Suami Pilih Cerai! Ikhtiar Apa yang Dibutuhkan Istri Jika Ingin Bertahan?

Saya langsung saja, bahwa jika salah satu pasangan (baik itu suami ataupun istri) ingin berpisah sedangkan yang lain ingin bertahan, maka keduanya sama-sama sulit.

Baik berpisah maupun bertahan, keduanya sama-sama tidak mudah diikhtiari. Karena dua orang ini sudah tidak sejalan. Suami punya visi A, istri punya visi B.

Ibaratnya, suami ingin pergi ke Jakarta dan istri ingin pergi ke Surabaya. Tujuannya berbeda, rute untuk menempuh tujuan jelas berbeda. Sehingga cara untuk menempuh tujuan pun akan berbeda.

Itulah kenapa, mempertahankan rumah tangga dalam kondisi suami sudah ngotot ingin berpisah, maka ikthiar istri tidak akan berjalan mulus.

Saya akan jelaskan lebih detil tapi sebelumnya mohon ibu-ibu semuanya bantu saya membagikan link live streaming berikut ini.

Boleh dibagikan di grup-grup WhatsApp, grup-grup Facebook atau dibagikan ke siapapun yang menurut ibu membutuhkan materi ini.

Siapa tahu dengan membagikan materi ini, kemudian teman, kerabat atau saudara ibu ikut bergabung dan terinspirasi dari sini ya.

Sehingga mereka jadi lebih mudah mendapatkan solusi dari permasalahan yang sedang mereka hadapi. Inshallah ini akan jadi ladang pahala juga bagi ibu.

Sudah dibagikan ya? Alhamdulillah, terima kasih. Baiklah, sekarang kita lanjutkan.

Saya ingin tahu nih, ibu-ibu semua yang ada disini bagaimana pendapatnya jika ada seorang suami yang mantap ingin bercerai tapi istri masih ingin bertahan.

Usaha atau ikhtiar apa saja yang akan ibu lakukan? Ayo semuanya berpendapat dan akan saya baca satu per satu.

(membaca komentar followers)

Baiklah, semua jawabannya benar ya. Tidak ada jawaban salah karena tiap orang berpikir dan bertindak sesuai dengan latar belakang dan pengalamannya masing-masing.

Nah, seperti yang kita semua ketahui pernikahan itu terdiri atas 2 orang, suami dan istri. Tujuan pernikahan ibu-ibu semuanya adalah doa yang biasa kita ucapkan saat menghadiri pernikahan teman atau kerabat kita, yakni SAMARA. Sakinah, Mawaddah dan Warahmah. Yang maknanya berarti tenang, bergairah dan penuh kasih sayang.

Jadi ikhtiar ibu dan suami dalam keseharian itu tujuannya sebenarnya ingin mencapai ketiga hal ini. Ingin agar rumah tangganya selalu diberi ketenangan, agar selalu menarik satu sama lain, bersemangat memperbaiki diri dan saling memperhatikan serta mengasihi.

Untuk mencapai tujuan ini, kita perlu perlu misi atau langkah-langkah. Sama halnya ketika ibu dan suami ingin piknik ke Bali. Pasti ibu dan suami menentukan cara, bagaimana caranya kita bisa sampai ke Bali?

Nah, sama halnya dengan SAMARA ini tadi. Ibu dan suami harus rajin diskusi serta mempertanyakan satu sama lain, bagaimana ya cara mendapati SAMARA ini?

Jika sudah menemukan caranya, maka terapkanlah dalam keseharian. Misalnya untuk mencapai ketenangan, istri berharap suaminya rajin mengabari istri dimanapun dia berada. Suami ingin istrinya selalu mendoakan suami.

Untuk memenuhi gairah, suami ingin istrinya dandan pakai baju warna merah. Istri ingin suaminya rajin mandi dan pakai parfum.

Untuk mencapai warrahmah atau kasih sayang, suami ingin istrinya tiap hari masak. Istri ingin suaminya selalu memberi kado di tanggal-tanggal penting dsb.

Coba sekarang ibu perhatikan, tujuan SAMARA dan strategi mencapai SAMARA ini apakah bisa dikerjakan istri saja? Coba silakan dijawab.

(membaca jawaban follower)

Benar sekali ibu!

Tidak bisa dikerjakan istri sendiri. Harus ada kerjasama antara suami dan ibu. Jadi, jika kondisinya saat ini suami ibu mantap, ngotot ingin berpisah, sedangkan ibu kekeuh bertahan, maka ikhtiar ibu mempertahankan pernikahan tidak akan mudah.

Solusinya adalah ibu perlu melunakkan hati suaminya dulu. Ibu harus mengembalikan simpati suami dulu terhadap ibu dan pernikahan kalian. Kalau ibu hanya ngotot-ngotot saja ingin bertahan, langkah ibu ini tidak akan efektif.

Jika simpati atau hati suami sudah lunak, maka inshallah ibu akan lebih mudah bicara pada suami. Suami jadi lebih siap mendengarkan ibu, menerima apa yang ibu katakan dan arahkan.

Karena yang namanya orang ngotot ingin berpisah, biasanya ini ada pemicunya. Apa itu pemicunya? Bisa jadi selingkuhan atau orang ketiga, bisa jadi suami masih dikuasai amarah karena mungkin ibu pernah berbuat kesalahan fatal.

Maka, pemicunya ini perlu diredam dulu dengan cara melunakkan hati suami dan mengembalikan simpatinya pada ibu. Orang buk, kalau sudah bersimpati dan lunak hatinya, dikasih apa saja itu inshallah lebih didengarkan. Lebih mudah dipengaruhi.

“Lalu bagaimana cara melunakkan hati suami Mbak Meida?”

Nah, untuk yang satu ini tidak bisa saya jawab disini. Saya perlu memahami kondisi rumah tangga ibu secara detil, melihat kondisi aura ibu dan suami lebih dulu, lalu saya baru bisa memberikan bimbingan atau treatment.

Kenapa ini perlu saya ketahui secara detil? Karena tiap suami memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda-beda sehingga cara melunakkannya pun berbeda.

Jadi, silakan jangan sungkan untuk menghubungi saya melalui inbox Facebook, DM instagram maupun chat WhatsApp di nomor konsultasi +628111264401. Atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Saya Siap Mengikuti Bimbingan Mbak Meida <<

WhatsApp Konsultasi Via WhatsApp