Suami Kepincut Wanita Lebih Tua? Bergegaslah Ambil Tindakan Ini

Saya angkat kisah klien saya disini agar menjadi pembelajaran bagi kita semua. Jadi, beberapa waktu lalu saya bertemu dengan klien untuk berkonsultasi langsung di Jakarta.

Beliau bercerita bahwa suaminya ini kepincut rekan kantornya yang usianya jauh di atas suaminya yakni terpaut hingga 11 tahun.

Wanita ini, rekan kantor sang suami dikenal temperamen dan memiliki banyak masalah keuangan. Lalu, apa daya tariknya sehingga membuat suami klien saya mantap menjadikannya istri kedua. Padahal di satu sisi, wanita ketiga ini masih bersuamikan orang lain.

Kita akan bahas bersama, tapi sebelumnya silakan catat dulu nomor konsultasi saya di +628111 26 4401. Ibu boleh menghubungi saya melalui telepon maupun chat WhatsApp.

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Dan, tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Jangan ragu menghubungi saya, saya tunggu pesan dari ibu.

Kembali lagi ke topik pembahasan saya tadi, apa daya tarik wanita yang lebih tua sehingga mampu membuat suami klien saya ini meninggalkan istri dan anaknya. Rela membelikan rumah, kendaraan bahkan aset tanah pun diberikan pada si wanita ketiga ini.

Ada satu fakta pada pria yang perlu ibu pahami, keinginan mendasar dari seorang pria adalah dilayani. Ketika kecil, anak laki-laki selalu dirawat dan dimanja ibunya.

Segala hal dibantu dipersiapkan oleh sang ibu hingga datang suatu masa dimana dia tak lagi mendapatkan pelayanan yang melenakan itu.

Anak laki-laki ini tumbuh jadi pria dewasa yang harus bertanggung jawab terhadap kebutuhan anak dan istrinya. Tekanan, stres, tuntutan serta kebutuhan keluarga, membuatnya merindukan masa-masa dimanja serta dilayani sang ibu.

Sedangkan istrinya disini sudah sibuk dengan anak, karir dan rumah tangganya. Dia tak memiliki waktu untuk memanjakan dan melayani sang suami, karena istri juga punya kesibukan dan target hidup sendiri.

Disinilah wanita ketiga yang memang memiliki niat ingin menguasai suami klien datang dan memasuki celah emosional yang kosong dalam diri suami ibu.

Dia melayani, memanjakan, ngemong, mendengarkan, memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Kekosongan emosional yang sangat dirindukan suami ibu akhirnya dipenuhi oleh wanita lain.

Selanjutnya, tentu tida mudah untuk melepaskan ikatan ini karena dimulai dari sisi emosional. Itulah kenapa, sampai dengan hari ini saya dan klien saya masih berjuang serta berikhtiar ekstra untuk melepas ikatan emosional ini.

Nah, bagi ibu-ibu sebelum terlanjur mengalami masalah seperti klien saya, coba sesekali suaminya ini diperlakukan seperti ibu memperlakukan anak laki-lakinya.

Cara ibu berbicara, menyiapkan kebutuhannya, mendengarkan keluhannya, menanggapi ceritanya dsb. Bersikaplah seperti seorang ibu yang sedang mengasihi anaknya.

Inshallah melalui cara ini bisa membuat suami takluk terhadap ibu dan terhindar dari perselingkuhan yang tak terduga-duga seperti kasus klien saya.

>> Saya Mau Dapat Bimbingan Rumah Tangga dari Mbak Meida <<

Loading

FAKTA! Ini Bukti Syahwat Suami ke Pelakor Takkan Bertahan Lama

Sepasang kekasih yang berawal dari nafsu dan membangun hubungan berdasarkan nafsu, maka akan segera berakhir karena nafsunya yang hilang seiring berjalannya waktu.

“Jadi, kalau suami tertarik ke pelakor hanya karena nafsu berarti perselingkuhan mereka ini takkan lama ya Mbak?”

Benar!

Dan, penjelasan detilnya akan saya bahas disini. Jadi, silakan simak sampai akhir khususnya bagi ibu yang sedang diselingkuhi suami. Karena penjelasan ini bisa ibu jadikan pembelajaran untuk menggaet kembali simpati suami.

Suami ibu mungkin berjanji pada selingkuhannya bahwa sampai kapanpun cintanya akan awet, selamanya bersama dan tidak akan saling meninggalkan.

Satu hal yang dilupakan oleh suami ibu bahwa mulutnya mungkin bisa berkata seperti itu, tapi hormonnya takkan mampu terus bergejolak lama untuk orang yang sama.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang psikiater di University of Pisa, Italia mengemukakan bahwa setelah 1 atau 2 tahun, senyawa cinta yang dipengaruh oleh berbagai hormon dalam tubuh kita itu menghilang.

Meskipun sepasang kekasih ini masih bersama, tapi mereka tak lagi dimabuk cinta atau tergila-gila satu sama lain seperti saat awal bertemu.

Itulah kenapa perselingkuhan yang terjadi atas dasar fisik atau nafsu, pasti tidak akan bertahan lama. Karena gejolak nafsu itu paling lama bertahan 2 tahun saja.

Nah, pelajarannya adalah jika ibu tahu suami tertarik pada wanita ketiga karena fisiknya saja, maka ibu harus segera memantik gairah suami kembali.

Bangkitkan keinginan suami untuk main dengan ibu, berikan pelayanan terbaik dan buat alam bawah sadar suami bingung dengan kepuasan yang didapatkan.

Ternyata kepuasan yang dicari di luar rumah selama ini, sebenarnya bisa didapatkan di dalam rumah dari istrinya sendiri.

Buat suami sadar akan hal itu. Inshallah dengan cara ini, suami yang selingkuh hanya karena nafsu bisa segera menyudahi perselingkuhannya tersebut.

“Tapi Mbak Meida, saya sudah mencoba menggoda suami tapi dia masih tidak mau mendekati saya”

“Sudah lama suami tidak menyentuh saya sejak mengenal selingkuhannya”

“Bagaimana mau memuaskan Mbak, suami saja kalau lihat saya selalu buang muka”

Nah, jika ibu-ibu mengalami hal ini, silakan jangan sungkan menghubungi saya melalui nomor konsultasi +628111 26 4401. Melalui kontak tersebut ibu bisa menjelaskan detil masalah dan kondisi rumah tangganya kepada saya.

Saya akan bantu berikan solusi dan treatment sehingga ibu bisa menerapkannya dengan mudah sehingga kembali terpantik keinginan suami untuk main serta terjaga keharmonisan rumah tangganya. Jadi, jngan sungkan menghubungi saya ya, saya tunggu pesan dari ibu.

>> Saya Siap Ikuti Bimbingan Spiritual Mbak Meida <<

Loading

Lakukan Ini Saat Suami Bela Pelakor dan Tak Akui Kebaikan Istri!

Beberapa waktu lalu saat saya buka konsultasi langsung di Jakarta, ada salah seorang klien saya yang cerita.

“Mbak, saya sudah beberkan semua borok si wanita itu ke suami”

“Bahwa wanita itu masih punya suami, sering jadi simpanan orang, cuma morotin uang kamu. Semua kejelekannya sudah saya ceritakan. ”

“Tapi reaksi suami justru marah dan membela pelakor. Suami bilang, dia melayanku dengan baik kok. Dia sabar dan hanya melakukan itu ke saya.”

Lalu saya jelaskan pada klien, Buk, itu namanya halo effect. Halo effect ini terjadi saat kita menilai seseorang positif hanya berdasarkan kesan pertama.

Contoh, suami klien saya tadi menganggap selingkuhannya super baik, sabar dan pandai melayani. Tidak seperti istrinya yang hobi marah.

Tentu saja selingkuhannya terlihat baiknya. Karena suami klien mengenal wanita ini belum lama. Masih hitungan bulan atau kurang dari 5 tahun.

Bahkan untuk masalah yang terjadi dalam pekerjaan atau hidup si pria ini, pelakor tidak pernah dilibatkan. Dia hanya diajak senang-senang. Jadi menghadapi badai topan kehidupan bersama itu belum teruji.

Padahal saat kita menjalani rumah tangga kan, tidak hanya senang-senang isinya. Dalam menjalani pernikahan, suami istri akan lebih sering dihadapkan dengan masalah.

Seperti masalah finansial, anak, mertua, lingkungan sosial, hubungan intim dsb. Suami sudah lama mengenal istri, segala suka duka sudah dijalani bersama.

Jeleknya, marahnya, semua keburukan istri, sang suami sudah tahu. Maka, jika hal ini dibandingkan dengan kesan pertama suami terhadap selingkuhannya, ini tidak sebanding.

Bagaimanapun juga, istri dan pelakor ini tidak selevel. Jadi, mereka tidak seharusnya dibanding-bandingkan.

“Lalu bagaimana Mbak Meida, mengatasi suami yang selalu membela pelakor dan tidak mengakui kebaikan istri?”

Pertama, hindari menjelaskan keburukan pelakor pada suami. Seperti yang saya jelaskan di awal, suami ibu mengalami halo effect. Dia menganggap satu kebaikan pelakor sebagai keseluruhan kepribadiannya.

Dia menjadikan kesan pertama sebagai tolak ukur ratusan layer sifat pelakor yang lain. Yang bisa jadi, sifat aslinya justru lebih mengerikan dibandingkan istri sah.

Seburuk apapun sikap pelakor, suami takkan percaya. Maka, hindari menjelek-jelekkan pelakor di depan suami, karena ini justru menyulut emosi suami.

Kedua, jika suami terus menerus membela pelakor, ungkapkan kekesalan ibu. Jelaskan bahwa ibu tidak suka dibanding-bandingka. Dan, perbandingan yang dilakukan ini tidak apple to apple.

Jangan ditahan dan jangan terus menerus sabar. Karena ini tidak baik bagi kesehatan mental ibu. Tapi perlu diingat, cara mengungkapkannya harus tetap elegan. Bukan dengan marah atau bentak-bentak.

Itu dia tips dari saya, semoga bermanfaat untuk ibu-ibu semuanya. Jika ibu disini merasa butuh solusi yang lengkap sesuai masalah rumah tangga ibu, saran saya bisa mengikuti konsultasi.

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Dan, tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Jangan ragu menghubungi saya, saya tunggu pesan dari ibu.

>> Saya Siap Mengikuti Bimbingan Spiritual Mbak Meida <<

Loading

ADUH! Begini Ternyata Cara Suami Anda Memperlakukan Selingkuhannya

Ibu-ibu pasti penasaran, bagaimana suami saya memperlakukan selingkuhannya selama ini. Apakah sama seperti ketika saya diperlakukan suami?

Ataukah selingkuhannya itu hanya didekati saat suami butuh? Atau justru selingkuhannya itu diratukan melebihi istri sahnya?

Sebelum saya jelaskan lebih detil, silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08586 7777 797. Ibu bisa menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon kemudian menjelaskan detil masalahnya kepada saya.

>> Saya Siap Ikuti Bimbingan Mbak Meida <<

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Dan, tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Jangan ragu menghubungi saya, saya tunggu pesan dari ibu.

Jujur saja, sebenarnya saya malas membahas tema semacam ini. Yang berkaitan dengan suami memperlakukan selingkuhannya.

Karena ketika suami ibu berselingkuh dan ibu tetap ingin mempertahankan rumah tangganya, maka yang perlu ibu lakukan adalah FOKUS pada rumah tangganya.

Bukan sibuk kepo, mencari tahu selingkuhan suami ini seperti apa, bagaimana suami memperlakukan selingkuhannya dsb.

Sebenarnya wajar jika ibu ingin tahu, pasti ibu penasaran. Tapi, saran saya cukup cari tahu seperlunya.

Sampai ibu mengantongi bukti otentik perselingkuhan suami, mengetahui apa tujuan dari selingkuhannya ini, bagaimana latar belakangnya, itu sudah cukup untuk dijadikan kunci-kunci membuat strategi menghadapi pelakor.

Tapi, cukup banyak klien saya yang penasaran “bagaimana sih Mbak, perasaan suami saya ke selingkuhannya ini?” “Siapa yang menggoda duluan, siapa yang terus mengejar, bagaimana suami saya memperlakukan selingkuhannya?”

Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini dengan satu jawaban. Tidak ada jawaban standar untuk pertanyaan ini. Karena tiap suami yang berselingkuh, mereka memiliki motif yang berbeda-beda.

Ada yang memang tidak mampu mengontrol syahwatnya. Maka, sikap orang ini terhadap selingkuhannya ya dicari hanya saat kebutuhan biologisnya mendesak kemudian dibayar.

Ada suami yang berselingkuh karena selama ini nyaman sering didengarkan curhatannya, sering diapresiasi, selalu dikasih makan egonya. Maka, sikap orang ini terhadap selingkuhannya ya nempel terus, sulit lepas dan kemungkinan ikatan emosional mereka cukup kuat karena perselingkuhannya diawali dengan sentuhan emosi.

Coba sekarang ibu cari tahu, kira-kira apa motif suami berselingkuh. Hal ini bisa ibu tanyakan langsung pada suami saat mood suami bagus.

Suami ibu mungkin akan menjawab iseng, tidak sengaja, aku nggak tahu, dia yang menggoda lebih dulu dsb. Dari sini bisa terlihat bahwa suami ibu memang tidak seserius itu menjalin hubungan dengan pihak ketiga.

Maka ibu bisa mengambil kesempatan untuk lebih gigih lagi dalam berikhtiar sehingga suami tidak bersikap seenaknya sendiri

Suami ibu mungkin juga akan ada yang mengelak, tidak sepenuhnya jujur atau bahkan merespon dengan cara marah dan menghindar. Jika hal ini terjadi, maka tahan dulu. Jangan dipaksa untuk jujur atau mendesak mengakuinya.

Yang terpenting, pesan dari saya adalah FOKUS BERIKHTIAR menjaga keutuhan rumah tangga ibu. Tidak peduli bagaimana suami memperlakukan selingkuhannya, yang terpenting adalah ibu tetap fokus.

Inshallah melalui fokusnya ibu ini, inshallah akan mendatangkan banyak manfaat untuk ibu dan keluarga.

Loading

Jurus Ampuh Atasi Pelakor yang Mengaku Sebagai Korban

Kali ini kita akan kembali membahas tema perselingkuhan. Lebih tepatnya dari sisi pelakor yang seringkali setelah ketahuan selingkuh dengan suami orang, dia akan mengaku sebagai korban.

“Kok bisa ya Mbak Meida, pelakor mengaku sebagai korban. Padahal dia dan suami adalah pelaku lalu korbannya adalah saya, istri sahnya.”

Ya tentu saja bisa ibu. Hal ini dilakukan pelakor sebagai bentuk pembelaan diri. Mana ada sih pencuri yang mau mengakui kesalahannya. Yang ada kalau dia mengakui, bisa-bisa digebukin massa.

Nah sebelum saya jelaskan secara detil kenapa pelakor mengakui dirinya sebagai korban dan bagaimana cara menghadapi hal semacam ini, saya ingin ibu membantu saya membagikan link live streaming saya ini sebanyak mungkin.

Boleh dibagikan di grup-grup WhatsApp, grup-grup Facebook atau dibagikan ke siapapun yang menurut ibu membutuhkan materi ini.

Siapa tahu dengan membagikan materi ini, kemudian teman, kerabat atau saudara ibu ikut bergabung dan terinspirasi dari sini ya.

Sehingga mereka jadi lebih mudah mendapatkan solusi dari permasalahan yang sedang mereka hadapi. Inshallah ini akan jadi ladang pahala juga bagi ibu.

Sudah dibagikan ya? Alhamdulillah, terima kasih. Baiklah, sekarang kita lanjutkan.

Jadi, kenapa pelakor bisa mengakui dirinya sebagai korban? Karena dia dalam keadaan tersudut sehingga perlu membela diri.

Karena posisinya sudah tersudut, pihak ketiga mungkin alami tekanan dan ketakutan. Akhirnya, dia tidak mau jadi satu-satunya orang yang disalahkan. Dia mengaku sebagai korban suami ibu.

Mungkin pihak ketiga ini akan berkata, “saya ini korban, suami ibu yang menggoda lebih dulu, suami ibu yang mendekat dan mendesak lebih dulu, saya sudah menolak tapi suami ibu menangis, memohon dan meminta saya untuk bertahan.”

Dan lain sebagainya. Ada banyak macam kalimat yang dibuat oleh pihak ketiga, sehingga yang tersangka utama dan satu-satunya adalah suami ibu.

“Kalau sudah begini, lalu apa yang bisa saya lakukan Mbak Meida? Kata suami, pelakor yang menggodanya lebih dulu. Tapi kata pelakor, suami menggodanya lebih dulu. Siapa yang bisa saya percaya Mbak Meida?”

Yang perlu ibu percayai adalah diri ibu sendiri. Bukan suami maupun pelakor. Karena posisinya disini baik suami maupun pihak ketiga, sama-sama ingin menjaga imej atau citra dirinya. Agar tidak terkesan tetap baik di mata ibu.

Saran saya, jangan sampai ibu percaya kemudian iba pada pelakor. Karena ada klien saya yang percaya dengan kata-kata pihak ketiga ini.

Jadi, pihak ketiga yang dilabrak oleh klien saya mengakui dirinya sebagai korban dan berjanji akan meninggalkan suaminya. Klien saya termakan oleh janji manis si pelakor.

Selanjutnya klien saya dan pihak ketiga ini menjadi akrab serta saling curhat satu sama lain. Waduh, ini bahaya ya.

Curahan hati kita adalah kelemahan kita. Maka kita perlu berhati-hati memilih teman curhat karena dia bisa mengetahui senjata untuk mematikan atau memusnahkan kita.

Dan, semua tindakan ini dilakukan klien di luar sepengetahuan saya. Di luar bimbingan yang saya berikan. Dan, benar saja akhirnya pelakor menusuk klien saya dari belakang.

Semua curahan hati beliau tentang suaminya, bahwa si suami suka bersikap begini dan begitu, dilaporkan pada sang suami. Akhirnya suami murka dan pergi meninggalkan rumah. Perginya kemana, ya ke pelakor itu tadi.

Itulah kenapa sering saya ingatkan klien untuk menutup akses pihak ketiga. Jangan ada komunikasi sama sekali. Mereka ini manipulatif sekali ya, pandai berkata-kata sehingga mudah membuat orang lain iba.

Padahal itu adalah racun yang dia berikan pada ibu sehingga mental ibu luluh, tidak lagi gigih dan mudah dipengaruhi. Ini trik pihak ketiga yang perlu ibu waspadai ya.

Mereka menggunakan kelemahan, kondisinya yang terpojok agar dikasihani kemudian diberi hati. Setelah dapat hati, mereka akan memutarbalikkan fakta seolah ibulah yang bersikap jahat.

Nah, saya contohkan kisah klien saya disini agar bisa jadi pembelajaran bagi ibu. Apabila pelakor mengakui dirinya sebagai korban, maka jangan percaya. Jangan merasa iba.

Kalaupun memang benar dia adalah korban, lalu apa hubungannya dengan ibu? Tidak ada. Tugas ibu disini adalah menguatkan mentalnya sendiri pasca diselingkuhi suami dan menguatkan kegigihan dirinya menjaga keutuhan rumah tangganya.

Jadi saran saya jangan mudah terlena, jangan mudah iba dan kuatkan mental ibu diri sendiri. Apapun yang diungkapkan pihak ketiga, ibu tampung saja sebagai bahan referensi untuk membuat strategi ke depan.

Seperti itu ibu ya. Semoga apa yang saya bagikan disini bisa bermanfaat, pelan-pelan diterapkan dalam rumah tangganya sehingga tercipta keharmonisan, keutuhan dan keselarasan.

Bagi yang mengalami masalah rumah tangga serupa, maka jangan segan untuk berkonsultasi dengan cara menghubungi saya melalui chat maupun telepon di nomor 08111 26 4401.

>> Saya Siap Mendapat Bimbingan Mbak Meida <<

Atau bagi yang ada di instagram boleh banget untuk DM. Yang ada di facebook, silakan bisa mengirim pesan melalui inbox. Yang ada di TikTok juga bisa mengirim pesan langsung, mohon untuk akunnya jangan dikunci agar saya bisa balas pesan ibu-ibu.

Yang ada di YouTube bisa klik link yang ada di deskripsi di bawah video ini dan nanti akan tersambung langsung ke nomor whatsApp saya.

Loading

Suami Selingkuh, Anak Sakit Mental! Begini Cara Atasi Keduanya

“Suamiku balikan dengan mantan pacarnya sewaktu SMA Mbak! Sakit sekali rasanya. Padahal mereka sudah punya pasangan masing-masing. Tapi kembali bersama dan selingkuh setelah bertemu saat reuni.”

“Anak-anak kami sudah remaja. Memang saya sengaja memberi tahu mereka, agar tahu kelakuan bapaknya seperti apa.

“Tapi sepertinya keputusan saya ini tidak tepat. Saya seperti menorehkan luka batin kepada anak-anak remaja saya.”

“Setelah itu, komunikasi anak-anak dengan bapaknya menjadi sangat buruk. Tiap kali diajak bicara sang bapak, anak-anak selalu pakai nada marah, mereka ingin memberontak tapi tidak bisa karena masih membutuhkan bapaknya.”

“Performa akademis anak-anak juga menurun. Mereka sering bolos kursus tanpa sepengetahuan saya lalu menginap di kos temannya.”

“Tiap bangun pagi, saya sering melihat mata anak perempuan saya sembab. Saya tahu dia pasti memendam luka yang dalam. Bapaknya, sosok yang selama ini jadi teladan dan kebanggaannya tega melukai dirinya sesakit ini.”

Ini adalah ungkapan hati klien saya saat mengikuti konseling dengan saya. Bisa kita lihat disini ya, saat suami selingkuh yang terluka dan terkena dampak bukan hanya istri.

Anak-anak kita juga terkena dampak khususnya pada kesehatan mentalnya. Klien saya ini sudah menunjukkan penurunan kesehatan mental sang anak pada suami.

Dengan tujuan sang suami bisa jera dan berhenti selingkuh. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Sang suami tetap tak peduli dan meneruskan perselingkuhannya.

Menyakitkan ya?

Setelah itu, saya menyarankan klien untuk membuat strategi baru yakni mendekatkan anak dan bapaknya. Yang menyadarkan disini haruslah sang anak.

Jika kebetulan sang bapak selama ini memang sosok ayah yang baik dan perhatian pada anak, inshallah ini akan lebih mudah membuat suami luluh hatinya pada sang anak.

Ibu minta tolong pada anaknya, jelaskan bahwa kalian harus bekerjasama membantu ibu untuk menjaga keutuhan rumah tangga ini.

Kita dekati bapak secara pelan-pelan, kita sentuh emosinya, kita berikan dukungan emosional, perbanyak waktu dan obrolan dengan bapak.

Jangan buru-buru memberi nasihat!

Karena seorang bapak akan merasa harga dirinya diinjak-injak saat dinasihati anak. Jadi, ibu cukup minta bantuan anak agar mau diajak kerjasama dan mendekat kepada sang bapak.

Anak harus lebih sering berdekatan secara fisik maupun emosional dengan bapaknya, menghabiskan waktu berdua, ngobrol, minta pendapat sang bapak, minta tolong sebanyak mungkin ke bapak.

Inshallah melalui langkah-langkah ini bisa membantu meluluhkan hati sang bapak pada anaknya. Betapa dia memiliki anak yang masa depannya ini masih panjang. Masih butuh dukungan bapak, sehingga “saya harus jadi teladan yang baik bagi anak, tidak boleh neko-neko.”

Inshallah pemikiran seperti ini akan muncul ketika hati sang bapak mulai luluh.

Nah, bagi ibu-ibu yang merasa butuh lebih banyak bimbingan dan arahan, jangan sungkan untuk mendaftarkan diri mengikuti Konseling Telepon dengan saya.

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Ibu bisa menghubungi saya melalui chat WhatsApp maupun telepon di nomor konsultasi 08111 26 4401 atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikhtiar Ikuti Bimbingan Mbak Meida <<

Loading

Suami Selingkuh, Istri Disalahkan! Begini Harusnya Istri Membela Diri

Jarang saya temukan suami yang berani mengaku jujur mengenai perselingkuhannya.

Saat diajak bicara berdua dengan istri, suami cenderung defensif, menghindar dan menunjuk orang lain yang dianggap menyumbang kesalahan terbesar hingga mengakibatkan dirinya selingkuh.

Apakah ibu mengalami hal ini? Suami yang selingkuh, tapi ibu yang disalahkan. Jika iya, silakan simak penjelasan saya sampai akhir.

Karena hanya di akhir penjelasan ini, saya akan berikan solusi bagaimana cara membela diri pada suami yang menyudutkan istri.

Sebelum saya lanjutkan, silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08586 7777 797 atau bisa klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikhtiar Ikuti Bimbingan Mbak Meida <<

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Dan, tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Jangan ragu menghubungi saya, saya tunggu ya pesan dari ibu.

Suami yang menyalahkan dan menyudutkan istri setelah ketahuan selingkuh, adalah hal yang biasa. Jadi, ibu jangan heran!

“Kenapa ya Mbak, kok saya yang disalahkan!”

Memang seperti itu tabiat orang yang bersalah tapi tak mau mengaku. Dia memiliki kecenderungan menjaga imej dirinya, dia tak ingin disalahkan, dia ingin dirinya tetap bersih sehingga menunjuk ibu sebagai biang kerok perselingkuhannya.

Suami akan menganggap, ibu tidak becus mengurus rumah tangga, ibu cerewet, suka ngomel, banyak menuntut suami, tidak perhatian, sibuk dengan anak, sibuk dengan pekerjaan dsb.

Kesalahan-kesalahan ibu diungkapkan semuanya, sehingga ibu merasa terpojok dan akhirnya menyalahkan diri sendiri.

Padahal, sesungguhnya suami juga ikut menyumbang kesalahan. Toh disini jika memang ibu terbukti salah, seharusnya sebagai suami, dia meluruskan. Bukan mencari pelampiasan.

“Selanjutnya langkah apa yang bisa saya lakukan Mbak, untuk menghadapi suami yang seperti ini?”

Terima saja!

Jika ibu berontak dan berbalik menyalahkan suami bahkan ibu menunjuk kesalahan-kesalahan suami, maka tidak akan ada habisnya.

Konflik akan makin besar, ikatan emosional ibu dan suami makin menjauh hingga kesepakatan makin sulit dicapai.

Ibu harus ingat satu hal! Ego suami sangat besar seperti gorila. Jadi, ibu coba merendahlah.

“Benar, selama ini memang saya yang kurang memperhatikanmu”

“Benar, selama ini memang saya sibuk dengan pekerjaan dan anak-anak”

Dsb.

Inshallah emosi suami akan mereda mendengar ibu yang merendah seperti ini. Saat hati suami luluh dan emosinya mereda seperti ini, kesalahan yang ditunjukkan suami tadi diperbaiki dulu.

Selama 3 bulan, coba ibu memperbaiki dirinya jadi lebih baik. Selanjutnya, saat mood suami bagus, ajak suami untuk ngobrol berdua.

Disinilah ibu bisa mengungkapkan uneg-unegnya dalam rangka membela diri. Tunjukkan bahwa ibu ada niat baik untuk menjaga keharmonisan rumah tangga sehingga ibu menerima keluhan suami dan mencoba memperbaiki diri.

Jangan lupa, ucapkan juga terima kasih karena suami masih bersedia mengoreksi diri ibu.

Memang sedikit sakit ya, “saya tidak salah kok saya yang harus mengalah”

Mengalah demi kebaikan rumah tangga ibu. Ibarat orang naik pesawat, sebelum lepas landas dan terbang tinggi, pesawat itu harus membumi dulu.

Seperti itu ibu ya, semoga bermanfaat bagi keharmonisan rumah tangganya.

Loading

3 Mitos Perselingkuhan Ini Palsu! Istri Cerdas Harus Cek Faktanya

Ada 3 jenis mitos perselingkuhan yang berkembang dan diyakini kebenarannya oleh masyarakat kita. Tapi setelah saya belajar dari ratusan masalah klien yang berkaitan dengan perselingkuhan, 3 mitos ini ternyata tidak benar.

Dan sebagai istri yang cerdas, yang sedang semangat-semangatnya ikhtiar menjaga keharmonisan rumah tangganya, perlu mengecek faktanya.

Karena dengan memahami faktanya seperti apa, secara otomatis ibu akan lebih mampu membuat keputusan yang tepat sesuai kondisi rumah tangganya.

Sebelum saya lanjutkan, silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08586 7777 797 atau bisa klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikhtiar Ikuti Bimbingan Mbak Meida <<

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Dan, tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Jangan ragu menghubungi saya, saya tunggu ya pesan dari ibu.

Mitos Pertama, selingkuh karena tak puas di atas ranjang

Memang benar!

Ada suami yang selingkuh karena tak puas dengan istrinya. Mungkin suami ini memiliki fantasi luar biasa, sedangkan sang istri tak mampu memenuhi fantasinya tersebut.

Mungkin juga sang suami memiliki hasrat berhubungan yang cukup besar, sedangkan sang istri tak mampu mengimbanginya.

Tapi, ada juga suami yang selingkuh bukan karena seks. Ini persis dialami klien saya yang merupakan seorang suami.

“Saya puas sama istri Mbak! Tidak ada yang kurang dari istri saya saat di ranjang. Tapi, sikapnya pada saya yang tidak menghormati saya sebagai suaminya, itu yang membuat saya selingkuh.”

“Karena selingkuhan saya disini sangat menghormati saya, mendengarkan dan mendukung saya secara emosional. Dan, saya berani sumpah bahwa selama dekat dengan orang ketiga ini, kami tidak berhubungan badan.”

Ini curahan hati klien saya.

Mitos Kedua, Selingkuh karena tak lagi cinta

Ibu jangan percaya mitos ini!

Karena banyak klien saya yang terlibat dalam perselingkuhan, tapi mereka masih pulang, menafkahi istrinya, menggauli istrinya, memberikan perhatian dsb pada istri.

Mereka mengaku masih cinta dan tidak ada yang kurang dari sang istri. Tapi, kenapa selingkuh? Karena mereka tak pernah puas.

Ibaratnya, suami sudah sarapan pakai nasi dan lauk lengkap di rumah. Kemudian di jalan, ketemu gerobak martabak.

Padahal masih kenyang, tapi jajan martabak. Karena syahwatnya tergoda dan dia tak mampu mengontrol syahwatnya. Itu yang sebenarnya terjadi.

Mitos Ketiga, mencari wanita yang muda dan seksi

Ini juga tidak benar!

Lagi-lagi saya contohkan kasus klien saya. Ada klien saya yang suaminya ini selingkuh dengan wanita yang lebih dewasa usianya.

Setelah ditanya, katanya dia lebih dewasa, mampu ngemong, tidak manja dan merawat saya dengan baik.

Ini bisa saja terjadi! Karena naluri pria setelah menikah, dia selalu ingin kembali pada masa lalu. Saat-saat dia dirawat oleh ibunya.

Dipuji, dilayani, diagung-agungkan oleh ibunya, diperhatikan full. Itulah kenapa ada suami yang berselingkuh dengan wanita yang lebih dewasa, karena dianggap mampu mengayomi dan memperlakukannya seperti ibunya di masa kanak-kanaknya dulu.

Nah, dari 3 mitos perselingkuhan ini ada kesimpulan yang bisa kita ambil. Yakni, ibu tidak boleh merasa rendah diri.

“Saya kalah Mbak! Selingkuhan suami lebih muda, cantik, seksi, lebih mampu memuaskannya di atas ranjang.”

Belum tentu ibu!

Tidak semua suami selingkuh mencari hal itu. Terkadang, yang dia cari adalah sifat keibuan dari seorang wanita.

Yang mendengarkan, mengayomi, mengapresiasi dan mampu menunjukkan rasa bangganya karena memiliki suami seperti dia.

Coba sekarang, ibu tunjukkan sikap-sikap seperti ini pada suami sebagai bentuk ikthiar ibu menjaga keharmonisan rumah tangganya.

Siapa tahu, melalui jalan ini nanti suami bisa kembali fokus pada ibu dan anak-anaknya. Aamiin, saya doakan yang terbaik untuk rumah tangga ibu.

Loading

Istri Rendah Diri Rentan Diselingkuhi Suami! Cek Faktanya Disini

Rendah diri adalah sikap minder atau tidak percaya diri pada kemampuan maupun penampilan yang dimiliki. Orang yang rendah diri cenderung berpikir orang lain selalu lebih “wah”, lebih pintar, lebih baik daripada dirinya.

Apakah ini sifat yang baik?

Tentu saja tidak. Karena rendah diri selalu dikonotasikan sebagai sifat negatif. Yang tidak mampu membawa kita pada kemajuan atau keberhasilan.

Jika sifat ini terus dibiarkan bercokol dalam diri wanita yang telah berumah tangga, maka efeknya sangat kejam. Bahkan mampu membuat suaminya meninggalkannya demi wanita lain.

“Kok bisa seperti itu Mbak Meida?”

Ya, tentu saja bisa ibu. Silakan simak sampai akhir, karena di akhir penjelasan ini nanti saya akan berikan solusi pada ibu-ibu yang merasa rendah diri.

Sebelumnya silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08586 7777 797 atau bisa klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Ikhtiar Ikuti Bimbingan Mbak Meida <<

Konsultasi di tempat saya bukan sekedar saya dengarkan seperti ibu yang biasanya curhat pada teman atau keluarganya. Saya menggunakan metode ilmiah yang saya gabungkan dengan ilmu spiritual.

Jadi inshallah setelah ibu mantap berkonsultasi, saya akan berikan bimbingan lahir batin sesuai kondisi rumah tangga ibu.

Apa yang perlu ibu lakukan, bagaimana menghadapi suami yang bersikap A, B, C dan D, keputusan apa yang harus ibu ambil dsb akan saya bantu arahkan.

Dan, tidak perlu khawatir karena data pribadi serta masalah klien menjadi rahasia saya. Jika ada kisah klien yang saya bagikan itu merupakan persetujuan klien bahwa kisahnya boleh dijadikan bahan pembelajaran bagi ibu-ibu semuanya.

Jangan ragu menghubungi saya, saya tunggu ya pesan dari ibu.

Selain merasa minder dan tidak percaya diri, orang yang rendah diri juga anti sosial. Malas bersosialisasi, tidak mau bergaul karena menganggap orang lain melihatnya rendah.

Istri yang menutup komunikasi dan sosialisasi secara ekstrim seperti ini berbahaya.

Karena hidupnya akan berkutat pada masalah rumah tangganya saja, tidak bisa belajar dari pengalaman orang lain, tidak mampu memiliki cara pandang yang luas sehingga dia akan kesulitan membuat keputusan. Bahkan cenderung bergantung pada suami.

Nah, jika ada masalah dengan suami, maka dia hanya akan diam, tak berani ambil keputusan dan terus bertahan meskipun tersakiti.

Rendah diri juga memunculkan sikap pesimis. Contoh kasus klien saya. Beliau ini tidak dinafkahi suaminya, sehingga solusi yang saya berikan adalah beliau harus berani keluar dari zona nyaman dan belajar berkarya.

“Saya gak bisa Mbak. Saya gak punya kemampuan apapun.”

Seperti itu tanggapan klien saya. Belum mencoba tapi sudah pesimis duluan. Padahal di luar sana ada banyak kesempatan jika kita mau membuka hati dan pikiran.

Kalau sudah pesimis seperti ini, suami beliau akan makin bersikap seenaknya sendiri.

Dampak yang lebih mengerikan dari seorang yang rendah diri, yakni mudah depresi. Pandangan negatif terhadap diri sendiri, sikap anti sosial dan pesimisnya ini akan merenggut kesehatan mentalnya.

Dia akan mudah merasa stres, tertekan dan akhirnya depresi.

Coba ibu bayangkan, suami mana yang mau punya istri yang selalu bergantung, mau diajak maju tapi selalu menghalang-halangi karena pesimis bahkan mudah stres karena masalah sepele?

Tentu ini membuat suami merasa tidak mendapat dukungan dari istri bahkan suami lama kelamaan akan merasa tidak nyaman sehingga mencari dukungan emsional dari wanita lain.

“Lalu solusinya bagaimana Mbak, untuk wanita yang rendah diri agar berani bersikap optimis?”

Coba ibu tulis 10 kebaikan dan kelebihan yang ibu miliki. Misalnya, “saya itu kalau nyetrika selalu licin dan rapi Mbak.” Itu boleh ditulis.

“Saya itu kalau bangun tidur pagi banget Mbak, saya rajin, disiplin dan semua pekerjaan selesai tepat waktu.”

Itu juga boleh ditulis. Ingat! Minimal harus dibuat daftar hingga 10 poin. Setelah itu, tiap bangun tidur dibaca 10 daftar kebaikan diri ibu itu.

Diingat-ingat terus kebaikan dan kelebihan dirinya, inshallah ini akan membantu meningkatkan sikap optimis dan kepercayaan ibu. Sehingga perasaan rendah diri bisa luntur secara pelan-pelan.

Loading

Jurus Ampuh Hadapi Suami yang Mengaku Korban Pelakor

“Sewaktu saya tanya kenapa suami selingkuh, jawabannya ribet Mbak?”

“Katanya dipelet sama selingkuhannya, terus digoda dan dikejar padahal sudah jujur jika punya anak istri, sudah menjauh, memblokir kontak tapi terus didekati tiada henti”

“Suami terus dijadikan teman curhat Mbak, akhirnya kasihan, terlena dan akhirnya menjalin hubungan terlarang”

“Disini suami tidak mau mengakui bahwa dia juga mau sama pelakor itu, suami mengaku dia adalah korban yang terus didesak oleh pelakor itu”

Yah namanya maling ya ibu, mana ada yang mau ngaku!

Dimanapun tempatnya, orang yang bersalah dan tidak berani mengakui kesalahannya, akan selalu menunjuk orang lain sebagai biang kerok masalah.

Suami ibu melakukan hal ini semata-mata agar citranya tetap bersih di mata ibu. Agar ibu sebagai istrinya tidak menganggapnya bersalah.

Agar keluarga besar suami juga tidak menyalahkan suami ibu. Jadi, jika ada suami yang mengaku sebagai korban pelakor, sesungguhnya mereka bukan benar-benar korban.

Ini adalah salah satu trik yang dilakukan seseorang agar tidak disalahkan. Jika dia bersalah, otomatis dia harus bertanggung jawab atas luka-luka batin yang istrinya alami.

Nah sebelum saya lanjutkan, saya pingin tahu ibu-ibu disini suaminya juga mengaku korban atau tidak? Boleh dong dijawab di kolom komentar.

Sewaktu ditanya mengenai perselingkuhannya, apakah berani jujur dan mengaku salah atau mengaku “aku digoda”, “aku dipelet”, “aku khilaf”, “aku tidak bersalah” dsb.

————- baca komentar ——————–

Baiklah apapun jawaban suami, itu hak dia untuk menjawab. Sebagai istri yang siap dengan tantangan apapun dalam berumah tangga, kita terima saja jawabannya. Lalu kita buat strategi khusus untuk menghadapi suami model begini.

Sekali lagi, apa yang dilakukan suami itu adalah bentuk pembelaan diri. Agar ibu tidak terus menerus menyalahkan suami atas perselingkuhannya.

Berarti yang suami inginkan dari ibu adalah ibu memaafkan, menerimanya kembali dan tidak menyalahkannya atas perselingkuhan yang terjadi.

Inilah trik harus ibu terapkan jika ibu masih ingin mempertahankan rumah tangganya ya. Jika tidak ingin dan mau cerai saja Mbak! Ya, tidak perlu diikuti tips ini.

Tapi, jika masih ingin pertahankan rumah tangganya, maka saran saya ini bisa diikuti. Yakni menerima apapun jawaban suami, membenarkan dan mempercayainya.

Meski ibu tahu, ucapan suami itu adalah dusta. Kemudian secara diam-diam di belakang suami, ibu mencari info detil. Bisa melalui teman-teman dekat suami, teman satu komunitas suami atau mencari info dari lingkungan dekat si pelakor ini tadi.

Gali informasi secara detil tentang; bagaimana suami dan pihak ketiga bisa bertemu, siapa yang mendekati lebih dulu, apa yang mereka butuhkan satu sama lain, apa tujuan dan keinginan mereka, bagaimana latar belakang dan lingkungan pelakor.

Ini penting untuk ibu ketahui!

Karena ibu bisa membaca sudah seberapa jauh suami berbohong pada ibu. Tentu ini akan menyakitkan tapi setidaknya ibu memiliki bukti dan senjata untuk berperang ke depannya.

Jika sudah cukup banyak kebohongan yang dilakukan suami, semua yang diucapkan ternyata tidak sinkron, dia mengaku digoda tapi nyatanya dia yang menggoda, saran saya segera ajak suami bicara secara serius.

Ibu bisa menunjukkan bukti-bukti yang sudah ibu kumpulkan, kemudian sodorkan pada suami. Akan ada 2 tipe suami disini. Ada yang mengelak, ada yang kemudian mengaku.

Apapun jawabannya, tegaskan pada suami bahwa ibu saat ini sudah sulit untuk kembali percaya lagi. Untuk itu, ibu perlu mengajak suami untuk menulis surat komitmen hitam di atas putih.

Dalam surat komitmen tersebut, ibu minta pada suaminya untuk membuat pernyataan mengenai perselingkuhan dan kebohongan yang dia lakukan selama ini.

Selanjutnya, minta suami melengkapinya dengan komitmen bahwa dia takkan mengulanginya lagi. Jangan lupa sertakan konsekuensi yang akan didapatkan suami jika berani berselingkuh lagi.

Contoh konsekuensinya bisa berupa tidak mendapat hak asuh anak, jatah bertemu anak hanya 1x dalam seminggu atau semua harta jadi milik istri dsb.

“Kalau suami gak punya harta sama sekali gimana Mbak Meida?”

Ya itu derita ibu, hehehe bercanda ya ibu.

Baiklah itu dia sharing dari saya hari ini. Bagi yang sedang mengalami kasus seperti ini, semoga bisa mendapatkan pencerahan sehingga lebih mudah membuat keputusan.

Bagi yang sudah mengikuti apa yang saya bagikan tapi suaminya masih bandel dan tidak mau menunjukkan perubahan sama sekali, silakan jangan ragu untuk berkonsultasi dan menghubungi saya.

Yang ada di instagram bisa mengirim pesan langsung melalui DM, bagi yang di Facebook bisa mengirim pesan langsung di inbox, bagi yang di TikTok bisa klik link di bio nanti akan diarahkan ke chat WhatsApp otomatis dan bagi yang ada di YouTube bisa klik link di deskripsi video ini nanti.

Seperti itu ya ibu-ibu, saya tunggu pesan dari ibu-ibu semuanya.

Loading

Copyright © 2026 Mbak Meida
WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp