Sama istri kasar, sama pelakor lembut banget. Ada yang mengalami seperti ini?
Saat suami ibu jatuh cinta pada pelakor, bagian korteks visual di otaknya menjadi aktif. Ini membuat oksitosin suami ibu meningkat, sehingga suami ibu lebih mampu mengontrol stres dan tekanan.
Selain itu, bawaannya suami ibu jadi lebih lembut serta penyayang. Saat momen ini terjadi segala keputusan yang dibuat suami dipimpin oleh emosinya. Suami ibu tak mampu berpikir logis.
Kondisi ini juga menyumbang ilusi di otak suami ibu seolah-olah dia cocok dalam segala hal dengan selingkuhannya.
Jadi ya percuma kalau ibu menasihati suami;
“Mas tinggalkan dia ya, apa yang kamu lakukan ini gak baik”
“Kasihan anakmu, ibumu, mereka tersakiti lho karena tindakanmu ini”
Gak bakal digubris buk!
Itulah kenapa muncul pepatah jangan menasihati orang yang sedang jatuh cinta. Karena dia berpikir menggunakan emosinya, bukan menggunakan logikanya.
Suami ibu berada dalam kondisi mabuk, sehingga jika diajak berdiskusi mengenai dampak selingkuh, kesehatan mental anaknya, hati ibu yang terluka dsb, suami ibu tidak merespon dengan baik. Dia justru murka dan amarahnya dilampiaskan pada ibu.
Jadi, saran saya ketika suami ibu sedang jatuh cinta pada pelakor, jangan dinasihati! Bisa-bisa ibu yang terkena dampak amarah suami.
“Lalu melihat suaminya kasmaran dengan wanita lain, istri hanya bisa diam begitu Mbak?”
Tentu saja tidak! Di balik momen suami jatuh cinta, ada kabar bahagianya. Yakni reaksi kimiawi jatuh cinta ini bersifat sementara.
Suami ibu bisa sadar dari mabuk kepayang yang dia rasakan. Suami ibu bisa kembali berpikir rasional seperti sedia kala. Tapi cara melawannya tidak pakai nasihat. Melainkan harus menggunakan ikhtiar spiritual.
“Ikhtiar spiritual itu yang seperti apa Mbak?”
Untuk ini, bisa langsung menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon di nomor +628111 26 4401. Atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.
Bimbingan rumah tangga di tempat saya bersifat psiko spiritual. Saya menggabungkan ilmu psikologi dengan kekuatan spiritual.
Jadi, saya tidak sekedar mendengarkan curhatan ibu seperti saat ibu curhat pada teman atau keluarganya.
Saya lengkapi bimbingan dengan ikhtiar spiritual menggunakan energi doa dan buka aura. Saya bantu bukakan aura ibu, agar lebih kuat, berdaya, bermuatan positif sehingga ibu lebih mudah mempengaruhi suami.
Nasihat ibu untuk suami bisa lebih memiliki power dan lebih didengarkan.
Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B dan C, keputusan yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan berdasarkan realitas.
Inshallah ikhtiar kita lebih optimal. Karena ada ikhtiar lahir berdasarkan realitas dan dilengkapi doa serta energi buka aura.
Nah, bagi ibu yang saat ini ingin segera menyelesaikan masalah rumah tangganya, jangan segan menghubungi saya ya.
Ketika mengalami pengkhianatan dari orang yang ibu percayai, maka luka batin ibu akan sangat dalam. Tidak mudah menerima apalagi memaafkan.
Dalam rentang waktu yang cukup panjang, ibu akan terus menyimpan dendam, amarah dan luka. Tidak ada waktu standar kapan seorang istri bisa ikhlas, bangkit dan menerima perselingkuhan suaminya. Ada yang 2 tahun, 5 tahun bahkan puluhan tahun.
Nah, berapapun waktu yang ibu habiskan untuk mengobati diri ibu, selama rentang waktu itu, ibu akan melewati 5 tahapan berikut ini.
Pertama, tahap penyangkalan
Pada tahap ini ibu tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi. Ibu masih percaya bahwa suami adalah orang yang baik, setia dan tidak akan pernah selingkuh.
Kedua, tahap kemarahan
Ibu mulai marah pada diri sendiri, pada suami bahkan pada Tuhan. Kenapa hal ini bisa terjadi pada saya? Padahal saya selalu meyalani suami dengan baik, saya rajin beribadah dsb.
Ketiga, tahap menawar
Ibu mulai berandai-andai. Seandainya dulu saya lebih merawat diri, pasti suami akan lebih bergairah pada saya. Seandainya dulu suami mau tinggal di desa, pasti dia takkan tergoda wanita lain.
Keempat, tahap depresi
Pada momen ini ibu merasa hampa, menyesal dan sedih yang menjadi satu. Ibu bingung tidak tahu harus berbuat apa. Sebelumnya, ibu sudah berikhtiar melalui segala cara tapi tak membuahkan hasil. Dan, tahap ini adalah puncaknya! Ibu merasa putus asa dan tak lagi ingin berjuang.
Kelima, tahap penerimaan
Setelah melewati serangkaian gejolak emosi naik turun, pada akhirnya ibu sampai pada tahap penerimaan. Ibu belajar menerima kenyataan yang telah terjadi.
Ibu memilih merelakan dan mengubur rasa sakit hati yang dirasakan suami. Jutaan kenangan yang ibu miliki bersama suami, terus terbayang dan hati ibu terasa sakit.
Tapi bagaimanapun juga, hidup harus terus berlanjut. Dan, inilah yang membuat ibu pelan-pelan mulai menjalankan aktivitas seperti biasa. Bekerja, beribadah, berusaha menikmati hidup dsb.
Nah, pada tahap penerimaan inilah, ibu mulai mampu menata hati dan pikiran untuk mengembalikan keharmonisan rumah tangga.
Jika ibu belum melewati 5 tahap ini, maka sulit bagi ibu untuk melepaskan suami dari pelakor. Contoh, ibu masih berada di tahap marah.
Apapun bentuk ikhtiar yang ibu lakukan pada tahap marah, tidak akan berhasil. Karena ikhtiar yang ibu lakukan didorong oleh rasa dendam.
“Saya ingin suami bangkrut saja”
“Saya ingin pelakor itu mati dan keluarganya tertimpa musibah”
Pikiran, perasaan dan tindakan ibu mengarah pada keputusan-keputusan yang bersifat negatif. Maka, hasilnya pun akan negatif.
Suami menjadi jengkel, marah dan menghindari ibu. Bukannya kembali harmonis, yang ada justru ibu makin berat tekanan dan stresnya karena suami makin menjauh.
Saran saya, pelan-pelan lewati 5 tahap tadi lebih dulu. Inshallah ketika ibu sudah berada pada tahap kelima, sudah pada momen mampu menerima semuanya, ikhtiar ibu melepaskan suami dari pelakor akan berhasil.
Karena hati ibu sudah lapang, ikhlas, mampu mengontrol dendam dan amarah. Sehingga, segala tindakan yang ibu ambil mengarah pada hal-hal bermuatan positif. Maka, hasil ikhtiarnya pun akan positif.
Nah, bagi ibu-ibu yang ingin mendapatkan bimbingan spiritual rumah tangga agar mampu kuat melewati 5 tahapan tadi, serta ingin berkonsultasi khususnya bagaimana agar suami segera lepas dari pelakor, maka jangan sungkan untuk menghubungi saya.
Bisa melalui chat WhatsApp maupun telepon di nomor +628111 26 4401. Atau bisa klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.
Ini adalah kisah real yang dialami klien saya. Beliau berkomitmen ikthiar bersama saya melalui wasilah Cincin Sakinah.
Bagi ibu-ibu yang telah lama mengikuti saya, tentu sudah tidak asing ya dengan istilah ikhtiar Cincin Sakinah. Jadi, konsultasi di tempat saya ini bersifat psiko spiritual. Saya menggabungkan ilmu psikologi dengan kekuatan spiritual.
Jadi, saya tidak sekedar mendengarkan curhatan ibu seperti saat ibu curhat pada teman atau keluarganya.
Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B dan C, keputusan yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan berdasarkan realitas.
Kemudian saya lengkapi bimbingan dengan ikhtiar spiritual menggunakan energi doa dan buka aura. Nah, ikhtiar spiritual ini saya berikan pegangan berupa Cincin Sakinah.
Inshallah ikhtiar kita lebih optimal. Karena ada ikhtiar lahir berdasarkan realitas dan dilengkapi doa serta energi buka aura.
Nah, bagi ibu yang saat ini ingin segera menyelesaikan masalah rumah tangganya, jangan segan menghubungi saya ya. Silakan bisa hubungi melalui chat WhatsApp atau telepon di nomor +628111 26 4401.
Sekarang saya mau lanjutkan menceritakan perjalanan ikhtiar klien melalui wasilah Cincin Sakinah. Beliau memaharkan Cincin Sakinah dengan tujuan agar sang suami bisa memutuskan hubungan dengan wanita pemandu karaoke.
Kebetulan pernikahan klien saya ini dijalankan secara jarak jauh. Nah, saat suami jauh dari istri inilah, dia terjebak dalam permainan seorang wanita pemandu karaoke.
Dikenalkan oleh rekan kantornya, kemudian hubungan mereka berlanjut sampai tahap hidup bersama di kontrakan.
Kontrakan tahunan yang bayar ya suami klien saya bahkan pihak ketiga ini sampai dibelikan motor. Tidak hanya itu, kehidupan sehari-hari pihak ketiga, juga dibiayai oleh suami klien.
Akhirnya klien saya berontak dan marah pada sang suami karena jatah bulanan beliau jadi berkurang. Bahkan uang sekolah dan jajan anak juga ikut terpotong karena suami harus membaginya dengan pihak ketiga.
Alhamdulillah klien saya ini segera bertemu dengan saya dan akhirnya beliau berkomitmen ikhtiar dengan saya melalui Cincin Sakinah. Disinilah mulai saya arahkan.
Ketika klien mengirim foto terbarunya bersama suami, saya bisa membaca bahwa aura sang suami ini memang haus akan sentuhan.
Nah, kebetulan pernikahannya dilakukan secara jarak jauh. Maka, tujuan dari perselingkuhannya ini memang hanya untuk kepuasan batin.
Kemudian, Cincin Sakinah beliau saya berikan energi buka aura khusus untuk membangkitkan gairah sang suami. Untuk ikhtiar lahirnya, saya sarankan klien memberikan servis yang penuh variasi. Yang berbeda dari biasanya. Jika perlu, ibu belajar dari blue film.
Karena kebutuhan suami ibu saat ini adalah hasratnya yang harus dipenuhi. Dan, alhamdulillah persis satu minggu yang lalu saya diberi kabar oleh klien bahwa sang suami memutuskan hubungan dengan pemandu karaoke tersebut melalui telepon langsung di depan klien.
Ini adalah perubahan luar biasa, yang patut saya dan klien syukuri. Bahwa ikhtiar kita sekecil apapun itu, apalagi jika ikhtiarnya lengkap lahir dan batin, maka inshallah Tuhan pasti menunjukkan jalan terbaik. Jadi, ibu-ibu jangan pernah berhenti untuk ikhtiar.
Siapa disini yang suaminya selalu bikin emosi? Ayo jawab jujur di kolom komentar, saya ingin tahu siapa saja.
Yuk jangan malu untuk mengakui. Sekalian dijelaskan, sikap atau kata-kata suami yang bagaimana yang seringkali bikin ibu emosi.
“Suami saya suka naruh handuk sembarangan Mbak!”
“Suami saya kalau ke rumah pelakor ijin dulu ke saya Mbak, saya jadi emosi pingin nonjok hidungnya”
“Suami saya suka kasih uang ke adiknya tanpa bilang ke saya Mbak, padahal kebutuhan keluarga saja belum dia penuhi dengan baik”
Dsb
Ayo saya mau baca satu per satu, ditulis di kolom komentar, sikap atau kata-kata suami yang bagaimana yang seringkali bikin ibu marah.
——- baca komentar ———-
Pada kesempatan kali ini saya tidak akan meminta ibu untuk bersikap sabar atau menahan amarahnya. Orang pingin marah kok ditahan, nanti bisa bikin bisulan.
Ini benar ya, fakta!
Bahwa emosi yang ditahan justru akan berdampak tidak baik bagi kesehatan fisik kita.
“Berarti kita boleh marah ya Mbak?!”
Boleh dong! Marah adalah salah satu bentuk emosi yang wajar dan bisa dirasakan oleh semua manusia. Dan, marah bukan berarti buruk kemudian bikin hipertensi jadi harus dihindari. Tidak selalu seperti itu.
Justru kalau marah tidak diungkapkan bisa bikin stres dan tertekan. Hanya saja, marah yang tepat dan bermanfaat bagi kesehatan mental itu ada caranya.
Bukan sekedar marah, bentak-bentak, nunjuk kesalahan suami, mengeluarkan kata-kata kotor dan pada akhirnya menyakiti suami, membuat kita menyesali perbuatan kita.
Kalau marah yang model begini tidak tepat, karena bisa membuat suami bersikap tertutup serta makin menghindari ibu. Sehingga jika ini terjadi, hubungan dengan suami jadi makin renggang dan tidak bertemu dengan solusi.
Marah itu ada caranya. Seperti apa caranya?
Sebelum saya lanjutkan, saya minta tolong pada ibu-ibu semuanya disini untuk membagikan link live streaming saya lebih dulu.
Boleh dibagikan di grup WhatsApp, grup Facebook atau dibagikan ke siapapun yang menurut ibu membutuhkan materi ini.
Siapa tahu dengan membagikan materi ini, kemudian teman, kerabat atau saudara ibu ikut bergabung dan terinspirasi dari sini ya.
Sehingga mereka jadi lebih mudah mendapatkan solusi dari permasalahan yang sedang mereka hadapi. Inshallah ini akan jadi ladang pahala juga bagi ibu.
Sudah dibagikan ya? Alhamdulillah, terima kasih. Baiklah, sekarang kita lanjutkan.
Emosi marah yang kita rasakan, itu ada tahapannya. Dengan mengenal tahapan marah ini, kita bisa lebih mampu mengendalikan emosi marah sehingga respon kita terhadap orang yang bikin marah, bisa lebih terkontrol. Tidak sembarangan bersikap atau berkata-kata yang nantinya bikin orang lain sakit hati dan berujung penyesalan di diri kita.
Tahapan marah yang pertama adalah IRITASI
Contoh, Naya tidak sengaja melihat HP suaminya. Ada pesan masuk dari wanita ketiga, pesannya “hati-hati di jalan ya sayang.”
Ketika melihat pesan ini, kita sebenarnya tidak langsung marah. Tapi, mengalami iritasi lebih dulu. Ciri-cirinya, muncul rasa tidak nyaman dan fokus kita langsung 100% mengarah pada hal yang membuat kita iritasi ini tadi.
Tahapan marah kedua adalah TERSULUT
Setelah alami iritasi, emosi kita disini mulai tersulut yang terlihat jelas pada reaksi tubuh kita. Tubuh ibu mengeluarkan hormon stres, mulai deg-degan, gemetar, keluar keringat dingin dan nafas menjadi lebih cepat.
Nah saat hal ini terjadi segera atur pernapasan dengan metode 7 3 7. Tarik nafas selama 7 detik, tahan selama 3 detik, kemudian keluarkan lewat mulus selama 7 detik. Ulang metode pernapasan 7 3 7 ini selama 3 kali.
Pernapasan yang teratur ini membantu memberikan jeda bagi otak ibu sehingga tidak cepat marah pada suami. Kadang, kenapa kita mudah cepat marah sebenarnya karena kita tidak belajar memberi jeda seperti ini.
Kalau kita terburu-buru merespon, maka yang keluar dari mulut kita seringkali kata-kata buruk, sikap yang menyakiti pasangan dsb.
Tahapan marah ketiga adalah KLIMAKS
Ini adalah puncaknya orang marah.
Biasanya di tahap ini kita mengeluarkan kata-kata kotor, fisik kita mulai bereaksi seperti ingin membanting pintu, membanting barang-barang yang ada di dekat kita bahkan ketika sudah tidak mampu mengendalikan diri, kita ingin menampar, memukul hingga menonjok orang yang bikin kita emosi.
Tapi respon ini bisa dikendalikan bahkan bisa dihindari ketika pada tahap ketiga atau tahap tersulut tadi, kita mampu melatih otak untuk memberi jeda.
Nah, inshallah dengan memahami 3 tahapan marah ini kita bisa tahu bagaimana kondisi emosi kita saat ini. Respon ibu bisa lebih dikendalikan, tidak los dol yaa..
Tidak mudah mengeluarkan kata-kata kotor, bersikap di luar kendali sehingga tidak sampai membuat suami tersakiti dengan tindakan ibu.
Itulah cara cantik untuk mengendalikan marah pada suami. Semoga bermanfaat dan bisa membantu menjaga keutuhan rumah tangga ibu.
“Mbak Meida, kalau suami ijin ke rumah pelakor saya harus bereaksi seperti apa ya di depan suami? Jujur saya tidak ingin dia pergi ke rumah wanita itu karena rasanya sakit banget. Tapi kalau tidak saya ijinkan pasti suami marah-marah.”
Pernah mengalami hal seperti ini? Suami berani ijin kepada istri untuk mampir ke rumah pelakor. Biasanya suami yang nekat bersikap seperti ini, mereka sudah ketahuan selingkuh oleh istrinya.
Kemudian berjanji untuk melepaskan pelakor tapi kenyataannya sikap suami justru makin parah dan makin terang-terangan selingkuh.
Sebelum saya jelaskan bagaimana istri seharusnya menjawab ijin dari suami, silakan catat dulu nomor konsultasi saya di +628111 26 4401.
Melalui nomor konsultasi tersebut, ibu bisa menghubungi dengan cara chat WhatsApp maupun telepon kemudian menjelaskan detil masalah rumah tangganya seperti apa.
Bimbingan rumah tangga di tempat saya bersifat psiko spiritual. Saya menggabungkan ilmu psikologi dengan kekuatan spiritual.
Jadi, saya tidak sekedar mendengarkan curhat ibu seperti saat ibu curhat pada teman atau keluarganya.
Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B dan C, keputusan yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan berdasarkan realitas.
Kemudian saya lengkapi bimbingan dengan ikhtiar spiritual menggunakan energi doa dan buka aura.
Inshallah ikhtiar kita lebih optimal. Karena ada ikhtiar lahir berdasarkan realitas dan dilengkapi doa serta energi buka aura.
Nah, bagi ibu yang saat ini ingin segera menyelesaikan masalah rumah tangganya, jangan segan menghubungi saya ya.
Baiklah, kita kembali pada pembahasan di awal. Apa yang harus dikatakan istri ketika suami ijin ke rumah pelakor. Jika diijinkan, istri bakal sakit hati banget. Jika tidak diijinkan, suami pasti marah besar pada istri. Jadi serba salah ya.
Kita disini harus bisa mengemas kalimat yang bersifat ambigu. Seolah-olah mengijinkan tapi membuat suami berpikir, apakah tindakannya ini harus benar-benar dilakukan atau tidak. Kalimatnya kurang lebih seperti ini.
“Apakah dengan cara meminta ijin seperti ini, kamu menganggap telah menghargaiku? Jika benar kamu menghargaiku, kamu bahkan tidak akan berani melanggar komitmen kita. Silakan jika memang ingin pergi, itu adalah hakmu.”
Ucapkan dengan tenang, elegan dan tanpa emosi meledak-ledak. Ingat! Kepercayaan diri kita ketika berikhtiar adalah kekuatan utama. Dengan cara ini, kita akan lebih dihargai suami sehingga dia tak berani bersikap seenaknya sendiri.
Sebagian besar dari kita pada pagi hari selalu hectic.
Bangun pagi, menyiapkan sarapan, menyiapkan diri untuk bekerja. Suami pun sama sibuknya, membantu mengurus anak berangkat sekolah dan menyiapkan diri untuk bekerja.
Tingkat stres dan kecemasan orang-orang biasanya meningkat pada pagi hari. Apalagi orang-orang yang tinggal di kota, harus naik transportasi umum untuk pergi bekerja. Kadang saya ikut deg-degan melihat aktivitas mereka yang se hectic itu.
Dalam keadaan terburu-buru seperti ini, kadang sebagai istri muncullah kebiasaan rewel. Kita takut terlambat, takut tidak bisa mengurus rumah dengan baik dsb.
Sehingga kecemasan dan kerewelan kita menghadapi pagi hari itu membuat suami ikut terpancing emosi hingga gregetan.
Ini persis terjadi pada klien saya. Ternyata ketidakmampuan istri mengatur waktu dengan baik, berdampak pada tingkat stres suami di pagi hari.
Mereka sering bertengkar karena terlambat bangun, sarapan tidak tenang hingga tergesa-gesa keluar rumah. Bahkan suami sering terlambat bekerja hingga ditegur atasan karena jelas ini berdampak pada profesionalitasnya dalam bekerja.
Hectic pada pagi hari ini ternyata menyulut konflik-konflik lainnya antara suami dan istri.
Karena sang istri tidak betah ya dengan omelan suami, akhirnya beliau ikhtiar dengan saya melalui wasilah Cincin Sakinah. Hajatnya adalah meredakan emosi suami.
Alhamdulillah, sekarang emosi suami tidak hanya mereda tapi juga hatinya melembut. Ini dibuktikan melalui sikap suami yang ikut nimbrung membantu pekerjaan rumah sang istri pada pagi hari sehingga klien saya tidak ribut sendiri tiap pagi.
Tentu ini juga berkat kesabaran dan kegigihan klien mengikuti langkah lahir. Saya bantu beliau menata ulang jadwal kesehariannya, mengeliminasi pekerjaan-pekerjaan malam hari yang tidak penting sehingga beliau bisa istirahat lebih awal.
Dan yang paling penting, pada pagi hari saat sarapan bareng saya menyarankan klien untuk sesering mungkin menyentuhkan Cincin Sakinah yang beliau kenakan pada kulit suaminya.
Jadi, sambil sarapan sambil memainkan tangan sang suami kemudian memastikan Cincin Sakinah tersentuh kulit suami.
Sentuhan itu meski sederhana tapi efeknya mengagumkan. Membuat suami banjir oksitosin dan menimbulkan rasa bahagia, empati dan percaya. Nah disinilah saya meminta klien untuk mengungkapkan harapannya.
“Aku tuh pingin banget punya suami yang bisa diajak kerja sama, bantuin anak-anak khususnya. Jadi, aku gak ribet sendiri. Dan, kamu pun bisa berangkat kerja tepat waktu.”
Alhamdulillah, sentuhan-sentuhan sederhana ditambah energi aura dari Cincin Sakinah ini membantu melunakkan hati suami, menurunkan egonya dan hasilnya memang benar hati suami melembut sehingga mudah diajak kerja sama.
Nah bagi ibu-ibu yang suaminya saat ini tergoda oleh wanita ketiga, sentuhan dari kulit ke kulit dengan bantuan energi doa dari Cincin Sakinah juga bisa dimanfaatkan.
Saat menyentuhkan Cincin Sakinah ke kulit suami, ibu bisa sembari mengungkapkan perasaan ibu. Bahwa ibu sangat mencintai suami, tidak ingin dia terjerumus pada jalan yang tidak benar dsb.
Inshallah ini juga bisa menjadi ikhtiar untuk melunakkan hati suami sehingga mudah mendengarkan masukan dari ibu. Nah, bagi ibu-ibu yang siap berikhtiar melalui Cincin Sakinah, silakan jangan ragu untuk menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun di telepon di nomor konsultasi +628111 26 4401. Atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.
Saya ciptakan materi ini khusus untuk ibu-ibu yang sedang menghadapi kenyataan harus berpisah dengan suami. Saya yakin, tidak wanita yang menikah dengan tujuan ingin bercerai.
Saya yakin, tidak ada istri yang tidak berjuang. Semua istri yang menghadapi masalah rumah tangga apapun itu, pasti telah berikhtiar sekuat mungkin. Pasti telah mencoba segala cara untuk mempertahankan keutuhan rumah tangganya.
Tidak ada istri yang sengaja “ah aku bosan, mau buat masalah biar bercerai.” Saya yakin itu tidak ada.
Jadi, untuk ibu-ibu yang hari ini harus menerima kenyataan pahit berpisah dengan suami, kalian adalah istri yang hebat. Kalian istri yang luar biasa dan layak mendapatkan tips gratis dan berharga dari saya ini.
Karena apa yang akan saya bagikan disini inshallah bisa membantu ibu lebih cepat move on dari perpisahan dengan suaminya.
Sebelum saya lanjutkan, saya minta tolong pada ibu-ibu semuanya disini untuk membagikan link live streaming saya lebih dulu.
Boleh dibagikan di grup WhatsApp, grup Facebook atau dibagikan ke siapapun yang menurut ibu membutuhkan materi ini.
Siapa tahu dengan membagikan materi ini, kemudian teman, kerabat atau saudara ibu ikut bergabung dan terinspirasi dari sini ya.
Sehingga mereka jadi lebih mudah mendapatkan solusi dari permasalahan yang sedang mereka hadapi. Inshallah ini akan jadi ladang pahala juga bagi ibu.
Sudah dibagikan ya? Alhamdulillah, terima kasih. Baiklah, sekarang kita lanjutkan.
Saya jadi penasaran nih, ibu-ibu disini yang “mohon maaf” sedang menghadapi perceraian dengan suami atau bahkan sudah resmi berpisah dari suaminya, apakah ada?
Kalau ada, saya ingin tahu ikhtiar apa saja yang sudah ibu lakukan untuk mempertahankan rumah tangganya agar jangan sampai berpisah?
Yuk, bisa yuk ditulis pengalamannya di kolom komentar. Saya mau baca satu per satu. Siapa tahu ikhtiar ibu yang saya bacakan nanti, bisa jadi inspirasi bagi istri-istri yang lain sehingga bermanfaat bagi rumah tangga mereka. Coba satu-satu tulis di kolom komentar.
———- baca komentar ————-
Alhamdulillah. Tuh, benar kan apa yang saya katakan? Tidak ada istri yang tidak berjuang. Semua pasti berikhtiar demi keutuhan rumah tangganya.
Sebelum saya lanjutkan, saya ingin kita sama-sama sepakat mengenai makna MOVE ON. Move on bukan berarti melupakan ya ibu-ibu.
Ada klien saya yang mengatakan, “saya ini belum move on dari mantan suami Mbak Meida, karena saya masih sering ingat sama dia.”
Lalu saya tanya klien saya, apakah ibu beberapa waktu ini mengalami kecelakaan lalu amnesia?
“Waduh! Amit-amit Mbak Meida. Saya tidak kecelakaan dan ingatan masih bagus!”
Nah, artinya otak ibu masih sehat. Tidak cacat, tidak lupa ingatan. Jadi, mana mungkin bisa melupakan mantan suami? Jelas tidak bisa! Karena move on bukan berarti melupakan.
Ada lagi klien saya yang curhat ke saya. “Saya sudah mampu move on dari mantan suami Mbak, buktinya saya sudah menikah lagi.”
Ah yang benar? Kalau ingat sikap mantan suami yang dulu pernah KDRT dan menyelingkuhi ibu, bagaimana respon ibu?
“Saya masih nangis dan jengkel Mbak!”
Ini namanya belum move on. Jadi, move on juga bukan berarti bisa membuka hati dan punya pasangan baru.
“Lalu makna move on apa sih Mbak Meida?” Makna move on yang sebenarnya adalah berjalan terus atau melanjutkan.
Dalam proses move on, ibu belajar menerima apa yang sudah terjadi. Ibu tak lagi mengecam masa lalu. Karena ibu sadar bahwa kejadian buruk yang menimpa ibu merupakan tempaan yang membuat ibu jadi pribadi lebih kuat seperti saat ini.
Membuat ibu jadi lebih banyak introspeksi diri dan melakukan perubahan seperti ini.
Bukti dari seseorang yang mampu move on adalah dia masih ingat segala hal tentang mantan suaminya. Dia masih ingat makanan kesukaannya apa, tempat favorit yang sering kalian datangi berdua, cara mantan suami bersikap atau merespon sesuatu, ibu masih ingat detil.
Kapan ibu disakiti, dengan cara apa ibu dikhianati mantan suami, kata-kata atau sikap yang bagaimana yang menyakiti ibu, ibu masih ingat semuanya.
Tapi ketika ibu mengingat itu semua, ibu tidak lagi merasa sakit hati. Ibu tidak lagi sedih, jengkel, marah atau dendam. Ibu santai saja menghadapi ingatan-ingatan itu di masa lalu.
Nah, itu baru namanya move on! “Lalu, bagaimana caranya agar bisa mencapai titik move on yang seikhlas itu Mbak Meida?”
Caranya hanya satu, yakni ibu perlu sadar bahwa move on itu adalah proses. Artinya, tidak perlu terburu-buru untuk menjalani proses tersebut karena butuh waktu yang tidak sebentar.
Apalagi luka perceraian yang disebabkan masalah perselingkuhan atau kekerasan verbal maupun fisik. Itu sangat menyakitkan, jadi butuh proses menyembuhkan diri yang cukup lama. Ada 2 jenis luka yang harus disembuhkan, luka akibat diselingkuhi atau dikasari serta luka perpisahan.
Jadi, jika pasca bercerai kok ibu merasa tidak bisa melupakan, masih sakit hati, kecewa, ingin balas dendam, belum bisa move on, semua itu wajar ibu rasakan.
Terkadang yang membuat kita tidak bisa lekas move on karena kita sering kepoin mantan suami. Benar atau benar?
Kita masih ingin cari tahu media sosialnya, “dia sekarang kaya gimana ya?” “Apakah dia sekarang sudah bahagia dengan selingkuhannya?” “Kapan ya dia bangkrut dan kena sial karena meninggalkanku?”
Setelah ibu lihat, ternyata mantan suami ibu tidak menderita. Dia terlihat bahagia, nyaman dan tenang menjalani hidupnya. Wah, ibu jadi tidak terima melihat hal itu. Akhirnya, inilah yang mendorong ibu terburu-buru move on karena tak mau kalah saing sama mantan.
Ide ini lebih buruk lagi! Karena tujuan ibu untuk move on bukan untuk kebaikan diri sendiri lagi, tapi untuk balas dendam.
Nah, saran saya move on itu harus dinikmati prosesnya. Yang tahu seberapa dalam luka ibu adalah diri ibu sendiri. Yang tahu seberapa lama waktu dibutuhkan untuk sembuh adalah ibu sendiri. Maka, dinikmati saja prosesnya.
Luka, trauma, rasa kecewa, marah, sedih, diungkapkan saja. Kalau perlu datang ke psikolog, psikiater, konsultan untuk mencurahkan emosi-emosi ibu.
Sama seperti klien-klien saya itu tiap hari curhat melalui chat WhatsApp atau kalau mereka lagi ada jadwal telepon, ya ketika telepon itu mereka mengungkapkan emosinya.
Inshallah dengan cara jujur mengakui emosi dan mengungkapkannya pada profesional yang tepat, ini bisa membantu ibu lebih cepat move on.
Rata-rata waktu yang dibutuhkan klien saya untuk move on adalah 2 tahun. Ada yang lebih cepat dari ini, ada juga yang lebih lambat. Tidak masalah, karena tidak ada standar waktu move on.
Itu dia tips dari saya agar ibu bisa lebih menikmati proses move on. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada live streaming berikutnya.
“Apa saja Mbak racun yang digunakan pelakor? Apakah dia pakai susuk, pelet atau ilmu hitam untuk menguasai suami saya?”
Tenang dulu ibu-ibu!
Semua akan saya jelaskan pelan-pelan tapi sebelumnya saya ingin ibu mencatat dulu nomor konsultasi saya di +628111 26 4401.
Melalui nomor konsultasi tersebut, ibu bisa menghubungi dengan cara chat WhatsApp maupun telepon kemudian menjelaskan detil masalah rumah tangganya seperti apa.
Bimbingan rumah tangga di tempat saya bersifat psiko spiritual. Saya menggabungkan ilmu psikologi dengan kekuatan spiritual.
Jadi, saya tidak sekedar mendengarkan curhat ibu seperti saat ibu curhat pada teman atau keluarganya.
Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan berdasarkan realitas.
Kemudian saya lengkapi bimbingan dengan ikhtiar spiritual menggunakan energi doa dan buka aura.
Inshallah ikhtiar kita lebih lengkap dan optimal. Karena ada ikhtiar lahir berdasarkan realitas dan dilengkapi doa serta energi buka aura.
Nah, bagi ibu yang saat ini ingin segera menyelesaikan masalah rumah tangganya, jangan segan menghubungi saya.
Saya dengar langsung dari salah seorang pelakor. Dia berani memberikan servis di atas ranjang yang luar biasa. Bahkan mohon maaf, dia rela bermain lewat belakang. Semua jenis variasi bercinta dia gunakan meski kesakitan. Demi memberikan servis dahsyat ini tadi.
Hal-hal seperti ini kan tidak bisa diberikan istri sah ya, karena kita memikirkan kesehatan, moral dan aturan agama.
Kedua, racun nempel terus.
Pelakor takkan pernah membiarkan suami ibu sendiri atau berduaan dengan ibu. Dia terus meneror suami ibu dengan segala cara yang bisa dia tempuh.
Saya contohkan, suami baru saja pulang dari rumah pelakor. Dalam perjalanan kembali ke rumah, pelakor tidak tinggal diam. Dia mengirimkan teror pesan seperti, “baru saja ketemu, tapi sudah kangen lagi.”
Saat suami sampai di rumah, lagi-lagi dia tak membiarkan suami berduaan dengan ibu. Dia kembali meneror dengan mengajak VC dsb.
Jika suami ibu tidak mengangkatnya, pelakor ini terkadang memberikan ancaman. Seperti, tak mau lagi ditemui atau mengurangi jatah servis.
Ketiga, racun memberi makan ego.
Jalur orang jatuh cinta itu macam-macam. Ada yang tertarik karena keseksian tubuh, ada juga yang tertarik karena merasakan kenyamanan saat bersama.
Seperti curhat didengarkan, diberi motivasi, tidak pernah disalahkan, dipuja-puja, tak pernah disudutkan, tidak menuntut apapun dsb.
Nah, itulah 3 racun yang digunakan pelakor untuk membuat suami ibu luluh hati dan tubuhnya. Kita perlu waspada dan terus memperbanyak ikhtiar demi keutuhan rumah tangga.
Ketika seorang istri mantap berkonsultasi dan berikhtiar dengan saya untuk mengatasi suaminya yang kecantol pelakor, kata pertama yang pantang saya ucapkan adalah SABAR.
Saya yakin, ibu pasti sudah sangat sabar selama ini. Mencoba menahan emosi, menahan diri agar tidak salah bersikap sehingga membuat masalah rumah tangga makin runyam.
Kata kedua yang pantang saya ucapkan adalah positive thinking!
Saya yakin, ibu pasti sudah berusaha sekuat tenaga untuk berpikir positif. Tiap kali suami ke luar rumah, ibu mencoba berpikir positif “ah tidak mungkin suami menemui pelakor.”
Kata ketiga yang pantang saya ucapkan adalah ayo terus ikhtiar.
Saya yakin, sebelum bertemu dengan saya pun ibu sudah berikhtiar. Segala cara sudah ibu coba. Marah, melabrak, melaporkan ke kantor, menyelidiki orang-orang terdekat suami, mengajak kerjasama mertua dsb.
Tapi semua usaha yang ibu lakukan belum ada hasilnya. Sampai akhirnya ibu mencoba menghubungi saya, berkomitmen ikhtiar dan mengikuti bimbingan yang saya berikan.
Bimbingan rumah tangga di tempat saya bersifat psiko spiritual. Saya menggabungkan ilmu psikologi dengan kekuatan spiritual.
Jadi, saya tidak sekedar mendengarkan curhat ibu seperti saat ibu curhat pada teman atau keluarganya ya.
Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan berdasarkan realitas.
Kemudian saya akan lengkapi bimbingan dengan ikhtiar spiritual menggunakan energi doa dan buka aura.
Jadi, inshallah ikhtiar kita lebih lengkap dan optimal. Karena ada ikhtiar lahir berdasarkan realitas dan dilengkapi doa serta energi buka aura yang inshallah ini menguatkan ikhtiar lahirnya.
Dan, tidak perlu khawatir! Semua data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.
Untuk ibu-ibu semua yang mendengarkan saya saat ini, yakinlah bahwa ini bukan kebetulan. Tapi, sudah bagian dari takdir Tuhan bahwa ibu dipertemukan dengan video saya.
Bisa jadi ibu saat ini sudah hampir menyerah karena tak kunjung melihat perubahan suami. Bahkan mungkin ibu sedang bersiap-siap untuk mengakhiri pernikahan dengan suami.
Saran saya, jangan menyerah dulu! Jangan putus asa dulu. Ibu coba sekali lagi ikhtiar caranya dengan menghubungi nomor konsultasi saya di +628111 26 4401. Melalui nomor tersebut, ibu bisa menghubungi saya dengan cara chat WhatsApp maupun telepon.
Seperti itu saran saya, semoga bermanfaat dan saya tunggu pesan dari ibu.
“Setelah apa yang dia lakukan ke saya, saya ingin membalasnya yang setimpal!”
Jika ibu memiliki pemikiran seperti ini, maka ibu sedang berada pada video yang tepat. Karena saya akan mengajari ibu, bagaimana cara membalas dendam pada suami yang selingkuh. Bagaimana cara memberi hukuman pada suami yang telah berkhianat.
Sebelum saya lanjutkan, silakan catat dulu nomor konsultasi saya di +628111 26 4401. Ibu bisa menghubungi melalui chat WhatsApp maupun telepon.
Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.
Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.
Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.
Dan, tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.
Jangan ragu menghubungi saya, saya tunggu pesan dari ibu.
“Lalu, apa hukuman paling tepat untuk suami yang suka main wanita Mbak Meida?”
Pertama, bubarkan lingkungan buruk suami.
Perselingkuhan paling banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Ada yang masuk ke komunitas, ada yang rekan kantor suami hobinya memang sejak dulu main wanita, ada yang lingkungan kerjanya menuntut suami terjun ke dunia yang dekat dengan banyak wanita.
Dan, ini adalah hukuman paling solutif. Yakni menghindarkan suami dari lingkungan buruk. Blok semua akses suami ke lingkungan tersebut, mulai dari grup media sosial hingga putuskan orang-orang yang mengikuti suami di medsos.
Kedua, pastikan suami berpindah lingkungan. Dari lingkungan buruk ke lingkungan positif.
Sekali lagi!
Lingkungan sangat mempengaruhi seseorang dalam berpikir, bertindak dan mengambil keputusan. Semakin baik sebuah lingkungan, semakin positif pula suami ibu bisa terpengaruh.
Maka, bantulah suami mencari lingkungan yang positif ini. Bisa itu komunitas hijrah, komunitas yang lebih religius dsb.
Ketiga, usahakan mengubah semua dana tabungan, aset dll atas nama anak atau diri Anda sendiri.
Hukuman paling dahsyat dari istri untuk suami yang selingkuh bukan membalasnya dengan perselingkuhan. Melainkan dengan mengoper semua dana tabungan, aset dll atas nama anak atau pribadi ibu.
Sebelum dihabiskan suami untuk menghidupi pelakor atau sebelum semua aset dijual lalu dibelikan yang baru untuk pelakor.
Hal ini sangat mungkin terjadi, jadi berjaga-jagalah untuk masa depan Anda serta anak-anak.
Keempat, jika suami enggan melakukan semua hal yang saya sebutkan di atas, berikan ancaman dengan cara melaporkan suami pada orang yang dia hormati.
Ibu tidak perlu repot merekam perselingkuhan suami dan memviralkannya. Karena saat semua orang tahu, ini justru akan merendahkan suami di mata banyak orang, membuat suami illfeel dengan ibu serta enggan kembali bersama.
Laporkan saja pada 1 atau 2 orang yang paling dihormati suami atau pada orang yang paling berjasa dalam hidup suami. Seperti ibu, atasan di kantor, mentor, atau siapapun.
Tidak perlu ke semua orang!
Hal ini akan membuat suami tidak kehilangan harga dirinya. Tidak malu kepada ibu dan yang paling penting adalah ada keinginan suami untuk bertobat.
Kelima, kuatkan mental ibu.
Dari semua hukuman, hukuman yang paling dahsyat dari ibu untuk suami adalah yang kelima ini. Yakni mental ibu harus semakin kuat.
Ibu harus meningkatkan kepercayaan diri dan harga dirinya, sehingga ibu berani bersikap tegas terhadap sikap suami. Agar apa, agar suami tidak bersikap seenaknya terhadap ibu.
Ingat! Ibu adalah sosok yang berharga dan tidak pantas diinjak-injak harga dirinya.