Suami Kepincut Wanita Lebih Tua? Bergegaslah Ambil Tindakan Ini

Saya angkat kisah klien saya disini agar menjadi pembelajaran bagi kita semua. Jadi, beberapa waktu lalu saya bertemu dengan klien untuk berkonsultasi langsung di Jakarta.

Beliau bercerita bahwa suaminya ini kepincut rekan kantornya yang usianya jauh di atas suaminya yakni terpaut hingga 11 tahun.

Wanita ini, rekan kantor sang suami dikenal temperamen dan memiliki banyak masalah keuangan. Lalu, apa daya tariknya sehingga membuat suami klien saya mantap menjadikannya istri kedua. Padahal di satu sisi, wanita ketiga ini masih bersuamikan orang lain.

Kita akan bahas bersama, tapi sebelumnya silakan catat dulu nomor konsultasi saya di +628111 26 4401. Ibu boleh menghubungi saya melalui telepon maupun chat WhatsApp.

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Dan, tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Jangan ragu menghubungi saya, saya tunggu pesan dari ibu.

Kembali lagi ke topik pembahasan saya tadi, apa daya tarik wanita yang lebih tua sehingga mampu membuat suami klien saya ini meninggalkan istri dan anaknya. Rela membelikan rumah, kendaraan bahkan aset tanah pun diberikan pada si wanita ketiga ini.

Ada satu fakta pada pria yang perlu ibu pahami, keinginan mendasar dari seorang pria adalah dilayani. Ketika kecil, anak laki-laki selalu dirawat dan dimanja ibunya.

Segala hal dibantu dipersiapkan oleh sang ibu hingga datang suatu masa dimana dia tak lagi mendapatkan pelayanan yang melenakan itu.

Anak laki-laki ini tumbuh jadi pria dewasa yang harus bertanggung jawab terhadap kebutuhan anak dan istrinya. Tekanan, stres, tuntutan serta kebutuhan keluarga, membuatnya merindukan masa-masa dimanja serta dilayani sang ibu.

Sedangkan istrinya disini sudah sibuk dengan anak, karir dan rumah tangganya. Dia tak memiliki waktu untuk memanjakan dan melayani sang suami, karena istri juga punya kesibukan dan target hidup sendiri.

Disinilah wanita ketiga yang memang memiliki niat ingin menguasai suami klien datang dan memasuki celah emosional yang kosong dalam diri suami ibu.

Dia melayani, memanjakan, ngemong, mendengarkan, memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Kekosongan emosional yang sangat dirindukan suami ibu akhirnya dipenuhi oleh wanita lain.

Selanjutnya, tentu tida mudah untuk melepaskan ikatan ini karena dimulai dari sisi emosional. Itulah kenapa, sampai dengan hari ini saya dan klien saya masih berjuang serta berikhtiar ekstra untuk melepas ikatan emosional ini.

Nah, bagi ibu-ibu sebelum terlanjur mengalami masalah seperti klien saya, coba sesekali suaminya ini diperlakukan seperti ibu memperlakukan anak laki-lakinya.

Cara ibu berbicara, menyiapkan kebutuhannya, mendengarkan keluhannya, menanggapi ceritanya dsb. Bersikaplah seperti seorang ibu yang sedang mengasihi anaknya.

Inshallah melalui cara ini bisa membuat suami takluk terhadap ibu dan terhindar dari perselingkuhan yang tak terduga-duga seperti kasus klien saya.

>> Saya Mau Dapat Bimbingan Rumah Tangga dari Mbak Meida <<

Loading

LDM Takkan Bertahan Lama Jika Pasutri Terus Lakukan 3 Kesalahan Ini

LDM takkan bertahan lama jika pasutri terus lakukan 3 kesalahan ini. Sebelum saya jelaskan apa saja 3 kesalahan itu, saya mau jelaskan dulu kepanjangan LDM itu apa.

Siapa tahu disini ada ibu-ibu yang belum memahami makna LDM. LDM adalah long distance married. Pasangan suami istri yang menjalani pernikahan secara jarak jauh.

Ada yang LDM antar kota, seperti Bandung – Jakarta. Ada yang LDM antar pulau, seperti Jawa Tengah – Kalimantan Selatan. Ada juga yang LDM antar negara, seperti Indonesia – Arab dsb.

Saya ingin tahu nih, yang LDM disini siapa saja. Coba sharing di kolom komentar. Disebutkan ya, LDM antar kota, antar pulau atau antar negara.

Dan, disebutkan juga sudah berapa lama menjalani pernikahan jarak jauh. Apakah masih hitungan bulan atau sudah puluhan tahun?

Saya ingin tahu seberapa banyak ibu-ibu disini yang menjalani LDM.

—————- baca komentar —————–

Wah luar biasa!

Ternyata banyak juga ya pejuang LDM disini. Jadi, silakan bisa disimak sampai akhir agar apa yang kita diskusikan bersama disini bisa berdampak baik bagi keharmonisan rumah tangga ibu.

Oh ya, saya minta tolong pada ibu-ibu semuanya disini untuk membagikan link live streaming saya lebih dulu.

Boleh dibagikan di grup WhatsApp, grupFacebook atau dibagikan ke siapapun yang menurut ibu membutuhkan materi ini.

Siapa tahu dengan membagikan materi ini, kemudian teman, kerabat atau saudara ibu ikut bergabung dan terinspirasi dari sini ya.

Sehingga mereka jadi lebih mudah mendapatkan solusi dari permasalahan yang sedang mereka hadapi. Inshallah ini akan jadi ladang pahala juga bagi ibu.

Sudah dibagikan ya? Alhamdulillah, terima kasih. Baiklah, sekarang kita lanjutkan.

Banyak orang percaya bahwa pernikahan jarak jauh tidak akan pernah berhasil.

Biaya menjalani pernikahan jarak jauh itu mahal, karena sewaktu pulang kampung itu harus nabung dulu apalagi yang LDM antar negara ya.

Wah itu tidak mudah!

Karena tidak bisa sewaktu-waktu pulang. Harus menahan rindu, menahan kebutuhan biologis, sabarnya ekstra apalagi jika sedang berkonflik kemudian diblokir. Aduh, itu cara diskusi dan membujuknya susah ya. Kemudian ada lagi godaan dari orang ketiga. Ini nih yang paling bahaya.

Saya jadi penasaran nih, kalau menjalani pernikahan jarak jauh seperti itu masalah yang paling sering dialami apa ya? Coba mana tadi yang LDM, komentar lagi dong buk.

Masalah yang paling sering dialami dengan suami selama LDM apa? Apakah komunikasi jadi sulit, waktu bertemu yang intens jadi sering bikin berantem dsb. Ayo semuanya yang LDM wajib komentar.

———– baca komentar ———-

Baiklah, beberapa masalah yang ibu paparkan tadi sebenarnya ada penyebabnya. Penyebabnya adalah 3 kesalahan yang akan saya jelaskan disini. 3 kesalahan ini dilakukan oleh keduanya, suami dan istri.

Pertama, Membiarkan Orang Lain Mencampuri Urusan Rumah Tangga Anda

Jadi, gangguan pertama dari pernikahan jarak jauh adalah campur tangan dari orang lain di luar pernikahan ibu. Misalnya, ibu merantau di Taiwan dan suami ada di kampung.

Ibu dan suami berkomunikasi hanya melalui telepon, chat dan video call. Bagi saya komunikasi seperti ini sangat terbatas ya, meski dilakukan tiap hari. Karena disini ibu dan suami tidak melihat bahasa tubuh serta emosi satu sama lain secara langsung. Itulah kenapa saya sebut terbatas.

Karena keterbatasan inilah, akhirnya membuat ibu dan suami mencari pelampiasan bercerita atau mengadu pada orang lain. Ibu yang jauh dari suami kemudian menghubungi saudara suami di kampung, ibu bertanya bagaimana keadaan suami.

Disinilah akhrinya jadi celah bagi pihak luar untuk mencampuri urusan rumah tangga ibu. Kemudian suami yang kebetulan dekat dengan rekan kerjanya, jadi saling curhat.

Masalah rumah tangga yang seharusnya di keep antara suami dan istri saja, tapi jadi melebar kemana-mana. Keluarga besar tahu, rekan kerja tahu.

Nah, yang paling saya takutkan adalah keputusan yang ibu dan suami buat. Pada akhirnya bukan murni musyawarah bersama melainkan ada campur tangan dari pihak luar.

Yang membujuk dengan cara yang tidak tepat, memberi masukan dari satu sudut pandang saja dsb. Ini membuat masalah makin rumit, ibu dan suami juga tidak bisa fokus pada solusi untuk masalah rumah tangganya.

Kesalahan Kedua, Tak Mau Akui Kesalahan Sendiri

Memang tidak mudah!

Saat kita berbuat salah tapi harus mengakui kesalahan itu. Perlu jiwa yang besar dan kerendahan hati yang dalam. Seringkali ada ribut-ribut, pasutri yang menjalani pernikahan jarak jauh ini saling menyalahkan satu sama lain.

Hubungan sudah tegang karena konflik, tapi satu sama lain saling menuding sebagai penyebab dari konflik. Seharusnya saat suami marah, istri diam. Saat istri marah, suami diam.

Bukan saling menuding, memojokkan dan mengumpat satu sama lain.

Kesalahan Ketiga, Memprioritaskan Komunikasi

Orang-orang berpikir, komunikasi adalah hal yang utama dan paling penting dalam pernikahan jarak jauh. Jadi, disini ibu selalu ngotot ingin mendengar kabar suami tiap menit.

Kalau sehari saja tidak ditelepon suami, ibu ngambek kemudian suuzon. “Jangan-jagan suamiku kecantol wanita lain nih!”

Padahal disini suami memang sedang sibuk sama pekerjaannya atau yang lainnya. Jadi, komunikasi itu tidak harus dipaksakan.

Harus telepon, chat, video call tiap hari. Nah, ibu dan suami kan punya aktivitas lain ya. Seperti bekerja, bersosialisasi, mengurus anak, mengerjakan hobi, mengurus rumah dsb.

Jadi, nikmati juga waktu ibu sendiri. Jangan menggantungkan kebahagiaan ibu pada telepon atau chat suami.

Gantungkan kebahagiaan ibu pada diri ibu sendiri, ditelepon atau tidak ditelepon suami, selama saya disini bisa mengoptimalisasi karir saya, anak-anak terurus dengan baik dan suami memang tidak neko-nekok disana, ya tidak masalah.

Ingat ya, komunikasi bukan segalanya.

Nah, itu dia 3 kesalahan yang sering dilakukan pasutri selama menjalani pernikahan jarak jauh. 3 kesalahan ini seringkali jadi penyebab masalah rumah tangga bagi pasutri yang LDM. Jadi, diperhatikan ya. Pelan-pelan coba dihindari 3 kesalahan ini.

>> Saya Siap Mengikuti Bimbingan Spiritual Mbak Meida <<

Loading

FAKTA! Ini Bukti Syahwat Suami ke Pelakor Takkan Bertahan Lama

Sepasang kekasih yang berawal dari nafsu dan membangun hubungan berdasarkan nafsu, maka akan segera berakhir karena nafsunya yang hilang seiring berjalannya waktu.

“Jadi, kalau suami tertarik ke pelakor hanya karena nafsu berarti perselingkuhan mereka ini takkan lama ya Mbak?”

Benar!

Dan, penjelasan detilnya akan saya bahas disini. Jadi, silakan simak sampai akhir khususnya bagi ibu yang sedang diselingkuhi suami. Karena penjelasan ini bisa ibu jadikan pembelajaran untuk menggaet kembali simpati suami.

Suami ibu mungkin berjanji pada selingkuhannya bahwa sampai kapanpun cintanya akan awet, selamanya bersama dan tidak akan saling meninggalkan.

Satu hal yang dilupakan oleh suami ibu bahwa mulutnya mungkin bisa berkata seperti itu, tapi hormonnya takkan mampu terus bergejolak lama untuk orang yang sama.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang psikiater di University of Pisa, Italia mengemukakan bahwa setelah 1 atau 2 tahun, senyawa cinta yang dipengaruh oleh berbagai hormon dalam tubuh kita itu menghilang.

Meskipun sepasang kekasih ini masih bersama, tapi mereka tak lagi dimabuk cinta atau tergila-gila satu sama lain seperti saat awal bertemu.

Itulah kenapa perselingkuhan yang terjadi atas dasar fisik atau nafsu, pasti tidak akan bertahan lama. Karena gejolak nafsu itu paling lama bertahan 2 tahun saja.

Nah, pelajarannya adalah jika ibu tahu suami tertarik pada wanita ketiga karena fisiknya saja, maka ibu harus segera memantik gairah suami kembali.

Bangkitkan keinginan suami untuk main dengan ibu, berikan pelayanan terbaik dan buat alam bawah sadar suami bingung dengan kepuasan yang didapatkan.

Ternyata kepuasan yang dicari di luar rumah selama ini, sebenarnya bisa didapatkan di dalam rumah dari istrinya sendiri.

Buat suami sadar akan hal itu. Inshallah dengan cara ini, suami yang selingkuh hanya karena nafsu bisa segera menyudahi perselingkuhannya tersebut.

“Tapi Mbak Meida, saya sudah mencoba menggoda suami tapi dia masih tidak mau mendekati saya”

“Sudah lama suami tidak menyentuh saya sejak mengenal selingkuhannya”

“Bagaimana mau memuaskan Mbak, suami saja kalau lihat saya selalu buang muka”

Nah, jika ibu-ibu mengalami hal ini, silakan jangan sungkan menghubungi saya melalui nomor konsultasi +628111 26 4401. Melalui kontak tersebut ibu bisa menjelaskan detil masalah dan kondisi rumah tangganya kepada saya.

Saya akan bantu berikan solusi dan treatment sehingga ibu bisa menerapkannya dengan mudah sehingga kembali terpantik keinginan suami untuk main serta terjaga keharmonisan rumah tangganya. Jadi, jngan sungkan menghubungi saya ya, saya tunggu pesan dari ibu.

>> Saya Siap Ikuti Bimbingan Spiritual Mbak Meida <<

Loading

Lakukan Ini Saat Suami Bela Pelakor dan Tak Akui Kebaikan Istri!

Beberapa waktu lalu saat saya buka konsultasi langsung di Jakarta, ada salah seorang klien saya yang cerita.

“Mbak, saya sudah beberkan semua borok si wanita itu ke suami”

“Bahwa wanita itu masih punya suami, sering jadi simpanan orang, cuma morotin uang kamu. Semua kejelekannya sudah saya ceritakan. ”

“Tapi reaksi suami justru marah dan membela pelakor. Suami bilang, dia melayanku dengan baik kok. Dia sabar dan hanya melakukan itu ke saya.”

Lalu saya jelaskan pada klien, Buk, itu namanya halo effect. Halo effect ini terjadi saat kita menilai seseorang positif hanya berdasarkan kesan pertama.

Contoh, suami klien saya tadi menganggap selingkuhannya super baik, sabar dan pandai melayani. Tidak seperti istrinya yang hobi marah.

Tentu saja selingkuhannya terlihat baiknya. Karena suami klien mengenal wanita ini belum lama. Masih hitungan bulan atau kurang dari 5 tahun.

Bahkan untuk masalah yang terjadi dalam pekerjaan atau hidup si pria ini, pelakor tidak pernah dilibatkan. Dia hanya diajak senang-senang. Jadi menghadapi badai topan kehidupan bersama itu belum teruji.

Padahal saat kita menjalani rumah tangga kan, tidak hanya senang-senang isinya. Dalam menjalani pernikahan, suami istri akan lebih sering dihadapkan dengan masalah.

Seperti masalah finansial, anak, mertua, lingkungan sosial, hubungan intim dsb. Suami sudah lama mengenal istri, segala suka duka sudah dijalani bersama.

Jeleknya, marahnya, semua keburukan istri, sang suami sudah tahu. Maka, jika hal ini dibandingkan dengan kesan pertama suami terhadap selingkuhannya, ini tidak sebanding.

Bagaimanapun juga, istri dan pelakor ini tidak selevel. Jadi, mereka tidak seharusnya dibanding-bandingkan.

“Lalu bagaimana Mbak Meida, mengatasi suami yang selalu membela pelakor dan tidak mengakui kebaikan istri?”

Pertama, hindari menjelaskan keburukan pelakor pada suami. Seperti yang saya jelaskan di awal, suami ibu mengalami halo effect. Dia menganggap satu kebaikan pelakor sebagai keseluruhan kepribadiannya.

Dia menjadikan kesan pertama sebagai tolak ukur ratusan layer sifat pelakor yang lain. Yang bisa jadi, sifat aslinya justru lebih mengerikan dibandingkan istri sah.

Seburuk apapun sikap pelakor, suami takkan percaya. Maka, hindari menjelek-jelekkan pelakor di depan suami, karena ini justru menyulut emosi suami.

Kedua, jika suami terus menerus membela pelakor, ungkapkan kekesalan ibu. Jelaskan bahwa ibu tidak suka dibanding-bandingka. Dan, perbandingan yang dilakukan ini tidak apple to apple.

Jangan ditahan dan jangan terus menerus sabar. Karena ini tidak baik bagi kesehatan mental ibu. Tapi perlu diingat, cara mengungkapkannya harus tetap elegan. Bukan dengan marah atau bentak-bentak.

Itu dia tips dari saya, semoga bermanfaat untuk ibu-ibu semuanya. Jika ibu disini merasa butuh solusi yang lengkap sesuai masalah rumah tangga ibu, saran saya bisa mengikuti konsultasi.

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Dan, tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Jangan ragu menghubungi saya, saya tunggu pesan dari ibu.

>> Saya Siap Mengikuti Bimbingan Spiritual Mbak Meida <<

Loading

Bisa Bikin Suami Bucin! Ini Cara Melayani yang Unik dan Berbeda

Makin mengejutkan dan berbeda dari biasanya, inshallah bisa bikin suami makin bahagia dan bucin pada ibu.

“Wah benarkah Mbak Meida? Bagaimana caranya?”

Nah, sebelum saya berikan tips detil bagaimana cara melayani suami yang unik dan berbeda sehingga suami bisa bucin pada ibu, saya minta tolong pada ibu untuk membagikan link live streaming saya lebih dulu.

Boleh dibagikan di grup-grup WhatsApp, grup-grup Facebook atau dibagikan ke siapapun yang menurut ibu membutuhkan materi ini.

Siapa tahu dengan membagikan materi ini, kemudian teman, kerabat atau saudara ibu ikut bergabung dan terinspirasi dari sini ya.

Sehingga mereka jadi lebih mudah mendapatkan solusi dari permasalahan yang sedang mereka hadapi. Inshallah ini akan jadi ladang pahala juga bagi ibu.

Sudah dibagikan ya? Alhamdulillah, terima kasih. Baiklah, sekarang kita lanjutkan.

Ibu-ibu disini, saya ingin tahu nih bagaimana cara ibu selama ini membuat suami bucin?

“Apakah dengan pagi-pagi glendotan Mbak Meida!”

“Tiap malam selalu rajin saya pijitin Mbak”

“Saya selalu siapin sarapan favorit suami Mbak, skill memasak saya yang tingkat dewa itu saya gunakan”

Ayo coba sini cerita ke saya dan diketikkan di kolom komentar. Saya akan baca, upaya ibu membuat suami bucin apa saja sih?

——– baca komentar ———-

Alhamdulillah semua ibu-ibu disini ikhtiarnya kuat sekali ya membuat suami makin bucin. Dan, menurut saya tidak ada yang salah dengan ikhtiar ibu.

Semua ikhtiar yang ibu lakukan dengan niat menjaga keutuhan rumah tangga itu baik. Dan, harus terus ditingkatkan.

Nah, sekarang saya mau kasih satu tips lagi. Ini tips sederhana tapi jika ibu terapkan, inshallah makin mampu membuat suami bucin pada ibu.

Sebelumnya saya ingin menjelaskan pada ibu mengenai zat dopamin yang letaknya ada di otak tengah kita. Dopamin adalah neurotransmiter yang bertanggung jawab pada penghargaan dan kesenangan.

Dopamin ini bisa mengalir deras (membuat orang bahagia banget dan kebahagiaan ini bakal dikenang lama) apabila mendapatkan penghargaan/perlakuan yang BEDA DARI BIASANYA.

Jika ibu bingung dengan penjelasannya, saya akan kasih ilustrasi.

Tiap tanggal 5, Naya (asisten pribadi saya) gajian. Dia selalu menantikan tanggal 5 dengan antuasias. Yah namanya orang gajian pasti senang dan selalu ditunggu-tunggu ya.

Dan bahagia ketika “ting” uang masuk ke rekeningnya. Ini adalah penghargaan yang Naya ketahui dan bisa dia tebak sebelumnya.

Pada tanggal 9, Naya tiba-tiba menemukan uang Rp 500.000 di saku celananya. Uang yang tidak dia harapkan, tidak dia duga sebelumnya dan tak pernah dia nantikan.

Rezeki tak terduga ini jumlahnya JAUH LEBIH KECIL dibandingkan gaji bulanan Naya, tapi tetap saja dia bahagia banget.

Bahkan kebahagiaannya melebihi saat dia mendapatkan gaji. Karena ini adalah penghargaan yang tak Naya duga sebelumnya.

Saat hal ini terjadi, dopamin membanjiri otak Naya JAUH LEBIH DERAS dibandingkan pada tanggal gajiannya. Dan, kebahagiaan karena rezeki tak terduga ini menancap lebih lama di otak Naya.

Dari ilustrasi ini, kira-kira pelajaran apa yang bisa diambil buk?

Pelajaran yang bisa diambil adalah kegiatan, sikap, perlakuan, kata-kata yang bersifat positif, yang TIDAK BIASA ibu lakukan ke suami ternyata bisa membuat suami makin bahagia dan bucin bersama ibu.

Contoh, selama 11 tahun menikah ibu tak pernah memuji suami ganteng. Kemudian setelah mengikuti live streaming ini, ibu punya ide mau memuji kegantengan suami.

Selama 5 tahun menikah, ibu belum pernah “mengajak duluan” pakai lingerie warna merah maroon. Eh tiba-tiba ibu mengirim chat WhatsApp pada siang hari dan berkata ingin beri kejutan pada malam Jumat nanti.

Nah, jadi kegiatan, sikap, perlakuan, kata-kata yang bersifat positif, yang TIDAK BIASA ibu lakukan ke suami SANGAT BISA membuatnya bahagia dan bucin pada ibu. Bahkan kebahagiaan itu bisa bertengger lama dikenang di otak suami.

Dari penjelasan saya tadi, apakah sudah paham ibu-ibu semua?

Bahwa ucapan, kegiatan, sikap yang tidak bisa kita lakukan ke suami, jika tiba-tiba kita lakukan itu bisa bikin suami bahagia, nagih dan bucin.

Yang tidak pernah ngajak suami duluan, coba nanti ngajak suami duluan. Yang tidak pernah bilang terima kasih ke suami, coba nanti bilang terima kasih ke suami. Yang tidak pernah memijit suaminya, coba nanti berikan pijatan. dsb.

Ingat ya, sikap atau kata-kata yang ibu tunjukkan ke suami ini tidak harus mewah. Sederhana saja yang penting berkesan.

Sekarang, saya mau tanya ke ibu-ibu nih. Setelah mendengarkan penjelasan saya, ibu-ibu sudah ada ide belum nanti mau berbuat hal berbeda yang seperti apa ke suami?

Coba sini cerita ke saya dulu, tulis di kolom komentar. Habis ini mau memberikan sesuatu yang berbeda ke suami, yang seperti apa?

“Saya mau masak makanan favori suami Mbak”

“Saya mau pakai baju warna-warna cerah Mbak, karena selama ini selalu pakai baju warna gelap” dst

Ayo sekarang ditulis di kolom komentar, saya ingin tahu seberapa cerdas ibu-ibu disini.

———— baca komentar ————

>> Saya Siap Mengikuti Bimbingan Spiritual Mbak Meida <<

Loading

Cara Mengatasi Suami yang Hobi Mendiamkan Istri Saat Konflik

Siapa ibu-ibu disini yang suaminya hobi diam tiap kali menghadapi konflik? Istilah kerennya adalah silent treatment.

Silent Treatment adalah menolak untuk berkomunikasi baik secara langsung maupun tak langsung. Ayo coba tulis di kolom komentar, siapakah yang sering didiamkan suami tiap kali konflik?

Dan, bagaimana rasanya didiamkan suami? Coba cerita ke saya.

(membaca kometar follower)

Wah ternyata banyak ya, ibu-ibu yang suaminya menghindar tiap kali diajak diskusi. Kira-kira kenapa sih suami kok hobi menghindar? Sebenarnya ada lho alasannya kenapa suami memilih diam dan menghindar.

Pertama, kemungkinan suami ibu sudah pernah berbicara dan memberikan solusi tapi tidak ibu dengarkan karena ibu mengutamakan emosinya. Jadi, pada kesempatan lain ini membuat suami malas berbicara lalu memilih diam.

Ada lagi suami yang jenuh mendengar istrinya ngomel, dia tidak mau menambah masalah baru sehingga memilih untuk diam.

Apapun alasan dibalik diamnya suami, jelas ini tidak baik dan tidak boleh diteruskan. Sebagai anggota keluarga yang waras, ibu harus mencari cara untuk membuat suami mau mengungkapkan pendapatnya saat bertengkar.

Tapi sebelum kita diskusi bareng, saya ingin ibu membantu saya membagikan link live streaming saya ini sebanyak mungkin.

Boleh dibagikan di grup-grup WhatsApp, grup-grup Facebook atau dibagikan ke siapapun yang menurut ibu membutuhkan materi ini.

Siapa tahu dengan membagikan materi ini, teman, kerabat atau saudara ibu ikut bergabung dan terinspirasi dari sini ya.

Sehingga mereka jadi lebih mudah mendapatkan solusi dari permasalahan yang sedang mereka hadapi. Inshallah ini akan jadi ladang pahala juga bagi ibu.

Sudah dibagikan ya? Alhamdulillah, terima kasih. Baiklah, sekarang kita lanjutkan.

Tiap kali menghadapi konflik, ada 2 tipe orang yang perlu ibu perhatikan. Pertama, dia diam karena butuh waktu untuk berpikir, menenangkan diri lebih dulu, tidak mau gegabah bicara dan ambil keputusan karena takut menyakiti pasangan atau salah dalam bertindak.

Kedua, orang yang tidak bisa diam. Dia maunya ingin langsung membereskan masalah saat itu juga meski dalam emosi tinggi. Pokoknya ngotot ingin bicara.

Nah, ibu dan suami kira-kira masuk kategori yang mana? Yang memilih diam atau langsung berbicara.

Suami ibu yang diam dan menghindar, mungkin saja tidak ingin makin menyulut konflik. Jadi, diam bagi suami ibu adalah kesempatan untuk mendengarkan ibu lebih dalam.

Sayangnya, tabiat wanita kan berbeda dengan pria. Wanita itu selalu ingin berbicara. Apalagi dalam keadaan marah dan berkonflik, wanita cenderung ingin mendapatkan kejelasan sampai detil dan saat itu juga.

Melihat hal ini, suami ibu langsung bersikap defensif. Dia menganggap ibu menyerang dan menyalahkan. Itulah kenapa dia diam dan menghindar.

Padahal sesungguhnya, suami juga ingin bicara dari hati ke hati dengan ibu. Tapi, ibu seringkali sudah emosi duluan. Akhirnya ya ini membuat suami agak malas untuk berbicara pada ibu.

“Lalu bagaimana Mbak Meida, menghadapi suami yang terlanjur diam saja saat berkonflik?”

Ibu coba perhatikan 2 tipe tadi yang saya jelaskan pada awal live streaming. Pertama, ingin diam lebih dulu menenangkan pikiran dan kedua ingin langsung menyelesaikan.

Nah, suami ibu tergolong yang mana? Jika menurut penilaian ibu, suaminya tergolong tipe pertama maka berikan waktu bagi suami untuk berpikir dan menenangkan diri.

Nanti jika ibu dan suami sudah dalam keadaan tenang, dibicarakan lagi topik yang menjadi sumber konflik tadi. Bicara dalam kondisi emosi tenang dan suasana hangat, inshallah bisa menghasilkan solusi yang lebih baik bagi ibu dan suami.

Seperti itu tips sederhana dari saya. Jika memang selama ini ibu sudah menerapkannya tapi hasilnya masih zonk, suami masih diam saja meski ibu sudah mengajak suami bicara dalam keadaan tenang, ini berarti suami membutuhkan perlakuan khusus dari ibu.

Salah satunya menyentuh alam bawah sadar suami atau melunakkan hati suami secara spiritual. Untuk yang satu ini, tidak bisa saya jelaskan disini ya.

Karena perlu saya sesuaikan dengan kondisi rumah tangga ibu, kondisi aura suaminya juga. Jadi, untuk proses spiritualnya bisa bekerja lebih optimal.

Nah, bagi yang berniat berikhtiar untuk melunakkan hati suami agar jika dicurhati istri bisa lebih mendengarkan, tidak keras kepala, tidak kasar, bisa hubungi saya melalui nomor konsultasi +628111264401 atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Berikhtiar Spiritual dengan Mbak Meida <<

Loading

Hanya dalam 4 Hari Suami Putuskan Pelakor Langsung di Depan Istri

(Mbak Meida membaca pesan WhatsApp dari klien di ruang tengah bawah)

“Alhamdulillah! Bersyukur sekali bisa bertemu Mbak Meida. Hanya dalam 4 hari setelah pakai Cincin Sakinah, suami mengajak saya dan pelakor bertemu bertiga. Disitu suami tegas memutuskan pelakor langsung di depan saya.”

Ini adalah pesan WhatsApp dari klien saya yang berikhtiar melalui Cincin Sakinah yang energinya fokus untuk mengunci birahi suami.

Klien saya mengetahui sang suami kecantol sama rekan kerjanya di kantor. Dilihat dari chat mereka di grup kok kelihatannya mesra dan saling memperhatikan, kemudian klien saya minta tolong pada saya untuk dibacakan auranya.

Setelah saya bantu bacakan auranya, saya langsung sarankan pada beliau untuk memanfaatkan Cincin Sakinah agar birahi suami fokus hanya pada istri.

Alhamdulillah berkat ikhtiar klien saya yang memang gigih, niatnya juga luar biasa kuat, hanya dalam 4 hari suami lunak hatinya dan memutuskan hubungan dengan pihak ketiga bahkan langsung di depan istrinya sendiri.

Karena telah merasakan manfaat dari Cincin Sakinah, akhirnya beliau menukar cincin tersebut menjadi Kalung Sakinah.

Tujuannya agar energinya meningkat, lebih kuat dalam mempengaruhi suami dalam hal kebaikan dan menjaga suami agar benar-benar fokus hanya pada istri.

Jadi, untuk ibu-ibu yang sudah punya Cincin Sakinah, lalu ingin meningkatkan energinya agar hajatnya bisa segera tercapai, bisa menukar tambahnya menjadi Kalung Sakinah.

Nah sekarang, saya mau ajak ibu-ibu melihat saya mempersiapkan Kalung Sakinah untuk klien saya ini. Bagaimana bentuk Kalung Sakinahnya, pusat energinya dimana, cara memanfaatkannya bagaimana dsb. Yuk, kita ke ruangan saya yang biasanya saya gunakan untuk memproses energi.

(Mbak Meida naik ke ruangan atas)

Disinilah saya biasanya fokus memproses energi sarana spiritual. Sudah disiapkan oleh asisten saya untuk Kalung Sakinahnya.

Saya jelaskan dulu pelan-pelan bagaimana sebuah kalung emas bisa mempengaruhi suami agar memutuskan selingkuhannya.

Sebenarnya yang melunakkan hati suami dan mendorongnya meninggalkan pelakor itu bukan kalung ini. Kalung Sakinah hanya media tempat saya mengisi energi doa.

Saya pilih kalung emas agar klien saya yang rata-rata wanita ini lebih percaya diri mengenakannya. Karena penampilan wanita itu akan lebih cantik dan elegan saat mengenakan perhiasan, apalagi di bagian leher. Bagian tubuh yang sebenarnya diam-diam sering diamati suami.

Nah, doa yang saya isikan ke Kalung Sakinah ini ada 3. Pertama, doa agar komunikasi ibu dan suami terbuka, luluh hatinya dan tiap kata yang ibu ucapkan lebih didengarkan suami.

Doa kedua yang saya isikan adalah fokus suami terkunci hanya untuk istri. Doa ketiga yang saya isikan adalah keharmonisan dan kesetiaan selalu menyertai rumah tangga klien saya.

Energi Kalung Sakinah adalah murni dari kekuatan doa. Saya memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa, meminta perlindungan, pertolongan dan petunjukNya agar diberikan solusi terbaik untuk rumah tangga klien saya.

Saya tidak menggunakan ilmu hitam, jin, khodam dsb. Jadi, ibu-ibu yang ingin memaharkan Kalung Sakinah ini tidak perlu khawatir ya karena energinya positif.

Pusat dari energi Kalung Sakinah terletak pada liontinnya ini. Itulah kenapa klien saya yang memiliki Kalung Sakinah, selalu saya sarankan untuk mendekatkan diri ke suaminya agar sang suami bisa melihat langsung kemilau cahaya dari emas aslinya ini.

“Lalu bagaimana dengan saya Mbak, saya kan menjalani pernikahan jarak jauh dengan suami?”

Tidak masalah!

Ada doa khusus yang saya berikan jika ibu dan suami menjalani pernikahan jarak jauh. Doa ini jika dibaca secara konsisten sembari ibu mengelus Liontin Sakinahnya, inshallah bisa menembus alam bawah sadar suami sehingga sukmanya teringat kembali pada ibu.

Itu dia beberapa penjelasan saya mengenai Kalung Sakinah. Jika ibu ingin menjelaskan masalahnya rumah tangganya secara lebih detil dan tertarik berikhtiar melalui Kalung Sakinah seperti banyak klien saya yang lain, bisa menghubungi nomor konsultasi di +628111 26 4401. Bisa melalui chat WhatsApp maupun telepon atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Memaharkan Kalung Sakinah <<

Loading

Suami Mudah Goyah Jika Istri Tak Mencoba RESEP SAMARA INI

Kita seringkali mendengar doa supaya rumah tangga kita samara, sakinah, mawaddah dan warahmah. Tapi sudahkah kita benar-benar memahami makna samara ini?

Sebagian besar dari kita ternyata belum memahami dengan baik makna samara. Jangankan mempraktikkan, memahami maksudnya saja tidak.

Itulah kenapa banyak rumah tangga sekarang mudah goyah. Banyak suami mudah tergoda pelakor dan banyak istri mudah meminta cerai suaminya.

Karena sesungguhnya mereka belum tahu tujuan pernikahan samara ini sendiri. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai resep rumah tangga agar tak mudah goyah, yakni memahami dan menerapkan undang-undang SAMARA.

Sebelum saya jelaskan lebih detil, silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08586 7777 797. Ibu bisa menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon kemudian menjelaskan detil masalahnya kepada saya.

>> Saya Siap Ikuti Bimbingan Mbak Meida <<

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Dan, tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Jangan ragu menghubungi saya, saya tunggu pesan dari ibu.

Sekarang kita lanjutkan membahas undang-undang Samara. Cari waktu untuk duduk berdua dengan suami merumuskan undang-undang Samara. Harus dikerjakan berdua dengan suami ya, tidak boleh dirumuskan sendiri.

Pertama, Sakinah yang bermakna ketenangan. Suami istri masing-masing menulis 10 poin. Hal-hal yang membuat dirinya merasa tenang.

Contoh saya merasa tenang jika suami rajin memberi jatah tanpa perlu diminta. Saya merasa tenang jika istri mengabarkan posisinya pada saya kapanpun dan dimanapun.

Kedua, Mawaddah yang bermakna hasrat. Suami istri masing-masing menulis 10 poin Hal-hal yang membuat dirinya berhasrat pada pasangannya.

Contoh saya berhasrat jika suami rajin mandi dan menjaga aroma tubuhnya. Saya berhasrat jika istri mengenakan baju warna merah.

Ketiga, Rahmah yang bermakna kasih sayang. Suami istri masing-masing menulis 10 poin. Hal-hal yang membuat dirinya merasa disayangi pasangan.

Contoh saya merasa disayang jika suami selalu memberi hadiah tiap tanggal penting. Saya merasa disayang istri jika dipijat tiap kali capek.

Sakinah, Mawaddah dan Warahmah adalah tujuan pernikahan. Untuk mencapai tujuan pernikahan harus ada langkah-langkah yang perlu dilakukan.

Dan undang-undang Samara yang barusan ibu dan suami rumuskan adalah langkah-langkah mencapai tujuan samara. Inshallah Undang-undang Samara bisa membantu ibu dan suami lebih memahami satu sama lain.

Oh ternyata ini yang diinginkan suamiku. Oh ternyata begini cara memahami istriku pas lagi emosi. Ikatan emosional ibu dan suami makin kuat serta bangunan rumah tangga kalian akan lebih kokoh.

Loading

Begini Seharusnya Langkah Cantik Istri Mencegah KDRT

Sekarang ini lagi ramai kasus Rezky Billar dan Lesti Kejora ya ibu-ibu?

Gosip hot nih yang lagi trending dimana-mana. Berita yang keluar dan yang kita percayai saat ini adalah suaminya membanting dan mencekik istri karena emosi setelah dituduh berselingkuh.

Seperti apa kronologinya, kita belum tahu pasti. Jadi, yang akan kita bahas disini bukanlah berita Rezky Billar dan Lesti Kejora melainkan bagaimana cara mengantisipasi atau mencegah terjadinya KDRT.

Apakah KDRT bisa dicegah Mbak Meida? Inshallah bisa. Lalu bagaimana caranya Mbak? Simak live streaming saya sampai akhir ya.

Tapi sebelum kita diskusi bareng, saya ingin ibu membantu saya membagikan link live streaming saya ini sebanyak mungkin.

Boleh dibagikan di grup-grup WhatsApp, grup-grup Facebook atau dibagikan ke siapapun yang menurut ibu membutuhkan materi ini.

Siapa tahu dengan membagikan materi ini, teman, kerabat atau saudara ibu ikut bergabung dan terinspirasi dari sini ya.

Sehingga mereka jadi lebih mudah mendapatkan solusi dari permasalahan yang sedang mereka hadapi. Inshallah ini akan jadi ladang pahala juga bagi ibu.

Sudah dibagikan ya? Alhamdulillah, terima kasih. Baiklah, sekarang kita lanjutkan.

Coba saya mau dengar nih, komentar ibu-ibu semuanya disini mengenai kasus KDRT Rezky Billar dan Lesti Kejora. Jika ibu menjadi Lesti, kira-kira tindakan apa yang akan ibu lakukan?

  1. Apakah langsung menceraikan suami?
  2. Apakah menceraikan dan mempolisikan?
  3. Apakah berdamai dan balikan?

Ayo ditulis sini pendapatnya, saya ingin tahu jika ibu-ibu (amit-amit ya) jadi korban KDRT, tindakan seperti apa yang akan ibu lakukan?

Dari kebanyakan kasus KDRT yang saya terima, korban disini tidak berani melapor pada pihak berwajib. Tidak berani melakukan tuntutan perceraian pada suami.

Pertama, tidak berani melapor pada yang berwajib karena takut jika sang suami memiliki citra buruk di mata lingkungan sosialnya.

“Nanti mental anak-anak saya gimana Mbak, kalau tahu bapaknya ini pernah jadi narapidana dengan tuduhan melakukan kekerasan terhadap ibunya?”

“Saya takut kalau anak-anak saya dipojokkan lingkungan sosialnya karena bapaknya ini pernah dipenjara.”

Ini ketakutan pertama. Ketakutan kedua terjadi pada istri yang belum berani bersikap mandiri. Bukan hanya mandiri dari segi finansial saja ya. Tapi juga belum mandiri secara emosional.

Contoh, ada klien saya yang diam saja tidak berani menceraikan suami setelah di KDRT karena kebetulan klien saya bergantung secara finansial dengan sang suami.

Ada lagi klien saya yang bekerja, memiliki penghasilan sendiri, tapi di KDRT suaminya ya tetap saja tidak mau pisah. Nah, setelah saya selidiki ternyata beliau ini bergantung secara emosional dengan suami.

Apa-apa selalu minta tolong dikerjakan suami, merasa sepi kalau tidak ada suami, kesehariannya hanya kerja lalu pulang, tidak belajar bersosialisasi dengan yang lain, sehingga ketika disiksa suami secara verbal maupun fisik, beliau tidak tahu apa yang harus dilakukan. Bingung. Karena dia menganggap suamiku adalah pahlawanku yang selalu membantuku mengerjakan segala hal.

Dari sini sudah terlihat jawaban sebenarnya ya, tentang bagaimana cara mencegah KDRT. Yakni, belajar mandiri. Jangan bergantung 100% pada suami dalam segala bidang.

Jika ibu disini mampu untuk bekerja, maka bekerjalah. Tidak peduli berapa hasilnya yang penting belajar mandiri secara finansial dulu.

Jika ibu disini apa-apa selalu dikerjakan suami, mulai sekarang belajarlah menguasai segala pekerjaan rumah tangga. Bukan untuk memonopoli urusan rumah tangga ya. Tapi untuk mengantisipasi KDRT itu tadi lho.

Contoh jika selama ini suami selalu ganti tabung gas, ibu juga harus belajar. Sesekali nanti ibu sendiri yang pasang. Jika selama ini selalu dimanja suami dan hal ini membuat ibu kerdil dalam mengurus urusan rumah tangga, ini harus dihindari.

Karena ketika terjadi hal yang tidak ibu inginkan seperti KDRT, maka ibu tidak akan takut membuat keputusan. Karena ibu tidak bergantung 100% secara emosional dengan suami.

Kemudian langkah kedua untuk mencegah KDRT adalah membangun ikatan emosional dengan suami. Perbanyak mendengarkan suami, bertanya mengenai masa kecilnya (seperti apa dulu diperlakukan orang tuanya) karena ini sangat mempengaruhi respon suami terhadap aksi ibu.

Orang yang temperamental biasanya sewaktu kecil tidak diajari orang tuanya mengenal dan mengekspresikan emosi secara tepat. Anak itu sejak kecil harus diajarkan definisi emosi yang tepat, bagaimana cara mengekspresikan dan mengendalikannya.

Marah itu seperti apa, apa penyebabnya, bagaimana cara mengungkapkan kemarahan. Sedih itu seperti apa, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengungkapkan kesedihan dsb.

Nah, anak-anak yang tidak diajak berkenalan dengan emosi maka mereka cenderung mengekspresikannya dengan cara yang salah. Marah dengan cara banting barang, sedih dengan cara menangis berlebihan dan terlalu larut dst.

Jika suami ibu ternyata temperamental, maka ibu perlu mendekati suami secara emosional. Memang sebagai istri, ikhtiarnya perlu ekstra sabar ya. Bicara pakai nada lembut, mendekati lebih dulu, bertanya lebih dulu, jadi pribadi yang selalu hangat dsb.

Inshallah 2 cara sederhana ini jika diterapkan secara konsisten bisa membantu mencegah terjadinya KDRT. Karena seringkali KDRT terjadi itu karena luapan emosi. Maka, tindakan preventifnya adalah membantu suami mengelola emosinya.

Loading

Suami Hanya DIAM Saat Bertengkar? Ini Cara Slay Menghadapinya

Saya sering banget baca komentar dari teman-teman di media sosial bahwa tiap kali bertengkar, sang suami ini hobi diam.

Ada yang ditinggal sibuk main HP, nutup telinga pakai guling, ada yang ditinggal pergi padahal istri masih nyerocos tiada henti.

Intinya jika ditarik kesimpulan suami ini saat bertengkar responnya hanya diam. Padahal disini istri sedang mengeluarkan uneg-unegnya dengan cara emosi.

Artinya, dia butuh ditenangkan oleh suaminya. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, suami yang pergi menenangkan diri. Ini sedikit lucu ya.

Kemudian banyak yang bertanya pada saya, “bagaimana Mbak Meida cara menghadapi suami yang hanya diam saat bertengkar seperti ini?”

Diamnya suami ibu ini bukan tanpa alasan. Kemungkinan dia sudah pernah berbicara dan memberikan solusi tapi tidak ibu dengarkan karena ibu mengutamakan emosinya.

Ayo siapa disini yang suka bersikap begini? Harus berani jujur lho ya!

Ada juga suami yang bosan atau jenuh mendengar istrinya ngomel, dia tidak mau menambah masalah baru sehingga memilih untuk diam.

Apapun alasan dibalik diamnya suami, jelas ini tidak baik dan tidak boleh diteruskan. Sebagai anggota keluarga yang waras, ibu harus mencari cara untuk membuat suami mau mengungkapkan pendapatnya saat bertengkar.

Salah satu cara yang bisa ibu manfaatkan adalah dengan mencari waktu untuk ngobrol berdua. Pastikan saat mengajak ngobrol berdua, suami ibu dalam keadaan bagus moodnya.

Selanjutnya, ibu bisa gunakan nada yang lembut, halus dan sedikit manja. Jelaskan pada suami bahwa “pertengkaran-pertengkaran yang selama ini sering terjadi sebenarnya bisa dihindari jika kita berdua mau jujur mengungkapkan emosi masing-masing.”

“Kira-kira apa yang bisa aku lakukan agar kamu bisa nyaman mengungkapkan keinginan ataupun emosimu? Apakah aku harus memulainya lebih dulu atau aku perlu lebih rajin lagi bertanya padamu?”

Selanjutnya ibu dan suami bisa bicara jujur dari hati ke hati mengenai bagaimana kita ingin diperlakukan. Inshallah hal ini bisa mengurai konflik dan mengantisipasi diamnya suami saat berkonflik.

“Saran Mbak Meida ini sudah pernah saya coba tapi tidak berhasil!”

Nah, akan ada orang yang bicara seperti ini. Jika sudah bicara berdua dari hati ke hati tapi hasilnya zonk, maka ada masalah dengan diri suami ibu.

Jadi, yang bermasalah disini bukan ibu melainkan suaminya. Kemungkinan sejak kecil dia terbiasa dididik orang tuanya dengan cara menahan emosi, tidak mengungkapkan keinginan dengan cara bicara jujur.

Akhirnya terbawa hingga dewasa dan tiap kali ada masalah, reaksinya hanya diam. Dan, jika seperti ini maka yang bisa ibu lakukan adalah mengendalikan apa yang bisa ibu kendalikan.

Suami ibu sudah jelas di luar kendali ibu, dia tak bisa ibu kendalikan karena saat diajak bicara berdua dia hanya diam. Sekarang ibu pilah dan pilih, hal-hal apa saja yang bisa ibu kendalikan.

Contoh, emosi ibu. Suami pulang sampai larut malam tiap hari, ibu sudah ajak suami bicara tapi tidak ada kemajuan dalam sikapnya.

Maka, kendalikan emosi ibu. Tidak perlu marah, ngambek atau kecewa, yang terpenting disini suami masih mau pulang. Seperti itu ibu. Jika suami sudah tidak bisa dikendalikan, kontrollah apa yang berada di bawah kendali ibu.

Semoga tips sederhana ini bermanfaat dan bisa diterapkan sehingga mendatangkan kebaikan bagi rumah tangga ibu.

Jangan lupa silakan subscribe channel YouTube saya ini, Terapi Memaafkan Suami. Tiap hari saya selalu rajin membagikan video mengenai strategi dan metode psikospritual dalam ikhtiar menjaga keharmonisan rumah tangga.

Nyalakan juga notifikasinya agar ibu selalu mendapatkan up to date dengan info terbaru dari saya.

Loading

Copyright © 2026 Mbak Meida
WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp