JANGAN TAKUT MELEPASKAN SUAMI

Kesedihan lebih banyak dirasakan daripada kebahagiaan. Kekecewaan lebih menyesakkan dada dibandingkan suka cita.

Rumput pengganggu yang dipotong setiap hari, tak pernah berhenti tumbuh. Dia terus meninggi tanpa henti dan seringkali melelahkan untuk disiangi.

Rasa sakit ini juga sama. Dia tak tahu diri, sulit dibasmi dan terus berakumulasi memenuhi isi hati hingga merusak semangat serta ambisi.

Bagaimana jika ribuan rasa sakit tak terperih ini dilepaskan dan diterbangkan?

Bagaimana jika diikhlaskan agar dia mencari tempat lain untuk singgah? Siapa tahu dia menjadi ramah dan tak lagi berulah.

Hari-hari penuh kepayahan yang selalu dibalas dengan ludah dan amarah, membuat diri ini makin yakin. Bahwa bahagia kita bersama sepertinya memang tak bisa dipaksa.

Penantian dengan ketulusan yang selalu ditangkis dengan cacian dan jauh dari sanjungan, membuat diri ini makin yakin. Bahwa merelakan kebersamaan sepertinya memang sudah semestinya dilakukan.

Kenapa terus biarkan kebahagiaan untuk diri sendiri terkubur? Kenapa terus membebani diri dengan bersikap seolah kuat di saat semuanya terasa tak mungkin dipertahankan?

Jika betul begitu, relakanlah! Biarkan dia benar-benar terbang dan mencari kebahagiaan lain meski tak bersama kita.

Jadi, kenapa takut untuk melepaskan?

Seseorang yang pernah berjanji takkan pergi namun akhirnya mengingkari.

Seseorang yang selalu menemani tapi di saat yang sama menyakiti tiada henti.

Seseorang yang berakad akan berlari bersama sampai mati namuan berujung mengkhianati.

Kenapa takut untuk melepaskan?

Sepertinya memang sulit. Membayangkan kesendirian dan hadapi kesuraman tanpa tangan lain yang biasa menggenggam. Tapi, untuk apa jika genggamannya terasa seperti cakaran, bukannya perhatian dan kepedulian.

Lebih baik dilepaskan. Dan, jangan takut melepaskan.

Tuhan beri apa yang kita butuhkan. Bukan apa yang kita mau. Maka, ikhlaskan hati melepaskan.

Jika Tuhan tak izinkan kebersamaan karena terasa menyedihkan bagi salah satu diantara kalian, itu berarti Dia tak ridho terhadap cinta kalian. Sesungguhnya, Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita.

Ingatlah!

Jika sesuatu itu bukan milik kita, walaupun mudah jalannya, dia tetap akan pergi dan tak pernah jadi milik kita. Maka, kuatkanlah hati untuk melepaskan dan mengikhlaskan. Karena memang bukan untuk kita.

Loading

WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp