Udang Dibalik Batu! Ini 7 Alasan Suami Kembali Setelah Istri Move On

Sudah capek-capek move on, eh tiba-tiba suami tanpa rasa berdosa kembali lagi ke rumah. Ada yang mengalami hal seperti ini?

Saya kira banyak ya.. itulah kenapa saya angkat judul ini sebagai tema obrolan kita sore ini.

Mungkin disini ada yang sedang menghadapi ujian rumah tangga seperti tidak dinafkahi suami, mendapat kekerasan fisik dan verbal atau ada juga yang diselingkuhi.

Berbagai masalah itu membuat ibu marah, sedih, sakit hati, kecewa terhadap suami. Posisi ibu saat ini sebenarnya sudah pasrah. Ibu sudah ikhlas jika memang suami mau pergi. TERSERAH, begitu buk ya..

Ibu pun disini hatinya sudah tabah dengan segala sakit hati yang ditorehkan suami. Mau suami jungkir balik, kayang, koprol dan sebagainya, ibu sudah tidak peduli.

Yang terpenting, ibu sudah mampu mandiri dan anak-anak hidup berkecukupan. Karena disini ibu SUDAH MAMPU MOVE ON.

Dan, move on disini prosesnya tidak mudah ya. Ada sabar yang dipaksakan, ada tangisan, kekecewaan dan air mata yang tiada henti dsb.

Nah, setelah perjuangan move on luar biasa yang telah ibu lakukan tiba-tiba suami balik lagi ke rumah. Katanya, “mau tobat.”

Katanya, “mau memperbaiki rumah tangga.”

Katanya, “mau memulai dari awal lagi dengan ibu.”

Nah.. ibu disini dibuat bingung sama sikap suami. “Aduh, aku udah capek-capek move one tapi kamu balik seenaknya sendiri begitu.”

Dalam situasi seperti ini, biasanya banyak klien saya yang bertanya. “Mbak Meida, tolong diterawangin dong! Suamiku ini tulus atau tidak ya? Alasan suami minta balik lagi apa ya?”

Kalau masalah seperti ini menurut saya tidak perlu diterawang. Ditebak saja juga gampang! Aduh kok jadi sombong begini saya ya.. bercanda ibu ya.

Oke, sekarang kita lanjut saja!

Saya akan jelaskan pelan-pelan mengenai 7 alasan suami minta balikan setelah istri mulai move on.

Pertama, dia cemburu

Salah satu alasan utama mengapa pria kembali setelah beberapa bulan kemudian adalah kecemburuan.

Dulu mungkin ibu dianggap sebagai sosok yang tidak ada nilainya. Tapi setelah berbagai perjuangan ibu lakukan, ibu mulai bangkit!

Ibu mulai memperbaiki diri, cara bicaranya, cara berpikir, cara berpenampilan, cara bergaul dsb. Ibu melakukan perubahan besar-besaran.

Dan, suami mengamati perubahan ibu ini sehingga dia merasa ibu terlihat kembali bernilai. Ada rasa iri tentu, apalagi jika ibu mulai dekat dengan beberapa lawan jenis.

Sudah pasti, dia sirik bercampur cemburu ingin memiliki ibu kembali.

Kedua, suami menyesali keputusannya

Dulu waktu SMA, guru bahasa Indonesia pernah bertanya pada saya dan teman-teman satu kelas saya.

“Murid-murid.. kapan hidup terasa sangat indah?”

Waktu itu saya menjawab “saat kita banyak uang pak guru”

Semua satu kelas tertawa. Tapi ternyata jawaban saya salah. Kata guru saya, hidup terasa paling indah saat DIKENANG.

Coba ibu kenang masa lalunya yang sudah terlewat. Pasti indah, kan? Tapi dulu sewaktu ibu menjalaninya sendiri, ya terasa berat.

Sama halnya dengan suami ibu yang tiba-tiba minta kembali ini. Dulu saat menjalani hidup bersama ibu, dia selalu mengeluh dan ingin berpisah dari ibu.

Tapi setelah benar-benar berpisah, dia banyak mengenang hari-harinya bersama ibu. Ternyata indah juga, ya?

Dan kehidupan yang suami ibu jalani saat ini (mungkin bersama selingkuhannya), ternyata tak seindah hidupnya bersama ibu.

Inilah yang akhirnya membuat suami menyesali keputusannya dan ingin kembali lagi pada ibu.

Ketiga, ego suami butuh pengakuan

Ini biasanya terjadi pada suami yang selingkuh.

Ibu sudah move dari sakit hati diselingkuhi suami, suami pun sudah jarang pulang ke rumah. Ibu sudah tidak peduli dan tak lagi perhatian pada suami.

Ini membuat suami merasa tidak puas. Karena ibu menyepelekan suami. Ibu hanya fokus pada hidup ibu sendiri.

Suami ibu tidak senang, jika melihat ibu tenang dan tidak mengemis perhatian darinya. Inilah alasan suami kembali. Dia ingin ibu kembali memperhatikannya dan di saat yang sama suami tetap ingin memiliki keduanya.

Yakni ibu dan selingkuhannya.

Keempat, suami sudah berubah

Mungkin saja perpisahan sementara antara ibu dan suami membuat suami introspeksi diri, melakukan perbaikan kemudian ingin kembali memulai dari awal dengan ibu.

Ini benar-benar terjadi dan ada klien saya yang seperti ini. Beliau meminta bantuan saya agar istrinya bisa luluh hatinya dan mau menerimanya kembali.

“Saya kalau gak minta bantuan Mbak Meida, takut ditolak istri”, seperti itu kata beliau.

Sewaktu itu beliau memaharkan Kalung Sakinah kemudian dihadiahkan ke istrinya. Saya juga disini tidak sembarang memberi sarana spiritual ke klien pria ya.

Saya lihat dulu ketulusan hatinya, saya perhatikan keseriusannya dalam berubah. Alhamdulillah itikad baik itu memang ada dalam diri klien saya ini. Itulah kenapa kemudian saya bantu.

Kelima, karena zona nyaman suami adalah ibu

Suami sudah berkelana, sudah mencoba hidup sendiri tanpa perhatian dan kepedulian dari ibu. Tapi setelah dirasakan ternyata zona ternyamannya adalah ibu.

Itulah kenapa dia akhirnya memilih untuk merayu ibu dan meminta ibu kembali.

Keenam, suami ibu mengalami kebingungan

Biasanya ini terjadi pada kasus suami yang selingkuh. Jadi, suami ibu alami kebingungan antara memilih ibu atau selingkuhannya.

Suami ibu di posisi ini belum mampu membuat keputusan. Apakah mau fokus pada istri atau memilih selingkuhannya. Nah, karena kebingungannya inilah suami akhirnya kembali lagi pada ibu.

Sebenarnya kebingungan ini hal yang bagus ya. Karena ini adalah celah dimana ibu bisa menguatkan ikhtiarnya baik itu ikhtiar lahir maupun batin khusus untuk membuat suami kembali bersimpati.

Inshallah ikhtiar yang dilakukan pada momen suami bingung membuat keputusan, adalah ikhitar yang inshallah akan segera mendatangkan hasil yang bagus.

Ketujuh, suami ibu ingin serius berpisah secara baik-baik

Ada lho kasus seperti ini.

Dimana istri sudah mampu move on kemudian suami kembali bersikap baik pada ibu. Tujuannya bukan untuk kembali memperbaiki hubungan tapi ingin mempertegas keputusannya berpisah secara baik-baik dengan ibu.

Jadi, itulah 7 alasan mengapa suami tiba-tiba kembali pada istri yang telah move on. Ada alasan yang menyakitkan, ada alasan yang bikin bahagia dsb.

Jika ibu bertanya pada saya, “saya harus menerima suami kembali atau tidak Mbak Meida?” Saya tidak bisa membuat keputusan.

Keputusan kembali atau tidak itu adalah HAK ibu pribadi yang membuatnya. Ibu siap tidak menanggung resiko ke depan. Ibu mampu tidak menanggung resiko yang mungkin saja lebih menyakitkan dari masa lalu.

Jika siap dan mampu, silakan dilanjutkan. Tapi, kalau masih bingung membuat keputusan. Dan, benar-benar butuh arahan, boleh konsultasi ke saya.

Bisa melalui DM instagram, inbox facebook maupun nomor konsultasi di 08111 264401. Atau bisa juga klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Berikhtiar Mendapat Bimbingan <<

WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp