TERTIPU Jebakan Pria Beranak 3 Hingga Pasrah Dijadikan Istri Kedua

Buka-bukaan DM Mbak Meida hadir kembali untuk Anda teman-teman Dewi Cinta. Seperti biasa, saya akan membacakan DM dari salah seorang klien saya agar bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua.

Bagi yang ingin berkonsultasi pada saya, bisa melalui DM instagram di @MbakMeida atau melalui WhatsApp di nomor 08111264401.

Sekarang, saya akan bacakan DMnya.

Perkenalkan nama saya Mawar (ini nama samaran ya) usia 27 tahun. Saya adalah seorang wanita yang trauma untuk berhubungan dengan pria.

Saya pernah jatuh cinta dan mencintai seorang pria sangat dalam dan bertahun-tahun. Saya sangat mempercayainya sampai akhirnya saya menangkap basah dia berselingkuh dengan wanita lain.

Saat itu, saya depresi berat sampai saya susah move on. Beberapa kali saya didekati pria, tapi tidak ada yang membuat saya tertarik. Saya menderita luka batin yang luar biasa. Saya takut jika disakiti lagi dan saya sulit untuk kembali percaya dengan pria lagi.

Tapi, akhirnya ketika usia saya masuk 27 tahun, orangtua saya mendesak saya untuk segera menikah.

Karena mereka menganggap saya sudah pantas untuk menikah dan orangtua saya mengira bahwa saya sudah mampu move on.

Di saat yang bersamaan ada seorang pria yang mengaku duda dan siap untuk menghalalkan saya. Dia orang yang baik dan saya pun mengenalnya dengan baik karena kita berada dalam 1 tempat kerja.

Saya sangat bahagia menjalani pernikahan dengannya dan saya menganggap bahwa dia adalah orang yang benar-benar saya cari selama ini.

Tapi, semua ini ternyata bullshit belaka. Pria yang saya kira tulus dan bisa saya percaya, yang mengaku duda, ternyata masih berstatus suami orang dan sudah memiliki 3 orang anak.

Suami saya sendiri yang menceritakan itu ke saya karena tidak kuat menahan kepura-puraan ini. Saya betul-betul sakit hati dan merasa dikhianati padahal saya tulus mencintai dia.

Saya tidak kuat Mbak. Karena ternyata anak-anak dan istrinya sudah mengetahui keberadaan saya. Itulah kenapa suami saya jujur pada saya.

Akhirnya, saya minta pisah sama suami. Tapi, dia tidak mau melepas saya Mbak. Dia menangis dan memohon-mohon agar saya tidak meninggalkan dia bahkan dia pun hampir depresi karena saya berniat meninggalkannya.

Saya tidak tega Mbak. Dan, ini yang membuat saya kembali lagi padanya. Dia berjanji akan menceraikan istri pertamanya karena dia istri pernah tidak pernah memberikan kebahagiaan buat dia.

Sedangkan, saat bertemu saya, saya adalah orang yang selama ini dia cari. Apa langkah yang harus saya ambil Mbak Meida? Saya bingung. Saya ingin mempertahankan rumah tangga ini, tapi saya juga tidak mau menyakiti wanita lain.


Jawaban Mabk Meida

Kasihan sekali ini. Ini namanya kena tipu. Sudah pernah depresi dan trauma karena perselingkuhan, sekarang menikah pun masuk jebakan.

Pria memang dengan mudahnya ya mengaku duda, tapi di balik itu ternyata istri dan anaknya segudang.

Solusi dari saya, ibu harus tegas dalam membuat keputusan. Kalau memang ingin mempertahankan rumah tangga, ya dipertahankan.

Tidak perlu menuntut banyak pada suami untuk lebih perhatian dan juga tidak perlu kepo dengan rumah tangga suami yang lain.

Yang jadi masalah bagi istri kedua, ketiga atau keempat itu biasanya mereka TIDAK TAHU DIRI dan ingin merebut posisi pertama.

Inilah yang biasanya membuat suasana POLIGAMI jadi makin runyam dan menimbulkan konflik diantara para istri.

Sudah syukur, ketika istri pertama tahu dan mau menerima dengan ikhlas, Anda tidak dicerai. Anda tetap dipertahankan oleh suami.

Jadi, ke depannya fokuslah pada rumah tangga Anda. Tidak perlu kepo dengan apapun yang dilakukan suami dengan istrinya dan jadilah istri yang terbaik untuk suami Anda.

Kalau Anda ingin cerai dari suami karena tidak tahan jadi madu, maka tegaslah juga. Sekalipun suami memohon dan depresi, Anda tetap tegas dengan keputusan itu.

Tambahan lagi bagi yang belum menikah, selidiki dulu latar belakang suami Anda. Jangan terburu-buru hanya karena usia.

Seperti itu saran saya, bagi yang ingin berkonsultasi bisa melalui DM instagram di @MbakMeida atau melalui WhatsApp di nomor 08111264401.

WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp