5 Kebiasaan Suami yang Membuat Istri Sewot dan Tidak Patuh

Ada 5 kebiasaan suami yang bisa membuat istri sewot dan tidak patuh terhadap suami. Sebelum saya jelaskan satu per satu secara detil, silakan catat dulu nomor konsultasi saya.

Anda bisa menghubungi saya di nomor 08111264401 untuk berkonsultasi dan mendapatkan sarana spiritual agar masalah rumah tangga Anda bisa segera teratasi.

Atau, untuk cara yang lebih simple silakan Anda bisa menghubungi saya dengan cara klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Mau Konsultasi <<

Yang pertama, yang pasti membuat istri jengkel pada suami adalah tidak peka. Misalnya, istri mengatakan lelah karena seharian sudah bekerja keras menjaga anak-anak dan mengerjakan tugas rumah tangga.

Suami yang peka dan sayang istri, pasti akan memberikan pijatan atau setidaknya ucapan terimakasih karena telah menjaga anak-anak dengan baik.

Bukannya malah marah dan mengatakan, itu kan tugas kamu sebagai istri. Dijamin! Istri Anda akan marah dan sewot seharian terhadap Anda.

Yang kedua, merasa tidak dihargai. Masih ada kelanjutannya dengan kasus pertama. Ketika istri mengeluh, suami bukannya bersimpati, tapi malah marah.

Padahal, keluhan istri di sini bukan karena dia bosan mengerjakan urusan rumah tangga. Dia ingin Anda sebagai suaminya melihat dan menghargai hal itu.

Karena mengurus anak dan rumah juga bukanlah hal yang mudah untuk dikerjakan.

Yang ketiga adalah curiga terhadap sikap suami. Jika ada hal yang membuat istri curiga, biasanya dia akan bersikap sewot.

Misalnya, suami pulang terlambat tapi tidak memberi kabar. Biasanya suami balas pesan dengan cepat saat jam istirahat, tapi kali ini dia tidak balas pesan sampai sore.

Hal ini bisa membuat istri kecewa jika Anda tidak memberikan alasan terhadap sikap Anda yang tidak seperti biasanya.

Dan, kekecewaannya akan naik level menjadi curiga karena tidak mendapatkan jawaban serius dari Anda.

Yang keempat, kurang mendapatkan pujian dan kurang belaian. Wanita itu kelemahannya ada pada telinganya.

Jika Anda bisa memberi makan pada telinganya, istri akan merasa dicintai dan berhenti sewot.

Meskipun Anda belum mampu lebih dalam hal finansial, tapi kalau Anda mampu merayu istri, memberikan pujian dan belaian yang tepat (tidak harus berhubungan intim ya), istri bisa lebih patuh pada Anda.

Kebiasaan kelima adalah jatah bulanan yang kurang dan jarang diajak jalan-jalan.

Apalagi jika istri Anda tidak bekerja. Setiap hari dia hanya akan berkutat dengan masalah anak dan urusan rumah tangga.

Ini pasti melelahkan dan membosankan. Dan, satu-satunya hiburan bagi istri adalah suaminya.

Jadi, sudah semestinya Anda sebagai suami itu sering-sering menambah bonus bulanan untuk istri. Bisa berupa materi, bisa berupa liburan.

Loading

3 Orang Berbahaya yang Wajib Dihindari Setelah Menikah

Kalau Anda sudah menikah, hidup Anda akan berbeda. Tidak seperti sewaktu masih single.

Karena perbedaan inilah, Anda perlu beradaptasi terhadap beberapa hal. Misalnya, Anda adalah seorang wanita karir.

Anda tentu tidak bisa menomorsatukan karir Anda. Anda tidak bisa setiap hari pulang lembur, sebisa mungkin Anda harus pulang on time karena ada yang menunggu Anda di rumah.

Selain itu, dalam pergaulan juga perlu Anda batasi. Setelah menikah, tidak semua orang bisa Anda jadikan teman dekat.

Perlu Anda perhatikan, bahwa seringkali orang-orang terdekat kitalah yang menyakiti kita. Karena tidak mungkin orang yang tidak kita kenal kemudian menyakiti kita.

Buat apa. Kalau diibaratkan dengan orang yang membawa pisau kemudian menikam perut kita, dia tidak mungkin menikam dari jauh.

Dia harus mendekat dulu ke kita, baru dia bisa menikam kita agar tajamnya pisau bisa menancap lebih tajam.

Jadi, berhati-hatilah dengan orang-orang terdekat Anda. Siapa saja, dia? Mari kita bahas sama-sama.

Tapi, sebelum itu catat dulu nomor konsultasi saya di 08111264401. Anda bisa berkonsultasi dan mendapatkan sarana spiritual untuk membantu mengatasi masalah rumah tangga Anda.

Atau, untuk cara yang lebih simple silakan Anda bisa menghubungi saya dengan cara klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Mau Konsultasi <<

Orang pertama yang perlu Anda hindari dan tidak perlu dijadikan teman dekat adalah ipar-ipar Anda.

Saya bukannya melarang Anda berhubungan baik dengan mereka. Boleh, sangat boleh.

Hanya saja, kalau terlalu dekat mereka akan mudah ikut campur urusan rumah tangga Anda.

Dia memang anggota keluarga Anda, tapi dia tetap orang lain dalam rumah tangga Anda. Tentu dia tidak bisa masuk  memberi keputusan-keputusan rumah tangga terkait suami, istri dan anak-anak.

Selain itu, kedekatannya dengan suami Anda sebelum menikah, bahkan dekat sejak lahir membuat ipar Anda seolah lebih berhak atas suami Anda.

Inilah yang akhirnya membuat posisi Anda tidak mudah jika terlalu dekat dengan ipar. Karena terkadang mereka tidak memahami posisinya setelah saudara kandungnya itu menikah dengan Anda.

Orang kedua yang perlu Anda hindari setelah menikah adalah tetangga.

Anda boleh bertetangga. Anda boleh bergaul. Tapi, jangan jadikan mereka teman dekat apalagi mencurhatkan masalah rumah tangga Anda dengan mereka.

Ini larangan! Tetangga adalah orang yang posisinya paling dekat dengan kita, secara fisik. Bahkan jauh lebih dekat daripada keluarga besar dan kerabat Anda.

Ini memungkinkan bagi mereka untuk menyakiti kita lebih dalam karena saking dekatnya.

Kita tidak pernah tahu apa yang ada di pikiran mereka mengenai kita. Bisa jadi, dia terlihat manis di depan tapi di belakang suka membicarakan keburukan kita.

Bahkan buruknya kita itu terkadang juga dishare ke tetangga-tetangga kita yang lain.

Karena sirik dengan kemudahan dan kebahagiaan yang sering kita utarakan ke mereka. Jadi, sebaiknya sifat kita kepada para tetangga ini netral saja.

Orang ketiga adalah teman dekat Anda sendiri. Anda boleh memiliki teman dekat, tapi harus Anda perhatikan betul-betul sifat dan kebiasaannya seperti apa.

Kalau dia sering membicarakan, merendahkan atau menjelekkan orang lain ketika sedang ngumpul-ngumpul sebaiknya dihindari.

Kemungkinan besar, ketika Anda tidak bersamanya, diri Anda sedang dibahas. Ini adalah tipe orang yang belum bahagia dan belum puas dengan dirinya sendiri.

Dia selalu melihat kelebihan orang lain dan merasa tidak suka dengan pencapaian orang lain tersebut.

Jika Anda sering mencurhatkan kebaikan atau keberhasilan suami Anda, dia bisa saja tertarik untuk memiliki suami Anda.

Jika Anda sering mencurhatkan keburukan suami Anda, dia bisa saja merasa senang dengan cobaan Anda tersebut.

Jadi, berhati-hatilah memilih teman dekat. Karena nasib Anda sedikit banyak juga ditentukan oleh pergaulan Anda itu.

Loading

Pelakor Ngejar Terus Tanpa Ampun! Istri Harus Lakukan Ini

Bagaimana cara membuat pelakor tidak mengejar suami kita? Padahal suami kita itu sudah menjauh.

Sudah lelah mendua dan ingin serius mengharmoniskan kembali rumah tangganya.

Tapi, sayangnya pelakor itu mepet terus ke suami Anda. Sudah diblock di WhatsApp, masih kontak di Facebook.

Sudah diblok semua akunnya, tiba-tiba pakai nomor baru atau kirim salam lewat teman atau bahkan ada yang berani menghampiri di kantor suami.

Macam-macam lah cara pelakor mendekat dan seolah bernafsu sekali untuk menerkam suami Anda.

Kalau sebagai istri Anda berada di posisi ini, Anda wajib bersyukur dan saya ucapkan selamat.

Karena suami Anda sudah ingin putus. Jadi, tugas Anda adalah fokus untuk membuat suami kembali bersimpati.

Tidak perlu memusingkan apa yang diperbuat pelakor di belakang Anda. Gak penting! Fokuslah pada keharmonisan rumah tangga Anda.

Bagaimana caranya Mbak Meida?

Sebelum saya jelaskan bagaimana caranya, saya mau berbagi sedikit informasi pada Anda.

Bagi Anda yang memiliki masalah rumah tangga, seperti diselingkuhi pasangan, pasangan kasar, egois, pelit, mengekang bahkan KDRT pada Anda.

Dan, Anda ingin mencari solusi dari masalah tersebut, silakan bisa menghubungi saya melalui telp./WhatsApp di nomor 08111264401. Atau melalui chat WhatsApp otomatis dengan cara klik link di bawah ini.

Saya Mau Konsultasi <

Setelah berkonsultasi, saya akan berikan sarana spiritual khusus yang bisa membantu mempercepat menyelesaikan masalah rumah tangga Anda.

Bagaimana cara mengembalikan simpati suami agar pelakor bisa segera menjauh dan tidak mepet terus? Caranya perhatikan suami Anda dengan sepenuh hati.

Introspeksi dan memperbaiki diri. Rubah diri Anda sedemikian rupa sehingga suami sadar Anda sedang melakukan transformasi.

Misalnya, Anda tidak pernah masak, cobalah masak untuk suami dan anak-anak Anda. Tidak pernah dandan, dandanlah yang cantik dan buat dia terpesona.

Cara bicara Anda kasar, suka menuntut, membandingkan bahkan seringkali merendahkan, ganti semua itu.

Pakai nada yang naik turun, tunjukkan kelemah lembutan, goda suami Anda dan perlihatkan feminitas yang tinggi di depan suami Anda.

Bagaimana dengan pelakornya Mbak Meida? Pelakor? Biarkan dia pontang panting sendiri mengusahakan diri untuk merebut suami Anda.

Yang penting fokus Anda hanya 1, yakni keharmonisan rumah tangga Anda.

Loading

RUGI Jika Dilepas! Ini 5 Karakter Wanita yang Patut Dipertahankan

Jadi, sebagai seorang suami jika Anda menemukan 5 karakter ini pada istri Anda, maka jangan dilepaskan.

Kemungkinan besar, dia adalah wanita tepat yang siap menjalani hidup bersama lebih dan kurangnya Anda.

Dan, istri yang seperti ini sudah bisa dipastikan akan membawa keberkahan dalam rumah tangga Anda termasuk banyak keberuntungan dalam hal materi.

Sebelum saya jelaskan apa saja karakter tersebut, saya mau berbagi sedikit informasi pada Anda.

Bagi Anda yang memiliki masalah rumah tangga, seperti diselingkuhi pasangan, pasangan kasar, egois, pelit, mengekang bahkan KDRT pada Anda.

Dan, Anda ingin mencari solusi dari masalah tersebut, silakan bisa menghubungi saya melalui telp./WhatsApp di nomor 08111264401. Atau melalui chat WhatsApp otomatis dengan cara klik link di bawah ini.

>Saya Mau Konsultasi <

Setelah berkonsultasi, saya akan berikan sarana spiritual khusus yang bisa membantu mempercepat menyelesaikan masalah rumah tangga Anda.

Oke, karakter wanita pertama yang patut dipertahankan adalah yang senantiasa memandang Anda dari kelebihan.

Anda punya kekurangan dan dia tahu itu. Tapi, dia tidak terlalu memusingkan hal itu karena sudah sibuk memperhatikan kelebihan Anda.

Karakter kedua adalah selalu menilai proses. Bukan sekedar hasilnya.

Misalnya, Anda sedang belajar berinvestasi saham dan itu menyita waktunya.

Anda bukannya mendukung, justru mengatakan ngapain buang waktu untuk belajar? Lebih baik fokus ke pekerjaanmu saja.

Nah, ini tipe istri yang tidak perlu dipertahankan. Karena istri yang baik akan mendukung proses suaminya dalam belajar. Bukan hanya menunggu enaknya saja.

Karakter ketiga adalah tidak mengungkit pengorbanannya.

Bagi saya, cinta adalah pengorbanan. Berkorban waktu, perhatian, materi, pikiran, tenaga dan waktu untuk seseorang yang Anda sayangi.

Ketika semua hal itu dia ungkit-ungkit, artinya dia tidak sedang berkorban. Tapi, sedang berdagang, sedang itung-itungan untuk mendapatkan keuntungan.

Karakter keempat adalah tidak membandingkan.

Bagi istri, kekurangan Anda itu tidak seberapa.

Dia tahu di luar sana ada banyak pria yang lebih baik dari Anda, tapi dia tetap memilih bertahan dengan Anda.

Dan, dia tidak pernah membandingkan Anda dengan pria-pria di luar sana. Karena Anda sudah cukup baginya.

Karakter kelima adalah yakin bahwa Anda itu takdir terbaik baginya.

Sebelum menikah, bahkan setelah menikah ini istri Anda sudah sangat yakin bahwa Anda adalah manusia pilihan Tuhan yang dikirimkan untuknya.

Maka, dengan semua kekurangan dan kesulitan yang dia hadapi saat hidup bersama Anda, dia selalu belajar untuk senantiasa bersyukur.

Loading

5 Cara Menjaga Suami agar AMAN dari Pelakor Tak Tahu Diri

Kalau sudah sah menjadi suami Anda, bukan berarti dia milik Anda seutuhnya. Justru wanita-wanita yang berpotensi menjadi pelakor itu siap mendekat dan menerkam.

Prinsip mereka adalah lebih baik mencari pria beristri karena saingannya cuma satu yakni istrinya sendiri.

Kalau mendekati pria single, agak susah karena saingannya banyak. Tapi, ini jangan diambil hati ya. Karena ini hanya bercandaan orang-orang di luar sana.

Nah, untuk para wanita yang sudah menikah suaminya itu jangan dibiarkan lepas begitu saja. Harus dijaga. Dan, penjagaannya pun ada metodenya.

Pertama, JAGA LISAN.

Anda tentu sudah tahu, suami itu orangnya gimana. Kalau dia mudah sakit hati, maka perlu Anda perhatikan tipe guyonan seperti apa yang bisa membuatnya baper.

Pikirkan dulu sebelum bicara. Apakah apa yang akan kita share ini akan menyakiti, menyinggung atau memojokkan dia.

Hindarilah hal-hal yang membuatnya sakit hati.

Apalagi sakit hatinya pria pendiam. Anda akan sulit menebak seberapa besar luka di hatinya yang dia pendam karena kata-kata Anda.

Kedua, JAGA KEDEKATAN.

Kalau ada masalah, jangan menjauh. Jangan ngambek kemudian balik ke rumah orangtua.

Ini justru akan membuat kalian semakin jauh. Jadi, kedekatan harus dijaga.

Semakin dekat 2 hati semakin sedikit kata-kata yang keluar diantara keduanya. Jika 2 hati sudah benar-benar dekat, biasanya malah tidak ada kata-kata sama sekali yang keluar.

Persis seperti ketika kalian jatuh cinta pertama kali. Hanya dengan saling menatap saja, kalian sudah saling memahami satu sama lain.

Tapi, semakin jauh 2 hati, semakin banyak kata yang keluar. Dan, semakin keras suara yang kita lontarkan.

Persis seperti kalian sedang berkonflik, rasanya ingin mengeluarkan semua uneg-uneg dengan berteriak.

Semakin dibiarkan menjauh 2 hati, maka jaraknya akan makin sulit dijangkau. Dan, makin sulit untuk memahami satu sama lain meski sudah menggunakan banyak kata serta suara yang kencang.

Ketiga, JAGA BAHASA TUBUH

Semakin kita dekat dengan pasangan, semakin kita mampu memahami bahasa tubuhnya.

Jadi, kita perlu berhati-hati. Saat memberikan pujian, apakah kita tulus atau ada maunya, suami tahu.

Saat melontarkan kalimat, apakah itu menyindir atau tidak, suami juga memahaminya.

Jadi, jagalah pasangan dengan menjaga bahasa tubuh Anda.

Keempat, JAGA KESEPADANAN

Ini yang paling penting.

Banyak orang bercerai karena ternyata setelah menikah, dia baru sadar kalau pasangannya itu memiliki kebiasaan, cara berpikir dan gaya hidup yang sangat bertolak belakang dengannya.

Maka, sangat penting untuk menikah dengan orang yang sekufu atau setara.

Misalnya, Anda itu lulusan SMA. Sedangkan, suami Anda lulusan S2. Setelah menikah, dia akan berpikir dan bersikap menggunakan wawasan S2nya.

Sedangkan, Anda akan cenderung berpikir dan bersikap dengan wawasan SMA.

Kalau Anda ingin menjaga suami agar tetap sayang pada Anda, maka tingkatkan wawasan Anda. Harus sepadan.

Karena ketika suami bergaul di lingkungan kerja dan sosialnya di luar rumah, kemungkinan besar dia bersama dengan orang-orang yang wawasannya mirip dengannya.

Setelah sampai di rumah bertemu Anda, dia akan menurunkan wawasannya agar Anda paham.

Keluar rumah, levelnya tinggi. Balik ke rumah, levelnya diturunkan. Kalau dia harus bersikap seperti ini terus, dia akan lelah.

Kok gini amat ya di rumah. Benarkah dia istri yang saya cari? Kadang Anda diajak ngobrol tidak nyambung.

Pas di luar rumah bertemu dengan wanita yang nyambung banget dan akhirnya jatuh ke pelukan wanita lain.

Nah, sebagai istri Anda harus menjaga kesepadanan seperti ini.

Kelima, JAGA KASIH SAYANG

Hubungan itu ibarat bunga yang harus disiram, dipupuk, dijaga kesehatan tempat dia tumbuh dsb.

Kalau Anda abai, mentang-mentang sudah sah jadi suami, ya tinggal tunggu waktu saja. Suami Anda akan dirawat oleh wanita lain yang lebih rajin dan hobi merawat.

Nah, bagi wanita yang ingin berkonsultasi secara spiritual pada saya mengenai masalah asmaranya, silakan bisa menghubungi saya melalui telepon/WhatsApp di nomor 08111264401.

Atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini. Saya akan memberikan sarana spiritual tepat untuk membantu mengatasi masalah rumah tangga Anda.

> Saya Mau Konsultasi <

Loading

Diselingkuhi Selingkuhan! Azab Balas Dendam pada Istri – Buka DM

Jika teman-teman Dewi Cinta memiliki masalah dalam rumah tangganya dan sedang mencari solusi, silakan bisa menghubungi saya.

Melalui telepon atau WhatsApp di nomor 08111264401. Atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

> Saya Mau Konsultasi <

Atau kalau mau lebih santai bisa melalui inbox facebook atau DM Instagram saya di @MbakMeida seperti klien saya yang satu ini.

Sekarang, saya akan bacakan DMnya untuk Anda.

Mbak Meida, saya selingkuh karena saya ingin balas dendam pada istri saya. Awalnya dia lebih dulu selingkuh.

Karena saya tidak mau direndahkan dan dianggap remeh oleh istri saya, maka saya beranikan diri untuk mencoba mendekati wanita lain.

Dan, akhirnya saya menemukan wanita yang pas untuk dijadikan selingkuhan. Awalnya saya hanya main-main, tapi lama-lama kami keterusan.

Kami sering menghabiskan waktu bersama dan saya banyak memberikannya hadiah. Tapi, belakangan saya tahu ternyata saya ini juga selingkuhannya.

Jadi, saya selingkuh dari istri dan selingkuhan saya malah menyenglingkuhi balik. Di situ saya merasa sangat dirugikan karena sudah banyak membiayai hidupnya.

Mbak Meida, tolong saya. Saya ingin rumah tangga saya kembali bahagia dan harmonis. Tapi, sayangnya istri sudah terlanjur tidak percaya dengan saya.

Padahal dia yang memulainya lebih dulu. Apa yang harus saya lakukan? Kasihan anak-anak kami.

JAWABAN MBAK MEIDA

Ya.. inilah akibatnya kalau perselingkuhan dibalas dengan perselingkuhan.

Dalam kasus perselingkuhan, kita seringkali memandang diri ini dalam dimensi korban. Baik, kita sebagai orang yang diselingkuhi atau tukang selingkuh.

Alibi orang yang selingkuh adalah dia mulai lebih dulu. Dia tidak melayani saya dengan baik. Dia rewel, banyak menuntut, pemarah dsb.

Alibi orang yang diselingkuhi adalah dia jahat. Dia tidak bersyukur. Dia kegatelan. Dia centil, dia tidak bertanggung jawab. Dia tidak setia dsb.

Selalu punya alibi sebagai korban. Kenapa tidak ada yang mau mengambil posisi sebagai pelaku kejahatan?

Padahal, orang yang diselingkuhi dan tukang selingkuh dalam rumah tangga itu sama-sama salah.

Karena sama-sama egois, tidak mau mengalah dan tidak mau introspeksi diri seperti ini.

Misalnya, posisi kita adalah orang yang diselingkuhi Anda boleh balas dendam. Tapi, balas dendamnya yang elegan.

Dengan cara introspeksi dan memperbaiki diri. Tarik kembali simpatinya dengan cara yang halus.

Kalau Anda malah merusak diri seperti ini, pasangan Anda bukannya sadar tapi justru akan makin menjauh.

Karena kasusnya di sini bapak sudah terlanjur berselingkuh, saran saya konsultasi langsung saja dengan saya.

Dan, akan saya berikan sarana spiritual untuk membantu mengembalikan keharmonisan rumah tangganya yang sekaligus bisa dijadikan media untuk meluluhkan hati istri.

Loading

Selingkuhan Tak Mau Disalahkan dan Melabrak Istri Pertama – Buka DM Mbak Meida

Saya mau cerita Mbak Meida, suami saya selingkuh dan ketahuan. Yang lebih parahnya adalah wanita selingkuhan suami itu merasa kalau dialah yang disakiti suami saya.

Suami saya tidak jujur padanya. Mengaku sudah duda. Padahal, saya dan suami masih sah, belum bercerai.

Tidak lama kemudian selingkuhan suami menghubungi saya, dia berkata kalau dia yang disakiti oleh suami.

Dan, saya katakan padanya kalau kalian adalah manusia kegatelan. Seandainya kamu tidak buka hati untuk suami, suami saya tidak akan masuk ke kehidupanmu.

Makanya, sebagai wanita harus pintar dikit! Cari tahu dulu dong pria yang deketin kamu itu single atau sudah menikah!

Jangan asal percaya dengan semua kebohongan suami saya.

Bahkan dia tidak terima kalau saya sebut dia pelakor Mbak. Saya katakan sekali lagi kalau kalian itu jahat dan gatel.

Jadi, apakah menurut Mbak Meida selingkuhan suami itu tidak bersalah?

JAWABAN MBAK MEIDA

Sebelum saya berikan respon, silakan bagi teman-teman Dewi Cinta yang memiliki masalah dalam rumah tangganya dan sedang mencari solusi, bisa menghubungi saya.

Melalui telepon atau WhatsApp di nomor 08111264401. Atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

> Saya Mau Konsultasi <

Atau kalau mau lebih santai bisa melalui inbox facebook atau DM Instagram saya di @MbakMeida.

Ibu yang mengirim DM ke saya ini sebenarnya awalnya merespon saya yang seringkali mengatakan orang ketiga tidak pernah salah.

Yang salah adalah suami dan istri karena yang berkomitmen dalam pernikahan itu ya mereka berdua.

Kalau rumah tangga saya ibaratkan bangunan rumah, misal kita tahu ada jendela yang rusak kita langsung perbaiki dong ya.

Kalau tidak segera diperbaiki lama-lama bisa menjadi celah bagi maling untuk masuk.

Apakah maling bersalah? Maling juga bersalah! Tapi, dia masuk setelah bangunan rumah itu rusak dan pemilik teledor tidak melakukan pengecekan terhadap apa-apa yang rusak.

Jadi, kesalahan utama sepenuhnya adalah milik pasangan. Karena pelakor datang di momen ketika hubungan kalian sudah tidak baik.

Anda sebagai istri, daripada membuang waktu dan energi untuk memikirkan siapa yang salah, lebih baik gunakan kesempatan untuk introspeksi diri dan memperbaiki diri.

Siapa tahu, Anda penyumbang kesalahan terbanyak dalam hubungan rumah tangga kalian.

Loading

Takut Karma! Rela Melepas Suami Kembali ke Istri Pertama – Buka DM Mbak Meida

Assalamualaikum Mbak Meida maaf Mbak saya ganggu. Dulu saya pernah konsultasi ke Mbak, tapi tidak bisa lanjut karena terkendala biaya.

Sekarang saya balik lagi karena saya sangat butuh pencerahan dan sedang galau-galaunya.

Akhir-akhir ini saya kepikiran terus dengan omongan mantan istri suami saya. Memang benar, saya dulu menikah dengan suami sewaktu posisinya suami masih memiliki istri.

Tapi, saya merasa tidak jadi pelakor atau merusak rumah tangga orang Mbak Meida. Karena suami saya yang waktu itu ngejar-ngejar saya padahal saya selalu nolak dia.

Saya bilang sama dia, kalau memang serius sama saya kamu harus pilih salah satu supaya tidak ada yang tersakiti. Dan, benar saja Mbak Meida dia menceraikan istri pertamanya.

Sebelum pernikahan kami, mantan istri suami saya itu kirim pesan melalui text WA. Katanya, pernikahan kita tidak akan bahagia.

Saya tidak tahu ini karma atau bukan. Tapi, suami saya nyatanya memang tidak pernah memberi nafkah pada saya dan anak kami.

Saya banting tulang sendiri dan percaya rezeki untuk anak akan selalu ada. Mbak Meida, pertanyaan saya, apakah seorang istri akan bahagia jika kembali dengan mantan suami yang telah menikah lagi dan punya anak?

Kalau memang bisa bahagia, saya ikhlas suami kembali ke pelukan istri pertamanya. Karena dia pun tidak pernah menafkahi kami. Terimakasih responnya.

JAWAB MBAK MEIDA

Bahagia atau tidak, saya tidak tahu. Karena saya tidak menjalani itu. Dan, saya bukan mind reader yang bisa baca pikiran orang.

Tapi, sebagai wanita saya pribadi akan sulit menerima kenyataan seperti ini. Kalau mantan suami yang sudah menikah dengan selingkuhan tiba-tiba minta rujuk ke saya.

Saya lebih baik fokus mengurus bisnis dan membesarkan anak-anak dengan baik agar kelak ketika dewasa bisa jadi orang yang bertanggung jawab. Tidak seperti bapaknya.

Kemudian, kalau Anda sudah tidak dinafkahi dan Anda pun ikhlas suami kembali ke istri pertama, ya sudah lakukan itu.

Ikhlaskan saja. Urusan suami mau kembali ke istri pertama atau cari istri baru lagi, itu bukan urusan Anda.

Urusan Anda adalah bertobat dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Nah, jika teman-teman Dewi Cinta juga memiliki masalah dalam rumah tangganya dan sedang mencari solusi tapi kesulitan mencari jawaban yang tepat, silakan bisa menghubungi saya.

Melalui telepon atau WhatsApp di nomor 08111264401. Atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

> Saya Mau Konsultasi <

Atau kalau mau lebih santai bisa melalui inbox facebook atau DM Instagram saya di @MbakMeida.

Loading

Suami Selalu Galau Soal Mantan dan Gak Mau Peluk Istri – Buka DM Mbak Meida

Begini Mbak Meida, saya sudah menikah dengan suami selama kurang lebih 3 tahun. Sebagai suami dia tidak ada mesra-mesranya sama sekali dengan saya.

Kita pun berhubungan intim hanya beberapa kali saja dan itu pun sepertinya dia lakukan karena formalitas. Bukan karena bergairah atau cinta dengan saya.

Sebenarnya kami menikah atas perjodohan orangtua kami. Saya bingung Mbak Meida, apakah suami cinta atau tidak dengan saya.

Soalnya dia sebelumnya punya punya pacar, mau menikah lalu kemudian putus. Suami saya setiap kali tidur di malam hari tidak pernah menghadap ke saya.

Dia selalu memantati saya dan peluk erat gulingnya bahkan tidak dilepas sampai pagi. Saya juga pingin Mbak Meida, diberikan kasih sayang dan dipeluk suami seperti dia meluk gulingnya.

Tapi, saya tidak pernah rasakan itu. Dan, satu hal lagi suami juga sering dengerin musik-musik galau tentang mantan.

JAWABAN MBAK MEIDA

Nah, jika teman-teman Dewi Cinta juga memiliki masalah dalam rumah tangganya. Dan, sedang mencari solusi tapi kesulitan mencari jawaban yang tepat, silakan bisa menghubungi saya.

Melalui telepon atau WhatsApp di nomor 08111264401. Atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

> Saya Mau Konsultasi <

Atau kalau mau lebih santai bisa melalui inbox facebook atau DM Instagram saya di @MbakMeida.

Oke, sekarang saya akan berikan solusi untuk seorang istri yang sudah mengirim pertanyaan ke saya melalui DM Instagram.

Hmm.. menikah karena dijodohkan resikonya memang seperti ini. Cinta tidak bisa tumbuh seiring berjalannya waktu.

Orangtua di jaman dulu mungkin menganggap bahwa setelah menikah cinta itu bisa tumbuh.

Tapi, begini.. orang yang menikah karena cinta saja bisa bercerai. Apalagi orang yang menikah tanpa cinta.

“Mbak Meida, Anda jangan sok tahu! Saya menikah karena dijodohkan. Tapi, pernikahan saya bisa bertahan cukup lama. Dan, lihat saja orang-orang jaman dahulu. Mereka menikah tanpa ada rasa cinta tapi bisa punya banyak anak.”

Ya cinta dan nafsu kan berbeda. Tidak semua orang punya cinta, tapi semua orang punya nafsu.

Kalau punya anak, ya siapa saja bisa punya anak. Seperti kasus yang baru saja saya baca ini kan setelah menikah bisa berhubungan intim beberapa kali.

Tapi, buktinya suami tetap tidak bisa memberikan perhatian yang penuh kasih pada istrinya. Sampai-sampai istrinya haus akan kasih sayang seperti itu dan curhat ke saya.

Jadi, saran saya kalau orangtua menjodohkan itu jangan memaksa. Kasih referensi, dikenalkan itu boleh.

Selanjutnya, kasih ruang bagi anak-anaknya untuk berkenalan, dekat dan intim berdua lebih dulu.

Niat orangtua selalu baik, tapi kadang mereka memandang masalah hanya dari satu dimensi. Yakni, dimensi mereka sendiri.

Mereka lupa kalau anak-anak jaman sekarang berbeda dengan jaman dulu. Kalau jaman dulu, mereka sangat patuh.

Kalau orangtua sudah bilang A, ya diikuti A. Anak sekarang mana bisa? Mereka sangat menjunjung tinggi demokratisasi.

Kalau tidak setuju, mereka berani membangkang karena merasa memiliki hak dan daya.

Anak-anak juga sama, kalau dijodohkan jangan asal diiyakan orangtuanya. Anda ijinkan orangtua untuk memberi referensi, tapi keputusan tetap di tangan Anda.

Anda harus punya kriteria, kalau tidak sreg dan merasa tidak mampu menerima kekurangannya dalam jangka panjang, merasa tidak yakin hidup susah dengan orang tersebut, jangan diterima.

Pikir-pikir lagi. Kenapa pertimbangannya harus kekurangan dan kesulitan hidup?

Karena kalau dalam keadaan mudah dan bahagia semua orang pasti bisa. Tapi, dalam keadaan negatif, tidak semua orang mampu kecuali dia benar-benar mencintai dan menghargai pasangannya.

Tapi, kalau sudah terlanjur menikah seperti ini, ibu yang mengirim pesan ini bisa memanfaatkan sarana spiritual khusus untuk membantu meluluhkan hati suaminya.

Kalau Anda pakai tangan kosong untuk membuat dia cinta dan bergairah akan butuh waktu sangat lama.

Loading

Istri Membangkang kepada Suami dan Tak Mau Melayani – Buka DM Mbak Meida

PERTANYAAN DM MBAK MEIDA:

Assalamualaikum mbak Meida. Saya mau minta pendapat dan konsultasi.

Saya sudah punya istri dan seorang anak. Saya sangat sayang kepada mereka. Tetapi istri saya kurang memperhatikan saya bahkan tidak berbakti kepada saya.

Kami sering bertengkar karena hal sepele dan itu disebabkan keegoisan istri saya. Padahal saya tidak suka marah-marah ataupun berkata kasar.

Tiap kali kami bertengkar, saya selalu diam dan mengalah agar masalah diantara kami tidak makin parah.

Kami bekerja di satu perusahaan dan waktu kami banyak terkuras untuk bekerja secara full time.

Setiap kali pulang kerja, saya masih harus mengerjakan semuanya. Mulai dari memasak, mencuci baju dan piring, semua saya yang lakukan.

Istri saya tiap kali pulang kerja, langsung rebahan dan main HP. Kalau saya tegur, ujungnya kita selalu bertengkar dan dia tidak mau menerima teguran saya itu.

Mbak Meida, apa yang harus saya lakukan agar istri mau melaksanakan kewajibannya dengan inisiatifnya sendiri tanpa harus saya marahi. Terimakasih.

JAWABAN DM MBAK MEIDA:

Ya, kita balik lagi ke rubrik Buka-bukaan DM Mbak Meida.

Yang saya baca tadi adalah DM kiriman dari seorang suami yang merasa banyak berkorban sedang istri tidak mau berbakti dan merawat keluarga dengan baik.

Kalau Anda, seorang suami memiliki masalah rumah tangga seperti ini, silakan jangan sungkan untuk berkonsultasi pada saya melalui kontak 08111264401.

Melalui nomor tersebut, saya akan bantu melalui sarana spiritual khusus agar istri bisa lebih patuh dan mudah diajak kerjasama.

Nah, sekarang saya akan berikan solusi praktis yang bisa langsung dipraktikkan agar istri mau melayani keluarga.

Yang perlu diperbaiki adalah mindset para lelaki. Bahwa istri itu bukan pembantu melainkan partner hidup.

Pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, memasak, bersih-bersih itu bukan tugas istri.

Tugas istri dalam rumah tangga hanya 1 yakni BERBAKTI PADA SUAMI.

Nah, kalau suami meminta istri untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, maka wanita wajib mengimani permintaan suami.

Tapi, bukan berarti suami berhak semena-mena menyuruh istri ini dan itu.

Itu yang pertama.

Yang kedua, bagaimana cara Anda meminta kepada istri untuk berbakti. Tidak semua wanita menikah itu memahami peran dan tanggung jawabnya.

Inilah beban dari seorang pria dalam rumah tangga, dia wajib membimbing istrinya jadi lebih baik khususnya dalam hal mengurus rumah tangga.

Kalau Anda meminta dengan cara memerintah, tentu istri akan makin malas. Dia partner hidup Anda, bukan pesuruh.

Untuk membuat istri mau melakukan pekerjaan rumah tangga, saran saya lakukan berdua. Ayo kita bagi tugas untuk pekerjaan rumah tangga.

Kalau dia sudah terbiasa dengan ritme kerja ini, secara perlahan Anda bisa menambah tugasnya.

Loading

Copyright © 2026 Mbak Meida
WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp