Buka DM Mbak Meida! Selingkuh Sama Istri Konglomerat dan ML Berkali-kali

Halo teman-teman Dewi Cinta. Sekarang saya ada rubrik baru yang saya beri nama Buka-bukaan DM Mbak Meida.

Setiap hari di akun Instagram saya @MbakMeida, ada puluhan bahkan ratusan DM yang masuk. Mereka semuanya konsultasi mengenai masalah asmara, seks dan rumah tangga.

Dari yang masalahnya biasa-biasa saja, sampai yang masalahnya luar biasa dan seringkali membuat saya tercengang.

Saya pribadi banyak belajar dari klien-klien saya. Dan, saya sangat bersyukur dengan keadaan saya saat ini karena ternyata di luar sana masih ada banyak sekali orang-orang yang mendapatkan ujian hidup berat.

Kalau saya jadi mereka, mungkin saya tidak akan kuat. Tapi, ini adalah rahasia Yang Maha Kuasa kenapa Dia memberikan ujian hidup seperti itu kepada tiap hambaNya.

Di rubrik Buka-bukaan DM Mbak Meida ini saya akan buka 2 DM dengan kisah paling tragis. Saya melakukan ini dengan tujuan agar bisa jadi pembelajaran kita semua.

Pertama, agar kita bersyukur. Ternyata ujian hidup kita tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka di luar sana.

Kedua, agar kita tidak ceroboh dalam bersikap jika suatu saat mungkin saja Tuhan menitipkan masalah serupa dengan kita.

Oke, kita langsung saja baca DM pertama dari seorang pria single.

Mbak Meida, saya ingin curhat. Saya laki2 usia 26th, kekasih saya 35th dengan 3 anak, dan unfortunately berstatus istri orang.
Kekasih saya menikah th 2011. Saya berkenalan dengan kekasih saya th 2017, karna kebetulan saat itu kekasih saya adalah owner perusahaan tempat saya bekerja.

Kekasih saya tidak pernah mencintai suaminya mba, mereka menikah krn dijodohkan. Kekasih saya adl anak konglomerat chinese, ada latar belakang perjanjian bisnis di balik pernikahan tsb.

Sudah tidak mencintai, suaminya kasar pula. Sehingga tambahlah kekasih saya tidak pernah mencintai bahkan benci. Selalu menolak ajakan suami istri, bahkan harus dipaksa dan diperkosa dulu untuk melakukannya

Dari perkosaan itulah, lahir ketiga anaknya krn kebetulan kekasih saya sangat subur.

Untuk melakukan hubungan badan, kekasih saya disiksa dulu, seperti ditampar, dipukul, diseret, bahkan di depan anak2.

Hingga akhirnya di th 2017, kita dipertemukan. Pada awalnya, kami hanya rekan kerja yg saling cocok dan lama2 bersahabat.

Saya gonta ganti pacar juga dia tau, dia seperti kakak yg memberi saya saran dan nasihat

Hingga di pertengahan tahun 2019, kami saling jatuh cinta

Tidak tahu bagaimana awalnya, dan siapa yg memulai, tiba2 kami sudah tergila2 satu sama lain

Karna setiap hari bertemu dan sering berduaan, maka kami pun sering melakukan aktivitas seks yg membuatnya ketagihan

Ia tidak pernah merasakan orgasme sebelumnya, dengan saya, ia orgasme berkali2 hingga squirting

Saya tahu saya salah mbak, namun saya begitu mencintainya, sungguh. Saya cinta mati dengan dia. Sampai matipun cuma dia yg saya cinta

Berkali2 dia meminta saya untuk mencoba mencintai perempuan lain, atau dengan perempuan yg seumuran, tapi saya tolak mentah2. Saya tidak semudah itu bisa cinta sama orang. Lagipula bagaimana bisa saya mencintai orang lain ketika hanya ada 1 orang yg saya cinta yaitu dia

Sementara dia pun juga tidak bisa bercerai karna intervensi keluarganya masih sangat kuat di kehidupannya, dan ada kaitan dengan hutang, kepemilikan bisnis, dll

Maaf mbak kalau terlalu panjang, saya hanya bingung harus bagaimana. Terima kasih mbak.

Saya ingin serius, ingin menikah dengan dia. Tapi saat ini pun dia juga tidak tahu harus bagaimana, untuk cerai pun tidak bisa. Lalu saya harus menunggu sampai kapan mba

Cerai tidak bisa karna terganjal video, suaminya memasang kamera tersembunyi di kantornya dan menangkap gambar kami yg sedang bercumbu

Jika pacar saya mengajukan cerai, ia khawatir kalah di pengadilan sehingga tidak mendapat hak asuh anak.

RESPON: Ini kisah yang cukup menyedihkan bagi saya jika saya berada di posisi si wanitanya.

85% wanita mengalami masalah berat dalam pernikahannya. Mereka bertahan mati-matian, bukan karena mencintai suaminya. Tapi, mereka bertahan karena anak-anaknya.

Dan, saya turut prihatin dengan wanita yang ada di kisah ini. Untuk yang belum menikah, saran saya sabar. Carilah pria yang memang bertanggung jawab terhadap hati Anda dan Anda juga ridho jika dia menjadi suami Anda.

Dengan ridho ini, insyallah hati Anda akan ikhlas dalam melayani dia dengan baik. Ke depannya, jika kalian memiliki anak-anak, mereka juga bisa tumbuh dengan sehat. Bukan hanya fisiknya, tapi juga emosinya.

Kalau anak-anaknya melihat, ibunya perlu diperkosa dulu untuk mau berhubungan intim seperti ini, kasihan anaknya. Psikologisnya pasti terguncang dan ini akan mempengaruhi cara dia dalam memperlakukan lawan jenis di masa depan.

Kalau anaknya perempuan, bisa jadi dia takut untuk jatuh cinta sama laki-laki, tidak bisa percaya dengan laki-laki dan ujung-ujungnya tidak mau menikah. Sampai-sampai orientasi seksnya berubah. Ada banyak yang seperti ini.

Untuk pria single yang mengirim pesan ini ke saya, saran saya dinasihati ya wanita yang Anda anggap sebagai kekasih Anda ini.

Kalau dia menyarankan pada Anda untuk mencari wanita lain, turutilah dan ikhlaskan. Bantu dia untuk ikhlas menerima takdirnya, apalagi sudah ada anak-anak.

Kasihan masa depan anak-anaknya. Karena kalau bicara soal hati, di sini kita tidak bisa egois hanya memikirkan hati kita sendiri. Tapi, ada anak-anak yang bisa terus-terusan menjadi korban dari konflik orangtuanya.

Meskipun berat, wanita ini harus mencoba ikhlas menerima takdir dan perannya. Belajar mencintai suami secara perlahan, apalagi kalau suami di sini sangat bertanggung jawab terhadap hidup ibu dan juga anak-anaknya. Itu sudah termasuk hal yang sangat baik dan wajib untuk disyukuri.

Jadi, seperti itu saran dari saya. Semoga bermanfaat untuk Anda. Untuk sikap yang mau Anda ambil terkait masalah ini, saya kembalikan pada Anda semuanya.

Untuk kalian yang ingin konsultasi via DM pun bisa, silakan di follow dulu akun instagram saya di @MbakMeida. Dan, langsung saja kirim pesan jelaskan mengenai hajat Anda.

Atau kalau mau konsultasi via WhatsApp bisa hubungi di nomor 08111264401.

WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp