“Mengapa suami saya selalu memihak selingkuhannya? Padahal saya sudah menunjukkan ribuan bukti bahwa pelakor itu bukan wanita baik-baik.”
“Dia masih bersuami dan memiliki anak-anak, bukan hanya kamu yang digoda tapi juga pria beristri lainnya bahkan hanya mendekati karena materi.”
“Tapi, semua hal itu tak lantas membuat suami meninggalkan selingkuhannya. Bagaimana ini Mbak Meida?”
Ibu dan selingkuhan suami itu ibarat HP lama dan HP baru. Coba bayangkan, saat ibu sudah ada niat bulat untuk ganti HP.
Budget untuk beli HP baru sudah siap, ibu bahkan sudah tahu mau beli HP dengan merk dan tipe apa. Nah, di saat seperti ini ibu melihat HP lama seolah sudah banyak kekurangannya.
Saat ada orang mengirim pesan melalui WhatsApp tapi masuknya lama, ibu menyalahkan HP lamanya. “Maaf ya ini gara-garap HPku sudah lola dsb.”
Padahal yang lambat disini jaringannya, bukan HPnya yang rusak.
Tapi mata ibu sudah dibutakan dengan kemampuan membeli HP baru yang diyakini mampu membuat kita lebih bahagia.
Inilah yang terjadi pada suami ibu saat jatuh cinta dengan selingkuhannya. Selingkuhannya ini salah atau benar, akan selalu dianggap benar.
Di mata suami, tidak ada yang cacat dalam diri wanita ini. Meski ibu menunjukkan seribu bukti keburukan akhlak pelakor, itu takkan mudah membuat suami goyah.
Namanya juga cinta sedang membara, di mata suami ya hanya ada wanita itu. Maka, jangan habiskan tenaga untuk meyakinkan suami bahwa pelakor itu jahat.
Ibu hanya akan mengalami kelelahan mental. Karena apapun yang ibu ucapkan dan lakukan akan selalu salah di mata suami.
Daripada menyalahkan pelakor, lebih baik fokus saja mengasah diri ibu agar terlihat makin berkilau di mata suami. Buktikan dengan tindakan nyata. Salah satunya percantik penampilan luar dan perbaiki aura daya tarik ibu.
Nah, jika disini ibu bingung bagaimana harus bersikap khususnya dalam menghadapi suami dan pelakor, maka jangan ragu menghubungi saya untuk mengikuti Konseling Rumah Tangga.
Konseling Rumah Tangga dilakukan 3 kali melalui telepon dengan tahap penggalian masalah, treatment dan evaluasi.
“Apakah ini berbayar Mbak Meida?”
Ya, sama seperti ketika ibu datang untuk memeriksakan diri ke dokter. Ibu perlu membayar jasa dokter dan menebus obat.
Sama halnya dengan Konseling Rumah Tangga ini. Ada biaya yang harus ibu keluarkan karena ibu akan mendapatkan treatment khusus.
“Mbak Meida, curhat kok bayar sih!”
Konseling berbeda dengan curhat. Kalau ibu curhat dengan teman, ibu hanya akan didengarkan. Bahkan curhatan ibu nanti bisa viral karena digosipkan di belakang ibu.
Melalui Konseling Rumah Tangga, saya tidak hanya mendengarkan. Saya berikan treatment khusus sehingga keputusan yang ibu ambil bisa lebih tepat.
Tidak membuat ibu menyesal serta tidak membuat ibu terus menerus menahan rasa sakit. Tak perlu ragu ikuti Konseling Rumah Tangga karena masalah dan data ibu menjadi rahasia saya.
Bagi ibu yang siap berikhtiar melalui Konseling Rumah Tangga, silakan bisa hubungi di nomor konsultasi 085867777797 atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.
Pernahkah ibu mendengar istilah sindrom istri kesepian? Ini biasanya terjadi saat kebutuhan, kecemasan dan keinginan istri diabaikan oleh suaminya.
Saat istri mendambakan keintiman dan koneksi yang dalam tetapi suaminya memilih untuk tidak menanggapi atau mengabaikannya.
Hal-hal seperti ini jika terus dibiarkan maka bisa berdampak pada kesehatan mental istri yakni merasa kesepian.
Kesepian adalah kondisi mental yang tak banyak diakui klien saya. Mereka jujur dengan kesalahannya dalam berumah tangga. Tapi satu hal yang jarang klien akui adalah rasa sepi, karena bagi klien saya sepi itu terlihat mengenaskan.
Kesepian sendiri sudah menyakitkan ditambah lagi tidak mengakui rasa sepi itu. Ya sudah, lama-lama jika dibiarkan bisa menyebabkan depresi.
Hal ini pun tidak serta merta terjadi ya. Ada penyebabnya dan seringkali penyebabnya itu ya diri kita sendiri.
Berdasarkan ratusan kasus rumah tangga yang saya tangani tiap hari, saya menyimpulkan setidaknya ada 3 penyebab istri alami depresi dan kesepian meski masih ada suami.
PERTAMA
Kehilangan Keintiman Fsik dan Emosional.
Setelah menikah biasanya suami dan istri menjadi sibuk masing-masing. Kesibukan ini akhirnya menimbulkan jarak.
Nah kesibukan ini saya sangat memakluminya, bisa itu karena kurangnya hubungan intim, masalah keuangan, pertengkaran terus menerus karena tema tertentu dsb.
Selain itu, kebosanan juga bisa berdampak pada kehilangan keintiman fisik dan emosional.
Solusi yang saya berikan untuk klien yang kehilangan keintiman fisik dan emosional adalah mulai memperbanyak waktu berdua.
Bisa itu makan di luar rumah seperti dulu waktu pacaran, belanja kebutuhan rumah tangga bersama, masak bareng, olahraga bersama dsb.
Hal-hal kecil yang kita lakukan tiap hari atau rutinitas kita itu bisa bermakna apabila memang kita memaknainya. Bukan sekedar dekat secara fisik tapi juga meniatkan diri untuk dekat secara mental.
KEDUA
Membandingkan Nikmat Diri dengan Media Sosial.
Zaman sekarang, semua orang begitu terpaku pada media sosial ya. Ibu mungkin juga melakukan hal yang sama, suka main media sosial.
Sedih, posting.
Bahagia, posting.
Kecewa, posting.
Marah, posting dsb.
Mulai dari makan dan kencan malam hingga liburan dan segala sesuatu yang kita kerjakan, biasanya kita hobi banget untuk menguploadnya di media sosial.
Bagi saya sebenarnya tidak masalah! Kehidupan ibu, apa yang ibu bagikan adalah hak ibu. Tapi, yang menurut saya kurang baik adalah kebiasaan membandingkan.
Orang-orang biasanya tidak hanya mengupload kegiatan kesehariannya di medsos, tapi juga membandingkan nikmat yang dia miliki dengan nikmat yang dimiliki orang lain.
Kita membandingkan rumah tangga kita dengan rumah tangga orang lain. Kita membandingkan cara kita menikmati liburan dengan cara orang lain menikmati liburannya.
Dan, ini menyebabkan kita merasa kesepian. Karena seringkali nikmat yang kita miliki tidak sebaik nikmat yang dimiliki orang lain. Kita merasa jauh, terpuruk dan akhirnya sepi hingga depresi.
KETIGA
Menggantungkan Kebahagiaan Diri pada Suami
Setelah menikah, kita berpikir bahwa kebahagiaan kita adalah karena ada suami. Ada suami yang menafkahi, ada suami yang memberikan perhatian, ada suami yang peduli dan selalu ada untuk kita.
Tapi pada kenyataannya suami ibu tidak melakukan semua itu. Nafkah untuk ibu kurang, suami ibu tidak peka dan jarang memperhatikan ibu.
Akhirnya ibu merasa sepi dan depresi. Nah, yang perlu diperbaiki disini adalah cara berpikir ibu. Yakni sumber kebahagiaan bukan ada pada suami melainkan ada pada diri ibu sendiri.
Suami kurang perhatian? Sedih, kecewa, marah, boleh. Bahkan jika ibu mengukapkannya pada suami mengenai keluhan tersebut, sangat boleh.
Tapi jangan lemah lalu mengemis perhatian pada suami. Lebih baik gunakan tenaga, waktu dan fokus ibu untuk memperhatikan diri ibu sendiri.
Kadang-kadang, istri merasa kesepian dalam pernikahan karena mereka mengharapkan seseorang di luar mereka untuk membuat mereka merasa lengkap.
Kadang, kita merasa tidak cukup baik sehingga kita butuh validasi orang lain untuk membuat kita merasa baik.
Jadi mulai sekarang ubah mindset ibu mengenai sumber kebahagiaan. Inshallah ke depan ibu tidak akan mudah kecewa, kesepian dan depresi.
Sebelum saya menjelaskan apa alasan istri memilih bertahan dalam rumah tangga meski tidak bahagia, saya mau tanya dulu pada ibu. Kira-kira ada tidak ya disini istri yang merasa tidak bahagia?
Apa yang membuat ibu merasa tidak bahagia dengan pernikahannya? Silakan ditulis di kolom komentar, saya mau baca satu per satu.
Jadi, setelah saya baca “rasa tidak bahagia dalam rumah tangga” disini bervariasi ya. Dan, semuanya diuji dengan masalah yang beragam.
Semua rumah tangga memang selalu diuji sesuai porsinya masing-masing. Ada yang diuji masalah finansial, anak, kesehatan, mertua, tetangga dan ada juga istri yang diuji oleh suami sendiri.
Apapun masalah dan ujian yang saat ini sedang menghampiri rumah tangga ibu, jangan putus asa dulu. Semua bisa diikhtiarkan.
Ibu bergabung di live streaming saya ini pun, ini juga bentuk ikhtiar. Sharing kasus yang dialami, kita bahas bersama, kita cari solusi bareng disini. Dan, saya juga akan bantu doakan.
Bukan hanya saya yang mendoakan, ada banyak follower saya di Instagram, Facebook, TikTok dan YouTube disini juga membantu mendoakan. Pernah dengar ya kalau ada lebih dari 40 orang yang mendoakan inshallah doa kita akan lebih mudah diijabah. Jadi, jangan ragu minta doa di kolom komentar ini.
Nah, tadi ibu sudah menulis ya beberapa hal yang membuat ibu merasa tidak bahagia dengan pernikahannya. Pertanyaan saya persis sesuai judul live streaming saya kali ini, “Mengapa Memilih Bertahan Meski Tidak Bahagia?”
Ibu tahu betul bahwa ibu tidak bahagia dengan segala alasan yang beragam. Tapi kenapa memilih bertahan? Coba tulis lagi alasannya di kolom komentar. Saya ingin tahu apa alasan ibu bertahan.
Baik, cukup beragam ya alasannya.
Berdasarkan pengalaman saya yang alhamdulillah tiap hari mengurus ratusan klien dengan masalah rumah tangga, saya menarik benang merah disini.
Bahwa ada satu penyebab mengapa ibu bertahan yakni, “istri terlalu bergantung pada ikatannya dengan suami, sehingga ini membuat istri merasa tidak cukup yakin dalam membuat keputusan.”
Ingat ya dan tolong digarisbawahi, istri terlalu bergantung pada ikatannya dengan suami. Bukan karena menganggur dan tidak bekerja. Bukan karena tidak berpendidikan. Bukan karena anak.
Ada banyak klien saya yang sangat mandiri. Tidak bergantung secara finansial pada suami, tapi tetap bertahan meski terus disakiti suami.
Ada klien saya yang S2 dan S3 yang saat ini tidak bekerja, tapi kalau mau memulai karir sangat mudah bagi mereka. Tapi, mereka tetap bertahan meski sama suaminya sering disakiti.
Jadi, bergantung pada ikatan disini tidak melulu soal ketergantungan finansial melainkan ada juga istri yang ketergantungan emosi dan sosial. Saya akan contohkan satu per satu kasus klien saya agar bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua.
Pertama, istri yang bergantung pada suami secara emosional. Semalam saya baru saja membuat instagram story ya mengenai judul live streaming ini.
Dan, bisa saya katakan 70% follower saya menyebutkan masih cinta dan sayang sama suaminya. Jadi, tidak bisa meninggalkan.
Mungkin saja ibu-ibu ini usia pernikahannya ada yang sudah puluhan tahun, kemana-mana sudah terbiasa ada suami.
Ada juga yang pernikahan masih seumur jagung tapi mungkin dulu mengenal suaminya cukup lama. Sehingga ikatan emosional diantara keduanya sangat kuat.
Ada lagi klien saya yang dulunya itu non muslim ya kemudian menjadi mualaf karena ikut suami. Setelah beberapa lama menikah dengan suaminya, akhirnya jatuh cinta beneran dengan agama Islam.
Diajari suaminya tentang tauhid dsb. Nah, suaminya ini adalah perantara antara pribadi klien saya dengan Tuhannya. Karena jasa suaminya inilah, klien saya merasa butuh sosok suami.
Inilah yang disebut dengan ketergantungan emosional. Adakah ibu-ibu disini yang mengalami ketergantungan emosional dengan suaminya?
Yang kedua, ada istri yang alami ketergantungan sosial. Dari hasil survey setelah buat story instgaram semalam ya, ada banyak juga ibu-ibu yang memberikan alasan “keluarga besar, lingkungan dan teman-teman.”
Jadi mereka bertahan dalam rumah tangga meski tidak bahagia, karena takut dengan cap buruk dari lingkungan sosial ini tadi.
Takut dikatain tidak becus urus rumah tangga, takut jadi bullyan keluarga besar, takut jadi janda di hadapan teman-teman dsb.
“Bertahan gak apa-apa deh, yang penting status sosial aman dulu!” Seperti itu kurang lebih jeritan hati mereka yang bergantung secara sosial dengan suaminya.
Nah biasanya yang alami ketergantungan sosial dengan suami ini adalah orang terpandang. Takut karirnya rusak, takut imejnya jadi buruk dsb.
Mereka ini istri-istri yang mampu hidup tanpa suami jika dipandang dari segi finansial. Tapi jika dipandang dari segi sosial, mereka bimbang jika harus berpisah dari suaminya.
Yang ketiga, ada istri yang alami ketergantungan finansial. Yang ini sudah jelas, mereka adalah istri yang tidak bekerja, tidak berkarya, tidak memiliki penghasilan. Sehingga sangat bergantung pada suami.
Mereka jelas tidak memiliki keberanian untuk membuat keputusan karena tidak memiliki daya. “Jika saya pilih berpisah, nanti bagaimana kehidupan saya selanjutnya? Saya juga mungkin tidak akan mampu menghidupi anak-anak saya.”
Kurang lebih seperti itu jeritan hati para istri yang kebetulan secara finansial ini bergantung pada suaminya.
Jadi, seperti itu beberapa alasan mengapa istri memilih bertahan dengan suami meski tidak merasa bahagia.
Apapun yang ibu pilih, sudah pasti ada sisi baik dan buruknya. Dan, semua kembali lagi pada iabu. Jika memang pilihannya ini mengandung banyak resiko kemudian ibu siap menanggung resiko ini dalam jangka panjang, maka silakan lanjutkan.
Tapi, jika resiko-resiko yang hadir membuat ibu tidak kuat menanggungnya apalagi sudah terlihat dampak buruknya, seperti mengganggu kesehatan ibu, fokus dan konsentrasinya terganggu, performa bekerjanya juga menurun, kualitas mendidik anak juga memburuk, ini berarti keputusan ibu tidak membawa manfaat dalam hidup ibu.
Dari apa yang sudah saya jabarkan disini, apabila masih ada kendala, kebingungan dalam membuat keputusan. Atau ibu ingin mendapatkan bimbingan lahir batin terkait masalah rumah tangga yang ibu alami, jangan sungkan untuk hubungi saya.
Melalui chat WhatsApp maupun telepon di nomor konsultasi 08111 264401 atau melalui klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.
Apa yang seringkali menjadi sumber konflik antara suami dan istri? Bagi ibu-ibu yang tahu jawabannya boleh banget ditulis di kolom komentar. Saya ingin tahu pendapat ibu-ibu disini.
Sebagian besar dari ibu-ibu disini pasti menjawab, sumber konflik suami istri adalah keuangan Mbak Meida. Anak-anak, komunikasi yang tidak terbuka, mertua, pasangan yang tidak jujur dsb.
Semua itu benar! Tidak ada yang salah.
Tapi berdasarkan pengalaman saya menangani ratusan masalah klien, beberapa hal yang saya sebutkan tadi adalah penyebab turunan. Sumber utamanya bukan hal tersebut.
Lalu, sumber utamanya apa Mbak Meida?
Baik, sebelum saya kasih tahu ibu-ibu apa itu sumber utama konflik suami istri, saya mau share dulu nomor konsultasi saya. Silakan dicatat di nomor 08111 264401.
Melalui nomor tersebut, ibu bisa menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon kemudian menjelaskan masalahnya secara detil dan jujur. Sehingga saya bisa membantu memberikan solusi dan bimbingan tepat sesuai kondisi rumah tangganya.
Yang seringkali menjadi sumber konflik antara suami dan istri bukanlah masalah itu sendiri. Melainkan “kondisi mental atau emosi” dari masing-masing pihak. Baik yang memberi pernyataan pertama kali maupun yang memberi respon.
Contoh; Naya yang merupakan seorang istri pada hari ini memasuki masa PMS (Premenstrual Syndrome). Tahu sendiri kan ibu-ibu, di masa-masa ini berarti “Perempuan Menjadi Singa.”
Terjadi gejolak emosi hebat yang membuat Naya mudah marah dengan meledak-ledak meski disebabkan karena masalah sepele.
Di masa PMS ini, Naya mendapati es batu yang telah dibuatnya dalam frezeer tiba-tiba lenyap tanpa bekas.
Hanya gara-gara es batu! Naya melabrak sang suami, menyalahkannya karena tak ijin dulu saat menggunakan beberapa es batu buatannya. Menyudutkan sang suami, membentak bahkan mengungkit kesalahan suaminya di masa lalu.
Sang suami tentu kaget dan balik memarahi Naya. Tak terima dengan hinaan dan bentakan sang istri apalagi hanya karena es batu.
Respon Naya saat melihat es batunya diambil suami tanpa ijin ini terjadi pada masa PMS. Masa dimana wanita, gejolak emosinya sedang naik turun.
Sehingga, hal sepele bisa membuatnya naik darah. Suami yang memahami istrinya karena saat itu sedang PMS, seharusnya tidak perlu marah balik. Melainkan meminta maaf, karena memang salah tidak ijin dulu saat ambil es batu.
Dan, memahami bahwa sang istri sedang melalui masa PMS. “Maka, kesalahan saya meskipun kecil memang tidak bisa ditolerir oleh istri.” Suami seharusnya diam dan mendengarkan omelan Naya.
Berbeda jika saat suami Naya “mencuri” es batu pada masa suburnya si Naya. Bagaimana kira-kira reaksi Naya? Tentu saja! Dia akan menggoda dan meledek manja suaminya.
“Kenapa kamu gak ijin dulu sayang? Aku kan bisa buat es batu lebih banyak”
Perhatikan disini! Perilaku yang sama, tapi mengundang reaksi yang berbeda. Karena kondisinya saat itu juga berbeda.
Kondisi pertama terjadi saat Naya mengalami masa PMS dan kondisi kedua terjadi saat Naya mengalami masa subur.
Ingat! Masa PMS wanita membuat gejolak emosinya naik turun. Masa subur wanita membuat mood wanita selalu baik dan bersemangat.
Semua respon kita terhadap apa yang dilakukan pasangan atau respon pasangan kita terhadap apa yang kita katakan, itu tergantung KONDISI MENTAL atau EMOSI pada saat itu.
Kondisi emosi yang bagus, mendatangkan reaksi yang enak didengar maupun dilihat.
Kondisi emosi yang buruk, mendatangkan reaksi yang sudah pasti di luar dugaan ngerinya.
Jadi, ibu-ibu subscriber saya tercinta, sebelum mengungkapkan suatu hal penting pada suami, perhatikan dulu KONDISI MENTAL atau EMOSI pasangan.
Dan, yang juga tak kalah penting adalah memahami! Saat suami merespon buruk terhadap pelayanan kita, perhatikan apakah saat itu kondisi mental atau emosinya sedang tidak baik?
“Mbak Meida, suami saya suka like foto wanita-wanita di Facebook dan Tiktok. Apa yang harus saya lakukan? Apakah dibiarkan saja tidak apa-apa?”
Ini adalah pertanyaan salah satu follower saya di instagram. Instagram saya ada di @mbakmeida. Untuk yang belum follow, silakan follow sekarang.
Karena ada banyak tips tentang rumah tangga yang saya bagikan di instagram dan sifatnya ringan. Jadi, kita bisa seru-seruan disana.
Sekarang untuk suami yang hobi like atau mengamati wanita-wanita di medsos, apakah bisa dibiarkan begitu saja Mbak Meida?
Tidak bisa!
Ingat! Koruptor yang berani korupsi uang rakyat hingga milyaran, biasanya dia memulai aksinya dari puluhan juta.
Jadi, koruptor kelas kakap itu kalau mau maling tidak langsung banyak. Awalnya pasti sedikit-sedikit kemudian setelah terbiasa, berani ambil lebih banyak.
Sama halnya dengan suami. Awalnya mungkin hanya like, hanya iseng-iseng mengikuti. Kemudian iseng mengomentari postingan wanita-wanita di medsos hingga akhirnya dapat balasan dari wanita tersebut.
Nah, disinilah celahnya!
Saat mendapat respon balik dari wanita di media sosial ini, suami seolah mendapat lampu hijau dari si wanita itu. “Hey iya ini aku, kamu boleh dekatin aku”
Itu yang dipikirkan suami sampai akhirnya suami ibu berani untuk mengirim pesan langsung ke wanita tersebut.
Disini ibu sudah paham alurnya ya. Suami memulainya dari iseng, melakukan hal-hal sepele seperti like. Tapi ujungnya dia akan berani melakukan hal yang lebih.
Jadi, di saat ibu sudah mengetahui suami banyak memberi like pada wanita-wanita di medsos, saran saya langsung dikunci birahinya dengan memanfaatkan Kalung Sakinah. Ini merupakan kalung emas asli dengan 3 energi sekaligus.
Manfaat pertama, membuka komunikasi agar tiap kata yang ibu ucapkan bisa lebih didengarkan suami.
Pria yang sedang kasmaran karena nafsunya diburu oleh pengaruh susuk, pelet atau ilmu gaib lainnya bisa diluluhkan hatinya melalui kalimat-kalimat baik dari istri sah.
Manfaat kedua, mengunci birahi suami. Khususnya agar tidak berhubungan dengan wanita pengguna ilmu hitam.
Karena banyak pelakor yang saya ketahui memanfaatkan susuk atau ilmu gaib lain di daerah kemaluannya.
Sehingga, tiap kali berhubungan dengan suami ibu, energi negatifnya bereaksi dan membuat suami makin sulit melepaskan diri.
Manfaat ketiga, meningkatkan keharmonisan rumah tangga. Ini sebagai pelengkap karena komunikasi sudah terbuka dan birahinya terkunci.
Energi dari Kalung Sakinah ini dari mana Mbak Meida? Apakah dari khodam, jin atau ilmu hitam juga?
Energi Kalung Sakinah adalah murni dari kekuatan doa. Kita memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa, meminta perlindungan, pertolongan dan petunjukNya agar diberikan solusi terbaik untuk rumah tangga kita.
Saya tidak menggunakan ilmu hitam, jin, khodam dsb. Jadi, ibu-ibu yang ingin memaharkan Kalung Sakinah ini jangan khawatir.
Dan, ketika ibu memaharkan Kalung Sakinah saya tidak hanya memberikan kalung begitu saja.
Saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu agar hasilnya lebih optimal.
Bagi ibu yang siap berikhtiar melalui Kalung Sakinah bisa menghubungi nomor konsultasi untuk melakukan pemesanan yakni di 08111264401.
Mengapa istri perlu mengetahui ketakutan-ketakutan suaminya? Karena ketakutan suami merupakan kelemahan suami.
Dan, ini bisa membantu ibu memberikan pengertian serta dukungan pada kelemahan suami ini sehingga ibu bisa lebih mudah menyentuh ego suami.
Ego suami kalau sudah mampu dikuasai istri, inshallah suami gak bakal kemana-mana dan hanya nempel lengket terus pada ibu.
Sebelum saya sebutkan satu per satu apa saja ketakutan suami yang dirahasiakan dari istrinya, silakan ibu bisa catat dulu nomor konsultasi saya di 085867777797.
Melalui nomor konsultasi tersebut, ibu bisa menceritakan mengenai masalahnya secara detil dan jujur. Dan, tidak perlu khawatir karena data serta masalah ibu pasti terjaga.
Jika ibu mengetahui saya sering membagikan kisah klien, itu sudah mendapatkan persetujuan dari klien bahwa masalah mereka boleh dishare untuk pembelajaran bersama. Jadi, jangan ragu berkonsultasi dengan saya ibu ya.
Hal pertama yang menjadi ketakutan suami adalah takut tak mampu menghasilkan uang yang cukup
Suami yang bertanggung jawab selalu memiliki keinginan untuk membahagiakan istri dan anak-anaknya. Memberi pakaian yang pantas, rumah yang nyaman, makanan yang sehat serta pendidikan yang layak.
Semua yang saya sebutkan tadi adalah kebutuhan dasar. Yang apabila suami mampu memenuhinya, dia merasa bangga menjadi pemimpin keluarga.
Tapi, jika suami kesulitan memenuhi kebutuhan yang paling mendasar, ada perasaan hina dan takut istrinya tidak bahagia.
Hal kedua yang menjadi ketakutan suami adalah kematian mendadak dari istrinya
Suami sebenarnya adalah sosok yang bergantung pada istri. Karena istri terbiasa mengerjakan semua urusan rumah tangga sendiri.
Sedangkan suami terkadang hanya fokus pada pekerjaannya di luar rumah. Tidak terbiasa mengurus pekerjaan rumah tangga.
Karena tak terbiasa inilah, kadang terbersit dalam pikiran suami “bagaimana jika saya ditinggal istri? Apakah saya mampu mengurus semuanya sendiri?”
Hal ketiga yang menjadi ketakutan suami adalah diselingkuhi istri
Ada suami yang pendiam, tak pernah mengungkapkan perasaannya pada istri. Tidak mampu bersikap romantis bahkan tidak pernah mengucapkan kata sayang atau cinta pada istri.
Meski begitu, suami yang nampak tidak peduli seperti ini sebenarnya ada ketakutan diselingkuhi istri.
Hal keempat yang menjadi ketakutan suami adalah direndahkan istri
Bukan hanya takut, tapi suami juga sedih dan marah saat istri yang paling dicintai tega merendahkannya.
Bisa itu melalui sikap kita, mimik muka, bahasa tubuh atau kita langsung secara blak blakan ke suami.
Perlu ibu ketahui bahwa pria adalah sosok yang memiliki ego tinggi. Maka, diremehkan orang lain bisa membuatnya sangat marah dan sedih.
Hal kelima yang menjadi ketakutan suami adalah jika ibu lebih mencintai anak-anak
Ketika masih berdua tanpa anak, ibu begitu perhatian pada suami. Melayani suami 100% dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Saat memiliki anak, suami ibu membayangkan bahwa ibu mengurangi sedikit perhatian itu karena fokus ibu terbagi untuk suami dan anak.
Dan, suami sebenarnya terkadang iri terhadap anak-anaknya sendiri yang mendapat perhatian lebih dari ibu.
Itulah 5 ketakutan suami yang dirahasiakan dari ibu. Setelah mengetahuinya, sekarang ibu bisa lebih menyentuh ego suami melalui 5 ketakutan ini.
Contoh, ibu tahu suami adalah sosok yang tak bisa direndahkan. Maka hindari meremehkan suami dalam bentuk apapun.
Jika bisa, cobalah untuk angkat ego suami. Berikan ucapan terimakasih, berikan apresiasi terhadap sikapnya dan jelaskan jika ibu menyukai perbuatan-perbuatan baiknya.
Inshallah ini mampu menyentuh ego suami dan membuat sikap suami lebih luluh terhadap ibu.
Sedikit banyak, ibu pasti mengetahui saat suami jatuh cinta lagi pada wanita lain. Karena suami pernah jatuh cinta pada ibu.
Jadi, ciri-ciri suami ibu yang jatuh cinta lagi pasti akan terlihat dalam kesehariannya. Misalnya, ibu melihat suami mulai memperbaiki penampilan.
Ini terjadi karena biasanya saat jatuh cinta, kita selalu ingin tampil lebih baik dan selalu ingin menampilkan yang baik-baik saja pada orang yang kita cintai.
Maka, penampilan suami ibu tentu sedikit banyak pasti berubah.
Selain itu, suami ibu biasanya lebih lengket dengan HPnya. Ini dilakukan karena HP lah satu-satunya alat komunikasi antara suami ibu dengan selingkuhannya.
Tiap kali ibu mendekat saat suami main HP, tentu dia akan merasa canggung, tidak nyaman lalu menyembunyikan HPnya.
Selain itu biasanya suami ibu akan mengurangi jatah bulanan untuk keluarga. Ini terjadi karena orang jatuh cinta selalu ingin membelikan apapun untuk orang yang dicintai.
Entah itu makanan, baju, aksesoris bahkan memberi jatah bulanan. Maka, ini membuat pengeluaran suami melonjak dan berdampak pada jatah bulanan ibu yang dipotong.
Apalagi ciri-ciri orang yang lagi jatuh cinta? Benar sekali!
Emosinya naik turun tak terkendali. Tiap kali suami pulang kerja dengan wajah ceria, mood yang bagus dan mau berkomunikasi dengan ibu, biasanya dia memang sedang ada kabar baik dengan selingkuhannya.
Tapi, dalam waktu singkat! Mood yang bagus itu bisa berubah menjadi buruk jika suami ibu ada masalah dengan selingkuhannya.
Nah, saat mood suami memburuk ini bisa dipastikan ibu lah yang menjadi sasaran amarahnya. Suami ibu mencari-cari kesalahan ibu, marah dengan hal sepele yang dikerjakan anak-anak dan malas berbicara dengan ibu.
Ya.. inilah ciri paling jelas dari orang yang sedang jatuh cinta. Saya yakin, saat ini terjadi pada suami ibu, ibu sudah mampu merasakannya. Karena feeling wanita itu kan cukup kuat ya.
Nah, saat seperti ini apa yang harus saya lakukan Mbak Meida? Saya belum menemukan bukti apapun, tapi saya ada feeling kuat suami selingkuh.
Sikap yang perlu ibu ambil adalah berpikir dengan kepala dingin sehingga ibu bisa fokus pada solusi. Jangan terburu-buru meluapkan emosi pada suami sambil mengancam cerai.
Karena tiap pernikahan akan diuji dengan berbagai cara, termasuk salah satunya adalah godaan pihak ketiga yang terjadi pada suami ibu.
Ibu boleh meluapkan amarah dan kekecewaannya dengan cara apapun yang bisa membuat hati ibu lega. Inshallah ini akan membuat ibu lebih tenang. Dan, ketenangan akan berdampak baik pada cara ibu dalam membuat keputusan.
Jika disini ibu kesulitan dalam membuat keputusan, ibu boleh menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon di nomor konsultasi 085867777797.
Masalah dan data diri yang ibu bagikan pada saya saat berkonsultasi, tidak perlu dikhawatirkan. Pasti aman dan terjaga.
Jika ibu mengetahui saya sering membagikan kisah klien, itu sudah mendapatkan persetujuan dari klien bahwa masalah mereka boleh dishare untuk pembelajaran bersama. Jadi, jangan ragu berkonsultasi dengan saya ibu ya.
Penjajahan yang dilakukan suami terhadap istri bentuknya macam-macam.
Ada suami yang tidak menafkahi istri dan ini penjajahan terhadap hak nafkah lahir istri. Ada suami yang menjadikan istrinya hanya sebagai tempat pembuangan racun syahwatnya, ini juga penjajahan terhadap hak kasih sayang tulus dari suaminya.
Ada suami yang melarang istri bekerja dan di saat yang bersamaan suami tidak menafkahi secara layak. Ini termasuk penjajahan.
Ada suami yang berselingkuh terang-terangan di depan istri, tidak memperhatikan perasaan istri. Ini penjajahan terhadap hak dikasihi secara utuh oleh suami. Penjajahan terhadap perasaan istri.
Ada lagi istri yang merasa terjajah oleh suami? Silakan jangan ragu untuk sharing di kolom komentar di bawah video ini.
Selama saya tidak tidur, saya akan baca komentar ibu dan berusaha untuk membantu ibu keluar dari ruwetnya masalah rumah tangga yang dialami.
Dan, jika komentar ibu tidak saya balas silakan jangan sungkan untuk langsung menghubungi saya melalui WhatsApp atau telepon di nomor konsultasi 085867777797.
Masalah dan data diri yang ibu bagikan pada saya saat berkonsultasi, tidak perlu dikhawatirkan. Pasti aman dan terjaga.
Jika ibu mengetahui saya sering membagikan kisah klien, itu sudah mendapatkan persetujuan dari klien bahwa masalah mereka boleh dishare untuk pembelajaran bersama. Jadi, jangan ragu berkonsultasi dengan saya ibu ya.
Oke, kita lanjutkan lagi mengenai cara melepaskan diri dari penjajahan suami.
Hal pertama yang perlu ibu lakukan adalah menyadari bahwa diri ibu adalah milik ibu sendiri. Istri yang merasa terjajah selama ini memiliki mindset bahwa saya adalah milik suami.
Ini cara berpikir yang keliru. Ibu bukan milik suami. Diri ibu adalah milik ibu sendiri. Cara berpikir yang tepat akan mempengaruhi cara ibu dalam bersikap.
Hal kedua yang perlu ibu lakukan adalah meningkatkan harga diri ibu untuk kebaikan diri ibu sendiri. Tulis minimal 5 sifat yang paling ibu sukai yang ada dalam diri ibu.
Usahakan daftar karakter yang ibu tulis nyambung dengan masalah yang ibu hadapi. Contoh, suami melakukan penjajahan terhadap perasaan ibu, dia berkata “kamu tidak menarik lagi.”
Selanjutnya, tulis sifat ibu yang ibu sukai.
“Saya penyayang”
“Saya sabar hadapi masalah”
“Saya optimis dan pantang menyerah”
“Saya istri yang patuh”
“Saya istri yang penuh perhatian”
Selanjutnya urutkan, sifat mana yang paling ibu sukai dari nomor 1 hingga 5. Kemudian, pilih satu sifat yang nomor satu alias yang paling ibu sukai.
Kemudian buatlah satu paragraf yang menjelaskan tentang mengapa sifat tersebut ibu sukai. Contohnya seperti ini;
“Saya optimis dan pantang menyerah. Sebesar apapun masalah yang saya hadapi. Saya mudah bangkit dan memperbaiki diri. Tiap kali merasa minder, ulangi terus kalimat yang ibu buat ini.”
Inshallah 2 metode sederhana ini pelan-pelan bisa membantu ibu lepas dari penjajahan terhadap suami. Ingat 2 hal ini! Diri ibu adalah milik ibu sendiri dan ibu adalah sosok yang berharga.
Kata klien saya yang sudah mampu move on dari sakitnya diselingkuhi suami. Orang yang sudah mampu berkata seperti ini, dulunya juga melewati proses yang tidak mudah dalam menyembuhkan luka batinnya.
Namun seiring berjalannya waktu, setelah ibu mampu memaafkan dan menerima keadaan, ibu mulai bangkit dan mampu menertawakan perselingkuhan.
Ibu tak terlalu memikirkan suami dan orang ketiga. Ibu hanya fokus pada kemajuan hidup ibu sendiri.
Dan, setelah mencapai fase memaafkan serta menerima keadaan, ibu mampu memetik pelajaran berharga dari PERSELINGKUHAN.
Khusus pada pembahasan kali ini, saya akan bahas apa saja pelajaran berharga yang bisa ibu ambil dari perselingkuhan.
Sebelumnya silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08111264401. Melalui nomor tersebut, ibu bisa menjelaskan masalahnya secara detil dan jujur.
Sehingga selanjutnya saya bisa membantu memberikan solusi serta arahan tepat sesuai masalah yang ibu alami.
Jangan ragu berkonsultasi dengan saya melalui chat WhatsApp maupun telepon. Karena data pribadi ibu menjadi rahasia saya dan saya akan bantu berikan bimbingan sampai ibu bisa merasakan manfaat positif.
Baiklah, pelajaran pertama dari perselingkuhan adalah “tidak ada yang abadi”
Ibu pasti sudah sering mendengar pepatah “roda itu berputar”. Kadang kita bahagia, kadang kita berduka.
Saat mendapatkan kebahagiaan, kenyamanan dan kesejahteraan, pastikan ibu menikmati hal itu serta selalu mensyukurinya.
Karena akan datang masa berduka yang sengaja digilir oleh Tuhan untuk memastikan bahwa iman kita tidak goyah.
Saat suami baik dan setia, syukurilah! Saat suami mulai berulah, tetaplah berikhtiar serta yakin bahwa suka dan duka itu bergilir. Dan, tidak ada yang ABADI.
Pelajaran kedua dari perselingkuhan adalah “ibu tetaplah sosok yang berharga”
Saat mengetahui suami selingkuh, banyak istri yang berpikir bahwa ini salah saya. Saya banyak kurangnya. Saya tidak seharusnya melakukan A, B, C dan D.
Ini cara berpikir yang TIDAK TEPAT!
Banyak suami yang berselingkuh karena memang karakternya tamak, tidak bersyukur dan tidak mampu mengontrol syahwatnya.
Ibarat orang sudah sarapan pakai nasi dan lauk lengkap yang sehat, tapi setelah jalan-jalan keluar tetap beli martabak manis yang tidak sehat.
Artinya, ini hanya soal pengendalian nafsu. Perselingkuhan tidak selalu salah istri.
Pelajaran ketiga dari perselingkuhan adalah “ibu jadi lebih tahu siapa yang perlu dicintai dan dihargai lebih dulu”
Banyak istri yang sudah dikhianati, disakiti, direndahkan dan diinjak-injak suami, tapi masih memilih untuk bertahan.
Tidak salah menurut saya. Karena saya yakin, mereka memiliki pertimbangan masing-masing.
Tapi dari pengalaman yang terjadi langsung pada diri ibu ini, ibu seharusnya lebih paham. Siapa sosok yang seharusnya dicintai dan dihargai lebih dulu.
Ternyata bukan suami. Bukan pula anak. Melainkan diri kita sendiri.
Itu 3 pelajaran penting dari perselingkuhan. Ternyata tidak selalu buruk, kan? Inshallah saat ibu telah melewati fase sakit hati dan mampu menerima apa yang telah terjadi, ibu akan lebih mudah menerapkan 3 pelajaran penting ini.
Saya yakin ibu pasti familiar mendengar istilah positive self talk. Makna sederhananya adalah berpikir dan berkata hal-hal yang positif untuk diri sendiri.
Khususnya jika ibu disini mentalnya sering dijatuhkan suaminya sendiri. Sehingga membuat ibu merasa tidak percaya diri, rendah diri, tidak dihargai dsb.
Salah satu hal yang bisa membantu adalah dengan tetap berprasangka positif terhadap apapun masalah yang menghampiri ibu.
Namun, sayangnya pikiran dan perasaan kita itu tidak selalu positif. Dan, apabila dipaksakan untuk selalu positif justru sulit bahkan tidak bisa.
Contoh; saat ibu melihat ada chat masuk di handphone suami dan kebetulan itu dari selingkuhannya. Ibu sedih dengan hal tersebut.
Namun ibu berusaha untuk tetap positif dengan berkata, “semuanya akan baik-baik saja”
Padahal kenyataannya, perasaan ibu saat itu kacau. Disini, ibu berusaha mengubah secara paksa pikiran negatif menjadi positif. Itu tidak baik bagi kesehatan mental ibu dan tidak seharusnya dilakukan.
Ibu adalah manusia yang punya perasaan dan kelemahan. Ibu bisa marah, sedih, kecewa, jengkel, menangis dsb.
Nah, pada kesempatan kali ini saya akan ajarkan pada ibu. Bagaimana cara menyusun positive self talk yang benar.
Karena PositiveSelf Talk bukan sekedar berkata hal-hal yang positif. Bukan memaksa pikiran negatif berubah menjadi positif.
Positive Self Talk adalah menerima keadaan, perasaan dan prasangka yang datang sehingga ibu bisa lebih mampu mengontrol emosinya serta fokus pada solusi.
Pertama, tenangkan diri ibu
Saat tiba-tiba ada masalah yang membuat ibu tersentak, cobalah pelan-pelan untuk menenangkan diri. Lalu sadari pikiran dan perasaan yang datang saat itu.
Kedua, kenali pikiran dan perasaan saat itu
Apakah ibu sedang marah, sedih, kecewa atau jengkel? Duduklah di tempat yang nyaman, atur napas dan cari tahu perasaan apa yang ibu alami saat itu
Ketiga, ucapkan apapun yang ingin ibu ucapkan saat itu
Jangan ditahan!
Apapun itu ungkaplah dengan jujur. Tidak perlu menilai apakah itu baik atau buruk. Apakah ungkapan itu tepat atau tidak tepat. Tidak perlu memikirkan apapun. Sampaikan saja dan dengarkan diri ibu sendiri.
Keempat, jika perlu tulislah dalam selembar kertas
Kelima, ubahlah kalimat yang memiliki muatan emosi negatif menjadi kalimat yang netral
Contoh, “saat ini aku sedih tapi aku gak boleh sedih, aku harus kuat”
Gantilah dengan kalimat netral seperti, “aku ingin terlihat kuat khususnya di depan anak-anakku, tapi sekarang aku lemah dan sedih. Nggak apa-apa, aku memang sedih tapi aku sedang berusaha mengatasi rasa sedih ini”
Ini adalah contoh positive self talk yang sederhana. Tidak memaksakan diri untuk positif, bahkan kita mengakui perasaan kita saat itu.
Inshallah ini akan sangat membantu saat ibu terjebak dalam perasaan dan pikiran yang negatif.
Jika tips sederhana ini mampu membantu masalah rumah tangga yang ibu alami, bayangkan jika ibu mendapatkan tips atau bimbingan yang lebih lengkap sesuai masalah yang ibu alami.
Inshallah, hasilnya akan lebih optimal membantu mengatasi masalah rumah tangga ibu. Maka, jangan segan hubungi saya untuk mengikuti konseling rumah tangga secara private. Silakan catat nomor konsultasi saya di 085867777797 atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.
Berdasarkan curhatan detil dan jujur yang ibu konsultasikan pada saya, saya akan membantu mengarahkan sikap apa yang perlu ibu ambil, bagaimana cara menghadapi suami dsb.
Sehingga ke depannya, tidak ada penyesalan terhadap keputusan yang ibu lakukan.