Apakah Istri Kedua Sama dengan Pelakor?

Berdasarkan pengalaman saya menangani ratusan klien tiap hari, pelakor dan istri kedua sangat BERBEDA. Apa yang membuat mereka berbeda?

PERTAMA, CARA MENJEMPUTNYA.

Pelakor merebut suami orang.

Saat seorang wanita mendekati pria yang telah beristri dengan sengaja, artinya dia memang ada niat merusak rumah tangga orang lain.

Bahkan dia berani menuntut dan menodong suami orang agar segera menikahinya secara sah.

Jika dinikahi secara sirih, dia terus merongrong suaminya agar menceraikan istri pertama agar dia bisa naik level jadi istri sah serta satu-satunya.

Istri kedua, didekati secara sopan dan dengan niat serius untuk dinikahi.

Jika pelakor dinikahi karea kecelakaan, yakni karena dia memaksa untuk dinikahi, berbeda dengan istri kedua.

Sejak awal, dia niat dinikahi oleh orang yang mendekatinya.

Wanita yang jadi istri kedua, tahu posisinya. Saat dia didekati pria yang sudah beristri, dia berpikir lebih dulu dan nafsunya tidak menggebu-gebu ingin segera dinikahi.

Dia akan bertanya, apakah istri Anda mengijinkan Anda untuk menikah lagi? Bagaimana cara Anda memperlakukan kita agar adil?

Dia akan banyak bertanya dan menggali agar tidak dirugikan oleh sang suami ke depannya. Dan, agar tidak dicap sebagai perusak rumah tangga orang.

KEDUA, NIAT SAAT MENGIYAKAN SUAMI ORANG

Pelakor niatnya untuk menguasai harta suami orang bahkan ada niat untuk menghancurkan istri pertama.

Ingin menguasai pria itu seutuhnya dan mendesak agar dinikahi secara sah bahkan ingin jadi istri pertama.

Istri kedua, tahu posisinya. Dia tahu posisinya istri kedua, maka dia tidak banyak menuntut.

Jika dia tidak mendapatkan persis sama seperti istri pertama, dia tidak ada hak untuk meminta karena dia istri kedua.

Ingat! Adil bukan berarti sama. Melainkan, mendapatkan sesuai kebutuhan. Jika istri pertama rumahnya besar sedangkan istri kedua kecil, itu adil.

Karena istri pertama sudah menemani suami dari nol, sejak lama. Jadi, sangat pantas jika dia mendapatkan lebih.

KETIGA, PERAN DAN TANGGUNG JAWAB

Istri kedua, melengkapi kekurangan suami. Dia benar-benar menjadi seorang istri dan memenuhi tugas serta kewajibannya.

Merawat, melayani, bukan macak dan manak saja.

Dia mampu membuat suami memiliki kepribadian yang lebih baik. Bahkan membantu membuat hubungan dengan istri pertama menjadi lebih harmonis.

Pelakor? Hanya morotin!

Pernah dengar berita seorang suami yang mobilnya diderek karena tidak mampu bayar kreditan?

Ternyata, selingkuhannya minta mobil. Nah, ini contoh wanita yang tidak membawa dampak positif bagi suaminya.

Jadi, bisa dilihat perbedaannya disini! Pelakor tidak membawa dampak baik sedangkan istri kedua membawa dampak positif.

Nah, sekarang bagi Anda berada di posisi seperti ini. Entah itu jadi pelakor maupun istri kedua, kemudian bimbang dengan masa depan hubungannya dengan suami.

Dan, ingin mendapatkan solusi untuk masalah rumah tangga Anda, bisa mengikuti KONSELING RUMAH TANGGA.

Anda bisa berkonsultasi secara jujur dan terbuka, semua bisa Anda utarakan kepada saya.

Anda tidak perlu khawatir karena masalah dan data pribadi klien menjadi rahasia saya.

KONSELING RUMAH TANGGA bisa dilakukan sebanyak 2 atau 4 kali telepon tergantung dari tingkat masalah masing-masing.

Banyak orang berpikir buat apa saya ikut konseling? Apaan sih Mbak Meida, curhat kok bayar.

Tidak seperti itu, konseling rumah tangga ditujukan untuk menggali sumber masalah Anda.

Setelah saya memahami permasalahan dan penyebab dari masalah Anda, saya akan bantu berikan treatment dan terapi khusus sehingga masalah Anda bisa segera terselesaikan.

Jadi, ini bukan sekedar curhat. Kalau Anda curhat sama teman atau keluarga justru berbahaya. Bukannya dapat solusi, cerita Anda justru akan menjadi bahan gunjingan mereka di belakang Anda.

Anda tidak perlu khawatir, saya menjamin biaya konselingnya ini terjangkau.

Untuk mengikuti KONSELING RUMAH TANGGA bisa menghubungi saya melalui nomor konsultasi di 08111264401.

WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp