Aku mau jujur hari ini bun bahwa setahun terakhir, jumlah klienku yang suaminya kecantol sama Gen Z meningkat drastis.
Usia terpaut 15 sampai 25 tahun. Bukan satu, bukan dua kasus aku terima, tapi jumlahnya puluhan. Dan polanya… mirip semua.
Yang bikin aku terkejut, perselingkuhan sama gen z ini unik. Karena ya.. mereka memang butuh uang, tapi gak mau sembarangan cari gadun. Pelakor gen z maunya gadun yang berwibawa, bisa membimbing, memberikan makna dalam hidup.
Bahkan kalau uangnya gak bisa bikin pelakor gen z hidup mewah dan hedon, gak masalah. Yang penting, wanita muda kinyis kinyis ini gak terlalu menanggung beban keuangan yang berat, gak tertekan cari cuan, gak memulai dari nol banget.
Dan hari ini, aku akan jelaskan pelan-pelan, logis, spiritualis, supaya bunda tidak sekadar takut, tapi paham dan tahu bagaimana cara menjaga keutuhan rumah tangganya.
Nah, sebelumnya bun! Seperti biasa, silakan catat dulu kontak konsultasiku di +62 877-7396-4009.
Bunda bisa ceritakan masalah rumah tangganya kepadaku, termasuk jika suaminya lagi kecantol sama pelakor gen z atau wanita penggoda yang hobi jualan cerita sedih untuk menarik simpati suami. Aku akan kasih solusi, treatment sesuai dengan kondisi yang bunda alami saat ini.
Aku mulai dengan menjelaskan siapa gen z sebenarnya? Mereka adalah generasi yang lahir sekitar tahun 1997 hingga 2012, sehingga usia mereka saat ini, Desember 2025, berada dalam rentang sekitar 13 hingga 28 tahun.
Menurut Deloitte Global Gen Z & Millennial Survey 2023, mayoritas Gen Z menyatakan bahwa kesehatan mental lebih penting daripada gaji besar, mereka rela gaji kecil asal tidak tertekan, tidak suka konflik berkepanjangan, menghindari tanggung jawab yang membuat hidup terasa berat.
McKinsey (2022) menambahkan, Gen Z adalah generasi yang paling cepat burn-out, paling sensitif pada tekanan dan tidak tahan hidup dalam sistem yang menuntut pengorbanan jangka panjang. Salah satunya, pernikahan.
Ini bukan salah mereka sepenuhnya, bun. Karena gen z tumbuh di era krisis ekonomi, pandemi, overexposure media sosial, tekanan standar hidup palsu.
Akibatnya apa? Mereka haus rasa aman, tapi tak siap menanggung beban besar.
Nah berkaitan dengan karakteristik gen z yang seperti ini, banyak diantara mereka yang kemudian pilih jalan pintas yakni menjadi pelakor.
Ini bagian penting, bun. Dan aku bicara pola, bukan menghakimi semua Gen Z ya. Dalam konseling pernikahan dan psikologi relasi, ada konsep bernama Avoidant Responsibility Attachment atau kecenderungan menghindari komitmen besar, tapi ingin tetap mendapatkan manfaat emosional dan material.
Ciri-cirinya bun, tidak ingin menikah muda, tidak siap jadi ibu, gak mau alami tekanan ekonomi, tapi mereka ingin diperhatikan, dibimbing, ditenangkan, ditanggung, punya makna dalam hidup, hidup bebas tanpa ada aturan untuk patuh sama orang lain termasuk suami dsb.
Mereka gak mau dituntut untuk masak, ngurus anak, bertahan saat susah, gak mau emosinya terkuras untuk mengurus pasangan lahir batin. Tapi mereka ingin dapat uang, perhatian, validasi dan lifestyle. Secara psikologi, ini disebut low responsibility, high reward relationship.
Lanjut bun.. sekarang bicara soal target gen z. Setahun terakhir, di meja konsultasiku, aku hampir semua kasus perselingkuhan yang melibatkan gen z, targetnya pasti berusia sekitar 40an tahun.
Pria usia 40-an biasanya, sudah mapan, lebih tenang, tidak baperan, ingin dihargai, ingin merasa “berarti”
Banyak dari pria usia 40an masuk fase midlife vulnerability alias mulai jenuh dengan rutinitas dan kehidupan yang ada saat ini, gampang lelah secara mental, kurang diapresiasi istri maupun anak-anak karena keluarga mulai sibuk dengan kehidupan masing-masing, tapi di saat yang bersamaan, tidak ingin ribut.
Lalu datanglah Gen Z dengan pola klasik yakni mencari simpati alias jual cerita sedih pakai mode curhat!
“aku capek hidup…”
“aku bingung sama masa depanku…”
“gimana ya caranya atur uang, kok gajiku habis gitu aja”
“pingin banget kaya tapi gaji umr dan harus sekolahin adik”
Bun… ini bukan curhat biasa. Menurut American Psychological Association, rasa dibutuhkan memicu dopamin dan oksitosin lebih kuat daripada rangsangan fisik.
Artinya, kasihan adalah pintu masuk emosional paling kuat ke hati pria alias om om usia 40an.
Sekarang kita bahas dari sisi spiritual. Dalam ilmu energi, emosi mengandung energi dengan frekuensi getaran tertentu. Nah rasa kasihan yang dipupuk terus menerus karena si gen z curhat masalah hidupnya tiap hari ke suami bunda, ini akan mengikat energi suami, mengikat energi mereka satu sama lain.
Hingga akhirnya, mereka curhat intens, saling membantu, terikat emosional dan terjadilah pertukaran energi. Setiap kali suami bunda mendengar cerita sedih gen z, memberi bantuan lalu mendapat pujian, maka energi auranya terbelah, ada celah yang terbuka.
Di titik inilah, istri sah sering kalah bukan karena kurang baik, tapi karena sibuk, lelah dan waktunya habis untuk fokus mengurus rumah. Sementara pelakor gen z ambil alih celah batin suami bunda yang kosong dengan cara membuat suami bunda merasa dihargai, dibutuhkan.
Ingat ya, tadi sudah kusinggung soal pria usia 40an yang mulai jenuh dengan kehidupan dan di saat yang sama dia ingin merasa dihargai dan dibutuhkan.
Maka, pertukaran energi terjadi, klop dan perzinahan mengikuti.
Jadi, jujur saja perselingkuhan menyangkut gen z ini cukup sulit untuk diikhtiari. Karena dia masuk lewat celah rasa kasihan yang kemudian menciptakan perselingkuhan emosional.
Ikatan emosional antara suami bunda dengan pelakor gen z, ini kuat. Baru kemudian diikuti perselingkuhan fisik.
Dan, kebutuhan antara pria berusia 40an dengan kebutuhan gen z, ini sangat klop. Secara psikologis dan spiritualis, mereka saling mengisi.
Gen Z maunya ditanggung, tapi ingin tetap punya hidup bermakna sedangkan om om usia 40an lagi dalam fase “sepi dan jenuh” di rumah, tapi ingin dihargai dan dibutuhkan.
Maka, si Gen Z kasih pujian, perhatian, minta bimbingan lalu si om merasa bangga karena diperlakukan bak pahlawan.
Lalu banyak istri bertanya, “aku sudah dinasihati suami, untuk tidak terlalu baik sama wanita manapun, apalagi sama wanita yang usianya sama seperti anak sendiri”
“aku ingatkan suami untuk jaga batasan pergaulan tapi dia justru marah!”
Yah karena suami bunda sudah ditembak pelakor gen z untuk ego dan pusat emosinya. Saat batin pria sudah terikat secara energi dan emosi, maka dinasehati berarti diancam, diingatkan berarti diserang, diatur berarti dilawan. Solusinya bukan debat atau menasehati bun, tapi mengunci batin dan syahwat suami secara halus.
Di sinilah Gelang Harmoni berfungsi, bun. Ini bukan jimat instan. Ini media spiritual, tempatku menyimpan energi doa dan energi penautan batin antara suami istri.
Jadi, setelah bunda memaharkan Gelang Harmoni Pengunci Batin dan Syahwat, aku akan minta bunda kirim foto bunda dan suami untuk kubantu tautkan batinnya satu sama lain. Agar saling mencari, tarik menarik dan mengunci.
Jika ada rayuan, godaan, provokasi atau pengaruh buruk berupa ilmu hitam dari luar, maka energi pasangan sah akan membentengi.
Selain itu, tuah energinya juga membantu menstabilkan pusat emosi suami dan menutup celah baper dan kasihan berlebihan.
Cara pakainya juga sederhana bun, bunda bisa kenakan gelangnya seperti biasa, lalu saat suami mendekat untuk makan atau tidur bareng, sentuhkan ke kulit suami pada bagian dada atau tangan. Selanjutnya, baca doa pengunci batin dan syahwat yang aku lampirkan pada panduan.
Inshallah, energinya akan bekerja perlahan tapi konsisten. Saat bunda memaharkan Gelang Harmoni Pengunci Batin dan Syahwat, bunda akan mendapatkan doa dan bimbingan lengkap yang akan aku berikan melalui buku panduan, telp, chat WhatsApp maupun lewat Zoom Meeting.
Bun… 2026 bukan tentang siapa yang lebih cantik. Bukan tentang nafsu yang lebih liar. Tapi tentang siapa yang lebih cerdas menyentuh celah batin pria.
Kalau kita tidak menguatkan rumah tangga dari dalam, orang luar akan masuk bukan lewat tubuh… tapi lewat rasa kasihan.
Nah jika bunda ingin menjaga suami, menutup celah batinnya biar gak gampang baper karena rayuan, provokasi, godaan maupun pujian wanita lain, ingin mengamankan rumah tangga lahir batin, maka Gelang Harmoni Pengunci Batin dan Syahwat bisa jadi ikhtiar yang tepat.
Inshallah ikhtiar ini lengkap, bukan sekadar pakai lalu kutinggal. Silakan bagi bunda yang tertarik memaharkan Gelang Harmonin Pengunci Batin dan Syahwat, bisa chat WhatsApp di kontak konsultasiku di +62 877-7396-4009 atau bisa klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.
>> Saya Mau Ikhtiar Pakai Gelang Harmoni Pengunci Batin dan Syahwat <<
![]()
Konsultasi Via WhatsApp