Koneksi Emosional Putus Pasca Selingkuh? Ini Cara Hubungkan Kembali

Menjalin hubungan kembali pasca tahu perselingkuhan suami adalah hal yang tidak mudah. Khususnya dalam mengembalikan ikatan emosional antara ibu dan suami.

Karena sudah pasti disini kepercayaan ibu terkoyak. Pikiran ibu dipenuhi dengan kecemasan karena takut suami mengulangi kesalahan yang sama.

Hari-hari ibu penuh dengan kegelisahan karena terbayang bahwa suami, orang yang ibu cintai ternyata pembohong kelas kakap. Ibu dibodohi, dibohongi sekian lama.

Dengan semua kesakitan ini, ibu mencoba menghubungkan kembali koneksi emosional dengan suami. Disini saya mau mengapresiasi ikhtiar ibu.

Istri yang bertahan dan mencoba berjuang memperbaiki segalanya meski di atas kepahitan, adalah istri yang hebat. Jadi, ibu jangan lupa ya berterima kasih pada dirinya sendiri.

Nah pada kesempatan kali ini saya ingin membantu ibu dalam berikhtiar. Yakni dengan membagikan tips praktis yang bisa langsung dipraktikkan untuk menghubungkan kembali ikatan emosional dengan suami.

Cara pertama adalah dengan mencari tahu apa yang membuat suami merasa dicintai dan dihargai oleh selingkuhannya

Semakin ibu mampu membuat suami merasa dihargai dan dicintai, semakin besar pula kemungkinan dia ingin bertahan dalam pernikahan.

Cobalah untuk melakukannya dengan cara yang berbeda dari yang dilakukan selingkuhan suami.

Misalnya, jika selingkuhan suami adalah tipe yang mengasuh atau ngemong, maka ibu harus jadi istri yang mampu menyenangkan suami, yang mampu jadi penghiburnya.

Atau, jika selingkuhannya pemalu, ibu mungkin harus menjadi orang yang berani keluar dan lebih percaya diri.

Intinya adalah jika ibu mampu membuat suami merasa dihargai dan dicintai dengan cara yang berbeda dari selingkuhannya bahkan melakukannya dengan cara yang lebih baik, inshallah suami akan mempertimbangkan untuk meninggalkan selingkuhannya.

Cara kedua adalah dengan mengeluarkan jiwa kepahlawanan suami

Apa yang mendorong seorang suami rela berkorban dan melakukan apapun demi istrinya? Ada yang bisa menebak disini?

Oke, jawabannya adalah menjadikan suami sebagai sosok pahlawan. Sekali ibu meminta tolong pada suami, memberikan apresiasi, memuja suami, memperlakukan suami seolah ibu tidak bisa hidup tanpanya, inilah yang membuat harga diri suami meningkat.

Suami akan merasa dirinya dibutuhkan dan dihargai keberadaannya. Nah sayangnya sekarang banyak istri berlagak seolah mampu hidup sendiri.

Mungkin karena sudah berpenghasilan sendiri, jadi mereka menganggap mampu membeli apapun sendiri. Baik itu kebahagiaan, waktu dan tenaga orang lain.

Ini pemikiran yang kurang tepat!

Semandiri atau sekuat apapun seorang istri, jika ingin suaminya setia, maka wajib bersikap seolah membutuhkan pahlawan yakni suami.

Cara ketiga adalah membangun persahabatan dengan suami

Pasca berselingkuh, ada gengsi dan ego yang menguasai suami ibu. Dia ingin ibu memohon ampun dan bersikap lebih baik dari sebelumnya.

“Kok gitu sih Mbak Meida! Suami yang selingkuh tapi dia ingin kita yang introspeksi diri.”

Memang benar seperti itu ibu-ibu. Jadi, suami tidak akan mau dianggap salah setelah selingkuh. Bahkan dia meyakini bahwa perselingkuhannya ini adalah hal yang wajar karena usaha ibu dalam menjaga cintanya itu kurang.

Maka dalam posisi seperti ini, jangan langsung mendesak suami untuk kembali romantis, perhatian dan peduli seperti sebelum selingkuh. Jangan memaksa suami untuk kembali bergairah pada ibu.

Posisikan dulu diri ibu sebagai temannya. Agar suami nyaman untuk berdekatan dengan ibu. Agar suami nyaman untuk bicara pada ibu.

Cara keempat adalah jangan mendesak suami untuk segera meninggalkan selingkuhannya

Saya tahu apa yang ibu pikirkan!

Ibu pasti dendam dan sakit hati. Ibu ingin membuat suami benci pada selingkuhannya sehingga dia kembali seutuhnya pada ibu sesegera mungkin.

Akhirnya, apa yang ibu lakukan? Ibu mendesak suami segera meninggalkan selingkuhannya, ibu menyindir, memarahi, membuat masalah, melaporkan suami ke kantornya, melaporkan selingkuhan ke keluarganya, mencoba menunjukkan kejahatan-kejahatan pelakor dsb.

Percuma!

Ini hanya akan menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran ibu. Lebih baik manfaatkan energi ibu untuk membahagiakan suami di rumah.

Saat suami bahagia di rumah, tentu dia akan berpikir 2 kali lipat untuk meninggalkan ibu. Saat ibu ikhtiar dengan cara terburu-buru justru ini membuat suami merasa di rumah itu tidak lagi adem, tapi seperti di neraka.

Panas, tidak nyaman dsb.

Memang! Butuh kesabaran dan kegigihan ekstra untuk mampu melakukan hal ini. Saya tahu ini tidak mudah. Tapi, jika memang ibu sudah berkomitmen untuk menjaga keutuhan rumah tangganya, maka inilah resiko yang harus ibu hadapi.

Nah itu dia beberapa cara untuk kembali terhubung secara emosional dengan suami. Dilakukan pelan-pelan saja yang penting istiqomah.

Karena semua yang kita doakan pasti (tidak pakai inshallah lagi) akan terjangkau pada waktu yang tepat. Kuncinya, tidak berhenti ikhtiar.

Nah, bagi ibu-ibu disini yang memiliki masalah yang kurang lebih sama dengan apa yang sudah saya sampaikan, silakan jangan sungkan untuk berkonsultasi dan menghubungi saya melalui nomor konsultasi di 08111 26 4401.

>> Saya Siap Berikhtiar Melalui Bimbingan Mbak Meida <<

Melalui nomor tersebut, ibu bisa menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon kemudian menjelaskan masalahnya secara detil dan jujur.

Sehingga saya bisa membantu memberikan solusi dan bimbingan tepat sesuai kondisi rumah tangga ibu. Ibu jangan berpikir bahwa konsultasi di tempat saya hanya curhat-curhat biasa ya.

Ini adalah konsultasi resmi dimana saya akan mendengarkan secara seksama dan memberikan treatment khusus sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Loading

5 Cara Merdeka dari Overthinking Setelah Diselingkuhi Suami

Setelah diselingkuhi suami, kemudian mendapatkan permintaan maaf dari suami, masalah bagi istri yang diselingkuhi tidak selesai sampai disitu.

Ada salah satu luka batin yang sulit hilang sampai kapanpun dan itu saya sebut dengan OVERTHINKING.

Overthinking adalah saat ibu terobsesi dengan satu pemikiran atau serangkaian pemikiran hingga berdampak negatif pada hidup ibu.

Overthinking yang tidak segera diatasi akan sangat berbahaya, bisa menyebabkan kecemasan hingga depresi.

Para istri yang mengalami overthinking biasanya terjebak dalam kebingungan. Ingin mengakhiri tapi takut menyesal, ingin melanjutkan tapi takut disakiti terus menerus.

Selain itu, istri yang mengalami overthinking pasca diselingkuhi suami juga disebabkan oleh beberapa hal berikut;

Kurangnya kepercayaan diri

Setelah diselingkuhi suami, banyak klien saya yang merasa rendah diri, saya tidak menarik, saya tidak cantik, saya jelek, saya bodoh, saya banyak kurangnya.

Mereka kehilangan keberhargaan diri dan merasa tidak ada yang bisa diunggulkan.

Penyebab lainnya adalah ketidakpastian akan masa depan

Biasanya ini dialami oleh klien yang suaminya sudah minta maaf, sudah janji tobat tidak bakal selingkuhi lagi.

Tapi dibalik janji-janji manisnya itu, suami masih diam-diam menemui pelakor, rajin mengabari melalui telepon dan chat. Dan, ibu mengetahui hal ini.

Maka muncullah overthinking ini tadi. Karena merasa hidupnya penuh ketidakpastian.

Penyebab ketiga dari munculnya overthinking adalah ketakutan

Takut anak-anak tidak bisa fokus sekolah, takut kesehatan mental anak-anak terganggu jika terus menerus melihat ketidakharmonisan orangtuanya.

Takut jika suami tiba-tiba tidak pulang ke rumah selamanya dsb. Perasaan takut yang ibu pelihara, ini akan menyebabkan overthinking.

Penyebab keempat dari overthinking adalah stres

Ibu merasa hidupnya makin hari makin berat. Apalagi jika ibu disini tidak memiliki teman ngobrol. Ini bahaya!

Ibu akan terus memendamnya sendiri dan mengakibatkan sampah batin yang akhirnya berujung pada stres serta perasaan tertekan.

Itu dia 4 penyebab oeverthinking. Sekarang pelan-pelan saya akan bantu berikan solusi.

Pertama, lebih peduli pada diri sendiri

Berikan kesempatan pada diri ibu sendiri untuk beristirahat. Khususnya emosi ibu harus diistirahatkan. Jangan diajak lari mulu emosinya seperti marah, kecewa, sedih. Ini kan mirip lari ya, bikin capek!

Siapa lagi yang bisa lebih peduli dan perhatian pada diri kita, kalau bukan diri kita sendiri. Suami sudah tidak bisa diandalkan, anak-anak masih kecil dan masih butuh dorongan dari kita.

Maka, ibu harus coba berbagai cara untuk merawat dirinya. Lebih sering keluar rumah untuk jalan-jalan, ngobrol dengan teman, cari komunitas baru, ikut seminar terapi detoks batin, cukup tidur, makan sehat dan sebagainya.

Kedua, perbarui lingkungan ibu

Cara melepaskan diri dari penjajahan overthinking adalah dengan mengubah lingkungan ibu sehingga ibu tidak terjebak dalam pola yang sama.

Ibu bisa membuat daftar tertulis. Tulislah siapa saja, orang-orang yang menjadi sumber kemarahan ibu. Siapa saja yang menjadi sumber overthinking ibu.

Jika itu adalah mertua, tulislah. JIka itu adalah ipar, tetangga atau bahkan suami, tulis saja.

Setelah menulis daftar orang-orang yang menjadi sumber pesakitan ibu, tulis juga tindakan mereka yang membuat ibu sakit apa saja.

Misalnya, kolom pertama adalah mertua ibu. Kolom berikutnya berikan keterangan, tindakan mertua apa saja yang seringkali membuat saya overthinking.

Contoh saat mertua selalu berkata, “saya hanya bisa bergantung dan tidak bisa hasilkan uang sendiri.”

“Saat mertua berkata saya tidak segera hamil padahal sudah lebih dari 5 tahun menikah” Dan seterusnya. Apa yang menjadi ganjalan di hati ibu, semuanya ditulis.

Jika memungkinkan, ibu harus mencoba untuk mengubah rutinitas sehingga pikiran dan perasaan yang berputar-putar di dalam diri ibu tidak terulang.

Jika sumber pesakitan itu adalah suami, maka perhatikan juga! Tindakan atau kata-kata suami yang seperti apa, yang membuat ibu overthinking.

Hindari hal itu! Pelan-pelan coba ganti rutinitas dan kebiasaan ibu sehingga suami pun bisa mengubah kebiasaannya.

Inshallah nanti ibu akan melihat bahwa lingkungan sangat mempengaruhi cara ibu berpikir, merasa dan bersikap.

Jadi, jika ibu mengubah lingkungan ibu, ibu juga dapat mengubah pikiran dan perasaannya.

Ketiga, terima hal-hal yang tidak bisa ibu kontrol

Dunia ini bukan milik ibu.

Suami ibu, bukan milik ibu.

Anak-anak, bukan milik ibu.

Tempat ibu bekerja, rekan kerja ibu, bukan milik ibu.

Yang menjadi milik ibu hanyalah diri ibu sendiri. Maka, ibu harus sadar bahwa yang bisa ibu kendalikan adalah diri ibu sendiri.

Semua orang, semua hal di dunia ini selalu bersikap sesuai dengan alur mereka masing-masing. Kita tidak bisa mengontrolnya.

Yang bisa kita kontrol adalah perasaan kita, respon kita terhadap sesuatu. Dengan menyadari hal ini, inshallah ibu akan mampu lebih ikhlas terkait dengan hal apapun yang terjadi pada hidup ibu.

Keempat, tingkatkan kualitas hubungan ibu dengan diri ibu sendiri

Setelah disakiti dan diselingkuhi, sekarang ibu harusnya sadar. Bahwa tidak ada satu pun orang yang bisa ibu andalkan dan percayai.

Bahkan suami sendiri yang selama ini ibu yakini akan menjadi teman sejati, ternyata pada akhirnya tega mengkhianati.

Maka, inilah momen yang tepat untuk meningkatkan kualitas hubungan ibu dengan diri sendiri.

Jika selama ini ibu sibuk merawat dan melayani suami sampai lupa merawat dan melayani diri sendiri, menomorduakan keinginan sendiri, melupakan mimpi-mimpi ibu, sekarang inilah saatnya untuk memperbaiki hal itu.

Setelah live streaming ini, saya minta ibu berdiri di depan cermin lalu perhatikan diri ibu dari ujung kaki sampai ujung rambut.

Berikan ucapan terimakasih dan minta maaflah pada tiap organ tubuh ibu. Jantung misalnya, kita sapa dulu jantungnya, “hai jantungku, terimakasih ya sudah kuat berdetak selama ini. Maaf sekali, selama ini aku tidak memperhatikan kesehatanmu dengan baik. Aku membiarkan diriku marah, sehingga kamu harus bekerja 2x lipat lebih keras untuk memompa darah karena emosiku. Sekarang aku berjanji akan lebih perhatian padamu.”

Dan begitu seterusnya. Ucapkan maaf dan terimakasih untuk semua organ tubuh ibu. Bangun kembali hubungan positif dengan diri sendiri.

Kelima, konsultasi pada profesional

Terkadang, ibu sudah mencoba berbagai saran yang telah saya sampaikan tadi. Ibu sudah mempraktikkannya dan mungkin ibu sudah eneg dengan semua saran-saran tadi karena belum berefek untuk diri ibu.

Jika seperti itu, silakan jangan segan untuk menghubungi saya melalui telp atau chat WhatsApp di nomor 08111 26 4401. Untuk mendapatkan solusi yang lebih private sesuai masalah ibu.

Karena apa yang saya sampaikan disini tentu yang bersifat secara umum yang bisa diterapkan siapa saja. Tapi jika ibu berkonsultasi dengan saya, saya akan bantu bacakan kondisi auranya.

Saya dengarkan seksama mengenai keluhan hatinya, maka inshallah saya bisa memberikan treatment yang lebih tepat.

Seperti itu ya, jadi jangan segan ataupun ragu untuk menghubungi saya. Bisa melalui inbox Facebook, DM instagram maupun melalui nomor konsultasi yang saya sebutkan tadi.

<< Saya Siap Ikhtiar Melalui Bimbingan Mbak Meida <<

Loading

3 Circle Dahsyat Ini Bantu Istri Pisahkan Suami dan Pelakor

Hidup manusia itu tidak akan bebas dari stres.

“Semua yang berkumpul disini berarti kumpulan orang-orang stres dong Mbak Meida?” hahaha

Iya benar ibu, saya juga tergolong orang stres! hahaha

Bercanda ibu ya!

Karena saya sangat paham bahwa tiap orang itu memiliki stres dan tekanan hidup masing-masing, maka disini saya berusaha untuk menghibur. Supaya jika stres, gak stres-stres amat.

Minimal masih bisa fokus bekerja, beribadah dan berinteraksi secara baik dengan orang lain ya.

“Kenapa Mbak Meida dari tadi bicaranya soal stres melulu?”

Iya karena ada kaitannya dengan topik kita kali ini. Jadi, tiap orang itu pasti memiliki masalah, stres dan tekanan hidup masing-masing.

Kita lihat teman kita misalnya, ada yang ketawa ketiwi, tidak pernah cerita ke siapapun mengenai masalah hidupnya, bukan berarti dia tidak ada masalah ya. Bukan berarti hidupnya baik-baik saja.

Sama seperti klien-klien saya yang rumah tangganya sedang diuji dengan perselingkuhan. Mereka bisa saja tersenyum, kumpul-kumpul dengan temannya dan bersikap seolah tidak ada masalah.

Sebenarnya ini adalah saran saya untuk para klien saya. Jika ada perasaan yang tidak nyaman, mau mengeluh, mau bercerita, mau mengeluarkan uneg-uneg, diceritakan saja ke saya. Saya yang akan jadi tempat sampah bagi ibu.

Di depan orang lain, ibu-ibu harus tetap elegan, cantik dan slay ya!

Dan para klien saya ini mampu bersikap tegar seperti ini juga karena saya arahkan mereka untuk mendekati 3 circle dahsyat yang bisa membantu mengembalikan keharmonisan rumah tangganya.

Jadi, saat kita sudah stres dengan kehidupan, kita harus mencari sumber daya untuk mengatasinya. Selain memanfaatkan kemampuan diri sendiri, saluran energi dari orang lain ini juga membantu membuat kita tetap sehat, sejahtera dan waras.

Circle apa saja ini, tentu kita harus pilih-pilih. Tidak boleh semua circle dimasuki, karena salah circle bisa membuat hidup kita terpengaruh ke arah yang kurang baik.

Oh ya sebelum saya sebutkan satu per satu, ibu-ibu silakan jangan ragu untuk mencatat nomor konsultasi saya di 08111 26 4401.

Ibu bisa menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon. Silakan bisa hubungi pada jam kerja ya, yakni Senin-Sabtu pada pukul 8 pagi sampai 4 sore.

Dan, satu lagi konsultasi di tempat saya hanya menerima orang yang serius serta mantap berikhtiar. Jadi, saya tidak hanya sekedar mendengarkan cerita ibu seperti saat ibu curhat sama teman-temannya begitu ya.

Saya akan bantu berikan treatment dan evaluasi proses ikhtiar yang ibu jalankan sehingga ibu bisa merasakan manfaat positif dari bimbingan spiritual saya.

Bagi yang di Facebook, boleh banget jika mau mengirim pesan melalui Inbox. Bagi yang ada di Instagram, bisa DM juga.

Bagi yang di TikTok juga boleh mengirim pesan langsung dan pastikan akunnya jangan di privat agar bisa saya balas.

Bagi yang di channel YouTube saya, silakan bisa klik link di bawah video ini. Nanti ibu akan langsung diarahkan ke nomor WhatsApp kami.

Sudah siap untuk mendengarkan ceramah sore ini? Mari kita mulai dengan waktu yang pertama.

>> Saya Mau Dapat Bimbingan Spiritual Mbak Meida <<

Circle Pertama adalah Sosok Menginspirasi dan Menambah Semangat

Disini ibu perlu cari sosok panutan, teladan atau role model. Tidak harus berupa satu orang. Jika memang teladannya ini berupa lingkungan, boleh-boleh saja.

Ibu boleh tentukan siapapun atau apapun itu sosok atau lingkungan yang ibu anggap pantas dijadikan teladan.

Kita kalau memiliki panutan, kita akan cenderung meniru gaya berpakaiannya, cara berpikirnya, cara bertindaknya, semangat hidupnya dsb.

Apalagi jika panutan yang kita pilih ini adalah sosok yang positif menjalani hidup. Inshallah ini juga membuat keseharian kita juga jadi lebih positif.

Circle Kedua adalah Sosok yang Mendukung

Sosok yang juga memberi tempat bercerita bagi ibu saat suka maupun duka.

Hmm.. kira-kira ibu-ibu disini masih punya sahabat atau tidak ya. Minimal satu kita harus punya teman dekat yang bisa diandalkan ya.

Jadi selain suami yang menjadi sahabat kita, kita punya tempat lain untuk berjaga-jaga. Yang memang kita yakin, sosok ini adalah sosok yang mendukung.

Yang mau mendengarkan cerita kita, tidak menghakimi kita, yang memberikan ruang nyaman untuk menjadi diri sendiri.

Sebelum berumah tangga, ibu mungkin berpikir “ah fokus saja sama suami dan anak.”

Ibu sudah tidak lagi bergaul, menutup diri dari lingkungan sosial dsb. Ini tindakan yang kurang tepat. Setelah menikah, ibu harus tetap eksis di lingkungan sosial, kumpul bersama teman, menjalin silaturahim.

Karena ini sangat mampu membantu mengurangi stres dan tekanan dalam rumah tangga. Jika ibu hanya ubek-ubek dengan rumah tangganya saja, nanti di saat terjadi masalah rumah tangga seperti para klien saya yang suaminya selingkuh, ibu akan kesulitan mencari dukungan atau minimal tempat bercerita lah.

Circle Ketiga adalah Lingkungan Religius

Lingkungan yang fokus membantu ibu lebih dekat dengan Tuhan. Hidup ini tidak melulu soal dunia. Suatu saat kita akan kembali pulang kepada Tuhan Sang Pencipta.

Kita boleh sedih dan kecewa dengan masalah kita. Kita boleh fokus mencari solusi untuk masalah kita. Tapi jangan lupakan Tuhan.

Dekatkan diri pada Tuhan, perbanyak ibadah, kelilingi diri ibu dengan orang-orang yang dekat dengan Tuhan, inshallah ini akan sangat membantu ibu menjadi orang yang lebih religius lagi.

Ketiga circle ini menurut saya sangat dahsyat jika ibu mau secara serius mendekat dengan mereka. Karena 3 circle ini membantu ibu memisahkan suami dan pelakor secara tidak langsung.

“Kok bisa Mbak Meida? Kan tidak ada hubungannya dengan pelakor itu!”

Orang yang diselingkuhi itu pasti terpuruk. Pikirannya kalang kabut, tidak bisa berpikir jernih, emosinya naik turun tidak bisa dikontrol, hidupnya mulai acak-acakan dsb.

Jika ini terus dibiarkan, maka dia akan semakin kehilangan kepercayaan diri. Merasa dirinya tidak berharga, penampilan makin tak karuan, sedih terus menerus dsb. Kondisi mental dan fisik pasti terganggu dan tidak sebugar dulu.

Jika sudah seperti ini, apakah suami masih mau bersama ibu? Apakah suami bisa segera lepas dari selingkuhannya?

Tentu saja, sulit dan butuh waktu makin lama.

Maka, ibu membutuhkan 3 circle ini tadi. Circle yang menginspirasi, yang bisa ibu jadikan panutan dalam berpenampilan, berpikir dan bersikap. Circle yang mendukung, yang bisa ibu jadikan tempat bercerita agar hidupnya lebih tenang. Dan, Circle Religius yang bisa menambah keyakinan ibu terhadap Sang Maha Kuasa.

Ketiga circle ini membantu ibu menjadi manusia yang lebih positif, lebih mampu menerima dirinya sendiri, menjadi lebih percaya diri, menjadi lebih nyaman dengan diri sendiri.

Saat ini terjadi, perasaan ibu inshallah akan menjadi lebih baik. Sehingga, ini akan mempengaruhi cara ibu menghadapi masalah perselingkuhan. Ini akan mempengaruhi cara ibu memperlakukan suami dsb.

Jadi mulai sekarang, ayo tentukan! Siapa saja 3 circle dahsyat yang ingin ibu dekati. Sudah ada bayangan, siapa saja mereka?

Boleh banget disebutkan di kolom komentar agar bisa saya baca atau agar bisa menginspirasi yang lain ya.

Loading

Catat! Ini 5 Waktu Mustajab Mengunci Birahi Suami Hanya untuk Istri

5 waktu mustajab ini bukan sembarang waktu. Yah namanya saja mustajab ya yang bermakna manjur. Jadi, inshallah jika ibu memanfaatkan 5 waktu mustajab ini untuk meningkatkan ikhtiar, maka ikhtiar ibu tidak akan sia-sia. Pasti! tidak pakai inshallah lagi, akan ada hasil luar biasa yang menanti ibu.

Oh ya sebelum saya sebutkan satu per satu 5 waktu mustajab itu apa saja silakan jangan ragu untuk mencatat nomor konsultasi saya di 08111 264401.

Ibu bisa menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon. Silakan bisa hubungi pada jam kerja ya, yakni Senin-Sabtu pada pukul 8 pagi sampai 4 sore.

Dan, satu lagi konsultasi di tempat saya hanya menerima orang yang serius serta mantap berikhtiar. Jadi, saya tidak hanya sekedar mendengarkan cerita ibu seperti saat ibu curhat sama teman-temannya begitu ya.

Saya akan bantu berikan treatment dan evaluasi proses ikhtiar yang ibu jalankan sehingga ibu bisa merasakan manfaat positif dari bimbingan spiritual saya.

Bagi yang di Facebook, boleh banget jika mau mengirim pesan melalui Inbox. Bagi yang ada di Instagram, bisa DM juga.

Bagi yang di TikTok juga boleh mengirim pesan langsung dan pastikan akunnya jangan di privat agar bisa saya balas.

Bagi yang di channel YouTube saya, silakan bisa klik link di bawah video ini. Nanti ibu akan langsung diarahkan ke nomor WhatsApp kami.

Sudah siap untuk mendengarkan ceramah sore ini? Mari kita mulai dengan waktu yang pertama.

Waktu Pertama adalah Waktu Berpisah

“Mbak Meida, kok nyumpahin yang jelek-jelek sih!”

“Saya sedang menempuh ikhtiar agar tidak berpisah dari suami lho Mbak”

Iya ibu, saya paham.

Waktu berpisah disini, maksud saya adalah waktu ibu dan suami berangkat bekerja pada pagi hari. Itu namanya berpisah ya, berpisah untuk sementara.

Jadi, pada pagi hari sebelum ibu dan suami beraktivitas ini adalah waktu mustajab untuk mengunci birahi.

“Apa yang bisa saya lakukan Mbak Meida?”

Perbanyak sentuhan dengan suami, seperti salim ke suami sambil dielus-elus tangannya. Berpelukan atau minta suaminya cium kening ibu.

Dan, lakukan minimal selama 2 menit. Dicatat ya, harus minimal 2 menit. Jadi, ibu peluk suami sambil lihat detik jam berjalan ya.. hahaha.

Waktu Kedua adalah Waktu Bertemu Kembali

Pada penghujung hari setelah seharian bekerja, beraktivitas, suami kan pulang ke rumah tuh. Ibu juga sudah selesai bekerja. Jika ibu merupakan ibu rumah tangga, ya setelah ibu menyelesaikan semua urusan rumah ya.

Saat suami pulang, tidak perlu banyak tanya. Dipeluk suaminya. Sekali lagi perbanyak sentuhan. Boleh sambil mengucapkan terimakasih karena telah berikhtiar menjemput rejeki buat keluarga dsb.

Lakukan sentuhan kulit ke kulit ini minimal selama 6 detik. Dicatat ya ibu! Minimal selama 6 detik.

“Mbak, kalau pulang kerja kan aroma suami udah gak wangi lagi?”

Ya tidak masalah, jangan dihirup dulu. Ibu tahan nafas dulu ya.. hahaha.

Setelah pelukan selama 6 detik lanjutkan dengan membuka percakapan kecil seperti bertanya mengenai kejadian seru di kantor dsb.

Waktu Ketiga adalah Waktu Merefleksi Diri

Khusus waktu mustajab ini, ibu sendiri yang melakukannya. Bukan bersama suami.

Pilihlah satu hari dalam seminggu dimana pada waktu tersebut, ibu memiliki waktu luang, ibu bisa fokus pada dirinya sendiri dan tidak ada gangguan dari siapapun.

Misalnya, ibu memilih hari Jumat dan ingin merefleksi diri pada pukul 10 malam saat anak-anak dan suami sudah tidur.

Kemudian, siapkan selembar kertas dan bolpen. Wajib ditulis tangan, bukan diketik di handphone.

Selanjutnya, tulis minimal 7 kebaikan yang dilakukan suami pada minggu ini apa saja. Kebaikan itu akan sangat bagus jika berkaitan langsung dengan keseharian ibu dan anak.

Jika suami melakukan kebaikan pada orang lain dan tidak ada kaitannya dengan ibu, tidak perlu ditulis.

Sediakan waktu minimal selama 35 menit untuk menulis 7 kebaikan yang dilakukan suami dalam seminggu.

Kemudian berikan pujian pada suami, bersyukurlah pada Tuhan atas kebaikannya karena mengirim suami yang sebaik ini.

“Jika suami tidak melakukan kebaikan bagaimana Mbak Meida?”

Dalam seminggu, mana mungkin tidak ada kebaikan sama sekali yang dilakukan suami? Coba direfleksi lagi kehidupannya. Meskipun itu cuma berkata “maaf”, “terimakasih” atau membantu mengganti tabung gas untuk ibu. Itu juga termasuk kebaikan.

Waktu Keempat adalah Waktu Istimewa Berdua

Waktu mustajab yang ini wajib malam hari dan dikerjakan berdua dengan suami.

Sediakan waktu minimal 2 jam dalam seminggu untuk keluar rumah, pergi kemanapun boleh. Yang penting berdua saja.

Misalnya, ibu memilih hari Sabtu malam Minggu. Selama 2 jam, bersikaplah yang manis dan manja pada suami. Perbanyak membicarakan cinta dan kasih sayang antara suami dan ibu.

Jangan bicarakan anak! Apalagi selingkuhan suami!

Big No!

Fokuslah membicarakan romansa kalian berdua. Jika ingin bernostalgia saat pacaran dulu juga boleh.

Ingat ya! Waktunya adalah 2 jam per minggu.

Waktu Kelima adalah Waktu Erotis

Waktu mustajab yang kelima harus dilakukan pada malam hari menjelang tidur. Setelah capek berkegiatan seharian, saat di atas ranjang begitu bisa mengajak suami untuk bercerita.

Pastikan juga untuk saling berpelukan dan perbanyak sentuhan minimal dilakukan selama 5 menit.

“Kenapa harus perbanyak sentuhan Mbak Meida?”

Dari waktu mustajab ke satu sampai kelima, harus perbanyak sentuhan ya ibu. Karena sentuhan itu membantu merilis stres, rasa tertekan dan meningkatkan rasa bahagia serta rasa aman.

Apalagi kalau menyentuhnya dibarengi dengan mengenakan Cincin Sakinah. Inshallah itu efeknya akan luar biasa.

Karena semua yang saya jelaskan tadi ya, dari waktu mustajab satu sampai ke lima, ini termasuk ikhtiar lahir ya. Kemudian ditambah ikhtiar spiritual Cincin Sakinah.

Yang memang energinya fokus untuk membantu mengunci birahi. Yang namanya ikhtiar memang harus lengkap ya, lahir dan batin.

Nah, bagi yang tertarik berkonsultasi dan berikhtiar dengan saya, silakan jangan sungkan untuk mengirim pesan ke saya ya.

Bagi yang di Facebook, boleh banget jika mau mengirim pesan melalui Inbox. Bagi yang ada di Instagram, bisa DM juga.

Bagi yang di TikTok juga boleh mengirim pesan langsung dan pastikan akunnya jangan di privat agar bisa saya balas.

Bagi yang di channel YouTube saya, silakan bisa klik link di bawah video ini. Nanti ibu akan langsung diarahkan ke nomor WhatsApp kami.

>> Saya Siap Ikhtiar Ikuti Bimbingan Spiritual Mbak Meida <<

Loading

Cara Menarik Kembali Suami Selingkuh dengan Kekuatan Pikiran

“Mbak Meida, apakah pikiran kita sekuat itu? Sampai-sampai bisa menarik suami yang selingkuh agar meninggalkan selingkuhannya dan kembali pada istri sah?”

Tuhan bersabda, “Aku sesuai persangkaan hambaKu.”

Orang bijak memberi petuah, “apa yang bisa dibayangkan oleh imanjinasi atau pikiran, maka itu bisa diwujudkan.”

Saya menjawab dan meyakini, “BISA! Pikiran saya dan pikiran ibu memang sekuat itu, mampu menarik apapun yang memang menjadi HAK kita.

“Wah berarti luar biasa ya Mbak, pikiran manusia itu!”

Benar ibu, pikiran kita semacam ujung magnet. Dia akan terus menerus menarik hal-hal yang memang menjadi haknya.

Jadi, jika Tuhan menggariskan bahwa suami ibu masih menjadi hak ibu, maka sekuat apapun pelakor menariknya dan menguasainya, maka tetaplah ibu yang menjadi juaranya.

Nah, salah satu ikhtiar yang bisa ibu lakukan disini adalah dengan memanfaatkan pikiran ibu sendiri. Langkahnya sendiri ada 3 yang melibatkan mindset atau cara berpikir, spirit and soul serta skill set atau kemampuan.

Pertama yakni MINDSET (CARA BERPIKIR)

Untuk menarik kembali suami yang selingkuh, ibu harus memiliki cara berpikir yang tepat.

Saya pingin tahu, apa yang ibu rasakan setelah diselingkuhi suami? Silakan ditulis di kolom komentar.

Pasti ada yang merasakan sedih, marah, kecewa, takut, tidak percaya diri dsb. Semua emosi itu adalah hal yang wajar.

Saya anjurkan untuk menerima dan menikmati semua gejolak perasaan itu. Tapi, seiring berjalannya waktu ibu tidak boleh terus menerus larut dengan semua emosi negatif itu.

Karena lama-lama akan merontokkan semangat ibu, membuat ibu tidak mampu bekerja dan mengasuh anak secara optimal.

Jika ibu membiarkan emosi-emosi negatif ini menetap dalam diri ibu, maka ibu takkan bisa memanfaatkan kekuatan pikirannya untuk menarik kembali suaminya yang selingkuh.

Tadi kan sudah saya jelaskan ya, cara berpikir, spirit and soul serta kemampuan harus selaras.

Orang yang dikhianati dan merasakan kesedihan, itu wajar. Terima perasaan itu. Kemudian, secara perlahan cobalah untuk bangkit.

Ibu harus memiliki mental berjuang. Jangan terus memelihara mental seorang korban. Korban kan seperti ini ya, larut dalam kesedihan, minta diperhatikan 24 jam, selalu menyalahkan orang lain.

Coba perbaiki cara berpikirnya. Jangan menempatkan diri sebagai korban tapi tempatlah diri ibu sebagai pahlawan.

Bahwa Tuhan menakdirkan saya menerima tantangan ini, agar saya bisa jadi pahlawan bagi rumah tangga saya. Sayalah yang akan menyelamatkan kekhilafan suami, sayalah yang akan berjuang mempertahankan keutuhan rumah tangga ini.

Kedua, SPIRIT AND SOUL

“Istilah apa lagi itu Mbak Meida?”

Spirit and Soul berkaitan erat dengan kemampuan seseorang membayangkan hal-hal baik di masa depan.

Jika ibu tidak memiliki kemampuan ini, maka ibu tak bisa memanfaatkan kekuatan pikiran untuk menarik suami kembali.

Sekarang kita praktik bareng-bareng. Jika ibu berhasil mengikuti apa yang saya praktikkan ini, maka ibu sudah memiliki spirit and soul yang bekerja dengan baik.

Bayangkan ibu sedang menggenggam sebuah jeruk nipis. Ibu kemudian mengiris jeruk tersebut secara pelan-pelan, hingga cairan yang terkandung dalam jeruk tersebut mulai keluar.

Dan, ibu menggigit sedikit potongan jeruk nipis itu. Bagaimana rasanya buk? Kecut dan sedikit asam ya.

Nah, bagi ibu yang mampu membayangkan dan mampu merasakan betapa kecutnya jeruk nipis ini, artinya ibu memiliki spirit and soul yang bagus. Yang akan mendukung keberhasilan ibu dalam memanfaatkan kekuatan pikiran ini.

Sekarang tiap malam menjelang tidur, bayangkan apa yang ibu inginkan dari suami. Misalnya, ibu ingin suami hanya fokus pada ibu dan bukan pada wanita lain.

Maka, bayangkan suami memeluk ibu, bahagia dan nyaman bersama ibu, duduk bersebelahan, perhatian, peduli dan mesra pada ibu. Intinya bayangkan suami fokus hanya pada ibu.

Tiap malam, menjelang tidur khususnya saat ibu sudah benar-benar capek, ngantuk, sudah malas berpikir, inilah momen yang tepat.

Karena gerbang bawah sadar ibu terbuka, lalu ibu masuki dengan sugesti baru yakni suami fokus hanya pada ibu. Nah, yang prinsip alam bawah sadar itu selalu mewujudkan apapun yang ibu inginkan.

“Oh jadi yang diinginkan ibu Naya adalah suaminya kembali, oke saya akan wujudkan. Apapun yang terjadi akan saya wujudkan!”

Ibu tidak perlu berpikir, “bagaimana nanti caranya mewujudkan keinginan tersebut? Apakah mungkin suami bisa kembali, lha wong selingkuhannya saja pakai susuk.”

Ibu tidak perlu berpikir seperti itu. Alam bawah sadar kita itu cerdas dan bijaksana. Secara otomatis, pelan-pelan dan pada waktunya nanti, alam bawah sadar kita menggiring kita pada tempat, orang dan situasi atau kondisi yang bisa membantu mewujudkan keinginan kita.

Ketiga, Skill Set atau Kemampuan

Ibu sudah mampu berpikir dengan benar, ibu sudah mampu membaca masa depan dengan membayangkan keberadaan suami. Yang ketiga, ibu harus melengkapinya dengan melakukan hal-hal yang bisa mendukung kembalinya suami.

Yakni mengasah kemampuan menjadi istri yang menyenangkan. Menyenangkan saat dipandang suami, menyenangkan saat diajak bicara suami, menyanangkan saat dimintai solusi dsb.

Inilah kekuatan pikiran untuk menarik kembali simpati agar fokus pada ibu dan lepas dari selingkuhannya. Ingat ya, ada 3 hal yang harus diperkuat dan saling berkesinambungan yakni mindset atau cara berpikir, spirit and soul serta skill set atau kemampuan.

Loading

Berapa Kali Istri Harus Maafkan Suaminya yang Selingkuh?

Saat ibu melihat perselingkuhan suami, ibu akan dihadapkan pada 2 keputusan. BERTAHAN ATAU BERPISAH. Tiap keputusan ini tentu memiliki dampak positif dan resiko yang harus siap ibu tanggung.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membantu memberikan referensi pada ibu. Mengenai berapa kali istri harus memaafkan suaminya yang selingkuh.

Apakah harus dimaafkan sekali kemudian kita coba untuk kembali percaya serta memberi kesempatan? Atau langsung tak perlu dimaafkan. Atau kalau sudah dimaafkan sekali tapi diulangi lagi, kita tetap harus memaafkannya berulang kali?

Ibu-ibu disini bagaimana sikap yang akan diambil jika dihadapkan pada kasus rumah tangga seperti ini? Ayo jangan ragu untuk sharing pendapatnya disini.

Baiklah, menurut saya tidak ada jawaban yang SALAH. Semua jawaban ibu benar sesuai dengan kondisi rumah tangga dan prinsip hidupnya masing-masing.

Jadi, kalau ada istri yang terus memaafkan suaminya meski sudah selingkuh berkali-kali, bisa jadi pertimbangannya cukup banyak. Seperti anak-anak, kebutuhan finansial, keluarga besar dsb.

Kalau ada istri yang langsung tidak memberi maaf pada suaminya, itu juga benar berdasarkan pengalaman orang yang bersangkutan. Apakah tidak egois? Bagi kita yang memiliki banyak pertimbangan lain, mungkin merasa egois.

Tapi bagi orang yang bersangkutan, mungkin saja selingkuh adalah kesalahan fatal yang tak termaafkan. “Apapun resikonya saya harus berpisah dan tak maafkan suami.”

Kita tidak bisa menghakimi keputusan seorang istri ya, karena kita tak pernah tahu seberat apa masalah yang dihadapi, kita tak pernah tekanan batin apa saja yang dirasakan, apa saja prinsip hidupnya dsb.

“Nah, lalu bagaimana pandangan Mbak Meida sendiri mengenai hal ini? Berapa kali istri harus memaafkan suaminya yang selingkuh?”

Sebagai orang yang tiap hari berhadapan langsung dengan masalah rumah tangga khususnya perselingkuhan, saya akan menyarankan klien saya untuk “selalu memaafkan suami meski dia telah selingkuh berkali-kali.”

“Lhoh kok bisa begitu Mbak Meida? Orang salah kok dibela! Mbak Meida gak tahu sakitnya diselingkuhi ya?”

Bukan begitu ibu.

Jadi, tiap kali membimbing klien yang telah berkomitmen ikhtiar dengan saya, saya selalu meminta klien secara pelan-pelan memaafkan suami.

Karena manfaat memaafkan suami itu untuk diri sendiri. Bukan untuk suaminya. Coba bayangkan jika ibu terus menyimpan dendam dan sakit hati.

Yang sakit lama-lama diri ibu sendiri lho. Awalnya jengkel, benci, kecewa, sedih dan gondok banget di hati. Lama-lama emosi negatif seperti ini akan mengkristal dan mengendap jadi penyakit.

Seperti maag, vertigo, kanker, diabetes, rematik, bahu tegang, penyakit psikosomatis dsb. Siapa yang rugi? Tentu ibu sendiri yang terus menerus tidak ikhlas dengan takdir yang telah menimpa.

Tapi satu hal yang perlu diingat!

Memaafkan suami dan memberi kesempatan kembali adalah 2 hal yang berbeda. Saya sarankan ibu untuk selalu memaafkan suami meski berapa kalipun dia selingkuh.

Tapi, untuk kembali dengan suami yang terus menerus berselingkuh adalah hal lain. Yang ini, saya serahkan kembali pada klien.

Apakah mau memaafkan dan kembali membangun rumah tangga atau mau memaafkan lalu tinggalkan? Dan, untuk membuat keputusan seperti ini saya akui tidak mudah.

Banyak klien saya yang mengikuti Konseling Perceraian dengan saya melalui telepon. Karena mereka bingung dengan keputusan seperti ini.

Jika sudah mempertimbangkan segala hal, tapi ibu masih bingung membuat keputusan terkait masa depan rumah tangga ibu, silakan ibu juga bisa mendaftarkan diri ibu untuk mengikuti Konseling Perceraian.

Konseling Perceraian itu tak selalu berujung dengan keputusan bercerai. Saya akan berikan pemahaman dan treatment sesuai tujuan ibu ikuti konseling. Keputusan bertahan maupun berpisah, tetap ada di tangan ibu sendiri.

Konseling Perceraian ini dilakukan 3 kali melalui telepon dengan tahap penggalian masalah, treatment dan evaluasi.

Apakah ini berbayar Mbak Meida? Ya, sama seperti ketika ibu datang untuk memeriksakan diri ke dokter. Ibu perlu membayar jasa dokter dan menebus obat.

Sama halnya dengan Konseling Perceraian ini. Ada biaya yang harus ibu keluarkan karena ibu akan mendapatkan treatment khusus.

Mbak Meida, curhat kok bayar sih!

Konseling berbeda dengan curhat. Kalau ibu curhat dengan teman, ibu hanya akan didengarkan. Bahkan curhatan ibu nanti bisa viral karena digosipkan di belakang ibu.

Melalui Konseling Perceraian,  saya tidak hanya mendengarkan. Saya berikan treatment khusus sehingga keputusan yang ibu ambil bisa lebih tepat.

Tidak membuat ibu menyesal jika pilih berpisah serta tidak membuat ibu terus menerus menahan rasa sakit jika memilih bertahan.

Tak perlu ragu ikuti Konseling Perceraian karena masalah dan data ibu menjadi rahasia saya.

Bagi ibu yang siap berikhtiar melalui Konseling Perceraian, silakan bisa hubungi di nomor konsultasi 085867777797 atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikhtiar Ikuti Konseling Perceraian <<

Loading

Sering-Seringlah Tanya Ini pada Suami agar Cinta Tumbuh Kembali

Sebuah pertanyaan adalah cara yang bagus untuk memulai percakapan dengan suami. Tapi pertanyaan disini bukan sembarang pertanyaan ya.

Ada formula khusus untuk merancang pertanyaan yang bisa mengarah pada keromantisan dan membuat ikatan emosional ibu dengan suami, makin erat!

“Pertanyaannya apa Mbak Meida?”

Tahan sebentar ibu-ibu ya, sebelum saya contohkan apa saja pertanyaannya silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08111 264401.

Ibu boleh menceritakan masalahnya secara jujur dan terbuka pada saya. Kemudian saya akan bantu berikan bimbingan sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Ibu tidak perlu khawatir, masalah rumah tangga dan data diri ibu akan menjadi rahasia saya. Silakan jangan ragu untuk menghubungi saya ya.

>> Saya Siap Ikthiar Melalui Bimbingan Mbak Meida <<

Satu pesan saya, saat ibu mencoba menerapkan pertanyaan ini. Jadilah pendengar yang baik, jangan pernah menyela suami atau memaksakan pandangan ibu tentang suatu hal. Bahkan jika ibu tidak menyukai jawaban suami, jangan ditentang begitu saja.

Pertanyaan Pertama untuk Suami – “Apa kenangan favoritmu tentang kita?”

Mengingat kenangan masa lalu adalah cara yang bagus untuk meredakan ketegangan atau keraguan.

Disini ibu akan melihat apa yang paling dihargai suami dan terkadang itulah yang membuatnya rindu terhadap kebersamaan kalian.

Pertanyaan Kedua untuk Suami – “Saat kamu bersyukur, apa hal pertama yang kamu syukuri?”

Dari pertanyaan ini, ibu bisa melihat seberapa bijaksana suami ibu dan bagaimana caranya memandang kehidupan.

Menurut saya, ini adalah pertanyaan yang cukup sensitif. Jika ibu melihat suami sepertinya tidak nyaman untuk menjawabnya, maka tak perlu dipaksa.

Pertanyaan Ketiga untuk Suami – “Apa yang membuatmu puas dengan hidupmu saat ini?”

Menurut saya ini adalah pertanyaan yang sulit. Karena sesungguhnya tidak ada manusia yang puas dengan kehidupannya.

Dia akan terus merasa kurang apalagi jika berkaitan dengan nasfu. Maka, ini adalah pertanyaan yang bagus untuk suami ibu. Karena ibu akan mendapatkan insight mengenai keinginan atau keserakahan suami.

Pertanyaan Keempat untuk Suami – “Apa 3 hal yang ingin kamu capai di tahun ini?”

Jangan hanya bicara soal hubungan ibu dan suami. Yang juga penting untuk diperhatikan adalah mencari tahu ambisi suami ibu terkait karirnya.

Suami akan sangat menghormati ibu, jika ibu mampu menyelami keinginan, harapan dan cita-citanya ke depan. Dan, pertanyaan ini boleh ibu coba.

Pertanyaan Kelima untuk Suami – “Kenangan terburukmu apa sih dan apakah itu masih mempengaruhimu sampai saat ini?”

Suami ibu pasti memiliki pengalaman buruk. Entah itu sewaktu kecil, remaja, kuliah dsb. Bisa jadi pengalaman itu sangat berdampak terhadap sikap suami saat ini yang egois, cuek, dingin, temperamen dsb.

Pertanyaan ini bagus untuk menggali pengalaman buruk suami, apalagi jika ibu memiliki solusi untuk memecahkan masalahnya. Ibu justru bisa menjadi obat bagi suami.

Itu dia 5 pertanyaan sederhana yang bisa membantu meningkatkan ikatan emosional ibu dan suami. Jika sudah diterapkan dan berdampak baik, saya dikabari ya. Bisa tulis di kolom komentar di bawah video ini.

Loading

Pelakor Diam Tak Berkutik Saat Istri Sah Berani Tegas Seperti Ini

Saya seringkali merasa iba terhadap klien saya yang mendapat teror dari pelakor. Ini nyata terjadi pada klien yang telah berkomitmen mengikuti bimbingan saya melalui pemaharan Kalung Sakinah.

Ini merupakan kalung emas asli dengan 3 energi sekaligus. Yakni membuka komunikasi ibu dengan suami, mengunci birahi suami khususnya agar tidak berhubungan dengan wanita ketiga.

Dan meningkatkan keharmonisan rumah tangga. Ini sebagai pelengkap karena komunikasi sudah terbuka dan birahi suami terkunci.

Energi Kalung Sakinah ini murni dari kekuatan doa. Kita memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa, meminta perlindungan, pertolongan dan petunjukNya agar diberikan solusi terbaik untuk rumah tangga kita.

Saya tidak menggunakan ilmu hitam, jin, khodam dsb. Jadi, ibu-ibu yang ingin memaharkan Kalung Sakinah jangan khawatir.

Setelah ibu memaharkan Kalung Sakinah, saya berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu agar hasilnya optimal.

Seperti bimbingan yang sedang saya berikan pada klien saya ini. Beliau terus mengeluh pada saya karena selalu diancam pelakor.

Oh ya, sebelum saya lanjutkan bagaimana cara saya membimbing klien agar tak lagi diteror pelakor, silakan bagi ibu yang siap berikhtiar melalui Kalung Sakinah bisa menghubungi nomor konsultasi untuk melakukan pemaharan yakni di 08111264401.

Atau bisa juga dengan cara klik chat WhatsApp otomatis ini >> Saya Siap Memaharkan Kalung Sakinah <<

Jadi, orang ketiga yang hadir dalam rumah tangga klien saya kali ini SANGAT GANAS. Karena dia selalu menyerang mental klien saya.

Yang dilakukan pelakor antara lain, mengirim pesan negatif atau menjelekkan-jelekkan klien saya di lingkungan kerjanya.

Semua lingkungan kantor dibuat percaya seolah klien saya ini sosok yang tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.

Untung saja, klien saya ini memiliki atasan yang cukup bijaksana. Jadi, dia tidak mudah diperdaya oleh pihak luar.

Kedua, pelakor dengan sengaja mengunggah puluhan foto dan video yang menampakkan dirinya sedang bersama suami klien saya.

Suami klien saya ini wajahnya tidak ditampilkan dengan jelas. Hanya sebagian, kelihatan jemari dan jam tangannya. Ada yang kelihatan sebagian jaketnya, ada yang kelihatan kendaraannya dsb.

Ini benar-benar mematikan mental klien saya. Dan, tidak hanya itu!

Pelakor juga memberondong klien saya dengan mengirim pesan ancaman melalui WhatsApp. Katanya, “mas A itu hebat saat main.” “Dia selalu berkata cinta, sayang dan tidak bisa meninggalkan saya.” Serta puluhan ancaman kotor lainnya.

Setelah itu saya minta klien untuk memblokir nomor pelakor! Kurang ajarnya, pelakor itu ganti nomor. Dan, kali ini bukan hanya meneror melalui WhatsApp tapi juga melalui SMS dan Missed Call.

Saya minta klien saya untuk kembali memblokir pelakor dari segala arah. Tapi masih juga dihubungi melalui aplikasi yang tak terduga yakni Telegram.

Ini contoh nyata pelakor yang super ganas. Berani menyerang mental istri sah sampai klien saya ini mengalami overthinking dan kecemasan berlebih.

Pelakor memang sengaja melakukan hal ini, agar istri lemah, uring-uringan, tak berdaya lalu ikhlas melepaskan suami. Sehingga, pada akhirnya pelakor memiliki suami ibu seutuhnya.

Jika hal ini juga terjadi pada rumah tangga ibu, maka ibu harus tegas dalam bersikap! Jangan lengah sedikitpun dengan membuka celah komunikasi dengan pelakor.

Jangan biarkan pelakor masuk melalui kelemahan mental yang ibu miliki. Tutup komunikasi pelakor dari segala arah. Dan, hindari kontak dengan siapapun yang mencoba memberikan berita-berita tidak penting mengenai kondisi pelakor.

Nah, disini jika memang ibu telah berkomitmen dengan saya untuk berikhtiar mengembalikan simpati suami, maka harus siap mental untuk menerima pelajaran-pelajaran dari pelakor.

Diperkuat imannya, dipertebal mentalnya dan diluaskan hatinya agar sabar menerima tantangan rumah tangga ini.

Seperti itu pesan dari saya dan jangan sampai kalah sama pelakor ya buk!

Loading

5 Hal Sederhana Ini Selalu Dilakukan Pelakor tapi Diabaikan Istri Sah

Untuk membuat suami ibu terjatuh makin dalam di pelukan pelakor, tentu dia menggunakan beragam trik.

Memang benar, dia merawat penampilannya sedemikian rupa untuk menggaet suami ibu. Tapi untuk membuat pria bertahan, penampilan cantik saja tidak cukup.

Pelakor sangat tahu hal ini, sehingga dia terus memperbaiki caranya memperlakukan suami ibu. Agar makin dalam cinta dan gairahnya sehingga betah dalam pelukan pelakor. Dan, malas kembali pada ibu.

5 hal ini sebenarnya sikap yang sangat sederhana! Jika ibu mau sedikit saja berusaha meniru sikap sederhana pelakor ini, inshallah hati suami lama-lama juga bisa luluh terhadap sikap ibu.

Apa yang saya bagikan disini adalah berdasarkan pengalaman saya menangani ratusan masalah rumah tangga klien. Jadi, sangat relate jika nantinya ibu terapkan dalam kesehariannya.

Oh ya, silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08111 264401. Siapa tahu suatu saat nanti, ibu ataupun kerabatnya butuh untuk mencari solusi dari masalah rumah tangga yang dihadapi.

Ibu bisa menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon pada jam kerja layanan saya, yakni Senin – Sabtu pukul 8 pagi sampai 4 sore.

Oke, kita langsung saja pada sikap sederhana yang pertama yakni “pelakor selalu berkata rindu dan ingin bertemu”

Bisa saja suami ibu berkunjung ke tempat pelakor pada sore hari kemudian malamnya harus segera pulang karena ibu dan anak-anak menunggu.

Saat sampai rumah, pelakor biasanya mengirim pesan penuh emoticon haru dan berkata “kok aku udah kangen lagi ya sama kamu, kamu mainnya kurang lama.”

Sikap ini bisa ibu coba. Saat malam hari setelah ibu dan suami “main”, paginya sewaktu suami berangkat kerja langsung kirim pesan ke suami.

“Tadi malam kamu hebat, makasih ya.. sudah lama aku merindukan saat-saat seperti itu sama kamu”

Intinya, buat suami terkesan dengan pelayanan ibu lalu selang waktu segera kirim pesan cinta ke suami agar dia terngiang-ngiang dengan sosok ibu.

“Sikap sederhana kedua adalah berbicara dengan nada manis, manja dan centil”

Suami ibu selalu lebih menyukai wanita yang menunjukkan feminitasnya. Maka, tunjukkan sisi feminin yang full di depan suami.

Salah satunya cara ibu berbicara. Pakai nada yang lebih manis, manja dan centil. Jika tidak terbiasa, coba belajar pelan-pelan dari artis-artis Drama Korea.

“Sikap sederhana ketiga adalah bergantung dan sering minta tolong”

Ibu mungkin berpikir tidak ingin merepotkan suami. Ini membuat ibu mengerjakan semua hal sendiri.

Padahal pelakor melakukan hal yang sebaliknya. Dia sering minta tolong pada suami ibu meski untuk hal sepele. Sehingga hal ini membuat suami ibu keberadaannya dibutuhkan.

“Sikap sederhana keempat adalah selalu mendengarkan saat diajak bicara dengan gaya penuh mesra”

Misalnya, sepulang kerja suami main ke rumah pelakor dan curhat mengenai kesehariannya. Pelakor tidak sekedar mendengarkan tapi juga bersender di pundak suami ibu.

Memainkan tangannya, mendekatkan tubuhnya dan melakukan berbagai sentuhan fisik lainnya. Ingat! Sentuhan bisa meningkatkan hormon bahagia dan merilis hormon stres.

Yang secara otomatis ini membuat suami ibu merasa betah dekat dengan pelakor. Karena ada hormon bahagia yang terus mengalir. Nah, mulai sekarang ibu bisa coba menerapkan hal ini.

“Sikap sederhana kelima adalah memperbesar ego suami ibu dengan cara memuji sikap dan keputusannya”

Pria selalu ingin terlihat jadi pahlawan yang berjasa dalam hidup seseorang, khususnya orang yang dicintai.

Pelakor tahu persis hal ini sehingga dia memanfaatkan celah ego suami ibu. Tiap kali suami ibu curhat dan menceritakan keputusannya, dia akan memuji hal itu.

Pelakor tidak peduli, apakah keputusan suami ibu itu benar atau salah. Apakah akan berdampak buruk atau tidak, yang penting dipuji dulu.

Berbeda jika di rumah bersama ibu. Seringkali kita sebagai istri sah, memang memikirkan nasib anak-anak dan masa depan rumah tangga.

Sehingga muncul beragam kekhawatiran jika keputusan atau sikap suami berdampak buruk pada rumah tangga kita. Maka, kita sebagai istri lebih sering mengkritisi sikap dan keputusan suami.

Nah, mulai sekarang coba diganti cara kita menanggapi suami. Saat suami jujur mengenai sikap dan keputusannya khususnya dalam hal pekerjaan, dipuji dulu.

Jika memang kita tidak sreg, lain waktu saat mood suami bagus diobrolkan mengenai kecemasan ibu. Yang penting, ego suami takluk dulu di tangan kita.

Inilah 5 sikap sederhana yang biasa dilakukan pelakor pada suami ibu. Untuk sikap-sikap yang apabila kita terapkan bisa membawa kebaikan bagi rumah tangga kita, kenapa tidak kita coba?

Semoga bermanfaat ya bagi keharmonisan dan kesejahteraan rumah tangga ibu. Jika tertarik untuk berikhtiar mengikuti bimbingan spiritual rumah tangga dengan saya, silakan jangan segan untuk klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikhtiar Mengikuti Bimbingan Mbak Meida <<

Loading

Lelah Mental Suami Selalu Memihak Pelakor? Balas dengan Cara Cantik Ini

Mungkin, ini juga menjadi pertanyaan ibu.

“Mengapa suami saya selalu memihak selingkuhannya? Padahal saya sudah menunjukkan ribuan bukti bahwa pelakor itu bukan wanita baik-baik.”

“Dia masih bersuami dan memiliki anak-anak, bukan hanya kamu yang digoda tapi juga pria beristri lainnya bahkan hanya mendekati karena materi.”

“Tapi, semua hal itu tak lantas membuat suami meninggalkan selingkuhannya. Bagaimana ini Mbak Meida?”

Ibu dan selingkuhan suami itu ibarat HP lama dan HP baru. Coba bayangkan, saat ibu sudah ada niat bulat untuk ganti HP.

Budget untuk beli HP baru sudah siap, ibu bahkan sudah tahu mau beli HP dengan merk dan tipe apa. Nah, di saat seperti ini ibu melihat HP lama seolah sudah banyak kekurangannya.

Saat ada orang mengirim pesan melalui WhatsApp tapi masuknya lama, ibu menyalahkan HP lamanya. “Maaf ya ini  gara-garap HPku sudah lola dsb.”

Padahal yang lambat disini jaringannya, bukan HPnya yang rusak.

Tapi mata ibu sudah dibutakan dengan kemampuan membeli HP baru yang diyakini mampu membuat kita lebih bahagia.

Inilah yang terjadi pada suami ibu saat jatuh cinta dengan selingkuhannya. Selingkuhannya ini salah atau benar, akan selalu dianggap benar.

Di mata suami, tidak ada yang cacat dalam diri wanita ini. Meski ibu menunjukkan seribu bukti keburukan akhlak pelakor, itu takkan mudah membuat suami goyah.

Namanya juga cinta sedang membara, di mata suami ya hanya ada wanita itu. Maka, jangan habiskan tenaga untuk meyakinkan suami bahwa pelakor itu jahat.

Ibu hanya akan mengalami kelelahan mental. Karena apapun yang ibu ucapkan dan lakukan akan selalu salah di mata suami.

Daripada menyalahkan pelakor, lebih baik fokus saja mengasah diri ibu agar terlihat makin berkilau di mata suami. Buktikan dengan tindakan nyata. Salah satunya percantik penampilan luar dan perbaiki aura daya tarik ibu.

Nah, jika disini ibu bingung bagaimana harus bersikap khususnya dalam menghadapi suami dan pelakor, maka jangan ragu menghubungi saya untuk mengikuti Konseling Rumah Tangga.

Konseling Rumah Tangga dilakukan 3 kali melalui telepon dengan tahap penggalian masalah, treatment dan evaluasi.

“Apakah ini berbayar Mbak Meida?”

Ya, sama seperti ketika ibu datang untuk memeriksakan diri ke dokter. Ibu perlu membayar jasa dokter dan menebus obat.

Sama halnya dengan Konseling Rumah Tangga ini. Ada biaya yang harus ibu keluarkan karena ibu akan mendapatkan treatment khusus.

“Mbak Meida, curhat kok bayar sih!”

Konseling berbeda dengan curhat. Kalau ibu curhat dengan teman, ibu hanya akan didengarkan. Bahkan curhatan ibu nanti bisa viral karena digosipkan di belakang ibu.

Melalui Konseling Rumah Tangga, saya tidak hanya mendengarkan. Saya berikan treatment khusus sehingga keputusan yang ibu ambil bisa lebih tepat.

Tidak membuat ibu menyesal serta tidak membuat ibu terus menerus menahan rasa sakit. Tak perlu ragu ikuti Konseling Rumah Tangga karena masalah dan data ibu menjadi rahasia saya.

Bagi ibu yang siap berikhtiar melalui Konseling Rumah Tangga, silakan bisa hubungi di nomor konsultasi 085867777797 atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikhtiar Mengikuti Bimbingan <<

Loading

Copyright © 2026 Mbak Meida
WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp