Tersiksa Batin! 11 Tahun Menikah Suami Belum Usai dengan Masa Lalu

Kali ini saya akan bercerita mengenai kasus klien saya yang mana suaminya memiliki unfinished business dengan orang tuanya.

Unfinished business adalah memori atau emosi yang berhubungan dengan pengalaman masa lalu. Emosi atau pengalaman ini tidak diekspresikan karena terlalu menyakitkan, malas ngobrol atau dianggap sebagai angin lalu.

Unfinished business tidak boleh diremehkan. Seperti yang terjadi pada kasus klien saya, emosi atau pengalaman masa lalu yang tidak diekspresikan bahkan disimpan rapat ternyata bisa menjadi bom waktu di masa depan. Dan, ini mempengaruhi hubungan seseorang dengan pasangannya.

Pengaruhnya kalau positif sih tidak masalah ya, tapi bagaimana jika negatif? Silakan simak penjelasan saya sampai akhir dan catat juga nomor konsultasi saya di 08111 26 4401.

Jika ibu mengalami masalah rumah tangga apapun itu silakan jangan sungkan hubungi nomor tadi bisa melalui chat WhatsApp maupun telepon.

Konsultasi saya bersifat profesional, saya tidak hanya mendengarkan layaknya teman atau keluarga ibu yang sedang dicurhati. Saya mendengarkan secara seksama dan memberikan treatment serta evaluasi terhadap masalah yang ibu hadapi.

Jadi, mohon jangan ditunda untuk berkonsultasi meski masalah yang ibu hadapi terkesan sepele. Karena masalah yang sepele bisa menjadi bibit unfinished business seperti yang akan saya kisahkan disini.

Klien saya bercerita bahwa suaminya dulu memiliki keluarga yang tidak harmonis. Sang ayah selingkuh dan melakukan KDRT terhadap ibunya.

Ibunya ini seorang ibu rumah tangga, kesehariannya hanya bergantung pada ayahnya. Jadi, bisa dikatakan sang ibu tidak memiliki kuasa untuk membuat keputusan. Saat di KDRT dan diselingkuhi, sikap ibunya ya pasrah saja. Tidak ada pemberontakan sedikit pun.

Suami klien saya yang melihat kekerasan fisik dan emosional ini juga tidak berdaya karena masih kecil. Lalu, apa yang terjadi?

Anak ini tumbuh jadi anak pendiam, pemalu, penakut dan di saat yang sama memiliki kecemasan tinggi dan emosi yang sulit terkontrol.

Dia bahkan meniru beberapa sifat keras sang ayah yakni tidak bisa mendengarkan orang lain, bersikap seenaknya sendiri dan hobi membanting segala barang yang ada di dekatnya saat marah. Ini dibawa hingga dia dewasa bahkan setelah menikah dengan klien saya.

Lalu apa yang terjadi pada rumah tangga klien saya yang memiliki seorang suami dengan unfinished business? Suami klien saya memperlakukan klien saya hanya sebagai budak seks.

Dia tidak percaya cinta sejati, kasih sayang dan ketulusan itu benar-benar ada. Dia melihat ayahnya hanya menggunakan ibunya sebagai pelengkap status, sebagai sosok yang memberikan keturunan saja. Bukan sebagai pasangan hidup, rekan berbagi cerita suka dan duka.

Satu lagi yang terjadi pada rumah tangga klien saya, beliau juga alami KDRT persis seperti yang ayah mertuanya lakukan pada ibu mertuanya.

Padahal dulu sewaktu belum menikah, suaminya ini berjanji bahwa “saya sangat menghormati kamu sebagaimana saya menghormati ibu saya, saya tidak akan melukai kamu sebagaimana ayah saya melukai ibu saya, jika saya melanggar sumpah ini maka jangan segan tinggalkan saya.”

Tapi yang terjadi, suami klien saya justru melakukan kekerasan baik secara fisik maupun verbal.

Nah pelajaran yang bisa kita ambil dari kasus klien saya ini adalah selesaikan masalah dan trauma masa lalu sebelum memulai hubungan baru.

Sepele apapun emosi yang ibu rasakan, ungkapkan. Contoh, jika ibu jengkel pada suami karena hobi buang sampah sembarangan di rumah, suami suka meletakkan barang sesuka hatinya, pulang pergi seenaknya, tegurlah.

Ungkapkan kekesalan ibu agar tidak menumpuk hingga akhirnya menjadi unfinished business. Karena ini bisa jadi BOM WAKTU yang siap meledak kapanpun.

Ingat!

Emosi atau pengalaman yang terus disimpan, ditekan ke bawah dalam ruang batin maka ini akan membuat ruang batin kita penuh. Kalau sudah penuh, pasti meledak dan tumpah keluar.

Ini akibatnya akan lebih FATAL seperti perselingkuhan hingga perceraian tiba-tiba. Jadi, ayo selesaikan masalah-masalah emosi dan pengalaman yang belum selesai di masa lalu.

WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp