

“Sikap sederhana keempat adalah selalu mendengarkan saat diajak bicara dengan gaya penuh mesra”

Misalnya, sepulang kerja suami main ke rumah pelakor dan curhat mengenai kesehariannya. Pelakor tidak sekedar mendengarkan tapi juga bersender di pundak suami ibu.

Memainkan tangannya, mendekatkan tubuhnya dan melakukan berbagai sentuhan fisik lainnya. Ingat! Sentuhan bisa meningkatkan hormon bahagia dan merilis hormon stres.

Yang secara otomatis ini membuat suami ibu merasa betah dekat dengan pelakor. Karena ada hormon bahagia yang terus mengalir. Nah, mulai sekarang ibu bisa coba menerapkan hal ini.

“Sikap sederhana kelima adalah memperbesar ego suami ibu dengan cara memuji sikap dan keputusannya”

Pria selalu ingin terlihat jadi pahlawan yang berjasa dalam hidup seseorang, khususnya orang yang dicintai.

Pelakor tahu persis hal ini sehingga dia memanfaatkan celah ego suami ibu. Tiap kali suami ibu curhat dan menceritakan keputusannya, dia akan memuji hal itu.

Pelakor tidak peduli, apakah keputusan suami ibu itu benar atau salah. Apakah akan berdampak buruk atau tidak, yang penting dipuji dulu.

Berbeda jika di rumah bersama ibu. Seringkali kita sebagai istri sah, memang memikirkan nasib anak-anak dan masa depan rumah tangga.

Sehingga muncul beragam kekhawatiran jika keputusan atau sikap suami berdampak buruk pada rumah tangga kita. Maka, kita sebagai istri lebih sering mengkritisi sikap dan keputusan suami.

Nah, mulai sekarang coba diganti cara kita menanggapi suami. Saat suami jujur mengenai sikap dan keputusannya khususnya dalam hal pekerjaan, dipuji dulu.

Jika memang kita tidak sreg, lain waktu saat mood suami bagus diobrolkan mengenai kecemasan ibu. Yang penting, ego suami takluk dulu di tangan kita.

Inilah 5 sikap sederhana yang biasa dilakukan pelakor pada suami ibu. Untuk sikap-sikap yang apabila kita terapkan bisa membawa kebaikan bagi rumah tangga kita, kenapa tidak kita coba?

Semoga bermanfaat ya bagi keharmonisan dan kesejahteraan rumah tangga ibu. Jika tertarik untuk berikhtiar mengikuti bimbingan spiritual rumah tangga dengan saya, silakan jangan segan untuk klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikhtiar Mengikuti Bimbingan Mbak Meida <<

Loading

Lelah Mental Suami Selalu Memihak Pelakor? Balas dengan Cara Cantik Ini

Mungkin, ini juga menjadi pertanyaan ibu.

“Mengapa suami saya selalu memihak selingkuhannya? Padahal saya sudah menunjukkan ribuan bukti bahwa pelakor itu bukan wanita baik-baik.”

“Dia masih bersuami dan memiliki anak-anak, bukan hanya kamu yang digoda tapi juga pria beristri lainnya bahkan hanya mendekati karena materi.”

“Tapi, semua hal itu tak lantas membuat suami meninggalkan selingkuhannya. Bagaimana ini Mbak Meida?”

Ibu dan selingkuhan suami itu ibarat HP lama dan HP baru. Coba bayangkan, saat ibu sudah ada niat bulat untuk ganti HP.

Budget untuk beli HP baru sudah siap, ibu bahkan sudah tahu mau beli HP dengan merk dan tipe apa. Nah, di saat seperti ini ibu melihat HP lama seolah sudah banyak kekurangannya.

Saat ada orang mengirim pesan melalui WhatsApp tapi masuknya lama, ibu menyalahkan HP lamanya. “Maaf ya ini  gara-garap HPku sudah lola dsb.”

Padahal yang lambat disini jaringannya, bukan HPnya yang rusak.

Tapi mata ibu sudah dibutakan dengan kemampuan membeli HP baru yang diyakini mampu membuat kita lebih bahagia.

Inilah yang terjadi pada suami ibu saat jatuh cinta dengan selingkuhannya. Selingkuhannya ini salah atau benar, akan selalu dianggap benar.

Di mata suami, tidak ada yang cacat dalam diri wanita ini. Meski ibu menunjukkan seribu bukti keburukan akhlak pelakor, itu takkan mudah membuat suami goyah.

Namanya juga cinta sedang membara, di mata suami ya hanya ada wanita itu. Maka, jangan habiskan tenaga untuk meyakinkan suami bahwa pelakor itu jahat.

Ibu hanya akan mengalami kelelahan mental. Karena apapun yang ibu ucapkan dan lakukan akan selalu salah di mata suami.

Daripada menyalahkan pelakor, lebih baik fokus saja mengasah diri ibu agar terlihat makin berkilau di mata suami. Buktikan dengan tindakan nyata. Salah satunya percantik penampilan luar dan perbaiki aura daya tarik ibu.

Nah, jika disini ibu bingung bagaimana harus bersikap khususnya dalam menghadapi suami dan pelakor, maka jangan ragu menghubungi saya untuk mengikuti Konseling Rumah Tangga.

Konseling Rumah Tangga dilakukan 3 kali melalui telepon dengan tahap penggalian masalah, treatment dan evaluasi.

“Apakah ini berbayar Mbak Meida?”

Ya, sama seperti ketika ibu datang untuk memeriksakan diri ke dokter. Ibu perlu membayar jasa dokter dan menebus obat.

Sama halnya dengan Konseling Rumah Tangga ini. Ada biaya yang harus ibu keluarkan karena ibu akan mendapatkan treatment khusus.

“Mbak Meida, curhat kok bayar sih!”

Konseling berbeda dengan curhat. Kalau ibu curhat dengan teman, ibu hanya akan didengarkan. Bahkan curhatan ibu nanti bisa viral karena digosipkan di belakang ibu.

Melalui Konseling Rumah Tangga, saya tidak hanya mendengarkan. Saya berikan treatment khusus sehingga keputusan yang ibu ambil bisa lebih tepat.

Tidak membuat ibu menyesal serta tidak membuat ibu terus menerus menahan rasa sakit. Tak perlu ragu ikuti Konseling Rumah Tangga karena masalah dan data ibu menjadi rahasia saya.

Bagi ibu yang siap berikhtiar melalui Konseling Rumah Tangga, silakan bisa hubungi di nomor konsultasi 085867777797 atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikhtiar Mengikuti Bimbingan <<

Loading

3 Penyebab Istri Alami Depresi dan Kesepian Setelah Menikah

Pernahkah ibu mendengar istilah sindrom istri kesepian? Ini biasanya terjadi saat kebutuhan, kecemasan dan keinginan istri diabaikan oleh suaminya.

Saat istri mendambakan keintiman dan koneksi yang dalam tetapi suaminya memilih untuk tidak menanggapi atau mengabaikannya.

Hal-hal seperti ini jika terus dibiarkan maka bisa berdampak pada kesehatan mental istri yakni merasa kesepian.

Kesepian adalah kondisi mental yang tak banyak diakui klien saya. Mereka jujur dengan kesalahannya dalam berumah tangga. Tapi satu hal yang jarang klien akui adalah rasa sepi, karena bagi klien saya sepi itu terlihat mengenaskan.

Kesepian sendiri sudah menyakitkan ditambah lagi tidak mengakui rasa sepi itu. Ya sudah, lama-lama jika dibiarkan bisa menyebabkan depresi.

Hal ini pun tidak serta merta terjadi ya. Ada penyebabnya dan seringkali penyebabnya itu ya diri kita sendiri.

Berdasarkan ratusan kasus rumah tangga yang saya tangani tiap hari, saya menyimpulkan setidaknya ada 3 penyebab istri alami depresi dan kesepian meski masih ada suami.

PERTAMA

Kehilangan Keintiman Fsik dan Emosional.

Setelah menikah biasanya suami dan istri menjadi sibuk masing-masing. Kesibukan ini akhirnya menimbulkan jarak.

Nah kesibukan ini saya sangat memakluminya, bisa itu karena kurangnya hubungan intim, masalah keuangan, pertengkaran terus menerus karena tema tertentu dsb.

Selain itu, kebosanan juga bisa berdampak pada kehilangan keintiman fisik dan emosional.

Solusi yang saya berikan untuk klien yang kehilangan keintiman fisik dan emosional adalah mulai memperbanyak waktu berdua.

Bisa itu makan di luar rumah seperti dulu waktu pacaran, belanja kebutuhan rumah tangga bersama, masak bareng, olahraga bersama dsb.

Hal-hal kecil yang kita lakukan tiap hari atau rutinitas kita itu bisa bermakna apabila memang kita memaknainya. Bukan sekedar dekat secara fisik tapi juga meniatkan diri untuk dekat secara mental.

KEDUA

Membandingkan Nikmat Diri dengan Media Sosial.

Zaman sekarang, semua orang begitu terpaku pada media sosial ya. Ibu mungkin juga melakukan hal yang sama, suka main media sosial.

Sedih, posting.

Bahagia, posting.

Kecewa, posting.

Marah, posting dsb.

Mulai dari makan dan kencan malam hingga liburan dan segala sesuatu yang kita kerjakan, biasanya kita hobi banget untuk menguploadnya di media sosial.

Bagi saya sebenarnya tidak masalah! Kehidupan ibu, apa yang ibu bagikan adalah hak ibu. Tapi, yang menurut saya kurang baik adalah kebiasaan membandingkan.

Orang-orang biasanya tidak hanya mengupload kegiatan kesehariannya di medsos, tapi juga membandingkan nikmat yang dia miliki dengan nikmat yang dimiliki orang lain.

Kita membandingkan rumah tangga kita dengan rumah tangga orang lain. Kita membandingkan cara kita menikmati liburan dengan cara orang lain menikmati liburannya.

Dan, ini menyebabkan kita merasa kesepian. Karena seringkali nikmat yang kita miliki tidak sebaik nikmat yang dimiliki orang lain. Kita merasa jauh, terpuruk dan akhirnya sepi hingga depresi.

KETIGA

Menggantungkan Kebahagiaan Diri pada Suami

Setelah menikah, kita berpikir bahwa kebahagiaan kita adalah karena ada suami. Ada suami yang menafkahi, ada suami yang memberikan perhatian, ada suami yang peduli dan selalu ada untuk kita.

Tapi pada kenyataannya suami ibu tidak melakukan semua itu. Nafkah untuk ibu kurang, suami ibu tidak peka dan jarang memperhatikan ibu.

Akhirnya ibu merasa sepi dan depresi. Nah, yang perlu diperbaiki disini adalah cara berpikir ibu. Yakni sumber kebahagiaan bukan ada pada suami melainkan ada pada diri ibu sendiri.

Suami kurang perhatian? Sedih, kecewa, marah, boleh. Bahkan jika ibu mengukapkannya pada suami mengenai keluhan tersebut, sangat boleh.

Tapi jangan lemah lalu mengemis perhatian pada suami. Lebih baik gunakan tenaga, waktu dan fokus ibu untuk memperhatikan diri ibu sendiri.

Kadang-kadang, istri merasa kesepian dalam pernikahan karena mereka mengharapkan seseorang di luar mereka untuk membuat mereka merasa lengkap.

Kadang, kita merasa tidak cukup baik sehingga kita butuh validasi orang lain untuk membuat kita merasa baik.

Jadi mulai sekarang ubah mindset ibu mengenai sumber kebahagiaan. Inshallah ke depan ibu tidak akan mudah kecewa, kesepian dan depresi.

 

Loading

Copyright © 2026 Mbak Meida
WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp