Mendadak Suami Minta Cerai? Bergegaslah Ambil 5 Langkah Ini

Saya ikut merasakan sakit yang ibu rasakan. Ketika suami tiba-tiba ingin bercerai, padahal disini ibu merasa tidak ada masalah yang berarti.

Atau ibu memang tahu ada masalah, tapi selama ini ibu sudah berusaha sekuat tenaga berikhtiar jangan sampai pisah. Tapi pada akhirnya suami memilih untuk berpisah. Jika sudah seperti ini, apa yang harus dilakukan istri?

Apakah kita pasrah saja karena suami memang sudah tekad bulatnya? Atau kita berusaha sekali lagi sampai titik darah penghabisan demi keutuhan rumah tangga?

Nah, saya ingin tahu pendapat ibu-ibu disini. Jika tiba-tiba suami minta cerai, apa yang ibu lakukan? Langsung diiyakan atau berikhtiar agar jangan sampai pisah? Ayo tulis di kolom kometar ya.

————- baca komentar follower ——————-

Baik, bagi saya tidak ada jawaban yang salah. Semua jawaban benar sesuai dengan prinsip hidup ibu masing-masing, sesuai latar belakang dan kondisi rumah tangganya serta sesuai pengalamannya berumah tangga selama ini.

Dan, pada kesempatan live streaming kali ini saya juga akan memberikan jawaban berdasarkan 2 sudut pandang. Sudut pandang pertama saat suami minta cerai dan ibu mengiyakan. Sudut pandang kedua saat suami minta cerai dan ibu ingin mempertahankan. Langkah yang harus diambil tentu berbeda.

Suami yang tiba-tiba minta cerai, saya yakin dia sudah memendam masalah atau keinginannya sejak lama. Tidak ada orang di dunia ini baik suami maupun istri yang tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba berkata “ayo kita cerai.”

Itu agak mustahil!

Kemungkinan besar suami sudah memendam masalah yang tidak diungkapkan secara jujur pada ibu. Dipendam terus, lama-lama kan sampah batinnya menumpuk ya. Akhirnya meledak dan diluapkan dalam bentuk menuntut cerai.

Ada juga kasus dimana klien saya tiba-tiba digugat cerai oleh suaminya. Selama ini baik-baik saja, mereka romantis, mesra dan kompak. Tapi ternyata selama ini sang suami ada simpanan.

Seorang wanita yang telah dipacari lama dan ingin dinikahi tapi tak ingin dimadu. Maunya jadi yang pertama dan satu-satunya. Akhirnya sang suami langsung memberikan ultimatum pada istrinya.

“Kamu akan saya ceraikan akhir tahun ini! Jadi sebaiknya kamu bersiap-siap.”

Kemudian selama beberapa bulan ini klien saya berikhtiar bersama saya, mengharap belas kasih Tuhan semoga hati suaminya bisa luluh sehingga mencabut ucapannya tersebut.

Nah, sekarang saya bahas dulu sudut pandang yang pertama. Yakni suami minta cerai dan istri mengiyakan. Lalu, langkah apa yang harus dilakukan istri?

Ya tidak perlu mengambil langkah apa-apa. Langsung saja diikuti permainan suami. Kan dia yang menceraikan, jadi biarkan suami yang mengurus berkas administrasi dsb. Jadi, kalau istri mengiyakan ya tugas kita simple seperti ini.

Sudut pandang kedua, ketika suami minta cerai kemudian istri ingin mempertahankan. Nah, langkah ini cukup panjang. Karena di satu sisi suami ingin berpisah, di sisi lain istri ingin bertahan. Dua kepala dengan dua perbedaan keinginan. Banyak hal yang harus diikhtiari.

Langkah Pertama, Minta Maaf pada Suami

Apapun yang terjadi, saat suami tiba-tiba berkata ingin cerai langsung ucapkan permintaan maaf. Meski selama ini ibu sudah sering minta maaf, sudah sering mengalah, tidak masalah.

Ucapkan saja permintaan maaf seperti ini, “maaf ya kalau selama ini aku belum mampu menjadi istri yang sesuai harapanmu.”

Sudah cukup!

Katakan itu saja dan tidak perlu ditanggapi dulu mengenai ucapan suami yang minta cerai.

Langkah Kedua, Beri Waktu untuk Suami

Jelaskan pada suami, “mungkin saat ini kamu sedang capek, terbawa emosi, lagi banyak pikiran dan pekerjaan. Aku akan berikan waktu istirahat untukmu.”

Jika sudah berkata seperti ini, maka suaminya jangan diganggu dulu. Biarkan kepalanya dingin, biarkan suasana kembali tenang dulu, berikan waktu baik untuk suami maupun diri ibu sendiri.

Siapa tahu setelah emosi suami terkontrol, dia yang kemudian minta maaf dan tidak jadi menceraikan ibu.

Karena bercerai itu bukan keputusan yang bisa diambil sepihak dan sekali diucapkan bisa langsung terlaksana. Perlu dipikirkan secara matang berdua, dalam kondisi pikiran yang tenang dan dingin.

Langkah Ketiga, Jangan Mencoba Memperbaiki Cara Berpikir Suami

Saya yakin, saat suami berkata cerai, ibu ingin membuatnya segalanya menjadi lebih baik. Ibu ingin mengubah pendirian suami. Ibu ingin mengubah suasana tegang menjadi kalem dan tenang seperti semula.

Tapi ingat! Tidak semudah itu apabila suami sudah memikirkan perceraian cukup lama. Maka jangan terburu-buru, memaksa, menuntut, mendesak dan mengubah cara berpikir suami.

Ibu boleh cemas, takut dan sedih. Itu perasaan wajar yang harus ibu terima. Tapi jangan turuti emosi negatif tersebut demi menyelamatkan rumah tangga ibu.

Jelaskan saja pada suami bahwa ibu memberikan waktu pada suami untuk berpikir ulang. Dan selama suami berpikir ulang, ibu ambil kesempatan untuk introspeksi dan memperbaiki diri.

Langkah Keempat, Jangan Sepenuhnya Menyalahkan Suami

Saat mendadak suami minta cerai, ibu boleh sedih. Tapi saran saya, hindari menyalahkan suami sepenuhnya.

“Biasanya wanita kan menyalahkan orang lain ya! Ini salah kamu, ini gara-gara kamu selingkuh dengan wanita itu jadinya seperti ini.” dsb

Saya tahu, ibu pasti marah dan frustasi sehingga sulit berpikir jernih. Tapi, cobalah secara pelan-pelan untuk memahami kondisi suami ibu.

Apakah dia sedang mengalami kesulitan di tempat kerja, masalah keuangan, kesehatan dsb. Ini perlu dicari tahu ibu. Siapa tahu keinginan suami berpisah bukan karena kesalahan ibu, tapi karena memang ada masalah pribadi di diri suami ibu.

Maka, hindari menyalahkan suami sepenuhnya. Ibu juga perlu mencari tahu masalah pribadi suami yang menyebabkan emosinya jadi labil.

Langkah Kelima, Tetap Jaga Kewarasan Mental Ibu

Pernikahan itu selalu dihiasi dengan berbagai masalah. Masalah A kelar, datang masalah B. Masalah C selesai, datang masalah C, D, E dst.

Itu sudah hukum alam!

Maka ibu sebagai istri yang sedang berikhtiar menjaga keutuhan rumah tangga perlu menyadari hal ini. Sehingga ibu masih mampu menjaga kewarasan mentalnya.

Jika ibu tidak memahami cara main Tuhan terkait tantangan dalam pernikahan, ibu bisa stres dan tertekan. Ibu akan berpikir, “kok saya ada masalah terus ya? Kapan istirahatnya?”

Bener, gak?

Jadi, apapun tantangan yang kita terima terkait masalah pernikahan ini, termasuk di dalamnya adalah suami tiba-tiba menggugat cerai, disyukuri.

Coba belajar untuk memandang masalah dari sudut pandang yang lebih luas seperti “karena tiba-tiba digugat, aku jadi lebih mandiri karena takut benar-benar diceraikan”, “karena tiba-tiba digugat, aku jadi lebih berani mengambil sikap”, “karena tiba-tiba digugat, aku jadi lebih banyak bermuhasabah.” dsb

Seperti itu ibu-ibu ya!

Saya rasa penjelasan saya sudah sangat detil untuk 5 langkah yang perlu ibu ambil. Jika 5 langkah ini sudah diterapkan tapi suami masih gigih ingin berpisah dari ibu, jangan sungkan hubungi saya melalui nomor konsultasi di 08111 26 4401.

>> Saya Siap Ikhtiar Melalui Bimbingan Mbak Meida <<

Jelaskan secara detil kondisi rumah tangga ibu, apa yang menyebabkan suami ingin menggugat cerai dsb. Saya akan bantu berikan solusi dan treatment untuk mengatasi masalah rumah tangga yang ibu alami.

WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp