Koneksi Emosional Putus Pasca Selingkuh? Ini Cara Hubungkan Kembali

Menjalin hubungan kembali pasca tahu perselingkuhan suami adalah hal yang tidak mudah. Khususnya dalam mengembalikan ikatan emosional antara ibu dan suami.

Karena sudah pasti disini kepercayaan ibu terkoyak. Pikiran ibu dipenuhi dengan kecemasan karena takut suami mengulangi kesalahan yang sama.

Hari-hari ibu penuh dengan kegelisahan karena terbayang bahwa suami, orang yang ibu cintai ternyata pembohong kelas kakap. Ibu dibodohi, dibohongi sekian lama.

Dengan semua kesakitan ini, ibu mencoba menghubungkan kembali koneksi emosional dengan suami. Disini saya mau mengapresiasi ikhtiar ibu.

Istri yang bertahan dan mencoba berjuang memperbaiki segalanya meski di atas kepahitan, adalah istri yang hebat. Jadi, ibu jangan lupa ya berterima kasih pada dirinya sendiri.

Nah pada kesempatan kali ini saya ingin membantu ibu dalam berikhtiar. Yakni dengan membagikan tips praktis yang bisa langsung dipraktikkan untuk menghubungkan kembali ikatan emosional dengan suami.

Cara pertama adalah dengan mencari tahu apa yang membuat suami merasa dicintai dan dihargai oleh selingkuhannya

Semakin ibu mampu membuat suami merasa dihargai dan dicintai, semakin besar pula kemungkinan dia ingin bertahan dalam pernikahan.

Cobalah untuk melakukannya dengan cara yang berbeda dari yang dilakukan selingkuhan suami.

Misalnya, jika selingkuhan suami adalah tipe yang mengasuh atau ngemong, maka ibu harus jadi istri yang mampu menyenangkan suami, yang mampu jadi penghiburnya.

Atau, jika selingkuhannya pemalu, ibu mungkin harus menjadi orang yang berani keluar dan lebih percaya diri.

Intinya adalah jika ibu mampu membuat suami merasa dihargai dan dicintai dengan cara yang berbeda dari selingkuhannya bahkan melakukannya dengan cara yang lebih baik, inshallah suami akan mempertimbangkan untuk meninggalkan selingkuhannya.

Cara kedua adalah dengan mengeluarkan jiwa kepahlawanan suami

Apa yang mendorong seorang suami rela berkorban dan melakukan apapun demi istrinya? Ada yang bisa menebak disini?

Oke, jawabannya adalah menjadikan suami sebagai sosok pahlawan. Sekali ibu meminta tolong pada suami, memberikan apresiasi, memuja suami, memperlakukan suami seolah ibu tidak bisa hidup tanpanya, inilah yang membuat harga diri suami meningkat.

Suami akan merasa dirinya dibutuhkan dan dihargai keberadaannya. Nah sayangnya sekarang banyak istri berlagak seolah mampu hidup sendiri.

Mungkin karena sudah berpenghasilan sendiri, jadi mereka menganggap mampu membeli apapun sendiri. Baik itu kebahagiaan, waktu dan tenaga orang lain.

Ini pemikiran yang kurang tepat!

Semandiri atau sekuat apapun seorang istri, jika ingin suaminya setia, maka wajib bersikap seolah membutuhkan pahlawan yakni suami.

Cara ketiga adalah membangun persahabatan dengan suami

Pasca berselingkuh, ada gengsi dan ego yang menguasai suami ibu. Dia ingin ibu memohon ampun dan bersikap lebih baik dari sebelumnya.

“Kok gitu sih Mbak Meida! Suami yang selingkuh tapi dia ingin kita yang introspeksi diri.”

Memang benar seperti itu ibu-ibu. Jadi, suami tidak akan mau dianggap salah setelah selingkuh. Bahkan dia meyakini bahwa perselingkuhannya ini adalah hal yang wajar karena usaha ibu dalam menjaga cintanya itu kurang.

Maka dalam posisi seperti ini, jangan langsung mendesak suami untuk kembali romantis, perhatian dan peduli seperti sebelum selingkuh. Jangan memaksa suami untuk kembali bergairah pada ibu.

Posisikan dulu diri ibu sebagai temannya. Agar suami nyaman untuk berdekatan dengan ibu. Agar suami nyaman untuk bicara pada ibu.

Cara keempat adalah jangan mendesak suami untuk segera meninggalkan selingkuhannya

Saya tahu apa yang ibu pikirkan!

Ibu pasti dendam dan sakit hati. Ibu ingin membuat suami benci pada selingkuhannya sehingga dia kembali seutuhnya pada ibu sesegera mungkin.

Akhirnya, apa yang ibu lakukan? Ibu mendesak suami segera meninggalkan selingkuhannya, ibu menyindir, memarahi, membuat masalah, melaporkan suami ke kantornya, melaporkan selingkuhan ke keluarganya, mencoba menunjukkan kejahatan-kejahatan pelakor dsb.

Percuma!

Ini hanya akan menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran ibu. Lebih baik manfaatkan energi ibu untuk membahagiakan suami di rumah.

Saat suami bahagia di rumah, tentu dia akan berpikir 2 kali lipat untuk meninggalkan ibu. Saat ibu ikhtiar dengan cara terburu-buru justru ini membuat suami merasa di rumah itu tidak lagi adem, tapi seperti di neraka.

Panas, tidak nyaman dsb.

Memang! Butuh kesabaran dan kegigihan ekstra untuk mampu melakukan hal ini. Saya tahu ini tidak mudah. Tapi, jika memang ibu sudah berkomitmen untuk menjaga keutuhan rumah tangganya, maka inilah resiko yang harus ibu hadapi.

Nah itu dia beberapa cara untuk kembali terhubung secara emosional dengan suami. Dilakukan pelan-pelan saja yang penting istiqomah.

Karena semua yang kita doakan pasti (tidak pakai inshallah lagi) akan terjangkau pada waktu yang tepat. Kuncinya, tidak berhenti ikhtiar.

Nah, bagi ibu-ibu disini yang memiliki masalah yang kurang lebih sama dengan apa yang sudah saya sampaikan, silakan jangan sungkan untuk berkonsultasi dan menghubungi saya melalui nomor konsultasi di 08111 26 4401.

>> Saya Siap Berikhtiar Melalui Bimbingan Mbak Meida <<

Melalui nomor tersebut, ibu bisa menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon kemudian menjelaskan masalahnya secara detil dan jujur.

Sehingga saya bisa membantu memberikan solusi dan bimbingan tepat sesuai kondisi rumah tangga ibu. Ibu jangan berpikir bahwa konsultasi di tempat saya hanya curhat-curhat biasa ya.

Ini adalah konsultasi resmi dimana saya akan mendengarkan secara seksama dan memberikan treatment khusus sesuai kondisi rumah tangga ibu.

WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp