Ingin Putuskan Suami dan Pelakor? Istri Harus Penuhi 3 Syarat Ini

Sebagian besar istri yang rumah tangganya dicoba dengan masalah perselingkuhan, mereka memilih bertahan dan berikhtiar mengembalikan cinta suaminya.

Tentu pilihan bertahan ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Seperti anak-anak, status sosial, kemampuan finansial yang bergantung pada suami, imej diri di lingkungannya hingga masih cinta dan sayang pada suaminya.

Apapun alasan bertahan dengan suami yang pernah selingkuh, bagi saya sah-sah saja. Dan, itu adalah hak istri. Karena keputusan ini tentu sudah dipertimbangkan dengan matang.

Tapi dalam mengembalikan cinta dan gairah suami pasca selingkuh, tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Sebelumnya, istri harus memenuhi 3 syarat ini dulu.

Pertama, MANTAP DENGAN KEPUTUSAN YANG DIAMBIL

Ketika memperjuangkan suami agar kembali pada ibu seutuhnya, maka ibu akan menghadapi beragam tantangan.

Seperti sikap suami yang semakin hari, semakin cuek, pelakor yang berani meneror istri sah, semangat ibu yang naik turun dsb.

Ada beberapa istri yang awalnya semangat ’45 dalam memutuskan suami dan pelakor, tapi kemudian setelah mengalami tantangan-tangangan yang saya sebutkan tadi, semangatnya melempem.

Bahkan akhirnya menyerah pada pelakor, berhenti ikhtiar dan ujungnya status istri ini digantung oleh suaminya. Jadi, saran saya sebelum ibu memutuskan suami dengan pelakor, mantapkan dulu niatnya.

Karena niat yang mantap akan menjadi penyemangat ibu. Ketika menghadapi kendala, diteror pelakor, suami makin menjauh, semangat ibu tidak akan mudah dijatuhkan.

Syarat Kedua, MENTAL YANG KUAT

Saya pernah menangani kasus perselingkuhan dimana klien saya dan anak-anaknya yang masih remaja, dikirimi pelakor berupa foto dan video mesum. Siapa yang mesum? Ya suami klien saya dengan pelakor itu.

Lalu apa yang dilakukan klien saya? Beliau memblokir semua media sosial pelakor baik itu dari HPnya sendiri maupun di HP anak-anaknya. Kemudian, klien saya menasihati dan menguatkan mental anak-anaknya.

Bagi istri yang mentalnya tidak kuat, dia mungkin tidak mampu bertahan dengan teror pelakor yang seperti ini. Sekarang, coba ibu berdiri di depan cermin lalu bertanyalah pada diri ibu sendiri.

“Apakah mental saya cukup kuat menghadapi segala resiko yang datang ketika saya memilih bertahan dengan suami?”

Pertanyaan ini, hanya bisa ibu jawab sendiri.

Syarat Ketiga, AURA YANG KUAT DAN POSITIF

Tubuh kita, dikelilingi medan energi atau aura yang mengeluarkan getaran. Getaran ini bisa positif maupun negatif. Bisa kuat maupun lemah.

Semakin positif dan kuat getaran energi ini, kinerjanya semakin baik untuk menarik beragam keberuntungan dalam hidup seperti keharmonisan rumah tangga, melunakkan hati suami bahkan mengunci birahi suaminya.

Nah, ketika istri tahu jika dia telah diselingkuhi suami, maka yang terjadi pada dirinya adalah marah, sedih, kecewa, stres, bingung tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Beragam emosi negatif ibu tentu mempengaruhi aura daya tarik ibu. Muatan energinya menjadi lemah, warnanya memudar bahkan lebih gelap.

Jika kondisi aura ibu seperti ini, maka perubahan secantik apapun yang ibu lakukan pada penampilan fisiknya, tidak mampu menarik simpati suami. Karena masih tertutup aura negatif itu tadi.

Maka, saran saya sebelum mengembalikan cinta suami, sebelum memutuskan suami dan pelakor, saran saya, buka dulu aura daya tarik ibu.

Dalam proses buka aura, medan energi di seluruh area tubuh akan dinetralkan, dibersihkan dan dikuatkan. Sehingga inshallah kinerja getaran energi akan membaik dan mampu menarik beragam keberuntungan dalam hidup.

Khususnya agar ibu lebih mudah meluluhkan hati suami, mengunci birahinya dan mengembalikan keutuhan rumah tangga ibu.

Nah, jika ibu mantap berikhtiar melalui proses buka aura ini, silakan jangan segan hubungi melalui chat WhatsApp maupun telepon di nomor +628111 26 4401. Atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Mantap Ikhtiar Buka Aura <<

WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp