Manis pada Orang Lain tapi Bersikap Buruk pada Istri Sendiri

Saya tidak heran jika ada banyak subscriber maupun follower saya yang bertanya, Mbak Meida kenapa suami saya baik banget sama orang lain tapi sikapnya buruk sama saya istrinya.

Dia tidak pelit, suka traktir teman-teman kantornya, tapi pelit sama istri. Dia bisa bantu teman-temannya ngatur keuangan tapi dalam rumah tangga saya yang suka nambal hutang-hutang dia.

Dia ramah dan ucapannya manis sama tetangga wanita. Tapi, suami tidak pernah memuji saya.

Jika ada orang yang bersikap baik pada suami, dia terus menerus berkata terimakasih bahkan saking tersentuhnya karena dibantu, dia kasih hadiah ke orang itu.

Saya istrinya, melayani dia dari buka mata sampai matanya merem lagi kenapa tidak pernah dia sekalipun berterima kasih ke saya? Yang ada, suami hobi banget ngomelin saya kalau ada satu saja kesalahan yang sepele.

Kalau suami bikin kesalahan ke orang lain, dia bisa minta maaf berkali-kali sampai ditelepon orang itu. Saya yang tiap hari dengar ucapannya yang gak enak dan nyakitin, tidak pernah sekalipun dia minta maaf.

Saya ini istrinya sendiri Mbak Meida.

Sebagian besar dari kita mungkin mengalami hal ini, itulah kenapa saya tidak merasa heran. Kenapa bisa seperti itu? Kenapa keluarga kita yang paling dekat, misalnya pasangan kita, mudah sekali jadi tempat kita meluapkan amarah?

Mudah kira marahi, kita perlakukan kasar dsb.

Karena kita sudah sangat dekat dengan pasangan kita. Pasangan kita belum tentu salah, tapi mari kita hitung berapa kali kita berteriak pada pasangan?

Berkata kasar dan mudah jengkel pada sikap mereka. Pasangan kita selalu jadi tempat kita melampiaskan emosi.

Cara manusia melampiaskan emosi dan kemarahan itu tergantung dengan kualitas hubungan kita dengan “target”. Semakin kita dekat dengan seseorang, semakin terbuka pula penyampaian emosi yang kita lakukan.

Suami dan istri kan dekat tuh, tiap hari bertemu dan bercengkerama. Maka, kita mudah sekali marah pada mereka. Juga mudah baik. Seolah tidak ada sekat.

Jadi, perlu ibu ingat! Semakin dekat hubungan antara 2 orang, maka potensi untuk saling menyakiti akan makin besar. Itu sudah jadi hukum alam.

Kabar baiknya, ini menunjukkan bahwa kalian merasa aman untuk meluapkan emosi tersebut dibandingkan dengan orang lain.

Tanpa kita sadari, perasaan sayang dan bonding emotional antara 2 orang ini akan menguat saat kita terbiasa terbuka untuk meluapkan emosi. Kita mudah bertengkar, mudah juga memaafkan dan melupakan.

Tapi, Mbak Meida ini berbeda!

Suami saya benar-benar buruk dalam memperlakukan saya. Pernikahan kami sudah berjalan puluhan tahun hingga kami memiliki anak.

Ini artinya ada yang tidak seimbang. Suami ibu telah kehilangan respect terhadap ibu sebagai istrinya. Jika seperti ini yang terjadi, ibu bisa berikhtiar menyeimbangkannya melalui langkah spiritual dengan memanfaatkan Kalung Berlian Samara.

Kalung Berlian Samara adalah sarana spiritual berupa kalung emas asli dan liontin berlian bersertifikat yang saya ciptakan khusus untuk keberuntungan wanita dalam hal karir dan rumah tangga.

Jika ibu ingin memiliki karir yang makin hari makin baik, suami yang bertanggung jawab, setia dan mendengarkan pendapat ibu, ibu bisa mengikhtiarkan hal tersebut melalui Kalung Berlian Samara.

Kilauan cahaya dari liontin berlian ini bersifat permanen, termasuk energi di dalamnya. Meskipun sudah lama ibu kenakan, tapi kilauan cahaya dari berlian ini masih cemerlang.

Dan, insyallah inilah yang akan menyertai kehidupan ibu dengan kesetiaan, keharmonisan dan kemudahan dalam karir.

Kenapa harus dengan sarana spiritual Mbak Meida, apakah itu tidak syirik?

Saya percaya, ikhtiar optimal itu harus seimbang antara lahir dan batin. Selain menerapkan usaha lahir, kita bisa berikhtiar secara spiritual seperti berdoa, minta dibantu didoakan oleh guru spiritual yang kita percaya dsb.

Setelah ibu mendapatkan Kalung Berlian Samara pun, saya akan memberikan bimbingan khusus bagi masalah rumah tangga yang ibu hadapi.

Bimbingan ini bersifat spesial dan private karena saya sesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ibu alami serta energi aura dalam tubuh ibu.

Tiap orang, energi dan sikonnya berbeda. Maka, yang saya berikan pun akan berbeda. Meskipun sarana spiritualnya tetap sama.

Sama saat ibu datang berobat ke dokter. Keluhan sakitnya mungkin sama, tapi dosis obat yang diberikan akan berbeda.

Dan, saat kita mendapatkan obat ini, apakah ini syirik? Tentu saja tidak. Karena ini hanya perantara yang membantu mempermudah hajat kita.

Kita tetap berdoa, memohon dan bergantung pada Yang Maha Kuasa. Nah, jika ibu ingin suami bisa bersikap baik, salah satu ikhtiar yang bisa dicoba adalah dengan memanfaatkan Kalung Berlian Samara.

Untuk pemesanan bisa melalui chat WhatsApp otomatis berikut ini >> Saya Ingin Pesan Kalung Berlian Samara <<

WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp