ISTRI ATAU SUAMI SELINGKUH, SIAPA YANG HARUS DISALAHKAN?!

 

Untuk mengetahui siapa yang salah dan siapa yang patut disalahkan, lebih dulu kita harus cari tahu penyebab istri selingkuh. Karena tiap sebab, akan ada solusi yang berbeda.

Misalnya, istri selingkuh karena suami kasar. Kasar disini macam-macam. Bisa jadi karena cara bicaranya yang kasar, suka ngata-ngatain yang menyakiti hati istri. Biasanya kasar yang seperti ini jauh lebih sakit daripada kasar fisik. Atau ada juga istri yang selingkuh karena suaminya yang kasar secara fisik, suka seenaknya sendiri mukul kalau ada hal yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Kalau kasusnya seperti ini, apakah boleh istri menyalahkan suaminya kemudian berhak untuk berselingkuh? Tidak. Kita masih perlu cari tahu, kekasaran suami itu disebabkan oleh apa. Jangan-jangan oleh istri sendiri yang tidak patuh sama suami, kemudian karena suaminya tidak mampu berkomunikasi yang tepat akhirnya bersikap kasar jadi jawabannya.

Lalu, istri selingkuh karena suaminya juga selingkuh. Siapa yang harus disalahkan? Keduanya. Kalau istri tahu suaminya selingkuh, harusnya Anda introspeksi diri. Apa yang kurang dari diri saya, kok suami sampai selingkuh. Kesalahan apa yang sudah saya lakukan, kok suami saya lari?

Kemudian, ada kasus dimana istri selingkuh karena merasa bosan dan tidak bahagia. Siapa yang bisa disalahkan? Keduanya juga. Suami dan istri wajib introspeksi diri karena menjadikan keseharian sebagai rutinitas. Istri sibuk dengan rumah tangga dan anak-anak, jadi lupa perhatikan kekasih hatinya. Suami sibuk mengejar dunia untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya liburan, sampai lupa kalau istri juga butuh belaian.

Jadi, sebenarnya apapun penyebab selingkuh dari seorang istri, tidak bisa kalau yang disalahkan itu istri saja. Dan, tidak bisa yang disalahkan itu suami saja. Keduanya salah karena tidak mampu membangun komunikasi dengan bagus. Kalau sebagai istri Anda tahu suami Anda pendiam, Anda lah kunci utama yang mampu menghidupkan suasana rumah tangga.

Anda harus sering-sering tanya ke suami Anda. Dia ini diam karena sudah puas, atau diam-diam berselingkuh dan cari kebahagiaan di luar sana. Kalau istri Anda pendiam, apa-apa nurut, sebagai suami Anda jangan diam saja kemudian merasa aman.

Oh istriku penurut, diam saja artinya semua baik. Tidak seperti itu. Perlu ditanya, karena ada wanita yang memang kalau tidak dipantik itu tidak bunyi. Jadi, suami istri itu harus saling melengkapi, menggenapi dan menanyakan kabar satu sama lain setiap hari khususnya menjelang tidur malam. Sudahkah aku jadi pasangan yang baik untukmu hari ini?

Sesimple itu untuk mengharmoniskan hubungan dan menguatkan bonding emosional Anda dengan pasangan. Hanya perlu konsistensi saja. Seperti itu saran saya untuk keberlangsungan rumah tangga Anda yang indah. Jika ingin berkonsultasi mengenai masalah rumah tangga Anda, silakan jangan sungkan hubungi saya melalui telepon/SMS/WhatsApp di nomor +628111264401.

WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp