BAHAYA! 4 PERMAINAN YANG TAK BOLEH DIMAINKAN SUAMI-ISTRI

 

Mbak Meida, apakah suami dan istri tidak boleh main? Boleh. Tapi perlu dilihat, permainan apa dulu yang dimaksud di sini? Kalau permainan malam hari yang memang menyehatkan lahir dan batin, maka silakan boleh dimainkan.

Lalu, yang Mbak Meida maksud dari judul video ini apa? Sabar, saya akan jelaskan satu per satu tapi sebelumnya silakan share video ini ke teman-teman atau keluarga Anda supaya mereka juga mendapatkan manfaat yang sama seperti yang Anda rasakan.

Permainan pertama saya sebut dengan permainan hitung-hitungan. Kalau Anda masih TK atau SD main hitung-hitungan boleh, tapi kalau sudah menikah ini tidak boleh dimainkan.

Contohnya, “kalau kamu boleh pergi hangout sama teman kerja kamu, maka aku juga akan melakukannya.”

“Kalau kamu mau belikan orangtuamu hadiah itu, maka belikan juga untuk orangtuaku”

“Aku sudah berkorban untuk rumah tangga ini, maka sekarang gantian kamu yang melakukannya”

Ingat! Pernikahan itu bukan pabrik dimana Anda menawarkan jasa kepada pasangan kemudian meminta pasangan untuk membalasnya. Pernikahan bukan pasar dimana Anda bisa jual beli dan selalu minta ganti kalau merasa rugi.

Pernikahan adalah dua orang melebur menjadi satu. Jadi, apapun yang Anda keluarkan dan korbankan untuk pasangan, maka itu adalah untuk kebaikan bersama. Bukan hanya untuk diri Anda sendiri, tapi juga pasangan dan anak-anak. Kalau masih egois seperti ini, saran saya jangan menikah dulu.

Permainan kedua adalah suka menang sendiri. Yang suka menang-menangan sendiri siapa sih biasanya? Anak-anak, kan? Betul sekali! Kalau Anda masih suka menang-menangan artinya Anda masih kanak-kanak dan belum pantas menikah.

Setiap konflik yang terjadi itu Anda tidak perlu menunjukkan kepada pasangan siapa yang menang atau siapa yang paling benar. Karena kalau itu tujuan Anda, maka kedua-duanya akan binasa seperti pepatah menang jadi abu, kalah jadi arang. Lebih baik memilih ingin bahagia berdua, daripada memilih menjadi yang paling menang.

Permainan ketiga adalah petak umpet. Kalau main petak umpet beneran sama anak-anak tidak masalah. Tapi kalau Anda sengaja menjauh atau menghilang agar pasangan mencari Anda, itu bukan permainan yang menyenangkan dalam rumah tangga.

Justru sangat melelahkan. Ini sering saya dapati kasus dimana istri kabur dari rumah dan pulang ke orangtuanya agar suami minta maaf dan mengejar istrinya. Kalau saya jadi suaminya, saya biarkan saja. Saya tidak mau jemput dia. Karena istri kalau keluar rumah itu harus ada ijin dari suami. Kalau kabur sembarangan dan main petak umpet seperti ini, sudah jelas rumah tangga akan sulit menjadi kompak dan harmonis.

Permainan keempat adalah membagi kue yang sama. Memang terkesan adil, tapi sebenarnya tidak. Suami dan istri memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Suami mencari nafkah, memimpin keluarga dan memberikan teladan yang baik bagi istri serta anak-anak. Sedangkan istri, mengurus anak-anak dan suami serta patuh kepada suaminya.

Jangan meminta hal yang sama, kamu kok gitu, aku juga harus gitu dan sebagainya. Adil itu bukan membagi rata. Adil adalah membagi sesuai dengan porsinya masing-masing.

Itu dulu pesan dari saya, semoga membantu meningkatkan keharmonisan keluarga Anda. Untuk yang ingin berkonsultasi dengan saya mengenai masalah rumah tangga, silakan bisa hubungi melalui telepon/SMS/WhatsApp di nomor +628111264401.

WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp