4 Kesalahan Terbesar yang Dilakukan Istri Saat Bicara pada Suami

Berbicara dengan suami itu ada adabnya. Kalau orang Jawa yang masih patuh terhadap unggah ungguh, biasanya istri itu bicara pada suami menggunakan basa krama inggil.

Misalnya, jengengan sampun dhahar mas? nek dereng, tak pundhutke.

Itu sopan, ada unggah ungguhnya. Nada bicaranya pelan, halus, merendah dan menghormati. Bukan takut dan merasa kecil ya, itu berbeda.

Contoh yang tidak sopan itu begini, wis mangan tah durung mas? Nak durung ya jupuk dewe kono, ning meja makan.

Nah, ini sudah tidak pakai bahasa yang halus, makannya disuruh ambil sendiri. Ini namanya istri yang tidak punya adab.

Jadi, suami istri itu ketika berkomunikasi harus mematuhi adab ini. Bukan asal bicara.

Pada kesempatan kali ini, saya tidak akan mengajari bagaimana menggunakan basa krama inggil. Karena tidak semua pembaca saya disini orang Jawa.

Tapi, saya akan berikan referensi contoh komunikasi istri yang tidak beradab terhadap suami.

Sebelum saya jelaskan detilnya, saya mau menginformasikan lebih dulu mengenai cincin samara yang sedang saya pakai ini.

Cincin Samara ini terbuat dari emas asli dan kilatan cahayanya mengandung energi spiritual yang bisa membantu meningkatkan keharmonisan rumah tangga Anda.

Cincin ini tidak dijual pasaran. Saya bekerja sama dengan produsen emas perhiasan untuk membuatkan cincin dengan model tertentu yang untuk saya jadikan sebagai sarana spiritual di tempat saya.

Selain membantu meningkatkan kepercayaan diri saat dipakai, cincin Samara ini juga membuat inner beauty Anda lebih terlihat dan menguat karena ada energi positif di dalamnya.

Insyallah keharmonisan rumah tangga Anda akan lebih terjaga melalui cincin Samara ini.

Untuk mendapatkannya, silakan bisa menghubungi nomor konsultasi kami di 08111264401. Atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Mau Pesan Cincin Samara <<

Baiklah, sekarang kita balik lagi ke topik yang sedang kita bahas.

Kesalahan pertama adalah terlalu banyak berinvestasi.

Dalam hubungan apapun, akan selalu ada salah satu pasangan yang memberi lebih dari yang lain.

Ada yang terus-terusan mengalah, ada yang terus menerus bertanya lebih dulu dan perhatian.

Ada yang membantu dan menyumbangkan energi lebih daripada yang lain. Dan, ini biasanya dilakukan oleh istri.

Lama-lama, Anda jenuh gak? Lama-lama Anda lelah, gak? Jawabannya, PASTI.

Ketidakseimbangan ini akan menyebabkan gesekan besar bahkan bisa menyebabkan perselingkuhan, cerai atau setidaknya kebencian berkelanjutan yang tidak sehat.

Istri akan berkata, saya sudah begini, saya sudah begitu. Benar atau benar ibu-ibu yang sedang membaca ini?

Ini adalah adab yang salah. Bicarakan pada suami Anda jika Anda menginginkan dia menyumbang sesuatu.

Jika Anda hanya diam, maka suami akan menganggap Anda baik-baik saja dengan perlakuannya itu.

Saya sudah katakan Mbak Meida, tapi dia tetap tidak berubah. Kurangi investasi Anda. Kalau biasanya Anda buatkan kopi sepulang kerja, hentikan.

Kalau biasanya Anda elus dulu tiap kali otw tidur, hentikan dulu. Kalau biasanya Anda tanya sudah makan apa belum, jangan tanya.

Kurangi investasi Anda, agar dia sadar bahwa Anda sedang protes.

Kesalahan kedua adalah mengabaikan perasaan.

Saya pernah menangani kasus rumah tangga yang hampir bercerai hanya karena es batu.

Si suami marah pada istri karena telah mengambil es batu yang dia buat tanpa ijin.

Jadi, si suami membuat es batu dan istri ngambil gitu aja. Tanpa ijin dan tanpa minta maaf setelah ditegur.

Suami langsung mengancam cerai bahkan sudah hampir mengajukan gugatan. Barulah si istri minta maaf, tapi suami berkata sudah terlambat.

Kemungkinan besar, suami sudah memendam banyak emosi negatif. Banyak sikap dan perkataan istri yang tidak berkenan di hatinya, tapi dia pendam.

Kalau istrinya marah diceraikan hanya karena es batu, di sini yang dibahas bukan hanya soal es batu.

Tapi lebih karena perasaan suami yang tidak dihargai selama ini. Dan, momen es batu inilah puncaknya.

Untuk para istri, suami Anda mungkin diam. Tapi, dia juga punya perasaan yang harus kita hargai. Sepele apapun itu masalahnya.

Kesalahan ketiga adalah menghindari konflik.

Istri paling tidak boleh menghindari konflik dan mengabaikan masalah.

Karena masalah sekecil apapun itu ketika Anda menghadapinya, mungkin Anda akan menyepelekannya. Tapi, benang ruwet yang tidak bisa dilepas itu biasanya berasal dari lipatan-lipatan kecil yang tidak segera diurai.

Anda boleh benci pada sikap atau perkataan suami, tapi jangan dipendam.

Anda boleh tidak suka membahas satu hal, karena bagi Anda itu rumit, merepotkan serta tidak penting.

Tapi, jangan diabaikan. Selesaikan saat itu juga, agar tidak menumpuk dan makin ruwet.

Kesalahan keempat adalah mengontrol suami.

Salah satu kesalahan komunikasi terburuk adalah mengontrol suami. Saat menjalin hubungan, kita cenderung fokus menjadi pemecah masalah.

Dari luar, kita tampak mempedulikan pasangan. Padahal, di dalam hati kita ingin pasangan bersikap sesuai dengan keinginan kita.

Kita mencoba menjadi penasehatnya dan disitu terselip mantra-mantra dimana kita berharap dia bisa berubah.

Benar gak ibu-ibu yang sedang membaca tulisan ini? Tuh, saya lihat di sana ada yang senyum-senyum sendiri.

Saran saya, prioritaskan kenyamanan suami Anda. Agar cara kita berkomunikasi ini tidak menjadi kesalahan terbesar kita dan membuat suami tidak betah bersama kita.

Loading

7 Kekerasan Finansial dalam Rumah Tangga yang Dialami Wanita

Masalah finansial menjadi penyebab perceraian tertinggi di Indonesia. Bukan hanya soal istri yang merasa kurang dan selalu menuntut.

Bukan hanya soal suami yang lebih banyak memberi jatah ke ibu dan keluarganya. Lebih dari itu.

Masalah finansial sangat sensitif dibahas dengan orang terdekat dan seringkali menimbulkan konflik apabila kita tidak berhati-hati dalam mengkomunikasikannya dengan suami.

Dan, berdasarkan pengalaman saya menangani ratusan klien dengan kasus rumah tangga setiap hari, saya bisa menyimpulkan setidaknya ada 7 masalah atau kekerasan dalam rumah tangga terkait keuangan.

Dan, apabila 7 masalah keuangan ini tidak segera diatasi, maka saya bisa pastikan masalah keuangan ini akan merembet ke masalah-masalah yang lain dan mengancam keharmonisan rumah tangga Anda. Bahkan bisa membuka lebar jurang perceraian.

Sebelum saya jelaskan detil, silakan catat dulu nomor konsultasi saya di 08111264401.

Melalui nomor tersebut, Anda bisa berkonsultasi pada saya mengenai masalah apapun terkait rumah tangga Anda.

Baik itu finansial, perselingkuhan, suami suka seenaknya sendiri, istri tidak patuh, lemah syahwat dan sebagainya.

Tapi, perlu Anda ingat! Konsultasi di tempat saya bersifat spiritual. Jadi, jangan kaget kalau nanti saya bekali Anda dengan sarana spiritual berupa aromaterapi, perhiasan samara maupun tasbih.

Selain sarana spiritual itu, saya juga akan berikan bimbingan secara langsung untuk masalah Anda agar segera mencapai solusi.

Karena saya yakin, usaha yang optimal dan didengar oleh Yang Maha Kuasa adalah usaha yang lengkap lahir dan batin.

KEKERASAN PERTAMA, TERTUTUP MASALAH KEUANGAN

Jika suami tidak memberi Anda akses pada penghasilannya per bulan, dapat uang dari mana saja, Anda tidak tahu. Anda hanya dikasih bersihnya saja, hal ini patut dikhawatirkan.

Padahal, aset pernikahan itu mengalir dari berbagai sumber. Dan, itu adalah hak kalian berdua. Tidak memiliki akses untuk hal ini, artinya ini tanda berbahaya.

KEKERASAN KEDUA, PENGELUARAN DIMONITOR DENGAN KETAT

Suami Anda membutuhkan laporan pengeluaran rinci, tanda terima dan uang habis untuk apa saja.

Ini artinya, Anda berada pada masalah kontrol yang tidak sehat. Kemungkinan besar, Anda dicurigai akan menyalahgunakan uang. Yang berarti, suami memang tidak percaya pada Anda.

Bahkan, tiap keping kembalian selalu ditanyakan. Bukan hanya pengeluaran secara fisik, pengeluaran digital pun dia cek secara real time.

Yang punya suami seperti ini, mohon bersabar! Ini ujian.

KEKERASAN KETIGA, MARAH JIKA ANDA MENGELUARKAN UANG UNTUK DIRI ANDA SENDIRI

Jika Anda menggunakan uang untuk diri sendiri seperti pakaian, hiburan, perawatan, makanan dan hiburan lainnya, Anda berada dalam masalah besar.

Padahal, Anda tidak setiap hari melakukan hal itu. Hanya sesekali ketika Anda uang sisa. Tapi, suami tidak ikhlas bahkan memarahi Anda dan mengatakan Anda istri yang BOROS!

Saran saya, sebagai istri carilah uang sendiri. Berkaryalah sekecil apapun penghasilan Anda.

KEKERASAN KEEMPAT, SUAMI BERHUTANG ATAS NAMA ISTRI

Aset pernikahan adalah milik berdua. Perjuangan menuju kebebasan finansial juga dilakukan bersama.

Jadi, tidak pantas sama sekali jika seorang pria membebankan hutang atau kredit atas nama istrinya.

Sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan rumah tangga, jika memang keuangan Anda sangat mendesak, hutang dan kredit harus atas nama suami.

Kemudian, untuk membayarnya, bisa dilakukan bersama. Bukan dibebankan pada istri saja, lalu kabur dengan wanita lain.

KEKERASAN KELIMA, SUAMI MEMENTINGKAN HOBINYA

Pengeluaran suami banyak dihabiskan untuk hobinya. Tapi, untuk hiburan dan liburan bagi Anda dan anak-anak, dia tidak memikirkan hal itu.

Ini berbahaya, karena Anda akan terus menggerutu karena merasa tidak adil.

KEKERASAN KEENAM, PASANGAN MELARANG ANDA BEKERJA

Jika suami tidak mengizinkan Anda bekerja di luar rumah, banyak masalah akan muncul.

Saya tidak bicara soal istri yang patuh pada suami dsb ya. Tapi, efek negatif bagi wanita yang tidak bekerja, tidak hanya soal keuangan, tapi masalah mentalnya.

Dia akan merasa dibatasi, tidak memiliki eksistensi sosial, merasa terkungkung, fokusnya hanya di rumah.

Justru, hal-hal inilah yang membuat wanita jadi terlalu bergantung pada suami. Sedangkan, di satu sisi suami juga tidak mau jika wanitanya terlalu bergantung padanya.

Ditambah lagi suami pelit dan tidak terbuka soal keuangan. Wanita yang akan susah di sini.

KEKERASAN KETUJUH, SUAMI LEBIH BANYAK MEMBERI JATAH PADA IBUNYA

Tanggungan yang utama dan pertama bagi suami adalah istri dan anak-anaknya.

Setelah kebutuhan anak dan istri terpenuhi, baru memikirkan jatah untuk ibunya. Meskipun suami sampai mati tetap bertanggung jawab terhadap orangtuanya.

Tapi, perlu diingat, bagi suami yang memang penghasilannya lebih-lebih.

Kalau untuk kebutuhan keluarga sendiri masih sangat kurang, ya jangan mikir ibu dulu. Penuhi dulu sandang, pangan dan papan untuk anak istri.

Toh tanggung jawab membantu orangtua tidak harus selalu berupa bantuan finansial. Suami bisa membantu bapak ibunya dengan berkunjung, mendengarkan ceritanya, membantu dengan tenaga dsb.

Loading

Sebelum Rujuk dengan Mantan Suami, Perhatikan Dulu 5 Hal Ini

Mbak Meida, saya baru saja resmi bercerai dengan suami dan saat ini sedang dalam masa iddah.

Suami masih sering pulang ke rumah untuk menemui anak-anak. Dan, tiap kali melihat kemesraan suami dengan anak-anak, saya merindukan masa-masa pernikahan dengannya.

Awalnya, saya putuskan untuk bercerai karena suami selingkuh dengan seorang janda hingga telah menikah siri.

Tapi, sekarang saya menyesal dan ingin suami kembali lalu menceraikan istri sirinya. Berkumpul dengan saya, anak-anak dan membangun rumah tangga harmonis.

Apakah Mbak Meida bisa membantu?

Baiklah. Saya yakin sebelum memutuskan cerai dengan suami, ibu sudah berpikir dengan matang.

Karena perselingkuhan pasti sangat menyakitkan. Dan, mungkin saja saat itu ibu merasa risih tetap tinggal satu rumah dengan suami.

Pada akhirnya, Anda memutuskan untuk berpisah. Jangan disesali dulu perceraian dengan suami.

Bisa jadi, ini adalah HIKMAH dari Tuhan agar tidak berlama-lama tinggal satu rumah dengan pria busuk.

Tapi, kalau Anda memaksa ingin rujuk, ada 5 hal yang perlu Anda perhatikan agar Anda tidak mengambil keputusan gegabah yang justru nanti di masa depan, rumah tangga Anda justru makin parah.

Pertama, jika suami melakukannya sekali, maka dia akan melakukannya lagi

Mantan suami Anda sudah tahu luar dalamnya Anda. Sudah tahu kekurangan dan kelemahan Anda.

Jadi, kemungkinan besar dia akan menggunakan ini untuk melawan atau mengunci Anda.

Jika dia melihat Anda memaafkannya terakhir kali, dia akan selingkuh lagi atau akan menyakiti Anda dengan cara apa pun, karena dia berpikir bahwa Anda akan memaafkannya lagi.

Itulah kenapa, kalau perceraian Anda karena perselingkuhan, saran saya tidak perlu rujuk dan memberinya kesempatan kedua.

Kedua, Anda memandang mantan suami dengan cara yang berbeda dari sebelumnya

Jika kalian bercerai karena perselingkuhan suami, maka setelah rujuk perasaan Anda tidak akan bisa tulus dan 100% pada suami.

Anda tidak bisa kembali mempercayainya, Anda akan mengekang dan mencurigai dimanapun suami berada.

Itulah mengapa lebih baik menjauh darinya. Karena menambal cangkir yang terlanjur pecah, maka cangkir itu tidak akan kembali seperti semula. Akan ada banyak cacatnya.

Ketiga, jangan mengajak mantan suami rujuk hanya karena Anda sepi dan sendiri

Semua orang setelah bercerai, akan merasa hampa dan kehilangan. Dia merasa tertekan dan mereka berpikir bahwa lebih baik bersama seseorang daripada sendirian.

Karena Anda hanya dekat dengan mantan suami, tidak memiliki pilihan lain, maka Anda menganggap ya udah rujuk saja sama yang ada ini.

Hindari pemikiran seperti itu!  Jika Anda kesepian karena sendiri, cobalah mencari kegiatan yang berbeda.

Keempat, mantan suami masih orang yang sama

Kemungkinan mantan suami berubah dalam waktu singkat itu adalah hal yang mustahil.

Jika suami berubah setelah lama tidak berjumpa dengan Anda, Anda bisa berpikir untuk rujuk kembali.

Tapi, jika suami masih orang yang sama, tidak perlu rujuk kembali.

Kelima, masa lalu akan selalu menghantui Anda

Meski Anda sudah memberi kesempatan kedua pada mantan suami, bukan berarti semua berakhir dan kembali ke awal. Masa lalu Anda akan selalu menghantui Anda.

Setiap kali dia pergi  dengan teman-temannya, Anda akan was-was. Pulang terlambat, kerja saat weekend, membuat Anda merasa tidak mampu mempercayainya lagi.

Benarkah seperti ini kehidupan rumah tangga yang ingin Anda miliki? Saya yakin tidak.

Nah, kalau Anda sedang berada di posisi ini dan bingung mau ambil keputusan apa, silakan jangan sungkan menghubungi saya untuk berkonsultasi melalui telp./WhatsApp di nomor 08111264401.

Tapi, perlu Anda ingat! Konsultasi di tempat saya bersifat spiritual, jadi saya akan berikan bekal berupa sarana spiritual untuk Anda seperti perhiasan, aromaterapi maupun tasbih.

Loading

7 Masalah Pernikahan yang Paling Banyak Dialami Pasangan

Jangankan orang menikah, hidup sendiri saja masalahnya banyak. Apalagi dalam pernikahan, dimana ada 2 orang yang memiliki latar belakang hidup dan kebiasaan berbeda kemudian disatukan.

Pasti akan ada konflik dan masalah. Tapi, Anda tidak perlu takut. Saya jelaskan di sini nanti yang belum menikah, malah jadi gak berani nikah.

Jangan seperti itu. Ingat! Sendiri maupun berdua akan selalu ada masalah. Dan, masalah itu dibutuhkan manusia.

Kalau tidak ada masalah, manusia tidak berpikir dan bergerak. Hidupnya justru akan bosan, adrenalin tidak meningkat, yang ada justru stres.

Nah, sebelum saya jelaskan 10 masalah paling banyak dialami oleh pasangan menikah, catat dulu nomor konsultasi saya di 08111264401.

Melalui nomor tersebut, Anda bisa berkonsultasi mengenai masalah rumah tangga yang Anda alami.

Masalah pertama adalah perselingkuhan.

Baik itu perselingkuhan emosional, perselingkuhan online, perselingkuhan satu malam, perselingkuhan fisik.

Semua itu mengarah pada ketidaksetiaan dan menyalahi komitmen yang sudah dibangun.

Masalah kedua adalah ekspektasi seksual yang berbeda.

Keintiman fisik sangat diperlukan dalam hubungan jangka panjang. Tapi, di satu sisi juga menjadi akar masalah.

Salah satunya adalah karena hilangnya libido. Banyak orang mengatakan hanya wanita yang mengalami masalah libido, sebenarnya pria juga mengalami hal yang sama.

Masalah seksual yang lain, biasanya suami suka variasi dan lebih sering berhubungan.

Tapi, istrinya seringkali malas melayani dan lebih suka tempat yang itu-itu saja karena terlanjur nyaman.

Nah, hal-hal seperti ini bisa memicu konflik, perselingkuhan bahkan perceraian.

Masalah ketiga adalah prinsip dan keyakinan

Perbedaan prinsip dan keyakinan itu pasti ada. Dan, ini menjadi isu sensitif yang menyebabkan perselisihan dalam pernikahan.

Tapi, intinya bukan pada perbedaan prinsip dan keyakinan itu. Intinya ada pada cara kalian berdua mengatasi perbedaan itu.

Kalau tidak bisa memahami perbedaan itu dan sulit menerima kalau kalian memiliki perbedaan cara pandang, maka akan sangat sulit untuk bertahan lama.

Masalah keempat adalah trauma masa lalu

Jika pasangan atau Anda sendiri memiliki trauma masa lalu, ini akan menjadi tantangan tersendiri dalam berumah tangga.

Mungkin dulu pasangan Anda sering melihat orangtuanya berkonflik hingga terjadi KDRT dan perceraian.

Ini pasti akan menimbulkan luka yang dalam, sehingga Anda perlu berhati-hati memperlakukan pasangan.

Jangan sampai luka lamanya kembali terbuka karena sikap atau ucapan Anda.

Masalah kelima adalah kebosanan

Ini mungkin remeh, tapi serius. Seiring berjalannya waktu, beberapa pasangan menjadi bosan dengan hubungan mereka.

Bangun tidur, menyiapkan sarapan, berangkat kerja, pulang kerja, bersih-bersih, menyiapkan makan malam, kembali tidur, istirahat dan seperti itu terus terulang.

Kalau tidak segera diatasi dengan percikan asmara seperti melakukan hal-hal spontan di luar kebiasaan, kemungkinan bosan itu akan menggerus cinta kalian.

Masalah keenam adalah kecemburuan

Jika Anda memiliki pasangan yang terlalu cemburu, ini menjadi tantangan tersendiri.

Karena memiliki pasangan yang terlalu cemburu bisa membebani hubungan; Anda merasa terlalu dikekang dsb. Sehingga, banyak tekanan ini pada akhirnya membuat Anda jenuh dan ingin lepas.

Masalah ketujuh adalah berusaha mengubah satu sama lain

Tiap manusia memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda dan berwarna. Mulai dari cara dia dibesarkan, pendidikan, lingkungan, pengalaman dsb.

Semua itu membentuk karakter manusia. Dan, Tuhan sendiri sudah memberikan hadiah pada kita berupa kepribadian.

Karakter dan kepribadian ini sulit diubah. Butuh waktu yang sangat panjang. Kalau Anda tidak sabar dan ingin mengubah pasangan, maka yang muncul adalah konflik berkepanjangan.

Itulah 7 masalah yang paling banyak dialami oleh pasangan menikah.

Jika Anda mengalami salah satu masalah tersebut, segera hubungi saya untuk mendapatkan solusi agar masalah Anda tidak makin berlarut-larut.

Nomor konsultasi saya ada di 08111264401, bisa dihubungi melalui telp./WhatsApp.

Tapi, perlu Anda ingat konsultasi di tempat saya ini bersifat spiritual. Jadi, jangan kaget karena nanti solusinya akan saya bekali dengan sarana spiritual seperti tasbih, aromaterapi maupun perhiasan.

Loading

BERTAHAN ATAU BERCERAI? Jawab KUIS Ini untuk Temukan Jawabannya

Bercerai adalah keputusan yang sulit. Di satu sisi, Anda harus menyelesaikan hubungan yang sudah Anda bangun selama ini.

Tapi, di sisi lain Anda harus memikirkan nasib anak-anak dan keluarga besar.

Anda pusing dan bingung membuat keputusan yang tepat. Anda juga takut kalau setelah bercerai, Anda harus melangkah sendiri dan tidak memiliki pegangan.

Tapi, bagaimana lagi? Anda sendiri sudah tidak kuat menahan semua beban. Anda jijik dengan suami yang selingkuh.

Anda tersakiti dengan sikap suami yang kasar bahkan KDRT. Maka, untuk membantu Anda membuat keputusan yang tepat, bercerai atau bertahan, Anda bisa menjawab beberapa pertanyaan berikut ini.

Mungkin tidak bisa memberi jawaban pada Anda 100%, tapi setidaknya bisa memberikan gambaran mengenai kehidupan Anda selanjutnya bagaimana setelah bercerai atau jika Anda bertahan.

Cara menjawab kuis ini mudah sekali. Setiap nomor, akan ada 4 pilihan a, b, c dan d.

Dan, tiap pilihan Anda, mengandung poin tertentu. Silakan Anda catat ya.

Jika Anda pilih A, poinnya adalah 3.

Jika Anda pilih B, poinnya adalah 2.

Jika Anda pilih C, poinnya adalah 1.

Jika Anda pilih D, poinnya adalah 0.

Misalnya pada nomor 1, Anda memilih jawaban a, maka Anda akan mendapatkan poin 3.

Pada nomor 2, Anda memilih jawaban b, maka Anda akan mendapatkan poin 2.

Begitu terus hingga pertanyaan terakhir. Setelah semua pertanyaan Anda jawab, Anda perlu menjumlahkan semua poin yang Anda dapatkan.

Nah, jumlah poin ini nanti menyimpulkan kondisi rumah tangga Anda. Apakah rumah tangga bisa dipertahankan atau harusnya bercerai?

Sekarang, perhatikan baik-baik pertanyaan yang akan saya sampaikan dan jawab dengan jujur pertanyaan saya.

Soal Pertama

Ketika Anda memikirkan masa depan, apakah suami Anda ada di dalam bayangan masa depan Anda?

  1. ya, ada
  2. mungkin
  3. tidak yakin
  4. sama sekali tidak

Soal Kedua

Anda baru saja naik gaji. Siapa yang pertama kali Anda beri tahu?

  1. suami
  2. anak-anak
  3. sahabat
  4. siapapun kecuali suami saya

Soal Ketiga

Seberapa sering kalian berdua bertengkar?

  1. jarang
  2. kadang
  3. tiap minggu
  4. setiap hari

Soal Keempat

Apakah kalian pernah berselingkuh?

  1. tidak
  2. hanya menggoda atau digoda
  3. ya, sekali
  4. ya, beberapa kali

Soal Kelima

Apakah Anda merasa memiliki pernikahan yang memuaskan?

  1. ya
  2. sebagian besar ya
  3. tidak yakin
  4. tidak

Soal Keenam

Apa pendapat keluarga dan teman tentang pernikahan Anda?

  1. semua orang mengatakan kami saling melengkapi satu sama lain
  2. mereka menghargai kita
  3. mereka melihat kami mengalami masa-masa sulit
  4. beberapa orang menyuruhku cerai

Soal Ketujuh

Apa yang Anda rasakan saat suami menyentuh Anda?

  1. senang dan kegirangan
  2. tenang dan damai
  3. tidak ada yang spesial
  4. merasa buruk

Soal Kedelapan

Apakah kalian berdua sering berdiskusi dan berkompromi?

  1. ya
  2. ya, meskipun kita tidak suka melakukannya
  3. jarang
  4. tidak pernah

Soal Kesembilan

Apakah Anda merasa pernikahan Anda adalah lingkungan yang positif untuk membesarkan anak?

  1. ya
  2. sebagian besar ya
  3. tidak juga
  4. tentu saja tidak

Soal Kesepuluh

Apakah anak-anak Anda pernah meminta Anda untuk bercerai?

  1. tidak pernah
  2. mereka pernah bertanya kepada saya apa itu perceraian
  3. satu atau dua kali
  4. beberapa kali

Nah, sekarang Anda perlu menjumlahkan semua poin Anda. Jika sudah, perhatikan berapa poin yang Anda dapatkan.

Jika poin Anda berada pada angka 30 -23, artinya rumah tangga Anda dalam keadaan baik-baik saja dan jauh dari kata perceraian.

Faktanya, kalian adalah pasangan bahagia yang menemukan kepuasan dalam pernikahan.

Dan, saya tidak tahu alasan Anda mengikuti kuis ini. Mungkin karena penasaran.

Anda tahu Anda bahagia, anak-anak Anda juga mengetahuinya, dan semua orang di sekitar Anda mengagumi pernikahan Anda. Bersyukurlah jika rumah tangga Anda berada dalam kondisi ini.

Jika poin Anda berada pada angka 22-15, artinya pernikahan Anda mungkin beberapa kali dalam kondisi tidak baik, tapi Anda tetap bisa memperbaiki dan meningkatkan keharmonisan kembali.

Sekarang, mungkin adalah saat yang tepat untuk menyelamatkan pernikahan Anda. Hanya Anda yang dapat memutuskan yang terbaik untuk Anda.

Pernikahan Anda tampaknya dipengaruhi oleh beberapa masalah serius, tetapi saya yakin tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Semua itu butuh sedikit usaha dan komitmen.

Pernikahan bukanlah sesuatu yang Anda beli dengan kartu kredit Anda, jadi jangan sembarangan membuangnya seperti ketika Anda bosan dengan pakaian Anda.

Jadi, kalau Anda butuh bantuan profesional untuk menyelesaikan keruwetan dalam rumah tangga Anda, jangan segan menghubungi saya.

Anda bisa menghubungi via telp./WhatsApp di nomor 08111264401.

Jika poin Anda berada pada angka 14-0, artinya BERCERAI bisa jadi solusi yang tepat bagi rumah tangga Anda.

Saya cukup sedih melihat pernikahan Anda tidak berjalan dengan baik. Sepertinya kalian berdua memiliki masalah serius dan peluang untuk menyelesaikan masalah ini jarang terjadi.

Mungkin dengan bantuan profesional seperti berkonsultasi langsung pada saya, Anda bisa mengatasi kendala ini.

Mungkin selama ini, Anda sudah mencoba cara yang kalian ketahui. Tapi, konsultan rumah tangga bisa membantu dengan cara lain dengan pendekatan yang berbeda.

Jadi, kalau Anda butuh bantuan profesional untuk membantu menyelamatkan pernikahan Anda yang sudah di ujung tanduk ini, jangan segan menghubungi saya.

Anda bisa menghubungi via telp./WhatsApp di nomor 08111264401.

Anggap saja pernikahan ini sebagai bagian dari perjalanan hidup. Jika pada akhirnya, kalian memang harus bercerai, tidak masalah untuk kembali melanjutkan hidup sendiri.

Loading

Cara Mengatasi Pasangan yang Selalu Mengancam CERAI

Perceraian terjadi ketika pengadilan atau badan kompeten lainnya secara hukum membubarkan sebuah pernikahan. Ketok palu, lalu SAH BERCERAI!

Disitu, yang terlibat tidak hanya dua orang suami dan istri. Tapi, keluarga besar suami dan istri. Dan, yang paling menyedihkan adalah MELIBATKAN ANAK-ANAK. Kalau sudah ada anak ya.

Lalu, kenapa orang lebih memilih bercerai daripada mempertahankan rumah tangganya?

Mungkin, orang di luar sana mengatakan suami istri EGOIS. Apa tidak kasihan dengan anaknya?

Belum tentu. Kita tidak pernah tahu di balik layar rumah tangga tiap orang itu seperti apa. Mungkin terjadi KDRT. Mungkin istri tidak dinafkahi.

Dan, kalau itu diteruskan justru membuat kesehatan mental istri dan anak-anak rusak. Jadi, pilihannya ya bercerai.

Selain itu, ada lagi yang bercerai karena perselingkuhan, masalah finansial, komunikasi yang buruk, perubahan fisik, ekspektasi yang tidak sesuai setelah menikah, belum siap mental dsb.

Tapi, bagi saya perceraian itu sama seperti pernikahan. Sesuatu yang sifatnya SAKRAL dan tidak boleh diucapkan sembarangan.

Anda menikah, tentu dengan persiapan yang MATANG, bukan? Menikahnya 2022, pernikahannya sudah dipersiapkan sejak 2021.

Jadi, selama 1 tahun di tahun 2021 itu kita sibuk mengurus pesta pernikahan. Mulai administrasi surat-suratnya, mencoba macam-macam gaun pengantin, memilih WO, memilih menu-menu makanan, mencari venue pernikahan yang tepat dsb.

Luar biasa sekali persiapannya. Persiapan untuk pesta pernikahan yang hanya berlangsung 1 hari.

Tapi, bagaimana nanti pasangan menghadapi kehidupannya setelah pernikahan, ratusan hari ke depan, tidak pernah dibicarakan.

Nanti, pendidikan anak bagaimana. Nanti, siapa yang menjadi sumber utama penghasilan, apakah istri boleh bekerja, siapa yang mengurus anak, tinggal dimana.

Bagaimana kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya tidak memiliki anak, masalah finansial terganggu atau berselingkuh. Tidak pernah dibicarakan.

Akhirnya apa yang terjadi setelah kita menjalani pernikahan? Kita akan berhadapan dengan tantangan-tantangan yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

Kita berharap pernikahan kita indah seperti pesta yang kita selenggarakan. Nyatanya tidak. Pernikahan kita suram. Suami malas-malasan bekerja.

Atau istri ternyata lebih cerewet daripada kelihatannya dan banyak menuntut. Kemudian, pasangan suami istri ini tidak memiliki komitmen yang cukup kuat dalam menjalani kehidupan pernikahan.

Akhirnya apa? Kalau ada masalah, ya selalu mengancam pisah atau cerai.

Ah, sudahlah! Kita cerai saja. Ah sudahlah kita pisah saja.

Kalau kamu seperti ini terus, aku minta cerai saja. Kembalikan aku ke rumah orangtuaku dsb.

Kata pisah atau cerai ini mengalir dengan mudahnya melalui mulut kita. Padahal, cerai atau pisah adalah kata-kata yang SAKRAL.

Yang memang kalau sekali diucapkan, artinya benar-benar cerai. Tidak ada kata kembali lagi.

Tapi, anehnya banyak pasangan yang mudah sekali mengatakan cerai atau pisah. Ada masalah dikit ancamannya cerai. Ada gangguan dikit, ancamannya pisah.

Ketika seseorang mengatakan cerai untuk pertama kali, misalnya istri Anda ya. Saat itu, Anda pasti kaget. Seketika Anda bingung.

Tapi, ternyata itu hanya ancaman. Setelah itu, dia tidak benar-benar mengajukan cerai ke pengadilan. Setelah emosinya reda, dia lupa dengan ucapannya tadi.

Nah, sayangnya setelah itu kambuh lagi. Pas emosi, berkonflik, mengancam cerai lagi.

Untuk kedua kalinya, Anda mengancam cerai, Anda sudah tidak kaget. Sewaktu pertama mungkin kaget, tapi setelah itu TIDAK.

Anda biasa saja. “Nanti juga baik sendiri. Saya biarin saja. Nanti kalau sudah tidak emosi, pasti baik lagi. Itu cuma gertak sambal. Dia tidak akan berani cerai beneran.”

Pasangan Anda yang biasa Anda ancam seperti itu, akan menyepelekan Anda. Dia tidak lagi takut dengan ancaman Anda.

Atau kalau itu Anda yang sering diancam pasangan untuk diceraikan, Anda pun sudah kebas dengan kata-kata cerai. Anda tidak takut lagi, benar kan?

Seharusnya, kata cerai itu Anda simpan dulu. Anda tahan emosi Anda. Jangan sampai asal Anda keluarkan.

Karena sekali Anda keluarkan, tapi Anda tidak benar-benar realisasikan, harga diri Anda akan turun di mata pasangan. Anda akan diabaikan dan disepelekan.

Saya berharap, kata cerai itu tidak pernah terucap dalam rumah tangga Anda. Kalaupun terpaksa keluar, harus benar-benar sudah Anda pikirkan dengan matang dan cukup dikeluarkan satu kali saja, lalu realisasikan.

Lalu, bagaimana Mbak Meida jika pasangan kita selalu mengancam cerai?

Dia sudah sering mengancam seperti itu, saya selalu abaikan. Saya tahu, setelah emosinya mereda dia akan kembali seperti semula.

Tapi, saya tetap takut jika dia terus seperti itu. Bagaimana cara mengatasi pasangan yang selalu mengancam cerai?

CERAIKAN SAJA.

Ikuti keinginannya. Seseorang yang selalu mengancam cerai, dia pun sudah tidak menghargai Anda dan hubungan kalian.

Kalau dia menghargai hubungan itu, dia tidak akan sembarangan mengatakan CERAI. Dan, disini sudah kelihatan hubungan kalian tidak sehat.

Ada masalah, bukannya diselesaikan dan mencari solusi tapi malah menghindar dan mengancam CERAI.

Kalau pasangan sudah beberapa kali atau bahkan tidak terhitung mengatakan CERAI, ceraikan saja.  Biar dia tahu rasa!

Agar dia tahu ke depannya tidak sembarangan mengatakan hal tersebut. Itu pelajaran.

Saya bukannya tidak membantu mengharmoniskan hubungan rumah tangga ya. Tapi, sangat terlihat disini kalau pasangan sudah sering mengancam cerai, artinya hubungan kalian memang sudah tidak sehat.

Tapi, kalau ngotot tetap ingin bersama bagaimana Mbak Meida? Ya itu harus ada penanganan khusus dengan memanfaatkan sarana spiritual.

Karena masalahnya sudah parah. Kalau kita hanya menggunakan cara lahiriah, SULIT.

Analoginya seperti ini, kalau orang sudah sakit kanker stadium akhir, maka tidak bisa hanya berobat jalan.

Harus opname, ikut kemoterapi bahkan biasanya pengobatan itu double dengan memanfaatkan pengobatan alternatif dan doa-doa.

Tetap ada senjata dalam bentuk spiritualnya. Nah, kalau pasangan selalu mengancam cerai tadi bisa memanfaatkan Perhiasan Samara.

Perhiasan Samara di tempat saya bentuknya macam-macam, ada cincin, anting, kalung dan gelang. Ini dari emas asli ya.

Dan, sudah saya lengkapi dengan energi spiritual yang bisa membantu meluluhkan target Anda. Misalnya itu suami atau istri yang sering mengancam CERAI.

Cara memanfaatkannya mudah sekali, hanya perlu dikenakan saja. Kemudian energinya akan menyatu dengan cakra dalam tubuh Anda agar selaras sesuai dengan hajat Anda.

Untuk mendapatkan Cincin Samara ini bagaimana? Silakan bisa hubungi melalui telepon/WhatsApp di nomor 08111264401. Atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Mau Pesan Cincin Samara <<

Loading

Berapa Persen Kemungkinan Suami Kembali Setelah Berselingkuh?

Di antara beberapa faktor yang menyebabkan perselingkuhan adalah merasa tidak percaya diri dan selevel dengan pasangan, ketidakmampuan menemukan makna dalam hidup, masalah finansial, ketidakmampuan menahan syahwat dan ketidakmampuan menyelesaikan konflik perkawinan dengan memuaskan.

Apapun faktornya, perselingkuhan tetaplah bukan satu hal yang dibenarkan. Dan, seringkali saya katakan sekali seseorang selingkuh, kemudian bisa sembuh, maka insyallah dia bisa sembuh.

Tapi, kalau sudah dilakukan 2 kali bahkan lebih lagi, maka kemungkinan sembuh itu sangat minim.

Lalu, Mbak Meida apakah indikatornya hanya itu? Tentu saja tidak. Ada banyak. Sekarang, akan saya jelaskan tapi sebelumnya catat dulu nomor konsultasi saya di 08111264401.

Anda bisa berkonsultasi mengenai masalah apapun dalam rumah tangga Anda, komunikasi, perselingkuhan, hubungan intim, finansial dsb.

Perlu Anda ingat, konsultasi di tempat saya bersifat spiritual. Jadi, jangan kaget nanti kalau bimbingan lahir akan saya lengkapi dengan sarana spiritual seperti perhiasan, tasbih maupun aromaterapi. Agar hasilnya lebih optimal.

Rumus umum yang berlaku di tempat saya, 1 kali selingkuh bisa dimaafkan. 2 kali selingkuh, akan sulit disembuhkan. Kemungkinan besar akan terulang lagi.

Tapi, dalam kasus-kasus tertentu bisa disembuhkan. Tergantung dari komitmen sang istri. Seberapa sabar berikhtiar.

Seberapa kuat mentalnya menghadapi kecurigaan yang mungkin akan menggerogoti pikirannya.

Dan, tantangan pertama seorang istri adalah menjaga cinta suaminya tetap hidup.

Setelah menikah, saya berharap Anda dan pasangan tidak stuck in the moment.

Pernikahan yang sehat adalah pernikahan yang membuat suami istri tumbuh menjadi lebih baik bersama.

Kalian menjadi lebih positif dan  produktif. Dan, inilah kunci untuk membuat cinta tetap hidup dalam rumah tangga Anda.

Bukan setelah menikah, Anda malah tidak berubah sama sekali. Masih sama seperti dulu.

Jangan, ini yang menimbulkan kejenuhan sehingga pria cenderung mencari tantangan di luar rumah.

Nah, pertanyaannya sekarang, Anda mampu gak merubah diri Anda menjadi lebih baik di saat suami sedang berselingkuh? Kalau komitmen Anda kuat, insyallah bisa.

Jadi, tidak ada angka standar yang bisa saya sebutkan pada Anda. Berapa persen kemungkinan suami kembali setelah berselingkuh?

Semua itu tergantung komitmen istri. Karena di sini, Anda yang lebih banyak berikhtiar. Anda sabar tidak, kuat tidak mental Anda? Tahan banting dan gigih, tidak?

Jika di saat Anda menumbuhkan kembali cinta suami Anda, suami Anda justru pergi ke rumah pelakor.

Suami asyik bercanda dan bercinta dengan pelakor, sedangkan Anda struggle  sendirian untuk mengembalikan keharmonisan.

Kalau Anda kuat, lakukan. Kalau Anda mantap, lanjutkan. Dan, hasilnya sesuai dengan keyakinan serta kekuatan Anda.

Nah, kalau Anda butuh bimbingan lebih lanjut baik itu lahir maupun batin, jangan ragu untuk berkonsultasi pada saya melalui telepon/WhatsApp di nomor 08111264401.

Jadi, Anda tidak berikhtiar sendirian dalam mengembalikan keharmonisan rumah tangganya. Saya akan bantu melalui sarana spiritual.

Loading

4 Cara MANTUL untuk Berkomunikasi dengan Istri Anda

Jika Anda mencari cara yang lebih baik untuk berkomunikasi dengan istri Anda, tidak menimbulkan konflik baru bahkan bisa membuat istri Anda lebih patuh pada Anda, maka sekarang Anda sedang berada di halaman yang tepat.

Seperti biasa, sebelum saya jelaskan seperti apa caranya catat dulu nomor konsultasi saya di 08111264401.

Anda bisa menjelaskan semuanya pada saya dan saya akan berikan solusi tepat untuk masalah Anda.

Tapi, perlu Anda catat konsultasi ini bersifat spiritual. Jadi, jangan kaget jika nanti saya bekali Anda dengan sarana spiritual berupa tasbih, aromaterapi atau perhiasan.

Cara Pertama adalah Belajar Mendengarkan

Kita mendengar pasangan kita berbicara sepanjang waktu, tetapi seberapa sering kita benar-benar mendengarkan? Mendengar dan mendengarkan adalah dua hal yang berbeda.

Jika Anda mengantuk, menahan amarah atas apa yang sedang dikatakan istri Anda, atau Anda sedang bersiap-siap menyela setelah istri selesai berbicara, artinya Anda tidak benar-benar mendengarkan.

Anda harus mendengarkan apa yang istri Anda katakan. Perhatikan pikiran dan perasaan yang dia ungkapkan, baik melalui kata-katanya maupun bahasa tubuhnya.

Mendengarkan secara aktif tidak hanya membantu Anda meningkatkan hubungan dengan istri, tetapi juga membantu Anda lebih memahami dan sabar.

Cara Kedua, Siapkan Waktu Istirahat

Saat berkomunikasi dengan istri Anda, apalagi kalau masalahnya tidak selesai selesai, ya istirahat dulu. Tidak perlu harus diselesaikan saat itu juga kalau memang masalahnya pelik.

Untuk komunikasi yang lebih baik dengan istri, perhatikan perasaan Anda saat berdiskusi, dan mintalah istri melakukan hal yang sama.

Kalau keduanya sama-sama emosi, hentikan dulu. Istirahat dulu. Kalau emosi sudah mereda, baru dilanjutkan.

Kalau diteruskan dalam keadaan frustasi dan emosi, ya sudah kalian mungkin akan mengeluarkan kata-kata tajam dan menyakiti satu sama lain.

Cara Ketiga adalah Pikirkan Kata-kata yang Anda Pilih

Mulutmu harimaumu!

Kata-kata Anda itu bisa menyakit dan membekas di perasaan istri sampai ke tulang-tulangnya.

Jadi, sebelum melontarkan kata-kata yang tidak pantas, pikirkan baik-baik. Sebenarnya hal ini tergantung dari manajemen emosi Anda.

Kalau Anda mampu mengontrol emosi dengan baik, Anda akan lebih mudah memilih kata-kata tersebut.

Cara Keempat adalah Jangan Berteriak

Berteriak atau bicara ngegas dan pakai otot tidak akan pernah mendatangkan hasil yang baik.

Anda justru menambah jengkel istri Anda. Membuat suasana yang awalnya hangat menjadi panas dalam sekali waktu.

Ketika Anda sedang marah, ingin berteriak, coba untuk tarik nafas yang dalam kemudian cara tempat untuk menyendiri lebih dulu.

Untuk menenangkan emosi Anda. Ingat! Istri Anda bukanlah lawan Anda, jadi Anda tidak perlu berteriak.

Seperti itu tips dari saya. Semoga melalui tips sederhana ini, Anda dan istri bisa memiliki cara berkomunikasi yang lebih baik dan penuh kasih.

Tapi, kalau istri Anda memang sudah kebangetan, tidak mau diatur dan sulit patuh pada suami, jangan segan hubungi saya melalui 08111264401.

Saya akan bantu luluhkan hati istri Anda melalui sarana spiritual khusus.

Loading

Apa Yang Terjadi pada Anak Ketika Orang Tua Bercerai?

“Bu, apakah kita masih satu keluarga?”

Mungkin, ini akan menjadi pertanyaan anak Anda ketika Anda benar-benar bercerai dengan pasangan Anda.

Anak-anak akan sulit memahami apa yang sedang terjadi pada orangtuanya. Kita pun sebagai orangtua, kadang kesulitan bagaimana menjelaskan fase menyakitkan ini pada anak kita.

Bagi anak-anak kita, perceraian itu tidak masuk akal.

Mereka berpikir, kalau orangtua saya mencintai saya, mengapa mereka memilih bercerai? Ini berarti, orangtua saya tidak mencintai kelmnuarga ini. Mereka tidak mencintai saya anaknya.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan share pada Anda semua. Apa yang sebenarnya terjadi pada anak-anak kita ketika orangtuanya bercerai.

Oh ya, jangan lupa catat nomor konsultasi saya di 08111264401. Anda bisa menghubungi saya melalui telepon/WhatsApp dan saya akan berikan solusi tepat sesuai dengan hajat Anda.

Tapi, perlu Anda ketahui konsultasi di tempat saya bersifat spiritual. Jadi, jangan kaget kalau nanti saya bekali Anda dengan sarana spiritual berupa tasbih, perhiasan atau aromaterapi.

Bicara tentang anak-anak dan perceraian.

Tidak ada yang menginginkan keluarga hancur. Kita semua tahu itu tetapi hari ini, ada begitu banyak pasangan menikah yang memilih bercerai.

Beberapa orang mungkin mengatakan orangtua EGOIS. Karena memilih kebahagiaan sendiri, daripada efek yang bakal terjadi pada anak-anak.

Tapi, kita tidak bisa menyimpulkan seperti itu. Karena kita tidak tahu cerita di balik layar rumah tangga tiap keluarga.

Bagaimana kalau KDRT? Anak-anak melihat itu setiap hari, tentu itu tidak baik bagi kesehatan mental mereka.

Bagaimana kalau bapaknya tidak memberi nafkah, sedangkan ibu berusaha sendiri? Ada banyak alasan yang tidak kita ketahui.

Dan, ini cukup sulit dijelaskan pada seorang anak mengapa ayah dan ibu tidak bisa lagi hidup bersama.

Ini sulit juga bagi anak-anak kita, mereka akan dibingungkan dengan HAK ASUH. Mereka harus ikut ibu satu minggu, minggu berikutnya ikut ayah.

Kondisi mentalnya tidak bisa stabil karena lingkungannya berubah-ubah.

Lalu, Bagaimana Efek Perceraian Terhadap Anak?

Dampak perceraian pada anak sebenarnya tergantung pada usianya. Sekarang, saya jelaskan dampaknya untuk seorang bayi lebih dulu.

Anda mungkin berpikir bayi itu tidak tahu apa-apa. Jangan keliru!

Bayi memiliki indra yang luar biasa dan perubahan yang sederhana sekalipun dalam rutinitas mereka dapat menyebabkan ledakan dan tangisan.

Mereka juga dapat merasakan kegelisahan, stres dan kecemasan orang tuanya. Dan, karena mereka belum bisa berbicara, cara berkomunikasi mereka hanya dengan menangis.

Nah, sekarang dampaknya bagi toddler atau anak usia 2-5 tahun.

Anak-anak kecil yang suka bermain ini masih tidak tahu seberapa berat masalah perceraian dan mungkin tidak peduli kenapa ayah dan ibu bercerai?

Tapi yang pasti, mereka bisa bertanya “dimana ayah”, atau “Ibu, apakah kamu mencintai keluarga kita?”

Tentu Anda bisa dengan mudah berbohong disini untuk menenangkan hatinya. Tapi, suatu saat anak akan sangat merindukan ayah atau ibunya, dan itu akan menjadi momen yang menyakitkan bagi anak-anak ini.

Sekarang, kalau Anda bercerai saat anak usia SD. Mereka sudah bisa berpikir dan memahami perkelahian orangtuanya.

Disini, Anda masih bisa menjelaskan semuanya secara perlahan apa yang sebenarnya terjadi.

Komunikasi dan ketersediaan Anda untuk mendengarkan serta menemani anak, selama proses perceraian berlangsung akan memberikan dampak yang sangat positif bagi kesehatan mental mereka.

Sekarang, kalau anak Anda remaja. Dan, mungkin saja Anda akan sedikit stres.

Karena mereka lebih berani mengekspresikan dirinya dengan cara memberontak dan melakukan segala macam hal buruk .

Untuk membalas orang tua yang menurut mereka telah merusak keluarga yang mereka miliki.

Itulah yang sebenarnya terjadi pada anak-anak Anda, ketika Anda putuskan untuk bercerai.

Saya berharap, Anda bisa mendampingi anak-anak Anda dengan baik sehingga dampak negatif tidak akan terjadi khususnya pada kesehatan mental mereka.

Tapi, kalau itu terjadi Anda bisa mengikutsertakan anak-anak Anda pada konseling dan terapi khusus bersama saya.

Saya akan bantu anak-anak Anda keluar dari bayang-bayang negatif perceraian orangtuanya dan agar mereka mampu tumbuh menjadi dewasa yang bijaksana, sehat mentalnya dan tidak memiliki luka batin atas perpisahan orangtuanya.

Loading

7 Kesalahan FATAL Istri Saat Berkomunikasi dengan Suami

Kehidupan pernikahan itu sangat indah. Belum bisa dikatakan bahagia seseorang, jika belum menikah.

Meskipun Anda cantik atau tampan, uang banyak, karir bagus, teman setia atau sudah keliling dunia, tapi kalau belum menikah, belum bisa dikatakan sempurna kebahagiaannya.

Tapi, tunggu dulu! Kebahagiaan ini bisa tercipta dalam sebuah pernikahan, kalau Anad tahu ilmunya, mau terus belajar untuk memperbaiki diri.

Kalau sekedar menikah, tanpa mau belajar tentang membina hubungan, ya percuma. Pernikahan bukan menjadi kehidupan yang indah, tapi justru menjadi kehidupan yang menyengsarakan.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan bagikan 7 kesalahan fatal wanita dalam berkomunikasi dengan suami.

Ini penting dipelajari wanita, kalau ingin memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia.

Sebelumnya, silakan catat dulu nomor konsultasi kami di 08111264401. Melalui nomor tersebut, Anda bisa berkonsultasi apapun masalah rumah tangga untuk mendapatkan solusi spiritual.

Perlu Anda ingat, konsultasi di tempat saya bersifat spiritual, jadi jangan kaget kalau nanti saya bekali dengan sarana spiritual. Bisa itu berupa tasbih, perhiasan samara maupun aromaterapi.

Kesalahan Fatal Pertama, Kecemburuan Sepele

Misalnya, suami asyik chatting. Mungkin dengan teman satu komunitas, dengan teman masa kecilnya atau dengan rekan kerja.

Tapi, Anda terlalu suuzon kemudian kepo. Siapa tadi yang ngechat dsb. Atau Anda merasa sangat kesal ketika melihat suami tertawa dengan seseorang.

Kemudian menganggap dia sedang main api di belakang Anda, padahal suami hanya ngobrol biasa.

Kesalahan Fatal Kedua adalah Berkata Kasar

Semua orang kalau dihina pasti akan kecewa dan sakit hati. Jadi, cobala untuk memanage emosi Anda agar tidak sampai mengeluarkan kata-kata kasar.

Kesalahan Fatal Ketiga adalah Harapan yang Tidak Realistis

Hindari untuk membandingkan rumah tangga Anda dengan rumah tangga orang lain yang ada di media sosial.

Kalau Anda lihat, di media sosial itu yang ditampilkan hanya yang bagus-bagus saja. Kebobrokannya tidak mungkin diupload.

Jadi, jangan bandingkan secuil masalah rumah tangga Anda dengan foto liburan keluarga lain di luar negeri.

Itu tidak apple to apple dan membuat hubungan Anda dengan suami makin renggang. Anda sulit berterima kasih pada suami, jauh dari syukur dan merongrong suami untuk bersikap sesuai kehendak Anda.

Kesalahan Fatal Keempat adalah Menyembunyikan Perasaan

Jujur tentang perasaan Anda adalah inti dari komunikasi yang baik. Akan sangat sulit untuk mendapatkan solusi jika Anda tidak jujur pada perasaan sendiri.

Kalau Anda marah, marah saja. Kalau Anda kecewa, ungkapkan. Jangan dipendam, jadi uneg-uneg dan muncul bisul, muka jadi kusam, perforoma kerja memburuk dan hubungan dengan anak-anak tidak harmonis.

Kesalahan Fatal Kelima adalah Menggantungkan Kebahagiaan Kita pada Suami

Tidak ada orang lain yang bertanggung jawab atas pikiran dan perasaan kita.

Jika Anda menggantungkan kebahagiaan pada suami , Anda keliru. Kebahagiaan ada dalam genggaman Anda sendiri.

Mau suami berbuat apapun, Anda takkan mudah kecewa. Anda tidak memojokkan dan menyalahkan suami.

Justru Anda akan mengambil waktu untuk introspeksi dan memperbaiki diri.

Kesalahan Fatal Keenam adalah Menghitung Pemberian Suami

Berapa uang yang diberikan ke Anda, pekerjaan apa saja yang sudah diselesaikan, semuanya dihitung.

Saya percaya, cinta itu bukan bermakna pengorbanan. Kalau Anda merasa berkorban, itu artinya Anda tidak cinta.

Cinta tidak mengenal berkorban apalagi hitung-hitungan. Persis seperti orangtua ke anaknya. Tidak pernah dihitung kan modal yang sudah dikeluarkan untuk Anda dari lahir sampai menikah?

Ngasih ya ngasih aja. Tidak pernah diungkit! Nah, kalau Anda suka mengungkit pemberian suami, ya sudah. Kesalahan Anda sangat fatal.

Kesalahan Fatal Ketujuh adalah Kurang Empati

Kalau Anda sayang pada suami, Anda pasti selalu ingin mendengarkan ceritanya.

Bukan sekedar mendengarkan, tapi Anda berusaha memahami dan ikut merasakan sakitnya. Atau bahasa halusnya adalah BEREMPATI.

Anda menempatkan diri Anda pada posisi suami. Anda membayangkan apa yang mereka pikirkan, rasakan dan alami.

Kalau Anda mampu melakukan hal ini, saya berani pastikan komunikasi Anda dengan suami akan meningkat drastis.

Nah, bagi Anda istri yang ingin mendapatkan bimbingan khusus dari saya untuk meningkatkan keharmonisan dengan suami, jangan ragu berkonsultasi pada saya melalui telepon/WhatsApp di nomor 08111264401.

Loading

Copyright © 2026 Mbak Meida
WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp