Ibu tidak perlu khawatir, masalah rumah tangga dan data diri ibu akan menjadi rahasia saya. Silakan jangan ragu untuk menghubungi saya ya.
Ibu jangan berpikir bahwa konsultasi di tempat saya hanya curhat-curhat biasa ya.
Ini adalah konsultasi resmi dimana saya akan mendengarkan secara seksama dan memberikan treatment khusus sesuai kondisi rumah tangga ibu.
Perasaan cemas seringkali dikonotasikan sebagai hal negatif. Persis seperti pertanyaan ibu yang saya ungkapkan di awal tadi.
Cemas itu kan buruk, kok bisa dimanfaatkan jadi kebaikan. Bagaimana caranya?
Berdasarkan pengalaman saya menangani ratusan kasus rumah tangga tiap bulannya, saya menyimpulkan bahwa istri yang cemas atau takut terjadi apa-apa dalam rumah tangganya, cenderung lebih kenceng dalam berikhtiar menjaga keharmonisan.
Jika dibandingkan dengan istri yang tidak mudah cemas! Biasanya mereka over confidence bahwa suami pasti tidak akan selingkuh.
“Suami pasti akan selalu bucin ke saya. Suami akan selalu nempel ke saya. Suami saya itu anteng banget, gak pernah lirik wanita lain. Suami saya itu selalu bersikap manis dan akan selalu begitu.”
Keyakinan yang berlebihan seperti ini akan membuat istri cenderung malas berikhtiar. Dia terlalu yakin bahwa suami takkan berubah.
Jadi, mereka biasanya melayani suami dengan cara yang biasa-biasa saja. Berdoa juga sekedarnya. Malas meningkatkan skill diri, malas bersosialisasi, malas menjemput rejeki dan belajar mengatur keuangan.
Ikhtiarnya disini tidak kuat karena terlalu yakin bahwa suami akan selalu ada bersama dia. Ini adalah sikap yang tidak tepat.
Itulah kenapa saya katakan di awal tadi bahwa istri yang mudah cemas lebih mampu menjaga keharmonisan rumah tangga.
“Aduh, pelakor kok sepertinya ada dimana-mana ya! Mereka tubuhnya semlohai, kulitnya bersih dan terawat. Mereka juga mandiri, cerdas cari uang sendiri.”
“Saya tentu tidak boleh kalah! Apalagi disini saya ada dukungan suami yang sedang bucin ke saya. Saya harus manfaatkan kesempatan itu untuk lebih kenceng lagi memperbaiki diri.”
Nah seperti itu maksud saya!
Rasa cemas yang dikelola dengan baik mampu memunculkan nafsu positif untuk memperkuat ikhtiar. Maka, menjadi istri pencemas itu boleh!
Selama cemasnya dikelola. Bukan dilebih-lebihkan hingga jadi overthinking ya!
Beberapa hari lalu, saat saya sedang mengeksplorasi bahan-bahan masakan untuk dihidangkan di meja makan, tangan saya tak sengaja tergores pisau dapur.
Sakit? Pasti.
Perih? Iya.
Darah mengucur deras? Benar.
Yang saya lakukan pertama kali adalah membersihkan luka saya dengan air mengalir. Saya lalu mengambil obat merah untuk mempercepat proses penyembuhan luka saya.
Saya merasa sudah cukup melakukan pertolongan pertama dan saya kembali lanjutkan aktivitas memasak.
Saya yakin, ibu pernah mengalami luka sampai membuat darah mengalir deras dari kulit ibu. Ibu menahan kepedihan dari keperihan luka itu, ibu mengobatinya perlahan dan melanjutkan hidup.
“Seiring berjalannya waktu, nanti juga sembuh sendiri.”
Itu luka pada fisik kita. Bagaimana jika terjadi luka pada batin? Kenapa kita tak bisa bersikap sesimple itu?
Ibu mungkin pernah berkonflik hebat dengan suami, sekitar 3 atau 4 tahun lalu. Sampai dengan hari ini, kita mengingat lukanya seolah masih basah menganga.
Disini saya akan jelaskan perbedaan cara kita mengobati luka batin dan fisik. Dalam mengobati luka batin yang disebabkan suami, kita akan menggunakan cara yang biasa kita gunakan untuk mengobati luka fisik.
Sehingga, luka kita cepat kering sampai akhirnya kita lupa dengan sensasi rasa sakitnya.
SIKAP YANG BIKIN CAPEK HATI
Dalam berumah tangga, saya yakin ada banyak hal yang membuat kita capek hati. Khususnya dalam menghadapi suami.
Contoh sederhana, suami menaruh handuk di atas ranjang. Berkali-kali kita meminta suami mengembalikan handuk ke tempatnya. Tak juga dilakukan. Ini membuat ibu jengkel, kan?
Bahkan tak hanya handuk. Beragam benda lain selalu diletakkan secara sembarangan.
Ibu sedang sibuk menyiapkan hidangan makan siang pada weekend ceria. Bukannya membantu menjaga anak, dia justru asyik dengan handphonenya.
Ibu sudah berusaha keras menjaga pengeluarannya tapi mau bagaimana lagi, jatah bulanan suami tetap masih kurang.
Ibu meminta, tapi suami berkata “kamu boros.”
Itu menyakitkan. Dan, menimbulkan luka batin pada diri ibu.
Untuk masalah yang lebih akut. Suami chatting mesra dengan teman mayanya di media sosial. Kita sudah marah dan memperingatkan, tapi terus menerus diulang.
Suami berselingkuh dengan rekan kerja, tetangga, saudara ipar atau siapapun yang tak kita kenal. Bahkan hingga menghasilkan anak.
Ini tentunya menimbulkan luka batin yang parah. Ibu pikir, luka ini selamanya tidak akan sembuh.
Bahkan setelah ibu memutuskan bercerai dari suami, ibu fokus membesarkan karir dan anak-anak sendiri, ibu masih merasa terluka dan tersakiti dengan sikap suami.
Bagaimana cara menghadapi suami dan mantan suami yang selalu bikin capek hati seperti ini?
Pertama, obati dalam diam
Artinya, dalam mengobati luka batin, ibu tidak perlu koar-koar.
Kesalahan kita adalah hobi banget bercerita pada orang-orang mengenai luka batin kita.
Saat ibu bekerja, ibu curhat pada rekan kerjanya. “Jeng, suamiku tuh ya nyebelin banget! Kalau makan suka pilih-pilih. Padahal aku udah perform di dapur ala Farah Quin. Masih aja beli di warung.”
Saat ibu hangout dengan teman arisan. “Aku sedih banget, suamiku gak bisa dinasihatin. Dia masih suka main Tinder, Line, Bigo buat nyari cewek-cewek.”
Saat ibu pegang handphone, ibu buat status. “Gini amat ya berumah tangga. Berdua tapi berasa sendiri.”
“Ya Tuhan, semoga aku kuat dengan cobaan rumah tangga ini.”
Dan sebagainya.
Kita terlalu banyak bicara. Kesana kemari menceritakan luka yang sama. Coba bayangkan, saat tangan saya terluka dan berdarah. Setelah saya obati, saya iseng korek-korek tuh luka.
Saya pegang, saya uyek-uyek tiap saat. Apa yang terjadi? Luka itu tak kunjung sembuh. Justru makin parah.
Maka, hal pertama yang perlu kita lakukan untuk obati luka batin adalah jangan terlalu sering menceritakan luka batin ibu pada siapapun.
Obatilah dalam diam.
Kedua, doakan suami ibu
Saat kemarahan memuncak karena ibu teringat luka batin yang disebabkan suami, segeralah berdoa.
Mengakulah pada Yang Maha Kuasa bahwa ibu sedang marah dan terluka. Jika ibu seorang muslim, bacalah istighfar minimal sebanyak 3 kali.
Jika non muslim, memohon ampunlah pada Tuhan atas salah dan khilaf yang pernah ibu lakukan selama ini.
Lanjutkan dengan meminta tolong pada Yang Maha Kuasa untuk mengangkat marah dan sakit hati ibu.
Insyallah, cara sederhana ini bisa membuat hati ibu tenang.
“Apakah dengan cara ini luka batin kita akan sembuh dengan sendirinya Mbak Meida? Apakah waktu bisa menyembuhkannya?”
Tentu tidak!
Sekarang, kita masuk ke cara ketiga yakni obati dengan Terapi Detoks Batin.
Saat tangan saya terluka, saya juga mengobatinya dengan obat merah. Nah, jika batin ibu terluka ada obatnya juga yang saya sebut dengan Terapi Detoks Batin.
Cara ketiga ini saya tawarkan apabila cara pertama dan kedua tidak cukup membuat luka ibu mengering.
Dalam Terapi Detoks Batin , ibu akan mendapat 3 hal sekaligus. Pertama, rekaman seminar online dimana ibu akan mendapatkan bimbingan dari saya secara langsung cara memaafkan suami dan melepaskan dendam.
Rekaman seminar online ini berdurasi kurang lebih 3 jam yang bisa ibu tonton berulang-ulang agar hasilnya ibu bisa lebih cepat move on dari rasa sakit hati yang diakibatkan suami.
Kedua, ibu akan mendapatkan Audio Meditasi Ikhlas dan Lapang Hati khusus untuk membantu menyembuhkan luka batinnya yang disebabkan oleh masalah rumah tangga.
Audio meditasi berdurasi kurang lebih 30 menit ini ada bimbingan suara saya juga, yang perlu ibu dengarkan tiap malam sebelum tidur. Insyallah bisa membuat hati ibu lebih tenang, ikhlas dan damai.
Ibarat obat, harus dikonsumsi tiap malam dengan dosis yang tepat agar sembuhnya bisa merata serta lebih cepat.
Ketiga, ibu akan mendapatkan buku 30 Hari Memaafkan Suami yang dikirim langsung ke alamat ibu.
Buku ini berisi langkah-langkah konkrit, sikap keseharian yang harus ibu lakukan selama 30 hari ke depan agar ibu mampu menjadi pribadi baru yang lebih kuat, tangguh serta tidak mudah tersakiti lagi ke depannya.
Ayo ibu-ibu, jangan ditunda berobat batinnya! Karena sakit hati dan semua emosi negatif yang terus ibu simpan bisa mengkristal dan menjadi penyakit fisik.
Untuk pendaftaran Terapi Detoks Batin, bisa klik chat WhatsApp di bawah ini.
Aku pernah menjadi satu-satunya wanita yang selalu kau turuti tanpa kata nanti.
Aku pernah menjadi satu-satunya wanita yang kau bahagiakan tanpa rasa sungkan.
Aku pernah menjadi satu-satunya wanita yang kau pastikan tanpa keraguan.
Aku pernah menjadi satu-satunya wanita yang selalu kau doakan dalam diam.
Aku pernah menjadi satu-satunya wanita yang kau janjikan akan selalu kau timang dalam peraduan.
Aku pernah menjadi satu-satunya wanita yang kau cium hingga sepanjang hari kau tersenyum dan terkagum.
Tapi kini aku menjadi satu-satunya wanita yang kau acuhkan dan kau sisihkan.
Kini aku menjadi satu-satunya wanita yang kau berikan sisa hingga aku merasa binasa.
Kini aku menjadi satu-satunya wanita yang kau hina dengan sikapmu yang tercela.
Kini aku menjadi satu-satunya wanita yang kau paksa terima hatimu yang telah mendua.
Kini aku menjadi satu-satunya wanita yang kau sambut tapi hanya di mulut.
Dulu aku menjadi satu-satunya wanita, itu memang benar. Kini aku masih menjadi satu-satunya wanita, itu masih benar! Tapi, dalam rasa yang berbeda.
Oh, mungkin kini aku bukan lagi menjadi satu-satunya wanita. Melainkan salah satu diantara yang lainnya. Itu terasa menyakitkan, memilukan dan takkan mungkin mampu kulupakan.
Menggurat banyak kecewa, menabur perih tak terkira. Menolak jera, tapi tak kuasa menahan derita. Lalu, aku bisa apa dan harus bagaimana?
Jika kini tak lagi menjadi satu-satunya wanita, melainkan salah satu diantara yang lainnya.
Kurapal doa pada Sang Maha Cinta, mengumbar rayuan mesra agar Dia mengembalikan simpati hati yang tlah bercabang dua.
Tapi, aku bisa apa dan harus bagaimana? Jika kini tak lagi menjadi satu-satunya wanita, melainkan salah satu diantara yang lainnya.
Aku memang bukan wanita istimewa. Tapi, tidakkah kau ingat? Kau pernah meminta diriku seutuhnya saat Tuhan dan malaikatNya menyaksikan kita berjanji seiya sekata.
Aku memang bukan wanita istimewa. Tapi, tak seharusnya kau menempa luka dengan keras di hati yang pernah kau puja.
Aku cinta, tapi tak seharusnya kau jadikan aku salah satu diantaranya. Di saat kau pernah menjadikan aku sebagai satu-satunya wanita.
Apakah dengan menawarkan makanan dan obrolan hangat seperti yang dilakukannya padaku?
Aku selalu penasaran.
Bagaimana cara suamiku menarik perhatianmu?
Apakah dengan rajin mengantarmu pulang ke rumah, menawarkan bahu untuk bersandar dan tangan untuk digenggam seperti yang dilakukannya padaku?
Aku selalu penasaran.
Bagaimana cara suamiku membuatmu jatuh cinta?
Apakah dengan dukungan emosional dan finansial yang juga diberikannya padaku saat awal mengenalku?
Aku selalu penasaran.
Bagaimana cara suamiku membuatmu kecanduan dengan kehadirannya?
Apakah dia merayu dengan berkata kaulah yang paling berharga dan satu-satunya wanita yang bisa mengubah dunianya?
Itu persis seperti yang dilakukannya padaku hingga membuatku percaya bahwa itu berarti selamanya.
Aku selalu penasaran.
Bagaimana cara suamiku meneleponmu?
Apakah di sela jam sibuknya bekerja, dia menyempatkan waktu menyapa dan mengingatkanmu menjaga kesehatan serta makananmu?
Apakah ini kebetulan ataukah itu memang alur yang dia gunakan untuk menggenggammu?
Tapi semua yang dilakukannya padamu, juga dia lakukan padaku dengan cara yang manis, lembut hingga memabukkanku.
Aku selalu penasaran.
Bagaimana cara suamiku memelukmu?
Apakah dengan sentuhan lembut yang membangunkan gairah hingga membuatmu terlena serta lupa bahwa dia sudah SAH menjadi pria dari seorang wanita di belahan dunia lain?
Bagimu, mungkin itu spesial. Mungkin dia berjanji akan meninggalkanku, menikahimu dan menjadikanmu satu-satunya.
Bagiku, itu tak lagi spesial. Meski dia berkata akan meninggalkanmu dan kembali setia padaku seperti dulu.
Karena dia bajingan! Yang melakukan hal sama pada semua wanita.
Kini aku tak lagi penasaran.
Karena aku sadar, aku telah menikahi orang yang salah. Yang sejak awal memang gairahnya tak bisa dipuaskan oleh satu wanita.
Yang sejak awal, memang hasratnya ingin memiliki kebebasan bak raja yang tak ada batasnya dalam hal wanita.
Kini aku tak lagi penasaran.
Karena aku sudah pasrahkan pada Yang Maha Menjadikan Segalanya. Dan, jika memang Tuhan menjadikan suamiku sebagai ladang amalku di dunia, maka aku ikhlaskan.
Aku menerima perih yang kalian lemparkan. Aku ikhlas dengan sakit yang kalian berikan. Aku tenang dengan jutaan dusta yang kalian tampilkan.
Selama ini aku memang diam.
Seolah aku maafkan tapi sebenarnya aku sedang mempertimbangkan. Seolah aku mengijinkan kalian mengambil kesempurnaan rumah tanggaku tapi sebenarnya aku sedang siapkan pembalasan.
Selama ini aku memang diam.
Berusaha tetap cantik, senyum dan menampilkan yang terbaik. Meski di depan cermin, aku terkoyak bagai sampah yang tak lagi berbentuk.
Selama ini aku memang diam.
Pura-pura tangguh dan baik-baik saja dengan topeng keharmonisan. Tapi, ingatlah! Kalian yang sedang mengoyak masa depanku dan anak-anakku takkan ku biarkan begitu saja.
Lewat cara-caraku memperbaiki hidupku saat ini, aku ingin sampaikan bahwa aku tidak menyerah dengan sikap buruk kalian.
Senyum getirku perlahan ku ubah jadi senyum termanis untuk menampar kalian dengan fakta aku tak hancur karena najis kalian.
Wajah kuyu yang menghiasi hari-hariku perlahan sedang kuganti jadi pesona berseri untuk pastikan kalian tahu aku diam bukan berarti merelakan segalanya di ambang kehancuran.
Kulitku yang terkesan tak cerah perlahan kurawat agar berubah kencang dan kuat untuk memastikan ia tak lemah saat berhadapan dengan perbuatan kalian yang sudah kelewatan.
Hatiku yang awalnya rapuh pelan-pelan mulai pulih karena kuperbaiki dengan doa dan harapan yang bergantung pada Sang Maha Kembalikan Segalanya.
Seringkali aku memang penasaran, bagaimana dia mendekatimu. Apakah persis seperti yang dilakukannya padaku?
Membawakanku minuman dan makanan. Menghubungiku tiap saat, menawarkan perhatian dan kepedulian lewat kata-kata rindu menghangatkan.
Sayangnya, sebelum fajar tiba dia bangunkan aku dengan kenyataan tak terperih berupa kedatanganmu dalam kehidupanku dan anak-anakku.
Meski lidah berkata tak apa. Meski nafas berembus tak masalah. Tapi mata, hati dan jiwa sungguh-sungguh ingin membalas segalanya.
Kemunafikan kalian yang mencederai kepercayaan sedang kurobek dengan pembalasan dendam berupa diriku yang lebih baik, menarik, kuat dan tak mudah dikalahkan. Kalian akan tahu. Kalian akan melihatnya. Kalian akan merasakannya.
Kesedihan lebih banyak dirasakan daripada kebahagiaan. Kekecewaan lebih menyesakkan dada dibandingkan suka cita.
Rumput pengganggu yang dipotong setiap hari, tak pernah berhenti tumbuh. Dia terus meninggi tanpa henti dan seringkali melelahkan untuk disiangi.
Rasa sakit ini juga sama. Dia tak tahu diri, sulit dibasmi dan terus berakumulasi memenuhi isi hati hingga merusak semangat serta ambisi.
Bagaimana jika ribuan rasa sakit tak terperih ini dilepaskan dan diterbangkan?
Bagaimana jika diikhlaskan agar dia mencari tempat lain untuk singgah? Siapa tahu dia menjadi ramah dan tak lagi berulah.
Hari-hari penuh kepayahan yang selalu dibalas dengan ludah dan amarah, membuat diri ini makin yakin. Bahwa bahagia kita bersama sepertinya memang tak bisa dipaksa.
Penantian dengan ketulusan yang selalu ditangkis dengan cacian dan jauh dari sanjungan, membuat diri ini makin yakin. Bahwa merelakan kebersamaan sepertinya memang sudah semestinya dilakukan.
Kenapa terus biarkan kebahagiaan untuk diri sendiri terkubur? Kenapa terus membebani diri dengan bersikap seolah kuat di saat semuanya terasa tak mungkin dipertahankan?
Jika betul begitu, relakanlah! Biarkan dia benar-benar terbang dan mencari kebahagiaan lain meski tak bersama kita.
Jadi, kenapa takut untuk melepaskan?
Seseorang yang pernah berjanji takkan pergi namun akhirnya mengingkari.
Seseorang yang selalu menemani tapi di saat yang sama menyakiti tiada henti.
Seseorang yang berakad akan berlari bersama sampai mati namuan berujung mengkhianati.
Kenapa takut untuk melepaskan?
Sepertinya memang sulit. Membayangkan kesendirian dan hadapi kesuraman tanpa tangan lain yang biasa menggenggam. Tapi, untuk apa jika genggamannya terasa seperti cakaran, bukannya perhatian dan kepedulian.
Lebih baik dilepaskan. Dan, jangan takut melepaskan.
Tuhan beri apa yang kita butuhkan. Bukan apa yang kita mau. Maka, ikhlaskan hati melepaskan.
Jika Tuhan tak izinkan kebersamaan karena terasa menyedihkan bagi salah satu diantara kalian, itu berarti Dia tak ridho terhadap cinta kalian. Sesungguhnya, Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita.
Ingatlah!
Jika sesuatu itu bukan milik kita, walaupun mudah jalannya, dia tetap akan pergi dan tak pernah jadi milik kita. Maka, kuatkanlah hati untuk melepaskan dan mengikhlaskan. Karena memang bukan untuk kita.
Semua orang, tak ada yang ingin terluka dan disia-siakan. Terkadang kita sudah berusaha mati-matian menjadi yang terbaik. Bahkan mengubah diri sendiri, memakai topeng kepalsuan yang menyiksa diri untuk membuat dia bahagia bersama kita. Dan, tetap setia menemani kita.
Tapi, seolah itu semua tak ada artinya. Pengorbanan dan pengabdian kita justru dianggap kentut yang mengganggu pernapasannya.
Sakit?
Sedih?
Marah?
Sia-sia dan terluka?
Tentu semua itu sudah Anda rasakan. Bahkan hingga detik ini rasa sakitnya masih membekas dan terkenang. Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk menghentikan semua ini? Karena hari-hari Anda terasa menyesakkan dada dan teramat panjang seolah tak ada ujung.
Tak masalah! Anda tidak sendiri. Ribuan wanita yang disia-siakan dan terluka sedang berkumpul disini dan berdoa untuk kebahagiaan.
Doa yang sama dari batin yang terluka akan menggetarkan semesta dan menggerakkan kehendak Yang Kuasa untuk mengembalikan segalanya pada tempatnya. Maka, berdoalah lalu biarkan doa-doa Anda bekerja untuk kebaikan semuanya.
Sekarang, ambil waktu Anda untuk menikmati luka-luka itu. Tidak masalah jika Anda bersedih, marah, kecewa dan menangis.
Berikan waktu untuk diri sendiri. Menangislah sampai mata dan tenggorokan Anda sakit karena tangisan yang tiada henti. Kecewalah dan marahlah sampai Anda puas untuk melampiaskannya.
Seperti halnya kapal yang pergi berlayar berbulan-bulan. Akan ada saatnya dia pulang, menepi dan mengakhiri petualangan.
Seperti halnya hujan deras yang akan berhenti turun dan tergantikan dengan pelangi. Seperti itulah nantinya kesakitan dan luka-luka Anda.
Terasa pekat, penat dan sesak. Tapi, akan ada hari dimana mereka terurai satu per satu. Melebur dalam air mata yang menetes perlahan dan tergantikan dengan semangat juang dengan getaran energi baru.
Anda terlalu berharga untuk disia-siakan. Itulah kenapa kesakitan dan luka-luka Anda takkan butuh waktu lama untuk bertahan dalam lubuk hati Anda.
Anda terlalu berharga untuk terluka. Maka Anda tak bisa hidup begini-begini saja yang larut dalam kekecewaan dan kemarahan.
Anda mengikhlaskan semuanya. Anda memaafkan semuanya. Anda bangkit, lari dan menikmati hari dengan wajah baru yang asli dan penuh energi.
Pria itu kalau sudah wataknya selingkuh, kita berubah jadi secantik apapun, kita bersikap sebaik apapun, kita melayani suami sampai bikin dia lemes sekalipun, dia akan tetap selingkuh. Karena memang itu wataknya.
Jadi, nasihat Mbak Meida itu percuma! Gak mempan.
Benar! Sekali selingkuh, memang terkadang selingkuh. Saya katakan disini terkadang ya, yang berarti di kasus-kasus tertentu ada yang pria yang bisa SEMBUH.
Tukang selingkuh itu setidaknya ada 3 macam. Yang pertama, karena dipengaruhi lingkungan. Saya ada seorang klien wanita yang mana suaminya itu selingkuh karena lingkungannya yang mendukung.
Setelah berobat ke saya, alhamdulillah sekarang sembuh. Saya minta juga pada suaminya untuk menghindari lingkungan tersebut agar tidak kambuh.
Tipe tukang selingkuh yang kedua, yang digoda dan dipepet terus sama selingkuhannya. Awalnya baik, tapi karena pelakornya gigih akhirnya terlena. Yang seperti ini juga bisa sembuh.
Tipe tukang selingkuh yang ketiga, yang memang sudah wataknya! Ini yang dimaksud oleh penonton channel YouTube saya sekalian.
Yang namanya sudah watak, sulit diubah. Memang benar, kalaupun bisa diubah biasanya karena sudah disentil sama Tuhan.
Jadi, untuk ibu-ibu yang berkata bahwa ceramah saya tidak berguna bagi keharmonisan rumah tangga Anda, ya ada benarnya juga sih jika memang suami Anda sudah wataknya genit sama perempuan.
Tapi, ada satu hal yang perlu diingat! Tuhan tidak akan mengubah suatu kaum jika bukan kaum itu sendiri yang mengubahnya.
Artinya, Jika Anda tidak berikhtiar, lalu bagaimana Tuhan bisa membantu Anda? Yang sudah mau introspeksi dan berubah saja, suaminya masih kecantol pelakor, apalagi yang tidak mau berubah. Makin parah dong!
Harusnya seperti itu mikirnya ibu! Lalu, bagaimana caranya untuk membuat suami agar takut kehilangan Anda?
BERUBAH!
Anda harus hijrah jadi lebih baik. Niatkan hijrah Anda ini karena Anda ingin meraih rahmat dan keridhaan Tuhan Yang Maha Esa.
Saya pribadi memaknainya sebagai hijrah akhlaq atau kepribadian. Seiring berjalannya waktu, terkadang ada tindakan kita yang tidak sengaja melecehkan suami hingga membuat dia sakit hati.
Ungkapan rasa sakit hati suami itu dilakukan dengan cara mengkhianati kita. Karena dia tidak tahu bagaimana cara mengontrol emosinya, mengontrol nafsunya dan mengungkapkan kejengkelannya pada kita.
Nah, dari sinilah kita harus mengoreksi diri kemudian menghijrahkan akhlaq kita ke arah yang lebih baik.
Saya paling benci dengan pengakuan klien saya yang seperti ini, dulu sewaktu pacaran saya sudah tahu Mbak Meida kalau dia selingkuh, hobi judi, mabuk dan kasar. Tapi tetap saya lanjutkan karena saya merasa sudah terlanjur sayang. Saya pikir dia bisa berubah setelah menikah dan punya anak.
Hmm.. saya kasih tahu ya! Ingat ini di benak Anda, kalau bisa tulis dan tempelkan di dahi Anda. PERNIKAHAN TIDAK MENYEMBUHKAN, TAPI MELIPATGANDAKAN.
Kepribadian manusia sulit diubah! Sekalipun bisa, itu butuh waktu, tenaga dan kesabaran ribuan ekstra. Jadi, sebagai wanita Anda jangan sok jadi pahlawan kesiangan. Saya mau ubah dia Mbak Meida.
Bullshit!
Saat Anda menikah, Anda butuh pria yang benar-benar baik dan bertanggung jawab. Jika baru dekat atau pacaran saja, dia sudah merusak Anda, artinya dia tidak sayang.
Kenapa? Karena ciri dari orang yang sayang itu hanya 1, DIA TIDAK MENYAKITI ANDA. Karena menyakiti Anda sama dengan menyakiti dirinya sendiri.
DIA TIDAK MERUSAK ANDA. Karena merusak Anda sama dengan merusak dirinya sendiri. DIA TIDAK MEMBUAT ANDA MENANGIS. Karena membuat Anda bersedih sama dengan membuat dirinya sendiri menangis.
Itu namanya sayang. Jika suami Anda menyakiti, merusak dan membuat Anda sedih terus menerus serta tidak menghargai ikhtiar Anda menjaga keharmonisan rumah tangga, DIA TIDAK SAYANG KEPADA ANDA.
Nah, sekarang saya akan jelaskan pada Anda! Setidaknya ada 5 hal yang tidak bisa diubah dari seorang pria. Bagi Anda yang belum menikah dan bertemu dengan salah seorang pria macam ini, jangan lanjutkan! Cari yang lain karena jomblo pria di Indonesia yang baik hati masih banyak.
Jika Anda menonton ini dalam kondisi sudah menikah dan kebetulan suami Anda seperti ini, sabar dulu! Jangan langsung cerai ya.
Nanti setelah membaca informasi ini langsung chat saya, Mbak Meida saya mau cerai! Saya mau tukar tambah suami saya. Jangan dong! Ikuti dulu KONSELING RUMAH TANGGA dengan saya.
KONSELING RUMAH TANGGA dilakukan sebanyak 2 atau 3 kali melalui telepon tergantung tingkat masalah.
Banyak orang berpikir buat apa saya ikut konseling? Curhat kok bayar!
Konseling Rumah Tangga ditujukan untuk menggali sumber masalah Anda. Setelah saya memahami permasalahan dan penyebabnya, saya akan bantu berikan treatment dan terapi khusus agar masalah Anda bisa segera selesai.
Saya akan bantu membuang sampah batin dan mengobati luka batin Anda melalui terapi tertentu. Karena selama ini Anda pasti terluka dan tersakiti dengan sikap suami.
Jadi, ini bukan sekedar curhat. Dan, Anda tidak perlu khawatir, saya menjamin biaya konseling ini terjangkau.
Untuk mengikuti KONSELING RUMAH TANGGA bisa menghubungi saya melalui nomor konsultasi di +62858-6777-7797 atau klik chat WhatsApp otomatis pada link berikut >> Saya Mau Daftar Konseling.
Untuk sifat pertama yang tidak bisa diubah adalah sombong dan suka pamer. Terkadang, menikah itu tidak harus selalu takut dengan kekurangan yang ada.
Kelebihan suami Anda juga perlu diwaspadai. Saya ada seorang klien wanita yang kebetulan menikah dengan pria yang tajir. Tajir disini kelebihan ya.
Sayangnya, klien wanita saya ini tidak bekerja. Sehari-hari hanya menggantungkan diri pada suaminya. Apa yang terjadi? Dia tidak dihargai, dia diinjak-injak.
Dan, sifat sombong seperti ini sulit untuk diubah. Jadi, kalian para wanita perlu berhati-hati.
Sifat kedua adalah mabuk dan judi. Ini juga sulit untuk berubah karena terkadang kebiasaan seperti ini sudah mendarah daging. Apalagi jika lingkungan kerja dan sosialnya mendukung.
Sebagai istri, Anda harus sangat berhati-hati. Karena pria pemabuk dan hobi judi biasanya emosinya sulit untuk dikontrol. Anda bisa jadi sasaran empuknya tiap saat.
Sifat ketiga yang sulit diubah adalah main perempuan alias selingkuh. Pernah dengar istilah sekali selingkuh tetap selingkuh? Hati-hati! Karena ini banyak terjadi.
Dari sekian konseling yang saya lakukan untuk para klien saya, perselingkuhan merupakan kasus yang paling banyak terjadi.
Sifat keempat yang sulit diubah adalah konsumsi obat-obatan terlarang. Kebiasaan yang satu ini paling berbahaya dan hanya Tuhan yang bisa mengubahnya.
Sifat kelima adalah pemalas/tidak bekerja. Jika saat pacaran atau dekat dengan Anda, dia tidak bekerja, jangan dilanjut. Apalagi melihat Anda yang begitu pekerja keras dan penghasilannya oke.
Pria pemalas akan sangat senang dengan keberadaan Anda. Hati-hati saja, setelah menikah dia akan bergantung pada Anda. Saat Anda mengomel bahkan marah karena dia tidak bekerja, dia justru akan balik marah pada Anda.
Dan, mengatakan Anda tidak menghormati dia sebagai suaminya. Serta menganggap Anda sombong karena penghasilannya lebih besar. Pria pemalas dan tidak bertanggung jawab, sangat sulit dinasihati.
Orang seperti ini, hanya Tuhan yang bisa mengubahnya!