3 Resiko Mengerikan yang akan Anda Terima Jika Menjadi Istri Kedua

Enak ya, jadi istri kedua. Dapat pria yang sudah dewasa dan mapan. Tidak perlu susah-susah bekerja, semua kebutuhan dan keinginan kita terpenuhi.

Rumah dapat, kendaraan pribadi dapat, pendidikan anak tidak perlu mikir. Perawatan tiap bulan juga gas pol.

Tinggal berikan service oke saja tiap kali suami pulang ke rumah, itu saja pekerjaan Anda. Bahkan di rumah pun, suami Anda sudah menyediakan asisten rumah tangga yang membantu Anda.

Lengkap sudah surga dunia!

Mungkin ini yang Anda pikirkan ketika melihat istri kedua yang masih muda, cantik dan full perawatan tubuhnya.

Anda tidak perlu iri! Kalau Anda masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Anda tidak sirik jika untuk memiliki rumah dan kendaraan Anda harus berjuang sendiri.

Kebahagiaan memiliki sesuatu karena hasil ikhtiar sendiri lebih baik daripada mendapatkannya melalui bantuan suami orang.

Ya, meskipun dia juga suami Anda. Tapi, ingat! Dia juga suami orang, kan?

Yang Anda lihat menjadi istri muda memang banyak enaknya, tapi gak enaknya juga ada. Dan, ini saya sebut dengan resiko.

Meskipun mungkin dia bergelimang harta, tapi kebanyakan dari kasus yang saya tangani, para istri kedua, ketiga dan seterusnya ini tidak bahagia secara mental.

Pertama, mereka jarang mendapatkan pengakuan.

Yang diakui secara agama dan hukum kan istri pertama. Dan, pernikahan yang SAH memang hanya pernikahan pertama tersebut.

Jadi, kalau dipamerkan ke tempat umum, diajak ke kondangan untuk acara-acara yang harus berhadapan banyak orang, tetap istri SAH yang digandeng.

Kebanyakan pria, apalagi mereka yang memiliki jabatan, tetap malu menggandeng istri kedua, ketiga atau keempat ke tempat umum.

Kedua,  Anda hanya mendapatkan sisa.

Prioritas utama seorang suami tentu anak dan istri sahnya. Keluarga besarnya.

Istri kedua dan seterusnya hanya akan mendapatkan sisa. Sisa gaji, sisa bonus, sisa waktu dsb.

Bagaimanapun juga, pada akhirnya suami ini kembalinya nanti tetap pada istri pertama.

Coba saja nanti kalau sakit atau terkena musibah, kembalinya pada istri pertama dan meminta bantuan pada istri pertama.

Istri kedua dan selanjutnya, hanya pelengkap yang didatangi ketika butuh dan kondisi si suami masih prima.

Resiko ketiga yang mungkin akan Anda tanggung adalah suami kembali ke istri pertama.

Ini sangat memungkinkan! Seperti yang saya jelaskan tadi, ketika terjadi sesuatu pada seorang pria, tempat kembali pertamanya adalah istri sah dan anak-anak.

Karena pelakor bukanlah tempat menetap, melainkan tempat meneduh untuk beberapa saat.

Seperti itu penjelasan saya, semoga ini bisa membantu para pelakor agar tersadar untuk mencari pria single saja.

Nah, bagi Anda yang memiliki masalah apapun terkait rumah tangganya, silakan jangan ragu menghubungi saya melalui nomor konsultasi di 08111264401.

Konsultasi di tempat saya bersifat spiritual, jadi jangan kaget kalau nanti saya memberikan penawaran kepada Anda sarana spiritual seperti perhiasan, aromaterapi, tasbih dsb untuk membantu memudahkan hajat Anda.

Loading

WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp