Satu tipe selingkuhan yang paling sulit dilepaskan suami. Bukan yang cantik luar biasa. Bukan yang pakai sihir atau pelet. Tapi yang penuh drama. Atau orang jaman sekarang sebutnya DRAMA QUEEN.
Saya pernah menangani klien yang berkata seperti ini, “Mbak… suami saya sudah bilang mau putus. Sudah janji. Tapi tiap kali mau benar-benar menjauh, wanita itu selalu bikin drama.”
Drama seperti apa bun, contoh…
Saat suami bilang, “Kita cukup sampai sini ya, aku gak bisa ninggalin istri sama anak-anakku”
Tiba-tiba si wanita bilang, “Aku pusing… aku sesak… kayak mau pingsan…”
Wanita ini berani telepon mendadak malam-malam. Suara menangis terisak. “Kenapa kamu tega banget ninggalin aku setelah semua yang kita lalui?”
Besoknya kirim foto infus di rumah sakit. Atau kirim pesan panjang, “Aku nggak punya siapa-siapa selain kamu… kalau kamu pergi, aku hancur.”
Ada juga yang lebih ekstrem.
Saat suami mulai menjauh, dia mengancam menyakiti diri sendiri. Atau mengaku sedang menghadapi masalah besar seperti utang, tekanan keluarga, ancaman pekerjaan. Atau mengaku hamil, padahal gak benar-benar hamil.
Ada juga yang lebih mengerikan. “Kamu pergi dan kembali pada istrimu gpp mas.. inshallah aku kuat, aku bisa kamu tinggalin. Kalau memang takdirmu adalah kembali pada istrimu, aku ikhlas. Tapi, aku mau jujur sama kamu mas. Hidupku udah banyak berubah karena kamu. Aku jadi wanita solehah, ingat solat, ibadah, semua karena bimbinganmu. Aku mau berterima kasih soal itu.”
Nah, kalimat ini, gak menahan suami, tapi menjunjung ego suami setinggi langit. Sehingga, suami mikir, “wah ini kalo kutinggal, bisa balik salah jalan lagi!”
Semua masalah itu muncul tepat ketika suami hendak benar-benar pergi dan kembali ke istri. Bunda pernah lihat pola seperti ini? Ini bukan kebetulan.
Ini adalah pola emotional dependency berbasis drama. Saya sebut dia “drama survival strategy”.
Wanita seperti ini sadar satu hal, kalau hanya mengandalkan daya tarik fisik, mungkin kalah. Kalau mengandalkan santet, ilmu hitam, pelet dsb, nanti efeknya ngeri ke diri sendiri.
Tapi kalau mengandalkan emosi dan rasa bersalah, peluangnya besar. Sekarang kita masuk ke pertanyaan penting. Kenapa suami bunda sulit benar-benar lepas dari drama seperti ini?
Jawabannya ada di otak.
Secara neurologis, ketika pria berhadapan dengan tangisan, kesedihan, ancaman kehilangan dari seseorang yang pernah dekat secara emosional, otaknya akan mengaktifkan sistem empati.
Dalam penelitian tentang respons empati dan keterikatan emosional, sistem limbik, terutama amygdala dan cortex, aktif saat seseorang melihat orang lain menangis atau menderita. Bagian ini mengirim sinyal bahwa “ada ancaman emosional” dan “kamu perlu merespons.”
Jika drama dilakukan berulang-ulang, otak pria masuk ke siklus yang disebut rescue loop. Ini membuat pria merasa:
-
bertanggung jawab atas kondisi si wanita
-
bersalah jika meninggalkan
-
takut dianggap kejam
-
takut menyebabkan sesuatu yang buruk terjadi
Apalagi jika wanita itu berkata:
“Gimana aku bisa hidup tanpa kamu?”
“Aku udah banyak berubah demi kamu…”
“Kamu satu-satunya yang ngerti aku…”
Kalimat-kalimat ini bukan sekadar kata. Ia menyentuh dua hal paling sensitif dalam diri pria:
-
Ego sebagai penyelamat
-
Ketakutan menjadi penyebab penderitaan orang lain
Di sinilah drama bekerja. Semakin wanita itu terlihat rapuh, semakin suami merasa dibutuhkan. Dan rasa “dibutuhkan” itu sangat adiktif.
Banyak pria tidak sadar bahwa yang membuatnya bertahan bukan cinta atau seks, tapi rasa tanggung jawab palsu yang dibentuk lewat drama berulang.
Saya pernah menangani kasus seorang klien. Setiap kali suaminya bilang mau fokus ke keluarga, si wanita langsung kirim voice note sambil menangis histeris. Kadang disertai kalimat, “kalau kamu pergi, aku mending mati.”
Suaminya bukan tidak tahu itu manipulatif. Tapi dia takut kalau benar-benar terjadi sesuatu.
Itulah jebakan dramanya. Bukan di tubuh. Bukan lagi sihir. Tapi di rasa bersalah.
Sekarang bayangkan kondisi suami bunda.
Di satu sisi, ada istri dan anak yang stabil. Di sisi lain, ada wanita yang tampak rapuh, butuh pertolongan, penuh tangisan.
Otak pria yang terpapar drama terus-menerus akan mengalami kelelahan kognitif.
Logika melemah. Empati berlebihan. Keputusan menjadi kabur.
Jika bunda marah besar, mengancam, atau mempermalukan, suami justru merasa tekanan dari dua sisi. Dan di saat tertekan, manusia cenderung kembali ke tempat yang membuatnya merasa “dibutuhkan”. Itulah sebabnya suami akhirnya kembali pilih selingkuhan.
Jadi bagaimana memutus siklus ini?
Bukan dengan adu teriak. Bukan dengan mempermalukan. Bukan dengan balas drama.
Tapi dengan memindahkan pusat ketergantungan emosional suami kembali ke rumah.
Dan itulah kenapa saya menyarankan momentum sahur. Sahur adalah waktu sunyi. Waktu ketika hati lebih lembut. Waktu ketika doa orang yang terdzolimi sangat dekat dengan langit.
Bukan untuk menyakiti orang lain. Tapi untuk meluruskan yang bengkok. Karena drama hanya bisa bertahan kalau ada respons emosional dari targetnya.
Jika hati suami kembali tenang, kembali jernih, bisa berpikir kritis, kembali terhubung pada tanggung jawabnya sebagai pemimpin keluarga, maka drama itu kehilangan panggungnya.
Dan bunda perlu ingat satu hal. Wanita drama queen bertahan bukan karena cinta besar, tapi karena respons besar dari suami bunda.
Saat responsnya mengecil, dramanya kehilangan tenaga.
Itulah yang akan kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana berikhtiar saat sahur dengan cara yang tidak meledak-ledak, tapi tepat sasaran.
Ada yang suaminya tiap kali mau putus pasti didekati lagi sama pelakor? Kalau ada, sebelum saya lanjutkan, silakan catat dulu kontak konsultasi sata di +62 877-7396-4009. Ceritakan detail, boleh melalui chat WhatsApp maupun telepon tentang kondisi emosi suami bunda dan drama apa yang selalu dibuat sama selingkuhannya.
Semakin detail masalah dan tujuan yang bunda jelaskan nanti, akan semakin bagus sehingga saya bisa berikan solusi, treatment dan bimbingan tepat sesuai dengan apa yang bunda alami. Bahkan kalau perlu, saya jadwalkan buka aura untuk menguatkan energi daya tarik bunda agar mudah menarik sukma suami kembali, utuh lahir batin pada bunda.
Nah mumpung bulan suci Ramadhan bund, inshallah niat baik, ikhtiar yang dilakukan dengan cara baik pada momen baik, akan dimudahkan, diijabah, diberikan balasan beribu kebaikan.
Sekarang, saya akan mengijazahkan sebuah doa yang bisa bunda baca sesaat setelah sahur. Ritual doa ini hanya bisa dipraktekkan oleh bunda yang sudah memiliki Olensia Adara.
Olensia Adara adalah aromaterapi spiritual yang mengandung energi doa untuk meluruhkan energi negatif, mendatangkan vibes ketenangan dan menguatkan aura positif.
Jadi ikhtiar doa yang dibaca setelah sahur ini energi positifnya akan digabungkan dengan Olensia Adara yang memang sudah mengandung energi spiritual yang sangat bagus.
Silakan dicatat bund, saya akan jelaskan runtutan praktek doanya.
- Pertama, setelah bunda sahur dan sebelum adzan subuh, silakan mempersiapkan diri dengan Olensia Adara
- Lanjutkan dengan berdoa, apapun doa dan harapan bunda yang ingin dipanjatkan, silakan ucapkan, jangan ragu, minta sedetail dan sebanyak mungkin, yakini sepenuh hati, Tuhan Maha Kaya, Tuhan Maha Mengabulkan
- Selanjutnya minum segelas air putih hangat dan jika bunda sudah menyiapkan kurma, boleh dikonsumsi 2 butir kurma
- Lanjutkan pakai Olensia Adara, tambahkan 1 tetes saja pada telapak tangan kanan lalu ratakan dengan telapak tangan kiri
- Angkat kedua telapak tangan bunda seperti orang berdoa lalu baca doa afirmasi ini 1x dalam hati, “Ya Allah, jika suamiku sedang terikat dalam hubungan yang salah, pisahkanlah ia dari keburukan itu. Sadarkan ia agar kembali menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, setia, penuh cinta. Lindungi rumah tanggaku dari fitnah dan kezaliman.”
- Setelah berdoa, usapkan kedua tangan bunda ke wajah lalu ucapkan ALHAMDULILLAH
Silakan bund bisa diterapkan ijazah ini untuk membantu suami bisa kembali fokus, bertanggung jawab, sayang pada bunda serta anak-anak. Lakukan tiap hari selama bunda berpuasa di bulan ramadhan ini.
“Mbak Meida, kalau doa ini kita baca sesuai urutan persis tapi tidak ditambah dengan Olensia Adara gimana, karena saya belum punya?”
BOLEH BUND! Tidak masalah, ikhtiar dengan saya inshallah tidak memberatkan. Tapi rata-rata klien saya memang kalau ikhtiar selalu pakai Olensia Adara, khususnya tiap kali baca doa afirmasi dari saya.
Dan alhamdulillah hasilnya 99% banyak klien yang mengaku, “mbak.. suami lebih terbuka sekarang, emosinya lebih terkontrol. Gak emosian dan grasak grusuk seperti dulu.”
Ini pun sudah perubahan yang luar biasa bun, karena dari emosi yang terkendali, dari suami yang sudah mulai tenang, kita bisa melakukan pendekatan pelan-pelan, menyentuh suami sesering mungkin di bagian tengkuk, dada, tangan.
Sehingga inshallah kenyamanan, kedekatan, keterbukaan tercipta kembali dan perlahan suami bisa kembali fokus pada bunda, pikirannya jernih bisa memilih siapa yang tulus menemani, siapa yang cuma drama.
Jadi, silakan bagi bunda yang sudah mantap berikhtiar lewat Olensia Adara, bisa hubungi admin saya melalui chat WhatsApp maupun telepon di kontak +62 877-7396-4009. Atau bisa klik chat WhatsApp otomatis di bawah video ini. Terima kasih, semoga apa yang saya bagikan bermanfaat dan saya tunggu pesan dari bunda.
![]()
Konsultasi Via WhatsApp